
"Kenapa?????!!" teriak Komandan Ucok histeris.
Indri yang sedang duduk didepan kamar Komandan Ucok begitu terkejut dan bergegas masuk kedalam.
Didapatinya Suaminya sudah terjatuh dilantai dengan kondisi yang tidak baik.
Beberapa luka diperutnya mengeluarkan darah lagi.
"Papa? Apa yang terjadi?" tanya Indri panik.
"Ma, kamu tau tentang kondisi Satya Yudha?" tanya Komandan Ucok masih menangis.
Komandan Ucok memegang bahu isterinya kuat kuat dan mengguncangkannya.
"Mama tidak tau." ucap Indri serius. Indri memeluk Komandan Ucok agar Komandan Ucok tenang.
"Apa yang papa lihat?" tanya Indri lagi.
"Apa teman Papa banyak yang meninggal?" tanya Komandan Ucok lagi.
Kini tangisannya tidak sekeras sebelumnya dan hanya tersisa isakan isakan lirih.
"Jaya tidak pernah membahas hal tersebut. Bahkan dirinya sekarang sangat sibuk dan tidak dapat dihubungi oleh mona sekalipun." Ujar Indri.
Indri mengarang semua ceritanya barusan. Bahkan dia tidak mengetahui apakah Jaya sudah menghubungi Mona atau belum.
__ADS_1
"Apa Jaya tidak menghubungi Mona?" tanya Komandan Ucok lagi.
"Apa Papa berusaha menghubungi Jaya juga? bagaimana kondisi Jaya?" tanya Indri pura pura tidak tahu.
" Entahlah, Papa tidak bisa menghubungi Jaya maupun Pak Perwira. Bahkan akses Info Satya Yudha milik Papa sudah di blokir atas permintaan Pak Perwira." Ucap Komandan Ucok masih terus bersedih.
________________
Terlihat ketua Gang Tornado sedang bersama seseorang di sebuah ruangan yang gelap.
" Bagaimana?? Broto sudah berhasil kamu singkirkan?" tanya orang tersebut.
"Sudah tuan. Kami berhasil menyingkurkan Broto." Jawab Ketua Gang Tornado.
Namanya adalah Ricardo Stevano, biasa dipanggil Rich.
"Maaf tuan, kami gagal menyingkirkannya. Kami hanya melukai rekannya dengan cukup parah dan membunuh beberapa diantaranya. " Jawab Rich.
"Kalian sudah nemiliki rencana cadangan?" tanya Orang yang sedang duduk lagi.
"Kami akan mengawasi orang tersebut dan menyerang jika ada celah, tuan." Jawab Rich. Dirinya benar benar gugup saat ini. Sebelumnya dia tidak pernah gagal dalam tugaa dan mengerjakannya dengan sempurna. Namun kali ini ada seorang target yang lolos dan itu membuat dirinya benar benar takut.
Orang tersebut membalikkan badannya dan kini mulai terlihat wajahnya.
Seorang Pria yang berusia 50 tahunan, mengenakan stelan jas yang terlihat mewah.
__ADS_1
Frederick Wiyatama.
Orang tersebut adalah Frederick Wiyatama, pemilik The Royal Casino semarang.
Ternyata dirinya selama ini juga mendalangi penyelundupan narkoba sekala besar di beberapa wilayah Indonesia dan bekerja sama dengan beberapa mafia hebat lainnya.
Dengan kata lain Gang Tornado juga berada di bawah naungannya.
Dan parahnya sudah terlalu banyak polisi korup yang membiarkan mereka karena menganggap Gang Tornado memberikan mereka keuntungan besar.
"Aku beri waktu kalian satu bulan. Setidaknya lukai Anak Sulung keluarga Wijaya dengan parah, namun ingat, jangan menyakiti keluarganya. Aku masih mencintai Mons, Isterinya." ucap Tuan Fred dengan senyum menyerinyai yang membuat Rich semakin gemetar ketakutan.
" Pergilah, lakukan tugasmu." Ucap Tuan Fred lagi.
Sebelum pergi Rich membungkuk memberi hormat kepada Tuan Fred.
"Mona,,, kamu harus mau jadi selirku,, hahahahah!!!"
Tawa Tuan Fred sukses membuat para anak buahnya gemetar.
--------------
Dokter sudah kembali memeriksa kondisi Komandan Ucok.
Beberapa luka diperutnya kembali terbuka dan harus dijahit ulang.
__ADS_1
"Papa jangan seperti ini lagi ya. Kan Papa sendiri yang menanggung akibatnya, kan?" ucap Indri. Dia kesal sekalian kasian melihat suaminya yang masih bersedih.
Akhirnya Indri memutuskan mengabari Mona dan meminta Mona untuk datang menghibur Kakaknya.