
Bu Mona menemani Pak Eko di rumah sakit. Pak Eko masih sedih akan kegagalannya walau berusaha ia tutupi.
"Adel lagi latihan, Ma?" tanya Pak Eko ke Bu Mona. Adel sama sekali belum datang kemari walau tau Papanya dirawat.
"Mama suruh Adel latihan aja. Pertandingan tinggal seminggu lagi dan Adel dari seminggu lalau waktu latihannya sering terpotong." Ucap Bu Mona menjelaskan. Pak Eko hanya mengangguk Pelan.
"Seminggu lagi putri sulung kita ulang tahun, mama mau bikin acara apa?" tanya Pak Eko.
"Kita ke Jakarta yuk Pa, kita bikin kejutan. Nanti mama kongkalikong sama pelatihnya biar Alia nggak boleh ambil cuti." ucap Bu Mona semangat
Pak Eko hanya mengangguk pelan, lukanya masih nyut nyutan.
"Papa kok lemes banget ya?" tanya pak Eko cemas. tidak biasanya dirinya merasa seperti ini.
Bu Mona lalu menjelaskan pada suaminya ada beberapa obat yang memeberi efek samping lemas dan cepat lelah. Makanya Papa harus benar benar istirahat ya." jelas Bu Mona.
__ADS_1
Pak Eko menghela nafas berat. Akhirnya dia harus terbaring lemah seperti ini.
"Ya udah Ma, Papa mau tidur. Mama pulang aja istirahat dirumah nggak papa." ucap Pak Eko. Dirinya tidak tega melihat istrinya yang terlihat begitu kelelahan karena semalam lembur mengurus dirinya yang sudah terluka parah.
Semalam Pak Eko pulang dalam keadaan bersimbah darah karena memaksakan diri lari 9 km dan beberapa tes kebugaran seperti sit up, back up, push up, pull up, squad jump. Dan yaaa,, saat dirinya pulang dan baru sampai depan rumah, Pak Eko sudah tidak kuat dan terkapar didepan pintu.
untung saja Ayahnya sedang menunggunya diruang tamu jadi ketika Pak Eko merintih kesakitan Ayhnya mendengarnya.
Pak Surya dan Bu Mona merawat Pak Eko sampai jam 3 pagi, sampai lukanya benar benar menutup kembali dan sekarang pak Eko malah semakin parah.
"Papa yakin? Kalau mama si nggak yakin. Nanti malah pihak Rumah sakit telpon mama dan ganggu tidur mama gara gara cari Papa yang suka menghilang kalo lagi dirawat." ucap Bu Mona masih terus terkekeh.
Pak Eko tersipu malu mendengar celoteh istrinya. Memang sudah beberapa kali Pak Eko menghilang saat perawatan. dan yang paling baru adalah seminggu yang lalu. Mukanya langsung memerah karena tak kuasa menahan malu.
"Ya udah, Mama tidur di sofa, Papa kali ini nggak akan kabur kabur lagi." ucap Pak Eko.
__ADS_1
****
"dollyo chagi, dollyo chagi, bhal chagi!!" teriak Sabeum Rahmat. Adel melakukan rangkaian rangkaian tendangan beruntun.
Sudah satu jam lebih Adel berlatih, keringatnya sudah membanjiri doboknya tapi belum ada tanda tanda istirahat. Dirinya juga tidak berani meminta istirahat kepada omnya.
15 belas menit berlalu lagi dan nafas Adel mulai tidak teratur. Sabeum Rahmat berhenti dan mengizinkan Adel istirahat.
"Om harus bilang ke Papa kamu biar kamu latihan sama Om saja. Sabeum baru kamu sepertinya terlalu memanjakanmu dan hasilnya seperti ini. Tidak ada peningkatan dalam taekwondo mu." Ucap Sabeum Rahmat.
Adel meneguk air putih yang dibawanya dari rumah, lalu menyeka keringatnya dengan handuk.
"Iya Om, aku rasa juga seperti itu." Ucap Adel sambil mengatur nafasnya lagi.
"Istirahat sepuluh menit." ucap Sabeum Rahmat.
__ADS_1
Sabeum Rahmat lalu mengambil botol minum dalam tasnya. Hari ini memang hanya Adel yang latihan jadi hanya ada mereka berdua saja