My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Kenyataan Pahit Untuk Adel


__ADS_3

"Eyang mau mengatakan, kalau Alia itu bukan kakak kandung kamu." ucap Pak Surya.


"Apa ? Eyang serius?" tanya Adel tak percaya. Dirinya memang sedikit curiga tentang tahun pernikahan orang tuanya yang selisih delapan tahun dengan usia kakaknya tapi Adel tak pernah mempermasalahkannya.


"Eyang serius. Coba kamu telpon mama kamu." ucap Pak Surya, Adel menggelengkan kepalanya,


"Eyang bohong!" teriak Adel yang masih tak percaya dengan perkataan Eyangnya.


"Buat apa eyang bohong?" ucap Pak Surya yang mencoba meyakinkan Adel.


"Kenapa baru sekarang Adel dikasih tau? kenapa nggak dari dulu?!" tangis Adel pecah.


"Kamu tau kenapa kakak kamu tidak menggunakan nama Wijaya? ya karena dia bukan anggota langsung keluarga Wijaya." ujar Pak Surya.


Adel terus menangis dan kini dia berlari menuju kamarnya. Pak Surya menghela nafas panjang.


'Beban yang selama ini dipundakku, akhirnya terangkat juga.' batin Pak Surya.


Bu Santi yang melihat cucunya menangis sambil berlari kekamar, bergegas menemui suaminya dan menanyakannya.

__ADS_1


Seakan tau apa yang dipikiran istrinya, Pak Surya langsung berkata,


"Aku memberitahu apa yang harus ia tahu, Bu." ucap Pak Surya.


"Maksud bapak?" tanya Bu Santi tidak paham.


" Bapak kasih tau dia tentang identitas Alia." Jawab Pak Surya.


"Kenapa Bapak kasih taunya mendadak?" tanya Bu Santi lagi.


"Ini sudah waktunya, Bu. Alia dikenalkan bukan dari kepuarga Wijaya. Ia dikenalkan sebagai penerus keluarga Wiyatama. Adel itu cerdas, dia pasti akan mempertanyakannya suatu saat nanti." Pak Surya menjelaskan kepada istrinya yang terlihat marah karena perbuatannya yang telah membuat cucunya sedih.


Disisi lain, Santoso dan Alia sedang sibuk mempersiapkan meeting tentang pembangunan resort dilabuan bajo. Ini adalah kali pertama Alia menyiapkan meeting sendiri. Biasanya entah itu omnya atau eyangnya pasti akan membantu.


Santoso menyiapkan semua peralatan yang akan Alia gunakan untuk memaparkan semua ide gagasannya. Sedangkan Alia sibuk mempelajari semua berkasnya.


Akhirnya waktu meeting pun tiba. Awalnya Alia gugup saat memaparkan idenya, namun Santoso terus memberikan semangat. Akhirnya rapat selesai dengan Alia sebagai bintang. Perusahaan yang Alia pimpin mendapatkan tender untuk membangun resort di labuan bajo. Sebuah resort yang dibangun menjadi dua tempat, tempat pertama adalah resort untuk keluarga, dan yang kedua adalah resort untuk bulan madu atau kegiatan romantis lainnya.


Alia pulang bersama Santoso yang mengendarai mobilnya.

__ADS_1


"Tiga minggu lagi Tuan muda pulang, Nona." ucap Santoso.


" Lalu?" tanya Alia.


"Kita akan menjemputnya, dan saya akan meminta Tuan Muda Taufik untuk mengantar Nona Adel kemari." jelas Taufik.


"Baiklah, saat Papa kembali aku akan ambil libur dua hari. Kita buat acara keluarga saja. Setelah itu kita ada acara di Solo kan?"


"Iya Nona." jawab Santoso.


Tak berapa lama kemudian mereka sampai di Kediaman Wijaya. Alia masuk kedalam kamarnya, sementara Santoso memilih untuk duduk disamping kolam dan menghabiskan segelas ice cofee yang ia beli di salah satu gerai kopi langganannya.


"Nona, apa kau belum menyadarinya?" gumam Santoso.


Pikirannya terus berkecamuk hingga ia memutuskan untuk berenang dan mendinginkan otaknya yang terasa panas.


Santoso tidak sadar kalau Alia sedang memperhatikannya dari kamar. Kamar Alia memang langsung mengarah ke kolam renang.


"Kenapa dia renang malam malam begini?" tanya Alia dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2