
Beberapa detik kemudian komandan Ucok membetulkan posisi duduknya.
"Maaf pak, sebelumnya saya bertindak kurang sopan." ucap komandan.
" Dua tahun lalu ketika ada pendaftaran anggota Satya Yudha , Eko terluka karena misi berbahaya jadi terpaksa dia harus memulihkan kondisinya. Dan sekarang Eko kembali dengan persiapan yang lebih matang." penjelasan komandan membuat Pak Perwira mengelengkan kepalanya.
" Sayang sekali, dia mempunyai kemampuan yang luar biasa tapi terjebak dalam situasi sulit. Dia ini bibit unggul yang telat muncul. berapa usianya kini?" tanya Pak Perwira.
"Tiga puluh empat tahun, hampir tiga puluh lima." jawab Komandan Ucok.
Lagi lagi Pak Perwira hanya menggelengkan kepalanya.
Dia merasa ada sedikit penyesalan karena sudah sering mengabaikan Yudha Pratama, sehingga dirinya kehilangan seseorang seperti Muhammad Eko Wijaya. Sekarang dalam hatinya , Pak Perwira bertekad untuk bertindak adil.
__ADS_1
"Apa kau mengenalnya?" tanya pak Perwira penasaran. pak Perwira mulai berharap bahwa komandan Ucok mengetahui seluk beluk Muhammad Eko wijaya.
Komandan Ucok mengangguk pelan. kini mata pak Perwira terlihat bersinar.
" Ceritakan tentang orang ini."
Komandan Ucok lalu mulai menceritakan latar belakang Muhammad Eko wijaya.
" Muhammad Eko wijaya, adalah seorang anak sulung dari tiga bersaudara, ayahnya adalah seorang ahli pengobatan tradisional di Semarang. Eko menekuni beladiri dari muda karena sangat hobi. Cita citanya adalah menjadi tentara. namun karena ada masalah pada fisiknya pada saat itu, Eko tidak lolos seleksi.
Pada usia 21 tahun dia menikah, dan usia 24 tahun memiliki anak pertama, namanya Adel.
istri Eko seorang dokter bedah.
__ADS_1
Pencapaian Eko diusianya yang begitu muda tidak membuat Eko puas. Diusia ke 25 tahun dia mulai mengikuti kelas menembak dan mendapat lisensi profesional dan sertifikat menembak pada usia 28 tahun, dia terus mendalami menembak sampai mendapat lisensi penembak jitu.
Dan kini Eko malah menjadi negosiator dalam beberapa kasus.
Bentuk tubuh Eko yang tidak terlalu kekar membuat Eko sangat pandai dalam misi penyamaran dan berkamuflase." penjelasan Komandan Ucok membuat mulut pak Perwira terbuka lebar. Dirinya tidak menyangka bahwa orang ini telah melampaui ekspektasinya.
Bibit unggul yang benar benar telat muncul.
Kini pak Perwira mulai menyesal karena telah membuka pendaftaran seleksi anggota baru Satya Yudha, karena kalau dirinya mengetahui informasi ini lebih awal, maka dirinya akan langsung merekrut Eko sebagai anggota Satya Yudha.
Kini dengan dibukanya seleksi pendaftaran anggota baru Satya Yudha , Eko mau tidak mau juga harus ikut seleksi. Kecuali pak Perwira memberinya misi yang benar benar sulit maka ada kemungkinan pak Perwira bisa merekrutnya secara langsung.
" Aku ingin bisa merekrutnya secara langsung. Kamu pasti tahu ini akan sulit, namun dengan memberinya misi yang sulit maka aku bisa merekrutnya secara langsung." kalimat yang dilontarkan oleh pak Perwira membuat Komandan Ucok terkejut. Dirinya tidak menyangka bahwa atasannya benar benar tertarik dan berpikir demikian.
__ADS_1
"Misi tersulit kita punya resiko tinggi dan ini bisa membahayakan nyawanya. Apa anda tidak ingin mempertimbangkannya?" tanya komandan ucok dengan ragu.
" Kita hanya memberinya misi yang berbahaya, namun tidak menempatkan jiwanya pada posisi yang berbahaya. Jadi selain kita memberi misi yang membahayakan nyawanya, kita bisa memantaunya dan memastikan dia aman",,,