My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Misi Penyelamatan berhasil


__ADS_3

"Tapi maaf, kamu harus tetap bertarung." ucap tuan Fred lagi.


"Kau yang memaksaku, aku tidak akan segan segan dalam pertarungan ini."


Pak Eko sungguh marah. Dirinya dipaksa bertarung dalam kondisi ini.


Pak Eko kembali mengambil bajunya dan mengenakannya. Pak Eko diarahkan ke ruang ganti dan diberi sebuaf boxer untuk bertarung.


Pak Eko melakukan pemanasan dengan Push up, sit up, dan skipping.


Pak Eko menahan rasa sakit yang luar biasa dari lukanya.


"Arghhhh,,, Fred, kau pasti akan kubalas suatu saat nanti" pekik pak Eko sembari memegangi perutnya.


Pukul 20.00, Pak Eko diiring ke sasana. Lawannya kaliini adalah petarung biasa, pihak lawan mengetahui pak Eko sedang terluka jadi mereka mengganti lawan untuk pak Eko.


pak Eko hanya tertawa geli karena lawannya meremehkannya karena dirinya terluka.


ini bukanlah pertarungan pertamanya dalam kondisi terlukq. Bahkan dalam tugas pak Eko seringkali bertarung dalam keadaan terluka dan tidak ada wasit pula. Berbeda jauh dengan saat ini dimana wasit akan selalu siaga dan memisah ketika lawan mulai melancarkan pukulan bertubi tubi.


Gemuruh para penonton, mereka yang sedang asik taruhan kini mulai memandangi Pak Eko dengan tatapan merendahkan.


"siapa orang gila yang bertarung dalam keadaan terluka seperti itu?" ucap orang orang.

__ADS_1


" siapa juga yang mau bertarung dalam kondisi ini." batin pak Eko kesal.


Pada saat Wasit memulai pertandingan, Pak Eko hanya mengawasi lawannya yang banyak tingkah. Menurut pak Eko lawannya hanya buang buang energi karena lari kesana kemari.


Sebuah pukulan mendarat ke perut pak Eko.


" Aku butuh sebuah rangsangan agar aku bisa bertarung dengan buas." batin pak Eko.


Pak Eko menepi dan memegang perutnya. Perutnya kembali mengeluarkan darah. Pak Eko mengejar lawannya dan,, BRUAKHHH!!! tinju Pak Eko mendarat di rahang lawannya, disusul tiga pukulan beruntun ke perut, kepala, dan perut lagi.


Lawan Pak Eko terkapar dan tidak sadarkan diri. Pak Eko dinyatakan sebagai pemenang.


*****


" Memang bagaimana keadaannya, Pak Wira?" tanya ayah Pak eko.


" Anda belum tau? dia kan sedang terluka." ucap pak Wira.


" Aku tidak tau kalau Eko sedang terluka. Aku pasti akan memberinya pelajaran yang berharga." ucap pak Surya.


" Kenapa dia tidak mau fokus bisnis saja?" Tanya pak Wira.


Pak Surya menghela nafas panjang, dia lalu menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Dulunya dia ingin sekali masuk militer, namun gagal. " Jawab pak Surya singkat


"oooo,,, kupikir cerita itu hanya hoax." celetuk pak Wira.


seorang anak buah Pak Surya mendekat dan memberi kabar bahwa mereka sudah bisa masuk.


" Ayo kita masuk." ucap Pak Surya.


****


" Aku sudah menyelesaikan pertarunganku, sekarang aku mau pulang." ucap pak Eko sembari memakai jaketnya.


" Ini bayaranmu." Ucap tuan Fred sembari mengulurkan sebuah amplop berisi uang.


"Aku tidak bisa menerimanya, gunakan sebagai donasi saja." Jawab pak Eko lagi.


Kini pak Eko menggandeng tangan Adel dan berjalan keluar. Dia bertemu dengan Ayah dan Ayah mertuanya.


"Ayah,,," pak Eko memeluk Ayahnya, seketika juga pak Eko roboh. Dua orang anak buah pak Wira memapahnya sampai mobil.


"Kamu nggak papa, Del? tanya pak Surya ke cucunya.


"Adel baik baik aja, Eyang." jawab Adel.

__ADS_1


mobil melaju cepat menuju kediaman keluarga Wijaya.


__ADS_2