My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Mulai Terjalin


__ADS_3

Dan suatu ketika Fred mempunyai rencana yang sangat keji. Dirinya merencanakan kecelakaan Alfa beserta istri dan kedua anaknya.


Alfa, Devi, dan juga Nathan adik Alia langsung tewas ditempat, namun ada sebuah keajaiban karena Alia tidak terluka sedikitpun.


Akhirnya Alia di adopsi oleh Jaya dan Mona yang kala itu menjadi guru Taekwondo Alia karena Fred tidak mau mengurusnya.


Kini Alia mengelola bisnis yang dibangun oleh Papanya dulu dan di kelola oleh keluarga Wijaya selama lebih dari sepuluh tahun.


Keduanya mulai makan malam bersama.


"Ini semua adalah makanan kesukaan Alfa." ucap Fred.


"Iya, dan juga makanan kesukaanku." balas Alia.


Keduanya makan dalam diam karena sudah menjadi tradisi tidak ada yang berbicara saat makan.


Setelah selesai, keduanya kembali ke ruang keluarga. Disela pembicaraannya dengan Tuan Fred, Alia menanyakan sesuatu kepada omnya.


"Om, emang betul Gang Tornado yang udah hancurin Satya Yudha?" tanya Alia


Fred langsung tersedak ludahnya sendiri karena kaget.

__ADS_1


"Kamu kata siapa?" tanya Fred memastikan.


"Kata Mbah Google." jawab Alia polos.


"Begini saja, akan Om jelaskan ya." ucap Tuan Fred.


"Yang menyerang Papa angkat kamu di Jakarta emang Gang Tornado, tapi yang nyerang Satya Yudha diluar Jawa entahlah, om juga masih bingung." tidak ada cahaya kebohongan dalam mata Fred dan Alia dapat mengetahuinya.


"Om ada usaha di Jakarta kan? Kalau ada waktu main om," ucap Alia.


"Tentu, kapan kapan om akan main. Rumah kamu di Kelapa Gading kan?" tanya Fred.


"Iya om, di Kelapa Gading." jawab Alia.


"Aku tunggu kehadirannya." ucap Alia.


Mereka berdua berbincang sampai larut malam. Alia pamit pulang karena besok harus ke Jakarta lagi.


Lima orang anggota Gang Tornado mengawal Alia menggunakan konfoi sepeda motor. Alia tentu saja tidak menolak niat baik omnya.


Ternyata Jaya menunggu kepulangan Alia di ruang keluarga kediaman Wijaya.

__ADS_1


"Bagaiamana?" tanya Jaya yang membuat Alia begitu terkejut karena tidak menyadari keberadaan Papanya.


"Sukses." jawab Alia singkat.


Jaya langsung tersenyum puas mendengar jawaban dari Alia.


"Istirahatlah, besok harus kembali ke Jakarta." perintah Jaya.


"Iya Pa, good night." ucap Alia pamit beristirahat. Jaya hanya membalas dengan anggukan.


Jaya juga kembali ke kamarnya dan mulai membuka laptopnya.


Beberapa temannya yang dapat tugas pengintaian telah memberikan laporan, hanya dirinya saja yang belum.


Dalam beberapa minggu kedepan Jaya juga akan bertugas dilapangan walau Jaya sendiri ragu dengan tugas tersebut karena sudah banyak orang yang mengetahui identitasnya dan juga wajahnya.


Tapi mau tidak mau Jaya harus tetap melakukan tugas lapangan karena kalau bukan diriny, siapa lagi?


Surya Yudha kini melakukan perekrutan skala besar, pasukan Wira Yudha yang kira kira mumpuni mendapat pelatihan untuk menjadi pasukan Satya Yudha, begitu juga yang masih berada di kelas Yudha Pratama.


Jaya juga sekarang mendapat posisi wakil komandan, menjadi orang kepercayaan Pak Perwira setelah komandan Ucok. Pangkat yang lebih tinggi, tugas yang lebih beresiko pula.

__ADS_1


Kalau Ucok pandai mengatur skema dari balik layar, Jaya mempunyai kemampuan bertarung yang termasuk dalam kategori elit walau usianya kini hampir kepala empat.


Itulah mengapa Jaya diangkat menjadi wakil komandan karena kemampuan dilapangannya begitu tinggi. Beberapa kali dirinya hampir celaka bukan karena dia lemah tapi musuh yang terlalu kuat.


__ADS_2