
"Adel, Papa mau ngomong." ucap Jaya.
"Ada apa, Pa?"tanya Adel penasaran.
" Adel, Papa sarankan kamu merubah jam belajar dan mengerjakan tugas." Ucap Jaya membuat Adel bingung.
"Maksud Papa?" tanya Adel ke Papanya.
"Kamu mengerjakan tugas dan belajar pada siang hari, malamnya baru kita latihan, atau sore lebih baik." ucap Jaya.
"Harus begitu, ya Pa? Jadi Adel nggak bisa latihan bareng temen temen lagi." ucap Adel.
Jaya hanya mengangguk.
"Harus sampai kapan, Pa?" tany Adel lagi.
"Sampai kejuaraan nasional. Kamu nurut, Ya." ucap Jaya. Adel hanya mengangguk pelan.
"Kalau nggak begini mama nggak akan setuju. Yang penting kamu cepat ngerjain tugas tugasnya.
"Iya, Pa. " jawab Adel singkat. Jaya lalu pergi meninggalkan Adel sendirian dikamarnya.
Adel lalu berganti pakaian dengan baju santai dan mulai mengerjakan semua tugasnya. Dalam satu setengah jam dirinya telah selesai.
Adel menuju ke kamar Orang tuanya untuk melapor.
tok tok tok!!!
Jaya yang membuka pintu.
__ADS_1
"Adel udah selesai tugasnya." ucap Adel bersemangat.
Jaya lalu tersenyum lalu menyuruh Adel menunggu di sasana dan pemanasan terlebih dahulu.
Adel kembali kekamarnya lalu berganti pakaian dengan pakaian taekwondo.
Adel memulai pemanasan, lalu berlari keliling lapangan, tak lama kemudian Jaya datang.
"Sudah panas?" tanya Jaya.
"Sudah." jawab Adel singkat.
Mereka lalu melakukan sparing target ( menendang target yang diarahkan secara acak) selama lima menit dalam sekali jeda.
Biasanya anak anak melakukan sparing target hanya 2 sampai tiga menit, namun Adel dapat melakukannya lima menit dengan kecepatan luar biasa. (kalo author cuma sanggup 2 menit karena author gempal).
Adel melakukannya hingga 5 kali. Nafasnya mulai memburu. Semakin lama semakin dipercepat oleh Jaya.
"Adel capek, Pa." ucap Adel.
" Ya udah tendang sansak seribu kali baru kamu boleh istirahat sepuluh menit." ucap Jaya.
Adel mengangguk lalu ke sudut ruangan untuk mulai menendang sansaknya.
" Papa lebih parah dari om Rahmat, huft." gerutu Adel dalam hatinya.
Adel lalu mulai menendang sansak hingga seribu kali.
Setelah itu dirinya mengambil botol minumnya.
__ADS_1
Nafasnya sudah tersengal sengal dan Papanya malah tertawa mengejeknya.
"Gerakan kamu masih bagus tapi kamu ngos ngosan banget, Del." ucap Jaya mengejek.
Adel cemberut mendengar ucapan Papanya.
"Kita latihan sebentar saja, ya. Asal kamu menjaga kondisimu tetap fit maka kamu bisa naik podium." ucap Jaya.
"Beneran, Pa?" tanya Adel begitu antusias.
" Iya, makanya kamu latihan secukupnya, seperti tadi, sedikit tapi sampai pada batasan kamu dan lama lama kamu akan melampaui batasanmu." ucap Jaya.
Adel mengangguk semangat mendengar ucapan Papanya.
"Kamu pendinginan, abis itu kamu temuin Papa diruang kerja Papa." ucap Jaya sembari berjalan meninggalkan Adel.
Jam 17.15 Adel ke ruang kerja Papanya yang berada di lantai 3. Adel mengetuk pintu lalu masuk.
"Hm,,,, ternyata mandi dulu ya, anak Papa." ucap Jaya.
Adel tertawa mendengar ucapannya.
"Biar nggak bau asem." jawab Adel.
"Sini, duduk disamping Papa." ucap Jaya sambil menepuk sofa disebelahnya dan meminta putrinya duduk.
Adel lalu menurut dan ikut duduk.
"Papa hanya ingin memberi kamu pengetahuan tambahan, Papa sudah menyiapkan beberapa video pertandingan tahun sebelumnya. Kemungkinan yang akan ikut kejuaraan orang orang itu lagi." ucap Jaya sambil mengotak atik laptopnya dan membuka sebuah video komplikasi.
__ADS_1
Adel sangat bersemangat melihat video tersebut dan langsung mempelajarinya.
"Kamu pahami lebih dalam ya." Ucap Jaya. Dirinya lalu pergi keluar ruangan dan turun menuju kamarnya.