My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Rahasia Masa Lalu


__ADS_3

"Kamu sudah menjalankan misi dengan begitu mulus." ucap Seseorang didalam panggilan telpon.


"Terima kasih tuan." jawab orang yang menjalankan misi.


" Sekarang kamu pergi ke daerah medan saja. Disana tidak ada tikus keluarga Wijaya." ucap si pemberi tugas yang tidak lain adalah tuan fred.


Tuan Fred berpikir untuk membuat Mona jatuh kepelukannya.


Walau dia tidak berhasil membunuh Jaya tapi setidaknya dia bisa membuat Jaya terluka parah bahkan mungkin akan cacat.


"Hmmm,,, apa kabar ponakanku ya?" gumam orang tersebut.


Dia teringat akan seorang anak dari kembarannya, Alfa, yang sudah ia bunuh.


"Anak itu pasti sudah besar sekarang. Kenapa aku tidak menyingkirkan dia waktu itu ya?" gumamnya lagi.


Tuan Fred memanggil Rich untuk mencari keberadaan Ponakannya.


"Rich, aku ingin kau mencari seoran anak, Namanya Alia Eka kusuma Alfa Putria Devi." ucap tuan Fred.


Rich segeea mengerutkan dahinya ketika mendengar nama anak tersebut.


Tuan Fred yang penasaran akan perubahan mimik muka pada anak buahnya segera menanyakannya.


"Kenapa?" tanya Tuan Fred.

__ADS_1


"Maaf Tuan, saya merasa familiar dengan nama tersebut, tapi saya akan memastikannya terlebih dahulu." jawab Rich gugup.


"Baiklah, srmakin cepat semakin bagus." jawab Tuan Fred datar.


Rich lalu pamit kepada Tuan Fred karena ingin segera menyelesaikan tugasnya.


Jam 10 siang di Rumah Sakit Duta Medika.


Alia datang bersama Santoso. Rupanya Jaya juga baru bangun karena semalam tidak bisa tidur dan baru bisa tidur saat matahari sudah mulai tinggi.


"Papa,,," sapa Alia.


Jaya tersenyim dan memberi isyarat ke Alia untuk mendekat.


"Al,," ucap Jaya.


Alia duduk di Sofa samping Jaya dan memegang tangan kiri Jaya.


"Kamu sudah besar, kamu sudah punya nama, sekarang Papa ada beberapa permintaan buat kamu." ucap Jaya lagi.


Alia segera mengerutkan dahinya dan menanyakan apa permintaan Jaya.


"Kamu memiliki peninggalan yang cukup banyak dari Papa kamu, selama ini eyang yang menjalankan bisnis ini. Papa mau kamu sekarang menggantikan Eyang dan memimpin perusahaan milik keluarga kamu." ucap Jaya menjelaskan, sementara Alia mengangguk paham walaupun pikirannya sedang berkecamuk.


"Yang kedua, kamu memiliki om, kamu tahu kan?" tanya Jaya.

__ADS_1


Alia kembali mengangguk.


"Om kamu dicurigai sebagai dalang dibalik kecelakaan kamu. Maka kalau om kamu datang, tolong kamu hati hati." ucap Jaya.


"Om aku?" tanya Alia penasaran.


"Iya, kamu harus menyelidikinya ya." ucap Jaya.


"Papa akan melakukan pengobatan di Singapura, kamu jaga Adel ya." ucap Jaya lagi.


"Kan Adel libur, kenapa tidak Papa ajak saja?" Alia memberi saran. Adel bukan ripe anak yang betah dirumah jika sedang liburan, sedangkan Alia pasti akan sibuk mengurus pekerjaan barunya.


"Memang Adel mau?" tanya Jaya


"Pasti mau Pa. Kalau tidak mau baru nanti aku urus semuanya." jawab Alia santai.


"Baiklah, itu saja." ucap Jaya.


"Papa dengar kamu kemarin diserang orang?" tanya Jaya lagi.


"Iya, tapi aku baik baik saja Pa." jawab Alia santai.


Memang semalam dia mengalami rasa sakit dosekujur tubuhnya tapi setelah mendapat pengobatan Eyangnya semuanya berangsur membaik.


"Dan aku dengar Papa disiram air keras?" Alia memberikan sebuah pernyataan yang sekaligus menjadi pertanyaan bagi Jaya.

__ADS_1


"Iya, karena itu Papa akan ke Singapura karena cukup parah. Ini Papa juga karena obat pereda nyeri jadi bisa ngobrol lancar. Nanti jam 11 juga diem lagi." ucap Jaya.


__ADS_2