
"Arghhh,,,," perlahan Jaya mulai membuka matanya yang masih buram. Kepalanya pun masih sakit dan merasa berkunang kunang.
Jaya merasa ada seseorang yang berada disampingnya.
Dengan segenap kemampuannya Jaya berusaha untuk menggerakkan kepalanya melihat siapa yang sedang berada disampingnya.
Jaya melihat seorang perempuan yang sedang tidur disampingnya tidak lain adalah istrinya, Mona.
Jaya berusaha untuk membangunkan istrinya tapi suaranya tidak bisa keluar.
Rasa sakit kembali menderanya. Tangannya bergetar karena menahan sakit yang luar biasa dari seluruh tubuhnya.
Akhirnya Mona terbangun dari tidurnya.
"Papa,,," ucao Mona setengah berbisik.
Rasa senang dan sedih bercampur menjadi satu didalam hati Mona.
Senang karena suaminya sudah sadar dan sedih karena suaminya sedang berjuang melawan rasa sakitnya.
Mona menyentuh pipi Jaya lalu mengusapnya perlahan. Tak terasa keduanya malah mensteskan air mata.
"Pa,,,' ucap Mona lagi.
Jaya membisikkan sesuatu, tapi tidak terlalu jelas. Akhirnya Mona memberi Jaya minum dengan menggunakan sendok.
"Arfhhhh,,," lirih Jaya lagi.
Kondisi Jaya saat ini memang sangat memprihatinkan.
__ADS_1
Mukanya penuh memar dan beberapa goresan sedangka bibir bagian bawahnya mengalami luka robek dan mendapat jahitan.
Bagian belakang telinga kirinya juga terdapat tiga jahitan.
Dada, perut, dan punggungnya pun tak luput dari luka luka .
Bahkan paha kiri Jaya tertembak dan belum bisa digerakkan.
"Ma,,, sak kittt,," rintih Jaya.
Jaya kembali berlinangan air mata. Tak lama kesadarannya kembali memudar dan beralih menjadi hitam.
Bu Mona yang juga seorang dokter memahami bahwa fisik dan mental suaminya perlu istirahat. Bahkan kali ini istirahatnya akan cukup lama karena luka yang dialami tidak biasa.
"Papa, Papa pasti bisa,," ucap Mona masih beruraian air mata.
"Mona, suami kamu sudah sadar?" tanya Pak Perwira sembari bangun dan meregangkan badannya
"Tadi bangun sebentar tapi pingsan lagi." Jawab Mona
"Ayo sholat dulu.' ajak Pak Surya.
Bu Mona mengangguk lalu beranjak dari tempat duduknya mengikuti Pak Surya yang sudah berjalan lebih dahulu menuju mushola rumah sakit bersama Bu Santi.
Setelah selesai sholat, Bu Mona pergi ke super market bersama Alia yang ternyata sudah bangun dan juga ikut sholat.
Bu Mona membeli berbagai macam buah, puding, dan yogurt,,,,
"Mama beli sebanyak ini buat apa?" tanya Alia kebingungan.
__ADS_1
"Papa nggak akan bisa makan dalam waktu yang lama, Alia." jawab Bu Mona.
"Kasihan banget, Ma." Alia merasa sedih mendengar perkataan Mamanya. Dirinya memang lebih akrab dengan Papanya.
"Ma, aku laper." ucap Alia.
"Nanti ya, nanti kita mampir ke restoran beli makanan." jawab Bu Mona.
Alia mengangguk setuju.
Setelah selesai belanja Alia dan Mamanya pergi ke restoran yang menyediakan Indonesian Food dan membeli beberapa makanan untuk sarapan nanti.
Alia memilih Ayam panggang untuk sarapannya.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di rumah sakit dan segera menuju tempat Jaya dirawat.
Ternyata Jaya sudah bangun lagi dan sedang dioeriksa dokter.
Alia terlihat begitu bahagia melihat Papanya sadar dan tersenyum kepadanya.
"Pasien sudah mulai stabil tapi tidak boleh banyak gerak dulu ya bu." ucap Dokter setelah memeriksa kondisi Jaya.
Alia segera duduk disamping Papanya dan dengan antusias mengajaknya mengobrol.
Bu Mona hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Alia yang seperti anak kecil.
*Untuk readerku semuanya jaga kesehatan ya, tingkatkan imunitas tubuh, makan makanan yang bergizi, jangan lupa cuci tangan dan jaga kebersihan ya,,
Author sedih lho kalau kalian sampe sakit*
__ADS_1