
"Pelatihan seperti apa yang Papa berikan ke Adel?" tanya Bu Mona penasaran.
" Tentang kecepatan, daya tahan, dan kekuatan." jawab Jaya singkat.
"Kenapa hari ini Adel sangat cepat selesai?" tanya Bu Mona lagi.
"Papa memberikan pelajaran yang singkat, padat, dan berguna. Dan sekarang Adel sedang menonton kompilasi pertandingan tahun lalu." ucap Jaya.
"Baguslah kalau pelatihan seperti ini yang Papa terapkan. Jadi Adel juga nggak ketinggalan pelajaran." Ucap Bu Mona.
"Oiya,,, Pa. Tentang ucapan Papa tadi siang, Mama setuju untuk keluar dari tugas Mama saat ini." ucap Bu Mona.
"Mama yakin?" tanya Jaya hampir tak percaya isterinya membuat keputusan secepat itu.
"Sudah beberapa kali Papa masuk rumah sakit dan Mama selalu tugas. Sampai sampai Papa leluasa untuk kabur." ucap Bu Mona.
"Ini baru awal dari tugas Papa, kedepannya masih sangat panjang dan entah akan terluka lagi atau tidak, mau ke rumah sakit lagi atau tidak." ucap Bu Mona lagi.
Jaya menghela nafas panjang.
"Papa tau ini berat untuk Mama dan keluarga kita, tapi papa sudah nyaman bekerja disini." ucap Jaya.
__ADS_1
"Dan Mama juga mau mengajari putri putri kita berbisnis." ucap Bu Mona.
Jaya tersenyum puas lalu beranjak dari tempat tidurnya menuju sofa di dekat jendela kamarnya.
"Ma, Keluarga Papa sejak dulu sudah terkenal menjadi keluarga pengusaha. Kami memiliki bakat bisnis alami. Alia juga orang tuanya adalah pengusaha sukses." ucap Jaya.
Jaya sedang berbicara dengan isterinya namun pandangannya menuju ke arah taman belakang rumahnya.
" Adel juga mungkin akan tertarik berbisnis nantinya. Kalau dilihat dari penampilannya yang feminim membuat Papa lebih yakin Adel tidak tertarik dalam militer." ucap Jaya.
"Tentangbtelpon dari Satya Yudha kemarin ternyata Papa hanya menjadi pasukan pelapis. Pasukan utama akan dipimpin langsung oleh bang ucok." ucap Jaya.
"Pa, jangan panggil Mas Ahmad dengan sebutan kantor didepanku." ucap Bu Mona dingin.
"iya iya,,," ucap Jaya terkekeh.
"Jadi kapan Mama kirim surat pengunduran diri?" tanya Jaya penasaran, sekaligus ingin mengganti topik pembicaraan.
"Setelah Mama menyelesaikan pasien pasien Mama yang sudah terlanjur Mama urus. Mungkin 2 bulan." ucap Bu Mona.
"Apa?! dua bulan?!" teriak Jaya terkejut.
__ADS_1
"Iya, dua bulan. Mama sebenarnya sedang mempelajari banyak kasus operasi, jadi Mama akan keluar setelah tidak mempunyai hutang tugas." ucap Bu Mona lagi.
Jaya hanya mengangguk paham. Ada sedikit rasa kecewa dihatinya. Ia berpikir prosesnya akan selesai dalam seminggu.
"Ya sudah, Ma. Papa mau nemenin Adel lagi." ucap Jaya.
"Iya, Pa." jawab bu Mona.
********
"Ternyata yang bertarungnya barbar tidak akan bertahan lama, ya.,, " gumam Adel.
Pintu ruangan terbuka, ternyata Jaya yang masuk.
"Adel apa analisa kamu tentang video video tersebut?" Jaya menanyakan hasil analisa putrinya.
"Jadi begini, Pa. Kebanyakan dari mereka yang memilih bertahan yang akan lanjut. Dan mereka yang bertarung ke menyerang kebanyakan hanya sampai semifinal." jelas Adel.
Jaya hanya manggut manggut saja menanggapi penjelasan Adel.
"Artinya, setiap musuh berbeda kamu harus menanganinya dengan cara yang berbeda." ucap Jaya.
__ADS_1
"Gitu ya?" balas Adel terkejut. Awalnya dia mau bertarung dengan bar bar.
"Seperti petarung bernama evelyn, sistem pertahanannya kuat jadi untuk bisa menerobosnya kamu harus berlatih dengan Om Taufik karena sistem bertahannya yang paling kuat. Untuk menghadapi type lawan seperti kakak kamu itu yang paling susah karena sudah paham segala medan. Kamu harus jeli melihat kesempatan." jelas Jaya.