
Pagi pagi sekali, sekitar jam setengah empat pagi Jaya sudah bangun. Dirinya lalu mandi dan sholat subuh. Seperti biasa dirinya tidak tidur setelah selesai Sholat.
Jaya membaca beberapa dokumen tentang kegiatan kegiatan dan aturan di Satya Yudha. Di kelas ini semuanya sungguh berbeda . Setiap tugasnya dilakukan berkelompok. Bahkan jika menjadi negosiator pun mereka akan dikawal oleh setengah lusin sniper yang menjadi bantuan terdekat.
Dalam tugas pengawalan pun mereka bisa dibagi menjadi beberapa sif, mengingat untuk tugas pengawalan bahkan bisa sampai 24 jam. Mereka akan bertugas selama 6 sampai 8 jam tergantung beratnya tugas.
Itu semua dilakukan karena pihak Surya Yudha tidak mau sampai pelayanan kelas satu mereka mengecewakan.
Berbeda dengan Yudha Pratama, yang setiap misi dijalankan hanya oleh satu kelompok.
"hm,,, istimewa juga." gumam Jaya.
Pukul 05.50, Jaya menuju tempat fitnes karena jadwal fitnes pagi ini adalah pukul 06.00. Dirinya tidak mau telat dihari pertamanya.
Ada seorang pria yang menyapa Jaya.
"Hallo Jay,, aksimu kemarin luar biasa." ucap Pria tersebut.
"Terima kasih, aku hanya menunjukan kemampuan." jawab Jaya ramah.
Mereka lalu ngobrol sambil nge-gym.
Ternyata pria tersebut adalah vino, usianya 27 tahun dan baru setahun menjadi Satya Yudha.
"Kamu sangat beruntung." ucap Jaya.
"Beruntung kenapa?" tanya Vino.
" Kamu bisa menjadi Satya Yudha diusia yang begitu muda." ucap Jaya.
"Memang ini suatu keberuntungan." jawab Vino.
Jaya lalu menjelaskan.
"Aku dua tahun lalu aku mau masuk ke Satya Yudha, namun dalam sebuah misi aku terluka."Ucap Jaya.
__ADS_1
"Mungkin kalau dua tahun lalu kamu bisa lolos, belum tentu aku ada disini." balas Vino
"Kenapa?" Tanya Jaya penasaran.
"Aku adalah peserta terakhir, dengan poin terendah yang lolos." ucap Vino.
"Belum tentu. Mungkin juga kamu akan melakukan perjuangan yang lebih keras." Jawab Jaya.
Waktu fitness berakhir jam setengah delapan. Mereka kembali ke kamar masing masing dan membersihkan diri.
Jam 8 pagi waktu sarapan dimulai. Jaya segera ke aula makan untuk sarapan.
Menu makanan disini juga menunjang kebutuhan nutrisi mereka.
Porsi makan Jaya memang tidak terlalu banyak makan karbohidrat tapi memperbanyak buah buahan. Jaya mengambil beberapa potong melon dan dua buah jeruk.
Setelah sarapan istirahat hingga jam 10 siang, lalu ada kegiatan menembak.
Jaya kembali mengejutkan teman temannya dengan kemampuan menembaknya. bahkan dia juga bisa berperan sebagai sniper.
"Jaya, diluar usiamu yang begitu tua saat menjadi Satya Yudha, Kamu selalu membuatku terkejut." Puji Vino. Keduanya kini sudah cukup akrab.
"bagaimana dengan berkuda?" tanya Vino.
"Aku juga suka, namun tidak ada waktu." Jawab Jaya, dirinya lalu mulai membidik sasaran.
Jaya menyelesaikan sesinya dengan mulus. Kini saatnya istirahat untuk sholat, makan siang, dan watu bebas hingga jam 3 sore.
Jaya pergi ke kolam renang. Sekitar sebulan lebih dirinya ridak berenang karena kesibukannya, ditambah lagi dia sembat terluka.
Jaya tidak terlalu lama dikolam renang karena ada sekitar 12 orang Satya Yudha yang bergabung.
Berwnang memang menyenangkan, namun berenang beramai ramai adalah hal yang sangat berbeda.
Setelah sholat dzuhur Jaya tidur siang selama satu jam sebelum makan siang. Dirinya cukup menikmati hidupnya di asrama.
__ADS_1
******
Hari berganti dengan cepat. Ini adalah hari pertama Jaya melakukan tugas sebagai Satya Yudha, sekaligus menjadi tugas pertamanya.
Komandan ucok memberi arahan.
"Hari ini kalian akan melakukan tugas kepada seorang pengusaha. Dia adalah pengusaha kaya raya namun karena dirinya ceroboh, sedang banyak orang yang mengincarnya.
Untuk regu pertama akan saya sebutkan:
Jaya
Hendra
Alvin
Mario
Catur
Arya
Andi
Bagas
Adit
Erfian
Dan untuk pembagian tugasnya adalah 4 orang di mobil depan, 4 orang di mobil belakang, dan 2 orang menemani client kita." Uca komandan Ucok menjelaskan.
__ADS_1
"Dan yang bertugas dimobil utama adalah Jaya dan Bagas. Untuk mobil pengawal bisa kalian tentukan masing masing. jelas!!!" teriak Komandan Ucok.
"Siap! Jelas!!!" jawab mereka serempak