
Pak surya merasa sedikit lega setelah mendengar bahwa Putra serta anak buahnya berhasil lolos meski kondisinya mengenaskan.
Dalam kondisi seperti ini kemungkinan besar Putranya membutuhkan banyak darah.
Akhirnya Pak Surya menelpin Alia yang kini berada paling dekat dengan Papanya.
Setelah menynggu beberapa saat, akhirnýa Alian mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo , Alia." ucap Pak Surya.
"Iya, Eyang, ada apa?" tanya Alia penasaran karena suara eyangnya bergetar seperti menahan amarah.
"Ini perintah, Al. Kamu harus melaksanakannya." ucap Pak Surya lagi .
"Papa kamu sekarang sedang terluka dan menuju rumah sakit Duta Medika, kamu sekarang kesana dan donorkan darah kamu untuk Papa kamu. Taufik akan menyusul beberapa jam lagi." jelas Pak Surya.
"Papa kenapa Eyang? Okey aku kesana sekarang Eyang, terima kasih infonya." ucap Alia.
Panggilan terputus.
Pak Surya juga menghubungi Taufik yang sedang berada di Tangerang untuk menyusul Alia.
Pak Surya juga menyiapkan helikopter pribadinya untuk menuju ke Jakarta bersama Mona dan bu Santi. Sedangkan Rahmat sudah berangkat dulu menggunakan mobil pribadi.
Pak Surya menghubungi Taufik yang sedang berada di Tangerang agar menuju Jakarta.
Setelah semuanya siap, Pak Surya dan Bu Santi berangkat menggunakan hekikopter.
__ADS_1
Komandan Ucok yang memuruskan untuk ikut juga terpaksa menggunakan mobil pribadinya.
Disisi lain, Santoso dan rombongannya sudah sampai di rumah sakit Duta Medika.
Jaya dibawa ke IGD sedangkan Santoso pergi ke bagian admin untuk mengisi formulir.
Untungnya Mario menemukan dompet Jaya yang terjatuh didalam mobilnya dan terdapat berbagai identitasnya beserta dua kartu platinum debit.
Santoso harus membayar uang muka biaya perawatan, jadi Santoso memberanikan diri untuk menelpon Bu Mina untuk meminta pin debit nya.
Pak Surya juga memerintahkan untuk langsung mengurus semua anak buahnya yang terluka dan meminta dipesankan kamar yang nyaman untuk anak buahnya. Santoso kembali menyanggupi perintah tuan besarnya.
Santoso terharu akan kebaikan hati tuan besarnya.
Untuk anggota Satya Yudha akan diurus oleh pihak Surya Yudha sendiri.
"Kamu tau identitas Jaya?" tanya Mario penasaran.
"Iya, saya sudah mengurus administrasi Tuan Muda dan teman teman saya." ucap Santoso.
"Saya masih penasaran kenapa kamu panggil Jaya Tuan muda" ucap Mario penuh selidik.
"Anda bisa menanyakannya jika Tuan Muda sadar" jawab Santoso lalu pergi menuju IGD.
Jam 7 malam, Alia sampai di rumah sakit Duta Medika dan kebetulan langsung melihat Santoso disana.
"Mas Tosa!" Alia memanggil Santoso dengan setengah berteriak membuat Santoso yang sedang melamun terkejut. Santoso langsung berdiri dan membungkuk ketika Alia mendekatinya.
__ADS_1
"Nona,," ucap Santoso menyapa.
"Bagaimana keadaan Papa," tanya Alia khawatir.
"Masih dalam penanganan dokter." Jawab Santoso.
" Apa yang lain baik baik saja?" tanya Alia lagi.
Santoso hanya menggelengkan kepala pelan.
Mario yang penasaran mendekati Alia.
"Kamu anaknya Jaya?" tanya Mario.
"Nona Alia putri sulung Tuan Muda." ucap Santoso menjawab pertanyaan yang sebenarnya ditujukan ke Alia.
"Saya Mario, teman kerja Papa kamu." ucap Mario.
Alia hanya tersenyum menanggapinya karena bingung.
"Nona, apa tuan Besar yang menghubungi anda agar kemari?" tanya Santoso.
" Iya, sebentar lagi om Taufik juga datang." ucap Alia
"Mas Tosa, ada baiknya kamu ganti baju dulu. Penampilan Mas Tosa nggak sesuai sama muka mas Tosa yang macho." ucap Alia meledek.
Pakaian yang digunakan Santoso kini memang terkesan compang camping akibat pertempurannya. Muka Santoso langsung memerah karena mendapat perhatian dari Nona Mudanya.
__ADS_1