My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Adelia


__ADS_3

Seorang gadis terlihat sedang memainkan bola basket dengan drible drible indahnya. Tangannya yang ramping tidak membuat konyol dirinya saat memegang bola basket.


Tidak jauh dari gadis ini bermain, ada seorang pria yang sedang memperhatikannya. Pria tersebut lalu berlari menghampiri gadis kecil ini.


"Adel!" Teriak pria tersebut, yang membuat adel segera menengok ke sumber suara tersebut.


"Papa??" Gadis itu menjawab dengan ekspresi sedikit terkejut. Gadis kecil ini adalah Adel , Amanda Adelia Putri Wijaya, Putri dari Muhammad Eko Wijaya. Yupsss orang ini adalah Muhammad Eko Wijaya.


"Kenapa Del?" pak Eko menanyakan pada adel karena adel terlihat begitu terkejut.


"Tumben papa jam segini udah pulang?" tanya adel bingung.


"papa pengin makan malam bareng keluarga, udah lumayan lama papa sering tugas sampai larut malam. Lagipula besok papa masuk pagi jadi hari ini papa bisa pulang lebih siang."


penjelasan pak Eko hanya membuat putrinya mengangguk pelan.


Pak Eko menghela nafas lalu mengulurkan tangannya tanda meminta bola dari putrinya. Namun bukannya memberikan bolanya, Adel malah menjulurkan lidahnya sambil mengejek papanya. Adel pun lari dan berteriak kegirangan karena berhasil menggoda papanya.

__ADS_1


pak Eko langsung mengejar putrinya. Keduanya menghabiskan waktu bersama dengan penuh canda tawa sampai lupa waktu. Ketika adzan maghrib berkumandang, keduanya menyudahi permainan ini.


"Mandi ya Del, sholat maghrib jamaah, mama kan belum pulang jadi berdua aja sama papa." ucap pak Eko sembari mengembalikan bola basket pada putrinya.


Keduanya lalu kembali ke kamar masing masing.


Pukul 20.05, diruang keluarga sudah berkumpul pak Eko, beserta istri dan anaknya.


"Adel, turnamen kamu cuma tinggal 2 minggu kamu udah siapin semua syarat pendaftarannya?" pak Eko memulai pembicaraan ini.


Adel mengangguk pelan. Pak Eko begitu antusias ketika mengetahui bahwa Adel lolos kejuaraan daerah antar provinsi. Tahun lalu Adel gagal karena usianya dinilai terlalu muda oleh panitia.


kalau bukan karena kecerdasannya, Adel akan sangat kesulitan mengikuti pelajaran. Pasalnya, di pagi hari buta Adel berlatih, pulang sekolah latihan, malam baru pulang dalam kondisi kelelahan.


"kamu boleh semangat latihan, tapi jangan lupa, kalau tugas utama kamu itu belajar." pak Eko berusaha menasehati putrinya karena dirinya mulai merasa kalau Adel mulai kesulitan membagi waktu.


Setelah lima belas menit pak Eko menyampaikan semua hal penting pada putrinya, lebih tepatnya menasehatinya, pak Eko menyuruh Adel istirahat atau kembali mengejar tugasnya.

__ADS_1


Adel lalu meninggalkan ruangan tersebut. Pak Eko menatap istrinya dengan seksama. Istrinya balik menatapnya dengan pertanyaan. Mereka saling menganggukkan kepala dan mengerutkan dahi.


Pak Eko lalu tertawa.


"Berhentilah membuat seolah olah kita berbicara dengan telepati hiks hiks hiks,,," ucap pak Eko sambil terus tertawa. Istrinya juga mulai tertawa.


" Papa yang mulai duluan, mama sih cuma ikut ikutan" jawab bu Mona.


Pak Eko mendekati bu Mona, lalu duduk disamping istrinya. Pak Eko menggenggam tangan istrinya dengan lembut.


"Ada apa, Pa?" tanya bu Mona.


"Ma,," pak Eko menghela nafasnya berat.


" Besok papa tugas, kemungkinan pulangnya lusa." ucapan pak Eko tidak seperti biasanya. Kalimat yang ia keluarkan barusan terdengar sangat berat, seperti mengatakannya tanpa ada niatan.


" Iya, pa, apa yang mengganggu Papa sampai papa tidak tenang seperti ini?"

__ADS_1


jangan lupa berikan komen dan like, share juga ke teman teman


dukung terus my father is a guardian sebagai novel favorit kalian


__ADS_2