
Hari itu Santoso mulai menjadi bodyguard pribadi Alia.
Alia tidak keberatan sama sekali asalkan Santoso tidak memakai pakaian yang terlalu mencolok dan bersikap seperti teman biasa.
Santoso juga sama sekali tidak keberatan dengan syarat yang ditujukan oleh Nonanya.
"Aku mau gulali." ucap Alia ketika melihat tukang gulali keliling yang berada di taman. Alia duduk di bangku taman dan menunggu Santoso yang sedang membeli gulali.
"Srekkk!!!" Alia mendapat serangan dadakan dari belakang dan Alia tidak dapat menghindarinya.
Alia segera bangkit dan mencoba memberi perlawanan. Santoso yang melihat nonanya sedang bertarung segera berlari untuk membantu.
Sayangnya orang tersebut juga melihat Santoso dan langsung berlari.
"Nona?!" teriak Santoso khawatir.
"Mas Tosa,," ucap Alia lirih.
" Nona,??" Santoso panik
Alia terlihat lemah dan kesakitan. Alia menunjukkan tangan kanannya yang berlumuran darah. Santoso panik seketika mengetahui Alia terluka.
Alia roboh dan langsung ditopang oleh Santoso. Santoso membopongnya ke mobil dan membaringkannya di jok belakang. Santoso langsung menuju ke rumah sakit Duta Medika.
"Bertahan, nona." ucap Santoso khawatir.
Jarak dari taman ke rumah sakit Duta Medika tidak terlalu jauh jadi dalam 15 menit mereka sudah sampai. Alia langsung dilarikan ke UGD untuk ditangani.
Santoso berlari menuju kamar perawatan Jaya untuk mencari tuan besarnya.
__ADS_1
Pak Surya sedang duduk didepan kamar Jaya bersama Rahmat. Santoso tergopoh gopoh menghampirinya.
"Tuan besar, gawat, Nona Alia ada di UGD." ucap Santoso sambil mengatur nafasnya yang masih tersengal sengal.
"Kenapa??!" tanya Pak Surya khawatir.
"Nanti akan saya jelaskan, tapi tolong ke UGD dulu. " ucap Santoso.
Pak Surya melangkahkan kakinya dengan gusar menuju ruang UGD tempat Alia dirawat.
Pak surya menunggu di ruang tunggu.
"Santoso, sekarang kamu jelaskan, apa yang terjadi?" tanya Pak Surya. Sorot matanya begitu tajam menatap Santoso sehingga Santoso merasa terintimidasi.
"Sebenarnya, tadi Nona Alia minta gulali, jadi saya lagi ke tukang gulali beliin gulali. Tiba tiba Nona Alia diserang." ucap Santoso.
Santoso pasrah jika Pak Surya akan menghukumnya, asal jangan memecatnya.
Pak Surya terlihat begitu marah namun berusaha meredamnya.
Setengah jam kemudian Dokter memanggil Pak Surya.
"Bagaimana Dok?" tanya Pak Surya.
"Lukanya cukup dalam, sudah dijahit dan boleh langsung pulang." ucap Dokter sambil menulis sebuah resep obat.
"Tidak ada yang serius, Kan Dok?" tanya Pak Surya lagi.
"Iya, sejauh ini masih baik baik saja." ucap Dokter.
__ADS_1
Rahmat menerima resep yang diberikan oleh Dokter dan pamit untuk menebusnya.
"Baiklah, saya pamit dulu. Pasien bisa langsung pulang kalau sudah mengurus administrasi." ucap Dokter.
Pak Surya segera mememui cucunya yang masih terlihat sedikit shock.
"Eyang,,." ucap Alia berusaha tersenyum ke Eyangnya.
"Hm,, Alia Alia,,, kenapa bisa kamu lengah?" tanya Pak Surya.
Alia hanya menggelengkan kepalanya dan terrunduk. Bukan kata kata ini yang ia harapkan dari Eyangnya..
Pak Surya yang mengetahui isi hati cucunya langsung memeluknya.
"Eyang tidak mau kamu sampai terluka lagi. Eyang tidak mau,," bisik Pak Surya.
Pak Surya membelai lembut rambut Alia dengan penuh kasih sayang.
Pak Surya lalu melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Alia, ditatapnya dengan tajam mata cucunya, membuat Alia merasa tidak nyaman.
"Eyang kenapa?" tanya Alia penasaran.
"Eyang tidak habis pikir siapa yang nekat menyerang cucu Eyang dari belakang." ucap Pak Surya geram.
*******
Hallo reader yang budiman,,
Author mau ngingetin lagi, jaga kebersihan dan jaga jarak aman.
__ADS_1
Satu persatu orang yang author kenal mulai terjangkit covid-19. Author agak jhawatir soalnya tempat tinggal author sekarang itu banyak kasus positif dan takutnya author udah kontak fisik.
Jadi author juga mohon doa ya semoga selalu dalam perlindungan tuhan yang maha kuasa,, amiiiii nn