
Begitu Bu Mona sampai di rumah sakit, dirinya bersama Adel langsung menuju ruang penanganan Jaya.
Setelah mengetahui Jaya belum selesai ditangani sementara Alia sedang melakukan donor darah, Mona memutuskan untuk menemui Alia terlebih dahulu.
Kebetulan sekali ternyata Alia telah selesai melakukan donor darah. Dirinya begitu pucat karena tertekan. Alia melihat mamanya berjalan ke arahnya dengan ekspresi terkejut.
Bu Mona tidak pernah menyangka kalau Alia sampai mandi dengan darah Papanya. Alia menghambur ke pelukan mamanya. Tangisnya tak bisa ditahan lagi dan akhirnya pecah.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Bu Mona.
Alia mulai menjelaskan apa yang terjadi kepada papanya dengan rinci dan sambil menangis. Bu Mona yang awallnya begitu tegar kini turut beruaraian air mata lagi.
"Terus kenapa kamu sampai bersimbah darah seperti ini?" tanya Bu Mona penasaran.
"Aku yang memikul Papa dibahuku." jawab Alia. Bu Mona merasa tidak percaya karena bagaimanapun tubuh suaminya lebih berat dari berat badan Alia.
"Terima kasih,, nak,,, terima lasih." ucap Bu Mona sambil terus terisak.
Alia masih dirundung rasa bersalah karena dari awal tidak menghubungi keluarganya tentang pergerakan Gang Tengkorak Iblis dan itu menjadi suatu kesalahan yang begitu fatal.
__ADS_1
Karena tertekan dan kelelahan, akhirnya Alia jatuh tak sadarkan dìri.
*********
"Bagaimana?" tanya seorang pria dengan tinggi 170 cm, memiliki badan yang begitu atletis namun mukanya terlihat begitu garang. Dia adalah Rocky pemimpin Gang Tengkorak Iblis.
"Sudah kami laksanakan boss, Dia memang sungguh kuat walau sudah mendapat luka tembak dan tebasan berkali kali, tapi dirinya masih sadar. Tapi saya yakin dia akan begitu memderita." Jelas Revian begitu bangga.
Rebian adalah tangan kanan Rocky, walau Revian lebih tua tapi Revian begitu menghirmati Rocky karena jasa kedua orang tua Rocky.
"Setidaknya mereka sudah mengetahui konsekuensi kalau mereka mencoba macam macam terhadap kita." balas Rocky dengan nada sombong. Dirinya begitu murka ketika mengetahui bahwa Jaya adalah mata mata dari Surya Yudha. Namun dirinya kini sudah puas karena Jaya setidaknya akan menderita dalam waktu yang cukup lama.
"Baiklah, boss, nanti jangan lupa menemui tuan besar, beliau merindukan anda, nyonya besar juga dikabarkan sakit." ucap Revian mengingatkan.
Revian dulunya adalah seorang pencopet, suatu hari ia bertemu dengan Tuan Willi dan mencopetnya. Namun Tuan Willi sadar kalau dirinya telah kecopetan. Akhirnya iapun memerintahkan anak buahnya untuk mencari si pelaku. Dan ketika Tuan Willi mengetahui yang mencopetnya adalah anak kecil, dirinya malah tertawa.
"Hahaha nak, kau beruntung. Kalau kau mencopetku ketika sudah besar, maka akan dipastikan kau akan kehilangan tanganmu. Namun sekarang aku malah melihat sebuah bakat dalam dirimu." ucap Tuan Willi dengan tawa yang membuat si pencopet takut.
Tuan Willi tidak percaya ada anak kecil yang berani menatapnya tanpa berkedip. Bahkan kalau ada preman senior yang melihatnya akan langsung tertunduk.
__ADS_1
"Siapa namamu?" tanya Tuan Willi.
"Revian Tuan." jawab bocah itu.
"Baiklah, kau punya orang tua?" tanya Tuan Willi lagi.
Revian hanya menggeleng pelan.
"Aku mempunyai dua orang putra, yang pertama usianya tidak jauh dibawahmu, kalau kau mau menjadi teman bermainnya maka kau bisa ikut saya." ucap Tuan Willi. Revian hanya mengangguk karena selama ini dia juga hidup sebatang kara dan menjalani kerasnya hidup di jalan tanpa pembimbing.
Akhirnya Tuan Willi membawa Revian kerumahnya. Sebelum itu ia membeli beberapa stel pakaian untuk Revian kenakan karena pakaiannya saat ini begitu dekil dan Tuan Willi tidak suka.
"Terima kasih, Tuan." Ucap Revian begitu girang. Seumur hidupnya ia tidak pernah merasakan memiliki pakaian baru.
Tuan Willi semakin menyukai Revian karena ternyata Revian cukup sopan.
Tuan Willi juga menanyakan kenapa Revian samapai menjadi pencopet, kenapa tidak mengemis atau mengamen, dan jawaban yang Revian berikan begitu mengejutkan.
"Kalau saya mengamen tidak akan cukup untuk kebutuhan sehari hari, tapi sekali mencopet saya bisa bersantai selama seminggu atau sepuluh hari." Jawab Revian dengan santainya, disisi lain Tuan Willi sampai tersedak ludahnya sendiri detelah mendengar jawaban dari Revian.
__ADS_1
Tak berapa lama kemudian mereka sampai di kawasan elite di kora Bandung, rumah Tuan Willi begitu megah dan mampu membuat Revian sampai terkagum.
Tuan Willi memerintahkan Revian untuk mandi dan berganti pakaian terlebih dahulu sebelum menemui kedua putranya.