
Komandan Ucok keluar dari kamar Jaya. Jaya juga segera berganti pakaian menggunakan pakaian training.
Asrama untuk para Satya Yudha memang tidak bisa seenaknya orang luar keluar masuk. Jaya saja yang sudah bertahun tahun bekerja sebagai Yudha Pratama baru dua kali masuk ke area ini.
Jaya bergegas ke aula beladiri, lalu dirinya melihat lihat sansak dan alat alat latihannya.
"Heii!! Anggota baru!!" teriak instruktur pada Jaya.
"Pasti sabeum baru ini mau ngerjain Jaya. Nggak tau yang dikerjain Master Taekwondo." gumam Komandan ucok.
"Pimpin pemanasan!" perintah instruktur.
Jaya lalu mengangguk dan berdiri didepan teman temannya. Hanya 115 orang yang hadir. Sebagian sedang menjalankan tugas.
Jaya memimpin pemanasan dengan sigap. Ada beberapa gerakan baru yang Jaya tunjukkan. Orang orang yang seangkatan dengannya tidak terkejut karena mengetahui bahwa Jaya adalah seorang Master.
Dan kali ini yang melatih bukanlah sabeum nim (pelatih kepala) namun orang yang baru 2 tahun sabuk hitam.
setelah pemanasan selama sekitar 20 menit. Mereka mulai latihan.
Jaya berlagak tidak tau Taekwondo. Dirinya ingin mengetahui apakah orang lain akan meremehkannya?
Instruktur tersebut memberikan beberapa contoh gerakan, Jaya dipanggil agar mempraktekannya dan
Thar!!tar!!tar!!tarr!!
Jaya berhasil mempraktekannya dengan baik.
"Anak baru, siapa nama kamu?!" tanya instruktur .
"Nama saya Jaya." jawab Jaya.
"Apa kamu sebelumnya sudah pernah ikut Taekwondo?" tanya inspektur tersebut penasaran.
"sudah, tidak terlalu lama." jawab Jaya singkat tapi penuh hormat.
"Sabuk apa kamu sekarang?" tanya instruktur itu lagi. Kini dia menatap Jaya dengan tajam.
"Sabuk hitam strip empat." jawab Jaya lagi.
Orang orang tertegun mendengarnya karena mereka rata rata masih sabuk poom( merah hitam).
Instruktur membelalakkan matanya lebar, tak percaya dengan ucapan Jaya.
__ADS_1
"Kalau begitu apa kamu tahu gerakan sipjin?" kini si instruktur bermaksud untuk mengetes Jaya.
"Tentu." jawab Jaya singkat.
" Coba lakukan." Istruktur tersenyum sinis pada Jaya.
"Kalau aku salah apa sabeum bisa memberiku koreksi?"⁷
"Tentu saja." ucap instruktur dengan sinisnya.
Jaya mempraktekan sebuah rangkaian jurus bernama sipjin.
"Cukup!!" teriak Instruktur. Dirinya baru percaya, tapi Jaya malah tersenyum mengejek.
Instruktur tersebut menyadarinya dan kembali menatap Jaya dengan tajam.
"Ada apa?" tanya instruktur tersebut dengan ketus.
" Maaf, Sabeum. Apa Sabeum tidak menyadarinya?" tanya Jaya sambil memasang senyum mengejek.
"Menyadari tentang apa?" Tanya instruktur itu lagi.
"Aku melakukan tiga gerakan yang salah." ucap Jaya santai.
Mukanya merah entah karena malu atau marah, mungkin juga dua hal tersebut digabung menjadi satu.
Karena tidak bisa menahannya, Instruktur itu menerjang Jaya bermaksud untuk menghajarnya. Jaya hanya menghindarinya.
"Cukup!!!!" teriak Komandan Ucok.
Komandan Ucok menengahi keduanya.
"Hentikan!!!" teriak Komandan Ucok lagi.
"Andre, kamu tidak mengenalinya? Dia adalah Sabeum Nim Merah Putih Club. Secara senioritas dia lebih senior. Bahkan ketika kamu masih sabuk putih dia sudah memakai sabuk hitam."Ucap Komandan Ucok. Dirinya geram karena seorang instruktur yang harusnya menjadi panutan malah tidak dapat menahan emosinya karena hal sepele.
Andre menunduk malu karena ketidak tahuannya terhadap orang yang sedang dihadapinnya ini.
Dalam dunia kepelatiahan Taekwondo, Khususnya di Jawa Tengah, ada Club Taekwondo bernama Merah Putih yang telah mempunyai puluhan cabang. Dan orang didepannya adalah orang yang menyandang sabeum Nim.
"Maafkan saya." Ucap Andre masih tertunduk. Jaya hanya tersenyum.
"Kamu masih muda. Berapa usiamu?" Tanya Jaya
__ADS_1
"25 tahun, Senior." Jawab Andre.
"Kamu masih muda. Perjalanan kamu masih panjang. Aku tidak mengambil hati atas semua yang kamu lakukan. Tapi ingat, ini adalah Surya Yudha. Semua orang yang ada disini bukanlah orang orang lemah, bukan juga orang orang bodoh. Kalau kamu berniat mengerjai muridmu lagi, kamu akan masuk ke lubang yang sama. Disini kemampuan Taekwondo kamu memang paling tinggi, tapi apa kamu bisa apa yang mereka bisa?" Jaya menasehati Andre.
Andre menggeleng pelan.
"Terima kasih, senior."Kini Andre menjadi jauh lebih sopan terhadap Jaya.
"Apa posisi kamu disini?" tanya Jawa lagi.
"Asisten utama pelatih." jawab Andre.
"Bagus juga. Baiklah, untuk hari ini saya ingin kekamar lebih awal." Ucap Jaya.
Jaya meninggalkan aula beladiri.
Latihan tetap dilanjutkan namun suasana berubah menjadi canggung.
Dan sekedar tambahan, dalam taekwondo itu ada beberapa macam sabuk. Dari yang paling rendah:
-Putih
-Kuning
-Kuning strip hijau
-Hijau
-Hijau strip biru
-Biru
-Biru strip merah
-Merah
-Merah strip 1
-Merah strip 2
-Merah hitam (poom)
-Hitam
__ADS_1
Makasih udah mampir, jangan lupa like and komen