My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Sambel Naga


__ADS_3

Jam sembilan pagi Jaya dan Bu Mona oergi ke sekolah Adel dengan menggunakan mobil mercy nya.


Ruang kepala sekolah adalah tempat pertama yang mereka tuju.


Kepala sekolah langsung menyambut kedatangan keduanya. Mereka bertiga lalu duduk di ruang Kepala sekolah.


"Apa kabar, Pak Eko, Bu Mona?" tanya Kepala sekolah.


"Baik, anda sendiri apa kabar?" ucap Jaya


"Saya sangat baik hari ini." jawab Kepala sekolah.


"oiya, maksud saya meminta anda datang adalah, tentang pertandingan Adel tiga minggu lagi." Ucap Kepala sekolah.


"Adel sudah memberi tahu saya kalau Bu Mona dan Pak Eko kurang setuju akan pertandingannya, namun pada akhirnya tetap setuju dan memberikan persyaratan." Lanjut kepala sekolah.


" Iya, memang benar. Apa ada masalah?" Tanya Jaya.


"Sebenarnya tidak untuk saya, namun pihak kabupaten meminta Adel untuk melakukan karantina." Jawab kepala sekolah.


"Kalau begitu tidak saya izinkan." ucap Jaya tanpa pikir panjang. Kepala sekolah sungguh terkejut mendengarnya.


"Tunggu dulu, Pak Eko. Jangan gegabah, Ini sangat menguntungkan untuk Adel." ucap Kepala sekolah.


"Kami menyekolahkan Adel disini itu karena sekolah ini terakreditasi tinggi. Kalau kami niatnya membuat Adel menjadi atlit profesional ada banyak sekolah yang lebih baik." ucap Jaya


"Pa, jangan seperti itu." Bu Mona mengingatkan suaminya.


"iya Ma." ucap Jaya.


"Maaf, Pak Eko, sudah membuat anda tersinggung, tapi,,, pihak kabupaten yang memintanya." ucap Kepala sekolah.


"baiklah,, siapa pelatih penanggung jawab dari kabupaten? Mungkin saya kenal, atau kalau kepala sekolah bertemu, bilang Adel ada di bawah tanggung jawab Sabeum Nim Eko Wijaya." Ucap Jaya.


"Iya, Pak Eko. Jadi Adel tetap boleh ikut? "tanya kepala sekolah.


"Boleh, asal seperti persyaratan awal." ucap Jaya.

__ADS_1


"Baiklah, hanya itu saja yang ingin saya bicarakan, Pak Eko." ucap Kepala sekolah.


" Maaf Kepala sekolah, bukan maksud saya tadi marah marah ke anda." ucap Jaya.


"Kalau begitu kami pamit undur diri dulu, Pak." ucap Bu Mona.


Jaya dan Bu Mona lalu berdiri, Kepala Sekolah ikut berdiri dan menyalami keduanya. Kepala sekolah mengantar keduanya hingga kedepan pintu.


Jaya dan Bu Mona pergi dari sekolah adel menuju ke restoran miliknya. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit.


Karyawan karyawannya menyambut keduanya dengan senyum merekah di bibir.


"Bapak, ibu, apa kabar? Lama nggak dateng." ucap managernya


"Iya, bapak sekarang lebih sibuk jadi males kalo kesini sendiri." ucap Bu Mona.


Jaya duduk di kursi paling dekat dengan kasir. seorang pelayan mendatanginya dan menawarkan menu.


"Bapak mau minum apa?" tanya Pelayan.


"Mau makan?" tanya pelayan itu lagi.


"Bapak udah sarapan, nanti saja kalau laper panggil lagi." Jawab Jaya.


Bu Mona lalu duduk di hadapan suaminya. Si pelayan kembali bertanya kepadanya.


"Ibu mau minum apa?"


"ice capuccino." Jawab Bu Mona. Pelayan itu lalu pergi meninggalkan Jaya dan Bu Mona.


Setelah beberapa saat Pelayan yang tadi pergi kini datang kembali membawa nampan berisi jus kedondong dan ice capuccino.


"Makasih, Novi." ucap Bu Mona.


Novi lalu pergi karena ada customer yang memanggil.


"Ma, gimana semuanya masih terkontrol?" Tanya Jaya.

__ADS_1


" Iya, masih. Semuanya berjalan lancar, manager sepertinya bekerja keras." ucap Bu Mona.


" Ya udah, Papa mau cek produksi dulu ya." ucap Jaya. Jaya lalu berdiri dan menuju ke lantai empat, tepatnya ruang produksi. Semuanya dalam kondisi bagus, padahal tidak ada yang bilang bahwa dirinya akan datang. Artinya mereka melakukan rutinitas seperti ini, Bersih!!


Setelah puas melihat lihat, Jaya turun ke lantai dasar, kembali duduk bersama isterinya.


"Ma, Papa mau makan." ucap Jaya.


Bu Mona lalu berjalan ke meja kasir dan memesan makanan.


" Alfi, bapak mau makan, pesen nasi goreng sambel naga yang seafood ya, satu aja." ucap Bu mona ke kasir.


"Ok, bu. Mau tambah telor dadar?" tanya Alfi.


"Enggak. Makasih ya." ucap Bu Mona.


Alfi lalu memesankan pesanan bossnya.


"Tumben papa nggak pesen nasi goreng cabai ijo?" tanya Bu Mona.


"Enakan nasi goreng sambel naga kita, ma." jawab Jaya.


Setelah 15 menit menunggu, Nasi Goreng sambel naga seafood datang



Nasi Goreng Sambel Naga Seafood milik jaya



Ice capuccino milik Bu Mona.


Jaya menyantap menu makan siangnya dengan begitu lahap.


"Ma, habis ini ke Nasional ya." ucap Jaya.


Bu Mona hanya mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2