My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Pertemuan


__ADS_3

" secepat inikah waktu itu tiba?" gumam pak Surya.


Jaya hanya tersenum mendengar gumaman Ayahnya.


"Nanti kita kawal Alia atau melepasnya sendirian?" tanya Jaya lagi.


" Kita percaya saja. Alia pasti bisa, dia juga pasti bisa menjaga dirinya sendiri." jawab pak Surya.


Jaya sedang membayangkan bagaimana dirinya akan berdamai dengan Fred, sedangkan Fred lah yang membuatnya sampai terluka parah dan menjalani operasi berulang kali.


" Perdamaian pasti akan sangat manis." gumam Jaya.


" Sudah sejak lama aku menginginkan perdamaian ini terjadi namun Fred membuatnya sangat sulit terjadi. Dan saat saudara kembarnya meninggal dalam kecelakaan itu, aku sangat senang karena kamu bisa mengangkat Alia sebagai bagian dari keluarga Wijaya." ucap Pak Surya lagi.


Keduanya lalu berbincang hingga jam enam sore. Adzan maghrib mengingatkan mereka dengan sholat.


Setelah sholat maghrib berjamaah Alia menuju ke kediaman Frederick Wiyatama, omnya.


Perjalanan hanyamemakan waktu sekitar 20 menit karena jalanan sedanglengang. Alia sendirian menemui omnya.

__ADS_1


Setelah sampai ,kedatangan Alia disambut oleh Gang Tornado yang sedang berjaga. Merekalalu mengantarkan Alia menemui Rich, baru Rich yang mengantarkan Alia menemui tuan Fred.


Alia hampir menangis saat melihat Tuan Fred. Dia melihat Papanya dari dalam diri Tuan Fred.


"Kemarilah," ucap Tuan Fred merentangkan tangannya. Alia mendekat lalu menyambut pelukan omnya.


"Om." bisik Alia. Alia tak kuasa menahan tangisnya ketika dirinya merasakan ketulusan yang dipancarkan oleh omnya.


" Om,,," ucap Alia lagi. Alia lalu melepaskan pelukan dari omnya.


"Duduklah," ajak Tuan Fred.


"Keponakan om sudah tumbuh besar menjadi wanita yang begitu cantik, cerdas, dan tangguh." puji Tuan Fred.


Alia memandang omnya dengan mata berkaca kaca. Ia jadi teringat akan kedua orang tuanya yang telah tiada.


"Jadi,, apa yang membuat kamu datang kemari?" tanya Tuan Fred.


"Aku datang sebagai keponakan, tidak lebih." jawab Alia.

__ADS_1


"Baiklah," tukas Tuan Fred.


Tuan Fred merasa Alia menyembunyikan sesuatu darinya tapi Tuan Fred tidak memikirkannya lebih jauh.


"Kamu belum makan malam, kan?" tanya Tuan Fred lagi. Dirinya sudah menyiapkan jamuan makan malam untuk ponakan satu satunya ini.


Alia mengangguk dan kembali menyungginkan senyumnya.


Keduanya berjalan menuju ruang makan. Alia takjub dengan rumah omnya yang begitu mewah dan besar. Kediaman Wijaya semuanya mewah tapi ini lebih mewah lagi.


Di seberang meja makan ada mini bar yang berisi berbagai macam wine dan minuman ber alkohol lainnya.


"Kamu tau kan om non muslim, jadi tolong maklum di rumah om banyak minuman ber alkohol." ucap Tuan Fred. Dirinya tidak mau Alia salah paham dengan hal ini.


Alia hanya mengangguk paham. Walau dulu ketika orang tuanya meninggal Alia masih begitu kecil, tapi Alia sudah paham tentang silsilah keluarganya.


Mamanya adalah seorang muslim tapi tidak punya orang tua lagi karena kakek nenek Alia dari garis ibu sudah meninggal, sedangkan Papa Alia adalah penganut katholik yang menjadi mualaf ketika menikahi Mama Alia.


Orang tuanya juga sudah meninggal karena diracuni oleh Fred.

__ADS_1


Fred dan Alfa adalah saudara kembar dimana Alfa adalah yang tua, mereka hanya dua bersaudara. Alfa yang begitu dermawan menjadi idola semua orang membuat Fred cemburu.


Fred juga sebenarnya sangat sukses tapi jalan yang diambilnya berbeda dari Alfa membuat ketenaran Fred masih jauh dibawah Alfa. Maka dari itu Fred begitu iri dengan Alfa.


__ADS_2