My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Penuh Tragedi II


__ADS_3

Alia merasakan lukanya begitu perih dan perihnya pun menjalar kemana mana.


Pak Surya dibantu oleh Taufik memasang under pad sebagai alas tidur Alia karena proses proses selanjutnya akan melibatkan air dan darah.


"Argh,,,, " rintih Alia lagi. Keringat telah membanjiri tubuh Alia.


Pak Surya membilas luka Alia dengan alkohol


" aww,,, perih Eyang." ucap Alia kesakitan, namun Pak Surya tidak meresponnya sedikitpun dan terus melanjutkannya tanpa memberi sedikitpun jeda.


Terlintas sebuah ide gila yang ingin Alia lakukan.


"Arrgggg!!!!" Alia memberontak dan segera loncat dari tempat tidurnya dan berlari keluar ruangan.


Santoso yang berada didepan pintu segera menghadangnya namun bukannya berhasil malah mendapat dua bogem mentah dari Alia yang bersarang tepat diperut dan Mukanya.


Darah menetes dari sudut bibir Santoso. Rahmat dan Taufik tak luput mengejarnya namun karena kecepatan Alia juga mengerikan, keduanya kualahan juga.


klekk! saat Alia mencoba untuk membuka pintu, ternyata dikunci.


"Gawat!!" batin Alia. Rahmat dan Taufik bersiap untuk memegangnya tapi malah Alia memberi perlawanan.


Alia mengeluarkan bantingan mautnya dan membuat keduanya terkapar dilantai.

__ADS_1


"Anak ini benar benar,," batin Rahmat yang sedang tersungkur dilantai. Dirinya tidak menyangka keponakannya yang dulunya anak imut sekarang berubah menjadi seorang wanita tangguh.


Tiba tiba Alia jatuh terduduk dan memegangi pinggangnya.


"Arrrggghh!!!" teriak Alia kesakitan.


Taufik mendekati Alia dan berusaha memapahnya, namun Alia begitu lemah hingga mereka berdua terjerembab bersama dengan posisi Alia diatas.


Bukannya langsung menolong malah Rahmat tertawa terbahak bahak dan membuat sebuah pukulan mendarat di kepalanya. Pukulan tersebut berasal dari Pak Surya yang geram dengan tingkah Rahmat.


Rahmat yang sadar akan perbuatannya segera menolong Alia dan membopongnya ke kamar.


Alia duduk menyender di atas tempat tidurnya.


Alia menghembuskan nafasnya berat.


"Ini tidak akan mudah." batinnya


Alia mengangguk pelan dan pasrah.


"Kamu mau kabur lagi atau tidak?" tanya Pak Surya lagi.


Alia kembali menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Kalo mau kabur tak dadung sek." celetuk pakk Surya.


"Sekarang kamu jadi anak manis ya, jangan bonyokin orang lagi." ucap Pak Surya.


Alia tersenyum melihat Santoso yang masih memegangi perutnya akibat pukulan darinya.


"Tiga lawan satu juga masih bonyok." celetuk Alia.


Rahmat dan Taufik hanya tersenyum kecut mendengar perkataan dari Ponakannya ini. Tapi memang benar juga kalau bukan Alia yang berhenti sendiri juga pasti mereka akan sangat kesulitan untuk menangkapnya.


"Sudah sudah,, sekarang Alia tengkurep, Rahmat sama Taufik jagain disampingnya siapa tau Alia mau gigit." ucap Pak Surya menengahi. Dirinya tau kalau Alia dan kedua omnya ini malah lebih mirip kakak adek dan sering saling menjahili.


Rahmat dan Taufik duduk disamping Alia yang sudah dalam posisi tengkurep.


Pak surya mengambil obat yang berbentuk serbuk dan menaburkannya diatas luka Alia.


Alia mencengkeram tangan Rahmat kuat kuat bahkan lebih ke mencakar karena mulai merasa kesakitan.


Tidak seperti sebelumnya yang memilih kabur, kali ini Alia lebih memilih untuk melampiaskan rasa sakitnya ke kedua omnya.


"Armwwww,," Rahmat menyesal duduk disamping Alia karena sebelumnya dia tidak tau Alia akan bereaksi seperti ini.


Begitu juga dengan Taufik, namun berbeda dengan Santoso yang malah ingin duduk disamping Nonanya dan menjadi bahan pelampiasan Nonanya, karena ini juga bermula atas kecerobohannya.

__ADS_1


__ADS_2