My Father Is A Guardian

My Father Is A Guardian
Keluarga Wijaya


__ADS_3

Pak Eko dibawa ke kediaman Wijaya.


Sesampainya disana Ia dipapah menuju kamarnya.


"arghhh,,," rintih pak Eko.


" Adel ke kamar Adel aja ya, biar papa kamu Eyang obati dulu." pinta Pak Surya kepada Adel. Adel mengangguk tanda mengerti lalu pergi menuju kamarnya.


Ibu dari Pak Eko yaitu nyonya Santi masuk ke kamar putranya.


Nyonya Santi begitu terkejut melihat putranya tergolek lemah diranjangnya, darah juga merembes hingga membasahi selimut.


" Ya tuhan, apa yang terjadi?" tanya bu Santi panik.


" Dia habis bertarung. Dia sangat bandel, Bu. Sudah diberi peringatan oleh mertuanya tapi masih bersikeras untuk bertarung." ucap Pak Surya dengan nada kesal


Pak surya melepas baju pak Eko dan memperlihatkan luka anaknya ke Bu Santi.


"Dia masih membandel disaat seperti ini!." teriak Pak Surya sambil menunjuk luka putranya.


Pak Eko hanya tersenyum kecut. Ibunya kini ikutan marah padanya.


" Ibu memang khawatir ke kamu, tapi ibu juga marah karena kelakuanmu. Sudahlah, Ibu mau menemani Adel" ucap Bu Santi sembari meninggalkan ruangan.


"Ayah,,, tolong kabari Mona dia pasti khawatir." ucap Pak Eko.

__ADS_1


"Ayah sudah sms ke Mona, besok dia akan kesini menjemput kamu." Ucap Pak Surya.


"Jangan, aku akan tetap disini sampai kondisi pulih." rintih pak Eko yang masih meremas selimut disampingnya karena menahan sakit dari semua luka lukanya.


Sayup sayup Pak Eko mulai memejamkan matanya karena kehilangan banyak darah.


Pak Surya memanggil tim Medis miliknya untuk menangani kondisi Putranya. Hal yang pertama mereka lakukan adalah membuat Pak Eko sadar.


****


Bu Santi mendekati Adel yang masih sedikit ketakutan.


Bu Santi memeluk cucunya dengan penuh kasih sayang.


" Adel, apa yang terjadi? kok kamu sampai disemarang?" tanya bu Santi.


Perlahan adel menceritakan semua hal yang dialaminya tanpa ditutupinya sedikitpun.


Karena begitu lelah, Adel sampai tertidur dipangkuan eyangnya


Pak Surya masuk ke kamar Cucunya dengan wajah khawatir


" Oh, syukurlah, Adel sudah tidur." ucap Pak Surya.


"Adel ternyata diculik. Dia dibawa dari sekolahnya karena di beri kabar papanya sedang kritis dan dibawa ke Semarang." ucap Bu Santi.

__ADS_1


"Anak buah Fred yang melakukannya." ucap pak Surya


" Fred? maksud bapak Frederick Wiyatama?" tanya Bu Santi begitu terkejutnya.


Suaminya hanya mengangguk pelan.


"Sekarang bagaimana keadaan Eko?" Tanya bu Santi.


" Keadaannya tidak terlalu bagus, Sekarang dia sedang berusaha dibangunkan." Ucap Pak Surya.


"Besok saja, yang penting pendarahannya berhenti." ucap Bu Santi.


"Masalahnya lukanya itu tidak se sederhana kelihatannya. Itu bekas luka tusukan dan tadi sepertinya terpukul." Ucap Pak Surya.


"Bapak sendiri yang obatin apa nyuruh orang, Pak?" tanya bu Santi.


"Bapak turun tangan sendiri. Lukanya terlalu parah. Bapak juga mau ngasih pelajaran sama si Eko karena kelakuannya." ucap Pak Surya.


"Jangan keras keras, nanti takut Adel bangun." pinta Bu Santi.


" Ya sudah bu, malam ini kamu tidur sama adel aja, Bapak mau di kamar Eko sampai pagi soalnya." ucap Pak Surya lalu dirinya pergi keluar kamar.


****


"Bagaimana? putraku sudah sadar?" Tanya Pak Surya ke anak buahnya.

__ADS_1


"Maaf Tuan, Tuan Muda kehilangan banyak darah, kami sedang melakukan transfusi darah, setelah memberi beberapa vitamin, sepertinya Tuan Muda akan sadar." ucap anak buah Pak Surya.


"Ada yang ingin aku persiapkan, jaga dia, kalau ada perkembangan, beri tahu aku." ucap pak Surya. Pak Surya menuju ke gudang obatnya


__ADS_2