
Cast:
Sohyun,
Jungkook
Taehyung
π Selamat Membaca π
πππ
ππ
π
Di Sebuah hutan, terlihat seorang gadis cantik tengah berlari panik menyusuri semak belukar dengan kaki telanjang. Gadis itu menggunakan gaun ala princess di negeri dongeng. Kakinya telihat berdarah, saking jauhnya ia berlari dan sudah dipastikan kaki cantik itu sangat perih dirasa.
Walau demikian, ia terus berlari tiada henti menghindari para prajurit kerajaan yang ingin menangkapnya karena sebuah alasan yang tidak ingin dilakukannya. Gadis itu terus dan terus berlari, tidak peduli rasa sakit di kakinya seakan membunuhnya di tempat. Sampai?
Tiba-tiba langkah lebarnya terhenti. Ia melihat kiri kanan, buntu! Sementara di depannya ada jurang terjal dengan tanah yang tidak dapat terlihat sama sekali dari atas. Sial memang! Wajahnya semakin panik dan pucat. Ia merasa seperti kena perangkap. Kini gadis itu semakin gusar kala para prajurit kerajaan semakin mendekatinya. Pun gadis itu berbalik dengan was-was dan dengan wajah yang semakin pucat.
Sedangkan para prajurit yang melihat gadis itu menemukan jalan buntu tertawa penuh kemenangan. Karena mereka tidak perlu lari lebih jauh lagi bukan?
"Jangan mendekat!!!" Kata sang gadis menghentikan langkah para prajurit yang ingin mengikis jarak diantara dirinya.
"Kalau begitu tuan putri menyerah saja. Kami tidak mungkin melukai tuan putri,___
"Lihat! kaki tuan putri terluka parah. Sedangkan tuan putri tidak bisa lari kemana-mana lagi." Kata salah satu prajurit yang merupakan ketua kelompok prajurit itu.
"Ciihhh! Sampai kapanpun aku tidak akan menyerah begitu saja!."
"Jangan begitu tuan putri! Bagaimanapun pangeran V sudah menunggu anda di istana. Ikutlah dengan kami dan menikahlah dengannya. Bukankah dia sangat tampan dan baik hati?"
Gadis itu langsung tertawa mengejek!
"Tampan dan baik hati kata kalian?,__
Dengar!!! Sampai kapanpun aku tidak akan sudi menikah dengannya. Jika di suruh memilih, maka aku lebih memilih mati jika harus menikah dengannya. Sampaikan itu pada calon raja kalian!' Lanjut Sohyun sambil mundur kebelakang dan alhasil ia pun jatuh ke tebing.
Para prajurit panik dan kaget! Mereka tidak menyangka jika gadis itu lebih memilih mati daripada harus menikah dengan pangeran mereka.
Kini, gadis itu terjun bebas di bawah sana dengan mata tertutup. Namun tiba-tiba?!
Malaikatnya datang. Manusia bersayap putih meluncur ke bawah dengan mengepakkan sayap putihnya secepat mungkin untuk menyelamatkan gadis itu sebelum tubuh gadis itu menyentuh bebatuan yang ada di dasar jurang.
Suiiit!
Tubuh gadis itu berhasil ditangkapnya sebelum gadis itu menyentuh bebatuan yang tinggal 3 meter lagi. Sang malaikat kembali terbang ke dasar jurang bersama gadis itu digendongannya sampai kakinya menyentuh permukaan tanah dengan dihiasi beberapa batu besar dan kecil di sekitarnya. Lihat! Bahkan pemandangannya sangat indah. Kesan romantis pun tercipta di tempat secara alami.
Merasa tubuhnya tidak merasakan apa-apa, gadis itu perlahan membuka mata indahnya. Begitu matanya terbuka sempurna, betapa terpesonanya dia ketika melihat siapa sosok orang di atasnya yang memandangnya dengan tatapan teduh.
Bagaimana tidak! menurutnya, lelaki itu begitu sempurna tanpa cacat sedikitpun. Wajahnya begitu mulus bercahya dan putih, hidungnya mancung, alisnya tebal, bulu matanya indah dan matanya pun begitu sangat indah di pandang. Ia terlihat seperti tokoh utama dalam cerita komik Jepang. Lelaki itu tersenyum menampakan gigi kelincinya. Membuat gadis itu enggan berkedip dan tentunya jantung gadis itu langsung berdetak kencang.
"Apa aku sudah mati? Sehingga aku bisa bertemu salah sataudewa tertampan surgawi!" Lirih gadis itu sambil mengangkat tangan hendak mengelus wajah lelaki itu.
__ADS_1
Lelaki itu kembali tersenyum! Seketika jantung gadis itu berdetak semakin kencang. Gadis cantik itu jatuh cinta pada malaikat tampan itu.
"Tidak! Kamu masih hidup."
Gadis itu langsung melihat tubuhnya! Dimana tubuhnya masih berada pada gendongan malaikat tampan itu. Reflek gadis itu turun dan membenahi diri supaya ia terlihat cantik di hadapan pria tampan itu.
"Maaf. Aku pikir aku sudah mati."
Kata gadis itu malu. lalu, ia menyadari sesuatu pada tubuh lelaki itu.
"Apakah kamu seorang malaikat yang dikirim Tuhan untukku?" Tanya gadis itu begitu menyadari ada sayap dipunggung lelaki itu. Lelaki itu mengangguk sebagi jawaban sambil menghilangkan sayap itu di punggungnya.
"Benarkah?,___
Wah, terima kasih sudah menyelamatkan aku. Aku sungguh beruntung bertemu malaikat tampan seperti dirimu.___
aaaa, iya. Perkenalkan aku putri Kim Sohyun. Bisa di panggil Sohyun." Lanjut Sohyun sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan sang malaikat. Sang malaikat menatap tangan Sohyun, lalu membalas uluran tangan Sohyun.
"Aku Jeon Jungkook, bisa dipanggil Jungkook " Kata Jungkokk dengan senyum menawannya.
π«
Tok! Tok!! Tok!!!
"Kim Sohyun bangun!!!"
Teriak ibu Sohyun dari balik pintu untuk membangunkan Sohyun dari mimpi indahnya. Sohyun bangkit dari tidurnya dengan muka ditekuk.
"Sohyun!!!!!"
"Iya! Aku bangun ma!" Jawab Sohyun lalu beranjak dari kasur size menuju pintu. Sohyun harus membuka pintu. Kalau tidak ibunya akan terus mengetuk pintu dan memanggilnya.
Klik!!!
"Ada apa sih ma! Mama kok berisik banget. Mama tau, karena teriakan mama membuatku bangun dari mimpi indahku bersama Jungkook."
"Apa itu penting eoh? Lagian siapa Jungkook?!"
"Dia jodohku, itu artinya dia menantu mama."
"Astaga kamu ya?! cowok dalam mimpi kamu bawa dalam kehidupan nyata."
"Dia nyata ma. Jungkook itu nyata."
"Sudah ahh! mama ngak mau tau tentang siapa itu Jungkook.____
mama hanya ingin kamu mandi sekarang!" Kata ibu Sohyun.
"iiiii, ngapain harus,___!" Sohyun ingat sesuatu dan melihata jam di tangan ibunya yang sudah menujukan jam 07.00 kst.
"Astaga ma. Aku lupa kalau hari ini hari pertama ku kuliah! Kenapa mama tidak bilang dari tadi sih?!"
"Kok malah mama yang disalahin sih? Cepat mandi! Taehyung dari tadi sudah menunggumu di bawah." Imbuh ibu Sohyun lalu turun.
"Benar! Taehyung. Aku memintanya ke kampus bareng. Bagaimana ini?!" Lirih Sohyun lalu bergegas ke kamar mandi.
*
20 menit kemudian!
Sohyun menuruni anak tangga satu persatu. Sohyun menyadari sesuatu. Taehyung tidak ada di ruang tamu.
__ADS_1
"Taehyung dimana?" Lirih Sohyun sambil melihat sekeliling ruangan.
"Ma! Taehyung mana?!" teriak Sohyun dari ruang tamu.
"Dia ada di kamar mandi. Katanya urusan alam." Saut ibu Sohyun di dapur.
"Kenapa kamu malah berdiri disana?! Cepat kesini! Bantu mama menyiapkan sarapan."
"Mama tidak usah repot-repot nyiapin sarapan deh. Lagian kami sudah telat ma." Saut Sohyun sambil berjalan ke sisi ibunya berada.
"Telat-telat! Siapa yang suruh kamu bangun kesiangan eoh?!"
Sohyun memanyukan bibir layaknya anak kecil yang betek karena tidak belikan jajan oleh ibunya.
"Kalau kamu tidak ingin sarapan, setidaknya biarkan Taehyung sarapan dulu." Lanjut ibu Sohyun sambil membawa makanan yang sudah matang ke meja makan.
"Iiii mama ya! Bukannya khawatir pada anaknya sendiri,,, malah khawatir sama anak orang lain." Rungut Sohyun sambil duduk du kursi makan.
"Siapa suruh kamu untuk meminta Taehyung pagi-pagi datang kesini eoh?! Bagaimana kalau di rumah dia belum sarapan?"
"Kan kami bisa sarapan di kampus!"
"Betul kata Sohyun tante!" Saut Taehyung baru keluar dari kamar mandi.
Lihatlah penampilannya! Dia terlihat biasa-biasa saja dan sedikit cupu. Walau begitu ia masih terlihat tampan dan maskulin kok. Hanya saja Sohyun sudah dibutakan oleh Jungkook. Disamping itu, Taehyung bukan berasal dari orang berada dan ia tumbuh besar bersama ibunya yang hanya memiliki butik kecil di depan rumahnya.
Pun dengan sekolah. Taehyung hanya mengandalkan biaya siswa dan untungnya ayah Sohyun turut serta membantunya. Itu artinya Sohyun berasal dari keluarga berada.
Lalu kenapa Taehyung dan Sohyun bisa berteman? Ada alasannya. Disamping itu, mereka tumbuh besar bersama dan tinggal di komplek rumah yang sama.
"Tukan! Taehyung ajak membelaku."
"Tapi nak... Tante sudah menyiapkannya....?"
"Sudah ma! kami berangkat ya! Nanti masakan ibu biar bibi Lee yang memakannya. Bukankah bibi Lee akan balik hari ini?" Potong Sohyun lalu beranjak dari kursi dan mencium tangan ibunya.
"Tante kami berangkat." Timpal Taehyung sedikit membungkuk lalu keluar menyusul Sohyun.
π«
Universitas Hanyang!
Taehyung dan Sohyun memasuki area parkir dengan motor sekuternya. sebagaian dari para mahasiswa yang melihat itu memandang Taehyung dan Sohyun mengejek. Sampai mereka turun pun para mahasiswa itu masih menatap Taehyung dan Sohyun seperti itu. Taehyung sadar itu, begitupun Sohyun. Tapi Sohyun tidak pernah mempersalahkan itu semua. Baginya itu hal biasa, meski kadang acap kali ia dikira orang miskin juga, karena ia selalu bersama dengan Taehyung dan Sohyun tidak pernah sekalipun malu disisi Taehyung. Pun orang tuanya tidak pernah membatasi Sohyun untuk berteman denga siapapun selama anak mereka berteman dengan orang baik.
Taehyung dan Sohyun yang memilih mengabaikan tatapan mengejek orang-orang memilih pergi ke kelas mereka yang ada di fakultas menejemen bisnis semester pertama. Namun, tidak terlalu jauh melangkah mereka dikagetkan dengan teriakan para kaum gadis Hanyang yang meneriaki sebuah mobil suport berwarna silver. Diperkirakan mobil itu hanya satu di Korea.
Tidak hanya mobil itu yang mereka kagumi. Tapi, siapa sosok orang yang ada di dalam mobil itu. Kalian ingin tau siapa dia? Dia adalah....?
Jeon Jungkook! Cowok tertampan, terkaya, terseksi di Hanyang. Karena alasan itulah ia dinobatkan sebagai cowok terpopuler di Hanyang. Sohyun yang mengtahui itu Jungkook langsung berbalik di ikuti Taehyung.
Kegaduhan semakin menjadi jadi kala Jungkook keluar dari mobil mewahnya dengan tas punggunya. Wajahnya seakan mengeluarkan cahaya dengan taburan bunga surgawi. Menyadiri dirinya begitu dipuja oleh para gadis, Jungkook tersenyum! Seketika para gadis Hanyang meleleh di tempat begitu pun dengan Sohyun.
Karena hal ini pula sebagian dari para cowok Hanyang sangat membenci Jungkook, walau tidak menutup kemungkinan sebagaian dari mereka sangt menyukai Jungkook karena kagum.
Sohyun menyadari sesuatu! Dengan girang berkata.
"Taehyung, Lihatlah! Jungkook berjalan ke arahku."
Sambil berjalan Jungkook mengambil kaca mata hitam yang ia kaitkan di leher bajunya. Seketika bunga itu berubah jadi mawar putih. Sedangkan Jungkook pandangannya tertuju pada Sohyun seorang.
Pipi Sohyun merona dengan jantung berdetak kencang. Begitu sampai depan Sohyun Jungkook berhenti dan berlutut di hadapan Sohyun sambil menyerahkan bukan mawar putih itu di hadapan Sohyun. Sohyun semakin tercengang di buatnya. Jangan tanyakan bagaimana jantungnya saat ini!.
__ADS_1
"Bunga mawar putih untukmu. Sebagai tanda cinta suciku untukmu Kim Sohyun." Kata Jungkook. Sohyun seakan pingsan di tempat. Bagaimana bisa Jungkook seromantis itu pada Sohyun. Para gadis Hanyang pasti sangat iri dengan Sohyun.
Tbc,,___