
Hari pertama masuk sekolah setelah berstatus sebagai seorang istri.
Kalycha yang masih banyak kekurangannya dalam segala hal. Masih banyak yang harus dibenahi dan dipelajarinya dalam menjalani status barunya itu.
Selama satu minggu kedepan ia harus tinggal dirumah mertuanya bersama suaminya. Ibu Haidar sangat baik padanya memperlakukannya layaknya sebagai anaknya sendiri bukan sebagai menantu. Halimah ingin membuat Kalycha merasa nyaman dan menganggap dirinya sebagai bagian dari keluarga mereka.
Kalycha yang biasanya bangun siang saat ini harus mulai membiasakan dirinya untuk bangun pagi. Karena Haidar akan menegurnya bila tidak sholat subuh bersama. Dan bila selesai sholat subuh Kalycha dilarang untuk tidur lagi.
"Bu, ada yang bisa Icha bantu Bu?" tanya Kalycha pada Halimah Ibu mertuanya yang sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
"Sayang kamu ngapain kedapur. Sudah sana kamu siap-siap aja. Kan mau sekolah–."
"Masih sempat kok Bu." tolak Kalycha. "Bu– ajarin Icha masak dong Bu."
"Icha mau belajar masak?" Halimah tersenyum senang mendengarnya karena punya anak perempuan satu saja paling jarang ke dapur kalau tidak untuk makan atau minum.
"Iya Bu." ucapnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau Icha mau belajar masak sebaiknya setelah pulang sekolah aja ya sayang. Sekarang kamu buatkan teh saja buat suamimu. Haidar itu kalau pagi sukanya minum teh dibandingkan kopi. Dan gulanya cukup setengah sendok saja ya sayang."
"Iya Bu." Lalu Kalycha mengambil gelas dan juga teh dari dalam lemari. "Bu gulanya yang mana ya?" tanya Kalycha dirinya memang belum bisa membedakan yang mana garam dan gula apalagi ajinamoto. Halimah hanya tersenyum melihat kepolosan menantunya itu.
Wajar baginya untuk bertanya karena ini pertama kalinya Kalycha terjun langsung ke dapur Ibu mertuanya itu. Karena saat hari pertama dia sampai dikediaman orangtua Haidar. Halimah tidak mengijinkannya untuk masuk kedapur. Halimah memintanya untuk beristirahat karena dia tahu bagaimana penatnya saat menjadi raja dan ratu sehari.
"Ini sayang." Halimah menyerahkan toples yang berisi gula pada Kalycha.
"Wah menantu Ayah rajin ya Bu. Pagi-pagi udah buatin teh buat Ayah." Deon ingin mengambil gelas yang ditangan Kalycha tapi dengan cepat Haidar langsung menyambarnya.
"Enak aja, ini tuh teh buat aku suaminya. Kalau Ayah mau–, minta dong dibuatin sama istri Ayah." cibirnya lalu duduk dimeja makan disamping Deon Ayahnya.
"Ayah mau dong dibuatin teh sama menantu Ayah." pintanya pada Kalycha menantu barunya.
"Gulanya berapa sendok Yah?" tanya Kalycha pada Ayah mertuanya.
"Satu sendok saja." jawab Deon.
Haidar berjalan mendekati Halimah dan memeluknya dari belakang. "Ibu masak apa?" Haidar sengaja memeluk Ibunya ingin menggoda dan membuat Ayahnya cemburu. Karena Haidar juga cemburu Ayahnya meminta Kalycha untuk membuatkannya teh.
Ternyata rasa cemburuannya Deon itu diturunkannya kepada Haidar putranya.
"HAIDAAAARRRRR, udah punya bini masih aja peluk-peluk Istri Ayah. Cepat lepas." teriak Deon membuat Kalycha tercengang.
"Ga usah kaget Kak, Ayah memang gitu. Paling ga suka kalau istrinya dipeluk orang lain." Helsa baru turun dari kamarnya melihat Kalycha yang bengong langsung menyadarkannya dengan menepuk bahunya pelan.
"Kan yang meluk anaknya sendiri." ucap Kalycha pelan.
"Walaupun anak sendiri. Aneh kan Kak?" ucap Helsa lagi dan Kalycha hanya menganggukkan kepalanya.
Haidar tidak menghiraukan teriakan Ayahnya itu dirinya masih saja memeluk Halimah dan bermanja dengan Ibunya.
"Manis juga melihat suamiku bermanja dengan Ibunya."
"HAIDAR, kalau kamu ga lepas juga. Ayah peluk nih istri kamu."
"AYAH...!!!!" bentak H3 itu bersamaan. Halimah, Haidar dan Helsa.
"Giliran Ayah aja ga boleh–." cibir Deon.
"Ayah itu mah aneh, kalau aku sama Kak Haidar peluk Ibu itu wajar. Nah–, Ayah mau peluk mantu sendiri itu kurang ajar namanya." ucap Helsa ketus.
__ADS_1
"Tau nih si Ayah. Dari dulu sampe sekarang ga berubah juga. Kalau tadi yang peluk Ibu itu Mang Udin baru Ayah boleh marah." Sambung Halimah
"Lagian enak aja Ayah mau peluk-peluk bini aku. Ga pantes Yah!" Di lanjut Haidar.
H3 itu pun menyerbu Deon dengan serentetan omelan mereka tanpa membiarkan Deon untuk melakukan pembelaan dirinya.
"Lah, Icha kan anak Ayah juga. Apa salahnya Ayah peluk dia." ucap Deon tak mau kalah.
"Jelas salah–, karena waktunya yang ga tepat Ayah!!! Ayah itu mau peluk Kak Icha karena cemburu kan sama Kak Haidar? Kecuali Ayah peluk Kak Icha itu saat Kak Icha akan pergi dari rumah misalnya atau saat Kak Icha sedang bersedih. Iiihhh, Ayah kan guru masa begituan harus dikasih tahu sih." gerutu Helsa.
"Ya udah, sini Ayah peluk Adek ajah." ucapnya pada putri kesayangannya itu.
"OGAH–, Adek udah rapih, ada kuliah pagi ini."
Begitulah keributan mereka dipagi itu. Kalycha yang merasa masih baru berada dalam bagian keluarga itu merasa senang karena melihat keakraban mereka satu sama lain. Meskipun mertuanya itu adalah orangtua dari suaminya tapi mereka terlihat seperti berteman.
...✨✨✨...
Haidar mengantar Kalycha kesekolah sebelum dia berangkat ke kantornya.
"Belajar yang rajin. Nanti pulang aku jemput." ucap Haidar sambil mengulurkan tangannya dan disambut Kalycha lalu mencium punggung tangan suaminya itu.
Haidar mencium kening Kalycha awalnya Kalycha merasa aneh tapi akhirnya dia membiarkannya.
"Iya."
"Iya apa?"
"Iiih pagi-pagi udah bikin bete aja sih."
"Iya sayang."
"Aku aja yang dituntut panggil sayang. Nah dia ga ada tuh panggil aku sayang." gerutunya pelan dan Haidar masih dapat mendengar.
Haidar menarik tangan Kalycha saat ingin keluar dari mobil. "Jadi mau dipanggil sayang juga."
"ENGGAK." jawabnya dengan memasang wajah juteknya.
"Makin gemes aja liat istriku cemberut gitu."
"Kaly–." panggil seseorang dari belakang saat Kalycha baru saja keluar dari mobil. Siapa lagi yang memanggilnya Kaly kalau bukan Aditya.
"Pria itu lagi? Sebenarnya apa hubungannya dengan Icha?" Haidar masih belum beranjak dari tempatnya. Ingin tahu apa yang akan dilakukan pria itu bersama istrinya.
"Adit–."
"Masuk bareng yuk–." ajak Adit sambil merangkul bahu Kalycha. Dengan cepat Kalycha menepis pelan tangan Adit.
"Kamu duluan ya, aku lupa minta uang jajan sama Kakakku."
Kalycha merasa tak enak pada suaminya karena sejak dirinya keluar dari mobil Haidar belum juga pergi.
"Oh ya udah aku tunggu dikelas."
Kalycha kembali masuk ke dalam mobil.
"Kenapa masuk lagi?" tanya Haidar datar.
"Tuh kan, sepertinya dia marah. Pasti ada yang salah dengan sikap ku tadi, bukan aku yang mau dirangkul bahunya tapi Adit yang tangannya terlalu ramah."
__ADS_1
"Lupa minta uang jajan." Kalycha menyodorkan tangannya. Haidar merogoh kantongnya dan mengambil dompetnya lalu memberikannya pada Kalycha.
"Ambil seberapa kamu perlu."
Kalycha membuka dompet suaminya itu dan tak sengaja Kalycha melihat foto suaminya dengan seorang gadis yang sepertinya pernah dilihatnya dulu.
"Ternyata dia masih mencintai wanita lain. Tapi kenapa dia mau menikah denganku?"
Kalycha hanya menarik selembar uang 50 ribuan. Lalu mengembalikan kembali dompet suaminya. Dengan wajahnya yang sendu.
"Kenapa dia hanya mengambil 50 ribu? Biasanya dia menghabiskan lebih dari itu perharinya." Haidar tahu berapa pengeluaran istrinya itu perhari sebelum menikah dengannya.
"Terus kenapa wajahnya terlihat sedih begitu? Tadi biasa aja, kenapa sekarang terlihat masam begitu? Aneh."
"Kenapa hanya 50 ribu? Apa itu cukup?"
"Ini cukup kok sayang. Ya udah aku sekolah dulu ya–."
Tanpa menunggu jawaban dari Haidar, Kalycha langsung keluar dari mobilnya. Tak lagi melihat kearah mobil Haidar yang pergi meninggalkannya.
Kalycha berjalan menuju kelasnya.
"Apa yang ku harapkan dari pernikahanku ini? Kenapa aku harus terjebak dalam sebuah pernikahan? Aku masih ingin bebas. Aku masih ingin meraih cita-cita ku."
"Icha–." panggil seseorang dari belakang.
"Iya sayang?" Pria yang dipanggilnya dengan sebutan sayang itu langsung tersenyum bahagia. Kalycha tak sengaja menyebut pria yang memanggilnya itu dengan sebutan sayang. Karena sebelumnya ia sedang memikirkan pernikahannya dan mengira yang memanggilnya itu adalah suaminya dan ternyata pria itu adalah Alvin.
"Jadi aku ga perlu lagi nih nunggu sampe lebaran Naga?"
"Iiih apaan sih. Aku kira yang manggil aku tadi, Bunda, eh ternyata kamu." Kalycha berdalih mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.
"Ga mungkinlah Bunda kamu yang kamu panggil sayang. Jujur deh, kamu memang manggil aku sayang kan? Ya udah mulai hari ini kita jadian ya. Aku akan panggil kamu Ay." Alvin seenaknya saja menyimpulkan apa yang dipikirkannya.
"Ay, kepalamu itu. Aku tadi keceplosan. Itu mau manggil Bunda sayang. Ga usah kepedean deh."
"Ga peduli yang penting hari ini kita jadian. Ingat ya tanggal hari ini tanggal 9 September hari kita jadian." ucapnya Mantap tanpa mendengar penolakan Kalycha.
"Jadian aja sama kodok, gue ga merasa kalau ini hari jadian kita." ucap Kalycha ketus.
Alvin tak peduli ia berlari meninggalkan Kalycha ketengah lapangan sambil berteriak.
"WOOOOIIIII INGAT YA SEMUANYA HARI INI ADALAH HARI JADIAN TIKUS DAN CICAK ALIAS ALVIN DAN ICHA. teriak Alvin pria yang baru saja dinobatkan menjadi Ketos yang baru.
Kalycha pun terkejut melihatnya, sebagian murid yang berkumpul disana bertepuk tangan dan ada juga yang mencibirnya. Dan ada beberapa guru yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala mereka merasa aneh melihat tingkah sang ketos baru itu.
"Selamat yah." Aditya mengulurkan tangannya mengucapkan selamat kepada teman sebangkunya itu yang baru saja sampai dikelasnya.
"Selamat untuk apa?" Kalycha menepis tangan Adit.
"Lah itu tadi Ketos baru mengikrarkan kalau hari ini hari kalian jadian."
"Itu sih si KETOS nya aja yang ngarep dan kepedean. Gue mah ogah–. Slogan gue belum berubah. Masih ANTI PACARAN." ucapnya tegas. "Tapi gue ga ANTI NIKAH." Batin Kalycha dan wajahnya kembali murung bila mengingat status barunya itu.
Jangan Lupa Like ya Beib 😍
Mengingatkan Kembali besok sudah Monday Jangan Lupa VOTE yach 😊
Selamat Berbuka Puasa 🙏
__ADS_1