
Yang belum nikah Skip doeloe yach đ¤
Adegan 21+++
...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...
Sudah berbagai cara dilakukan wanita itu untuk membujuk suaminya. Tapi Haidar masih juga tidak menghiraukannya. Hampir putus asa ia rasa. Baru kali ini Kalycha melihat Haidar marah. Kalycha yang tidak pernah pacaran bahkan selama 5 tahun dirinya ditinggalkan suaminya itu dia tidak pernah memberi hatinya pada pria lain. Dia tidak tahu bagaimana caranya membujuk pasangan yang sedang marah.
"Maaaasâ, Burungnya laper ga?" Kalycha mencoba menggodanya tapi masih juga ga mempan. Kalycha putus asa.
Diraihnya poselnya mulai mencari dipencarian cara membujuk pasangan yang sedang marah di akun mbah Googling yang serba tahu dan pinternya melebihi dukun itu.
Kalycha membaca yang tertulis disana "Jangan Ikutan ngambek." Oke, aku ga akan ngambek. Batin Kalycha menyemangati dirinya sendiri karena tadi hampir putus asa.
Dilanjutnya membaca tips yang pertama. "Pahami kapan suami perlu pendampingan" Kayaknya ini tips untuk pasangan yang udah lama nikah deh. Aku kan baru nikah sama Mas Hai, pernah nikah tapi ditinggal lama. Kapan aku bisa dampingin dia. Ntar aku pasti dampingi dia terus. Sepertinya tips ini ga bisa kulakukan sekarang. Oke next.
Tips yang kedua. "Beri suami waktu luang untuk sendiri." Apa iya sekarang Mas Hai lagi pengen sendiri. Apa aku harus pindah kamar supaya dia ga merasa terganggu dengan aku disini? Kayaknya nggak deh. Nex**tâ.
Tips yang Ketiga. "Jadilah pendengar yang baik." Gimana mau jadi pendengar yang baik. Ngomong aja dia enggakâ. Netx-next. Kalycha semakin geram sendiri dengan hasil pencariannya. Sepertinya tidak ada solusi yang didapatnya.
Tips Keempat, kelima dan keenam yang dibacanya juga tidak memberikannya solusi. Hingga dibacanya Tips yang terakhir. "Sabar Menunggu." Mau sampai kapan? Aku kurang sabar apa nungguin dia 5 tahun. Aku cuma salah karena nemuin Alvin tadi. Itupun aku udah minta maaf. Aahk mbah Googling ternyata tak selalu benar. Kalycha menautkan kedua alisnya, berpikir untuk mencari solusi yang lebih tepat.
Dari emak-emak perawat yang pernah aku dengar, untuk meredahkan amarah suami mereka kalau abis berantem pasti akan berujung bercinta dengan suaminya. Tapi masa iya harus aku yang mulai duluan? Kan malu. Aah biarlah, soal malu urusan belakang yang penting sekarang aku harus berdamai dengan mas Hai.
Kalycha beranjak dari tempat tidurnya. Lalu membuka koper miliknya mengambil lingerie yang dibelikan Helsa untuknya. Adik iparnya itu memang sudah tak ada sungkan-sungkannya lagi dengan dirinya. Kalycha berjalan ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan lingerie itu.
Diam-diam Haidar membalikkan badannya penasaran juga dia dengan apa yang dilakukan istrinya itu. Mendengar Kalycha membuka pintu kamar mandi, buru-buru ia membalikkan tubuhnya ke posisi semula. Masih bertahan dengan pura-pura marahnya meskipun sebenarnya tak dipungkiri dia masih kesal dengan istrinya itu.
"Maasâ." Kalycha memanggil suaminya dengan suara yang dibuat semanja mungkin. tapi Haidar masih tidak bergeming.
"Maaasss liat aku dong." Haidar malah menarik dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Kalycha menarik nafasnya lalu menghembuskannya dengan kasar.
"Mas, Icha mau live pake baju ini kalau mas masih ga mau liat Icha." ancam Kalycha tapi Haidar masih juga tidak bergeming.
Kalycha menekan aplikasi yang sedang hits itu menyalakan musik tik-tok miliknya lalu memilih musik dari DJ Opus Baby Family Friendly dan mulai menggoyangkan tubuh dan pinggulnya.
Mendengar musik yang lagi ngehits se-nusantara jagat raya itu pun Haidar langsung membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya dan langsung beranjak dari tempat tidur saat melihat istrinya itu berjoget dan bergoyang didepan ponselnya dengan pakaian yang minim bahan itu.
"Kamu apa-apaan sih Yangâ." Haidar memeluk Kalycha menutupi tubuhnya dari layar kamera ponselnya, lalu mematikan kamera ponsel istrinya itu.
Kalycha membalas pelukan Haidar dengan erat, ia tersenyum senang sudah berhasil meruntuhkan pertahanan suaminya yang mendiamkannya.
"Mas jangan ngambek dong, ini kan malam pertama kita!" lirihnya manja.
"Kamu kenapa pake pakean seperti ini?" Haidar melihat Kalycha dengan pakaian yang kurang bahan itu membuatnya sulit menelan salivanya. "Joget-joget didepan kamera lagi. Tuh hapus ga rekamannya? Beneran live ga tadi?" Haidar melonggarkan pelukannya, ternyata takut juga pria itu kalau tubuh istrinya jadi bahan tontonan publik.
__ADS_1
"Ya enggak lah mas, gila apa aku sampe live beneran. Bisa rusak image aku."
"Terus tadi ngapain pake joget-joget didepan camera segala?" Haidar menggamit hidung Kalycha dia sangat gemes dengan kelakuan istrinya barusan.
"Sengaja buat godain mas, abis mas ngambeknya lama. Icha kan ga tahan didiamin kayak tadi." Kalycha melepaskan pelukan suaminya lalu bejalan keatas tempat tidur. "Tapi kalau tadi mas masih ngambek juga, Icha bakalan posting beneran tuh rekaman Icha joget-joget tadi." ucap Kalycha pura-pura mengancam suaminya.
"Kamu kok gitu sih Yang? Awas ya kalau kamu sampe posting." Haidar mengikuti Kalycha duduk dihadapannya.
"Makanya kalau Icha salah tuh dikasih tahu jangan malah marah terus diamin Icha gitu. Icha ga suka mas. Tadi kan Icha juga udah minta maaf. Udah Icha jelasin juga duduk permasalahannya seperti apa. Tapi mas ngambeknya kelamaan kayak cewek yang lagi datang bulan." gerutu Kalycha. Haidar hanya tersenyum karena tadi dirinya memang pura-pura marah padanya.
"Mas ga suka tadi kamu peluk-peluk dia." Haidar mencari alasan menyelamatkan dirinya supaya Kalycha berhenti mengomelinya.
"Ralat mas, bukan Icha yang peluk, tapi Alvin yang peluk Icha. Lagi pula Icha juga berontak kok tapi tenaga Icha ga sekuat tenaga Alvin. j
Jadi kelihatannya Icha seneng dipeluk sama Alvinâ." gerutunya kesal.
"Kok jadi kamu yang marah sih Yang?"
"Icha ga marah, Icha cuma kasih tahu kejadian yang sebenarnya itu seperti apa." Malas rasanya terlalu lama berdebat dengan suaminya itu. "Udah ahk, Icha mau tidur." Kalycha menarik selimut lalu menutupi seluruh badannya dan memunggungi Haidar.
"Yangâ, kok tidur sih Yang? Dibelakangin lagi."
"Emang enak dikasih punggungâ." sindir Kalycha masih kesal karena tadi dia juga dipunggungi oleh suaminya.
"Yang, burungnya laper pengen makan." giliran Haidar yang membujuk istrinya.
"Tuh, berendam sono di bathtub."
"Bomatâ, Icha mau bobok. Capek, udah capek karena seharian jadi pajangan, capek juga ngadepin orang mabuk, capek lagi ngebujuk orang yang ngambek."
"Sindir terooosss." ucap Haidar sambil mengeratkan pelukannya. Dibukanya selimut yang menutupi tubuh istrinya itu. Karena dirinya memang sudah lelah Kalycha hanya pasrah saja.
Dibalikannya tubuh Kalycha supaya menghadap kepadanya. Kalycha tepat berada dibawah kungkungannnya dipandangnya wajah wanita yang begitu dicintainya itu.
"Maafkan mas ya sayang." Haidar mulai mencium bibir Kalycha.
"Icha juga minta maaf ya mas." lirihnya setelah Haidar melepaskan ciumannya.
Haidar sudah tidak ingin berlama-lama lagi. Hasrat yang dipendamnya selama ini harus ia tuntaskan malam itu juga. Begitulah yang ada dalam pikirannya.
Seperti hewan buas yang kelaparan Haidar menggeluti istrinya itu. Tak ada yang terlewatkan dari setiap inci tubuh Kalycha dari ciumannya.
Desahan yang mereka ciptakan memenuhi ruangan kamar hotel itu. Setelah puas menciumi tubuh istrinya, Haidar beralih ke tempat favoritnya, dua gunung kembar yang kenyal itu tak lepas dari lum*tannya. Suara-suara yang ditimbulkan dari mulut istrinya itu semakin membuatnya bergairah.
"Mas sakitâ." Kalycha meringis kesakitan saat si Juni mulai bereaksi ingin memasuki sarangnya.
"Tahan dikit ya Yang, si Juni udah ga sabar, laper pengen makan." Kalycha menganggukkan pelan. Haidar kembali ******* bibir Kalycha. Membuat wanitanya itu relaks dan menikmati setiap sentuhan yang diciptakannya.
__ADS_1
"Aaahhhhâ." antara desahan dan jeritan saat si Juni berhasil menembus sarang miliknya. Haidar membenamkan miliknya sebentar memberi ruang untuk istrinya itu bernafas. Kemudian memulai penyatuannya kembali. Mulai dari ritme yang pelan lalu dilanjutkan dengan ritme yang cepat.
"Faster mas, aahhâ."
"Iya sayang."
Entah sudah berapa kali Kalycha merasakan pelepasannya, sementara Haidar masih terus memainkan penyatuan mereka. Tak puas dengan satu gaya entah sudah berapa kali mereka berganti gaya.
Seperti tak ada puas-puasnya dan entah sudah ronde yang keberapa kalinya akhirnya mereka selesai melakukan penyatuannya. Terlihat saat Kalycha melirik jam diponselnya, waktu sudah menunjukkan jam 03.25 subuh. Rasa perih dan nikmat serta lelah membuatnya tertidur dengan pulas.
Haidar terbangun saat mendengar alarm ponselnya berbunyi. Menandakan waktunya sholat subuh. Dilihatnya istrinya itu masih terlelap dalam pelukannya tanpa sehelai benang pun.
"Sayang, bangun Yangâ." Haidar mencium kening istrinya itu.
"Jam berapa mas?" tanyanya dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"Sudah subuh, yuk mandi. Habis itu kita sholat bareng." ajak Haidar sambil mencium puncak kepala istrinya itu.
"Gendong masâ." Haidar tersenyum tipis, melihat betapa manjanya istrinya itu. Lalu menggendongnya ke kamar mandi.
Setelah mandi dan sholat subuh bersama mereka akhirnya memilih turun untuk sarapan. Karena olahraga malam yang mereka lakukan sangat menguras tenaga dan membuat perut mereka kelaparan.
"Eh, pengantin baru udah turun." Sapa Halimah yang ternyata sudah lebih dulu berada direstoran hotel itu bersama Deon suaminya.
"Pagi Buâ." Kalycha mencium pipi Ibu mertuanya itu.
"Bunda sama Daddy belum turun ya Bu?" Tanya Kalycha sambil mencium punggung tangan Deon.
"Sepertinya belum sayang, mungkin si kembar belum bangun." Halimah menebak-nebak alasan besannya itu belum turun bergabung sarapan dengan mereka.
"Kalian masih libur kan? Nanti balik kerumah kan?" tanya Deon sambil menikmati sarapannya.
"Iya Yah, tapi mungkin siang baru balik, soalnya Haidar pengen istirahat dulu. Capek banget."
"Sampe jam berapa tempurnya tadi malam?" pertanyaan ambigu itu berasal dari Halimah Ibunya.
"Iiih, apaan sih Bu, tempar tempur. Kagak ada yang begituan. Kita tuh cuma tidur karena kecapean." elak Haidar terpaksa berbohong karena merasa malu harus membahas masalah ranjangnya dengan kedua orangtuanya.
"Hhmmm cuma tidur Yah." cibirnya sambil melirik kearah Deon suaminya. "Cuma tidur tapi bisa buat tato ya Yahâ." sindir Halimah.
Haidar langsung menatap keleher istrinya dan betapa bodohnya ia tak menyadari telah meninggalkan bekas kiss mark nya dileher istrinya itu.
"Ibuu, pura-pura ga liat aja napa. Kayak ga pernah muda aja deh." gerutu Haidar sambil menarik Kaos Kalycha keatas untuk menutupi bekas kepemilikannya itu. Sementara Kalycha sangat malu hanya bisa menundukkan kepalanya. Andai saja dia punya ilmu untuk menghilangkan diri, pasti saat itu ia akan menghilang dan bersembunyi di planet pluto. Planet yang terjauh dari bumi dan matahari itu.
(Sekarang ada lagi temuan-temuan ilmuan yang menyatakan kalau ada planet baru selain pluto yang 3x lebih jauh dari planet Pluto. Baca ya gaes di mbah Google kalau mau tahu ilmu lengkapnya.) đ
"Gimana ga mau liat? Itu terpampang nyata." Halimah yang tak dapat mengontrol ucapannya itu bukan lagi melirik tapi langsung menunjuk leher menantunya itu dengan jarinya.
__ADS_1
"Ibuuuu, Icha malu kan tuh jadinya." gerutu Haidar kesal pada Ibunya. Sementara Kalycha hanya tertunduk malu.
Udah aahh, segitu ajaaah đ¤