
Kim So Hyun
๐๐๐
๐๐
๐
๐**Selamat Membaca**๐
Ini aku Kim So Hyun!
Dua minggu berlalu. Itu artinya, ini minggu ketiga ku menjadi mahasiswi Unversitas Hanyang. Tak terasa ya??!
Waktu berjalan begitu cepat. Hari-hari yang ku lalui pun masih sama. Masih bersama Taehyung yang selalu setia menemani perjalanan kuliahku dengan motor sekuter buntutnya. Motor yang menjadi saksi bisu kisah persahabatan sejati ku bersama Taehyung sejak duduk di bangku SMA kelas 2. Lama bukan?, tapi itulah faktanya. Aku lebih senang ke sekolah dan ke kampus dengan Taehyung daripada di antar sopir pribadi ayah, apalagi harus membawa mobil. Kalian tau kenapa?
Itu karena: Aku lebih nyaman naik motor bersama Taehyung; aku tidak mau merepotkan paman Han, cukup paman Han sebagai sopir pribadi bagi mama; dan disamping itu ada kenangan indah bersama Jungkook. Kenangan yang selalu membekas di otak ku sampai kapan pun. Kalian pasti penasaran dengan kenangan ku dengan Jungkook bukan? Kok Jungkook? Padahal kalian tau kalau itu adalah motor Taehyung. Seharusnya kan Taehyung? Jadi begini....
โ๏ธ
Waktu itu, Aku masih kelas 2 semeter pertama akhir. Hari itu hari senin! dan aku malah bangun kesiangan. Parahnya lagi, hari itu aku ada ulangan. Ulangan akhir semester. Sudah tau siang Taehyung malah masih menunggu ku untuk berangkat bareng. Dia memang sahabat terbaik ku.
Di tengah perjalanan aku meminta Taehyung mempercepat laju motornya. Taehyung ngak mau, katanya demi keselamatan. Mungkin dia terlalu peduli padaku sebagai sahabatnya sejak kecil.
Tapi, disatu sisi aku memikirkan nasib dia sebagai siswa cerdas dan disiplin di Sekang High School. Masak gara-gara aku, Taehyung tidak bisa ikut ujian, dan repotasinya pasti akan ikut buruk, takut ku. Alhasil aku meminta Taehyung berhenti. Pun Taehyung berhenti.
"Kenapa?" Tanya Taehyung bingung.
"Turun! Biarkan aku yang di depan!"
"Apa?! Ta...?!!"
"Cepat!!! Atau kita akan telat dan tidak dapat ujian!!!"
Taehyung langsung turun! Pun aku dengan cepat mengambil posisi di depan kemudian Taehyung di belakang.
"Pegangan yang erat!"
Pintaku, lalu langsung melajukan motor sekuter Taehyung dengan kecepatan tinggi. Tak lama setelah itu, tangan Taehyung langsung melingkar erat di pinggangku. Takut mungkin.
Tidak terlalu jauh dari Sekang High School aku mencoba memperkecil laju motor Taehyung. Namun, tidak bisa! Aku mulai panik. Bagaimana ini?
"Kenapa?"
Tanya Taehyung di belakangku.
"Remnya blong!"
"Apa?!" Kaget Taehyung.
Taehyung semakin panik! Apalagi aku. Bagaimana ini?! Akankah kami harus mati saat ini juga. Tidak! Masa depan kami masih panjang. Lalu, adakah yang menolong kami? Semoga saja ada yang menolong kami. Kalau pun ada, jika dia perempuan aku akan menjadikan dia saudari ku. Tapi, jika dia cowok aku anggep dia jodoh dan takdirku yang sengaja di kirim Tuhan untuk ku.
Begitu sampai di gerbang Sekang High School. Aku pasrah! karena takut, aku memejamkan mata.
"Lepaskan tanganmu dari motor itu!"
Titah Taehyung tanpa alasan. Aku melepas motor itu sesuai titah Taehyung dan masih dengan mata terpejam. Tidak lama setelah itu, aku merasakan tubuhku terangkat dan melayang ke udara.
Apakah aku jatuh? Apa aku akan mati detik ini juga? Lalu, bagaimana dengan mama, papa, Taehyung dan bibi Kim. Tapi anehx?!
__ADS_1
Aku merasakan sesuatu yang aneh! Tubuh ku tidak sakit sama sekali dan kepalaku tidak membentur apapun. Apa yang terjadi? Aku malah merasakan seseorang menangkap tubuhku. Aaaa, apa ada seseorang yang menolongku?
Kemudian aku memberanikan diri membuka mata secera perlahan. Hal pertama yang aku lihat begitu membuka mata adalah sosok cowok tampan dengan keterlejutan di wajah tampannya. Pun aku langsung berpikir dan ingat dengan kata-kataku tadi. Dia... dia malaikatku... dia sudah menyelamatkanku... itu artinya dia adalah jodoh ku. Jodoh yang dikirimkan Tuhan untuk ku.
Jantungku langsung berdetak kencang. Sedang wajahnya seketika memancarkan cahaya. Pun pipiku langsung bersemu merah layaknya kepeting rebus. Aku jatuh cinta padanya. Jatuh cinta pada pandangan pertama.
Tapi dia siapa? Aku tidak pernah melihat sosok cowok ini sebelumnya? Apa mungkin dia siswa baru? Aku malah asik dengan pikiranku sendiri.
"Turun! Atau aku akan menjatuhkanmu!" Titahnya menyadarkanku. Reflek aku turun sambil meminta maaf dengan wajah bersemu merah dan pastinya aku salah tingkah sendiri.
"Perkenalkan nama....?"
"Tuan muda!"
Panggil pria paruh baruh memotong ucapan ku sambil sedikit berlari ke arah kami. Jika diperhatikan sepertinya pria paruh baya itu adalah orang kepercayaan orang tua cowok tampan ini. Aaaa, apa pria paruh baya ini tangan kanan ayahnya. Seperti sekertaris misalnya?! Bisa jadi.
"Kenapa paman lama sekali di dalam?"
Paman? Apa itu artinya pria paruh baya ini adalah pamannya? Tapi, kenapa paman ini memanggilnya tuan?
"Maaf kan saya tuan muda. Tadi ada banyak hal yang harus dibicarakan dengan kepala sekolah." Jawab paman itu.
"Apa hal buruk terjadi?" Lanjutnya sambil melirik ku sebentar.
"Tidak! Ayo kita masuk!" Sambung pria tampan itu. Pun ia langsung berjalan tanpa melirikku sedikitpun.
"Tunggu! Aku belum mengucapkan terima kasih!" Panggilku, tapi dia terus berjalan mengabaikan ku begitu saja. Tidak mendapat jawaban aku menghentikan paman itu.
"Paman!" Paman itu langsung berhenti dan melihatku.
"Tolong sampaikan terima kasihku padanya karena sudah menyelamatkan ku tadi."
"Aaaa! Baiklah, nanti akan aku sampaikan." Kata paman itu.
"Dia....namanya Jeon Jungkook!"
Jungkook?! nama yang indah, sesuai dengan wajahnya. Setelah kepergian paman itu, tiba-tiba Taehyung datang.
"Apa kamu terluka?" Tanya Taehyung panik dengan luka kecil di keningnya sambil melihat seluruh tubuhku.
"Aku tidak apa-apa. Tapi... kamu yang terluka." Jawabku sambil menyentuh goresan kecil di keningnya. Taehyung sedikit meringis menahan sakit sambil memegang keningnya. Aku kemudian melihat sekujur tubuhnya. Setelah aku perhatikan lagi tangan kirinya terluka. Asataga, bagaimana aku bisa melupakan Taehyung secepat itu hanya karena Jungkook.
"Kamu ya Taehyung, bukan mencemaskan dirimu sendiri malah aku yang di khawatirkan. Kalau kamu terluka seperti ini, bibi pasti akan marah padamu bukan sama aku.___ Sekarang, ayo kita ke UKS."
"Ulangannya?"
"Kita bisa menyusul!"
Selepas itu, aku berusah mencari tau tentang Jungkook secara diam-diam. Ternyata benar. Dia siswa baru pindahan dari Jepang dan dia sudah kelas 3, itu artinya Jungkook adalah sunbaeku. Tidak sampai 3 bulan Jungkook sudah akan lulus. Pertemuan yang singkat bukan?
Selain itu, menurut berita yang aku dengar Jungkook adalah putra tunggal dari salah satu pengusaha terkaya di Korea Selatan dan cabang perusahaannya pun ada dimana-mana salah satunya ada di Jepang, Amerika dan Cina.
Walau pun kami satu sekolah tapi aku jarang sekali bertemu dengannya. Boro-boro bertemu melihat ajak jarang. Kalau pun meihat itu hanya dari jarak jauh. Padahal aku ingin bertegur sapa dengannya, aku hanya ingin sekedar dia tau namaku dan disamping itu aku sangat merindukannya.
Pun kadang aku meminta Taehyung untuk mencari tau kesibukan Jungkook. Tapi, Taehyung tidak dapat menemukan informasi apapun mengingat Jungkook akan segera lulus dan Jungkook hanya fokus pada belajarnya.
Tiga bulan berlalu. Pun Jungkook sudah lulus. Sedangkan aku belum pernah bertegur sama dengannya. Dan dia tidak tau namaku sama sekali. Menyedihkan bukan? Aku kemudian mencari informasi dimana Jungkook kuliah. Setelah mendapatkan informasi itu aku memutuskan untuk kuliah yang sama dengan Jungkook dan Taehyung juga harus ikut bersamaku.
Semenjak Jungkook lulus, aku jadi sering mimpi tentang Jungkook.
โ๏ธ
__ADS_1
Aku membuang napas beratku. Mengingat itu semua membuatku semakin merindukannya. Walau sekarang kami satu kampus tapi, perbedaan tingkat juga membuatku jarang bertemu dengannya. Jadi, sejauh ini belum ada perkembangan apapun akan hubunganku dengan Jungkook. Apakah dia benar-benar Jodohku?.
Sudahlah! Seperti yang dikatakan Taehyung. Jika dia memang benar jodoh ku yang dikirim Tuhan untuk ku maka dia akan mendekat dengan sendirinya padaku tanpa aku harus bersusah payah mendekatinya lebih dulu bukan? Dari pada aku malu sendiri.
Aku melihat jam di dinding di kamarku! Sudah jam 19.00 kst. Sudah malam. Pantes perutku berbunyi. Mumpung aku sudah mandi, lebih baik aku turun siapa tau bibi Lee sudah menyiapkan makan malam di bawah bersama mama.
Begitu membuka pintu, aku dikagetkan dengan mama yang tiba-tiba sudah ada di balik pintu kamar ku.
"Mama! Kenapa mama tiba-tiba ada disini?!"
"Mama hanya ingin memanggilmu untuk makan malam."
"Iii mama! Aku pasti akan turun kalau perutku sudah bunyi begini. Jadi, ngak usah mencari ku ke atas."
"Kamu gimana sih, mama perhatian salah. Tidak perhatian salah."
"Bukan begitu juga ma. Tapi__?"
"Sudah ah. Ayo kita turun! Taehyung juga ada di bawah! mama mengundangnya makan malam dengan kita." Potong mama langsung turun.
Taehyung? tumben mama mengajak Taehyung makan malam? Wah, sepertinya aku mencium bau tidak enak ini? Aku kemudian turun menyusul mama ke ruangan makan dekat dapur. Sampai di ruang makan.
"Tumben kamu mau datang di ajak mama makan malam?" Tanyaku pada Taehyung lalu duduk di samping kanannya. Sedang mama sudah duduk di kursi khusus tempat duduk ayah. Jadi, selama ayah pergi mamalah yang mengganti posisi ayah.
"Tumben katamu?!" Saut mama.
"Bukankah kamu sering menyuruh Taehyung datang, dengan dalih untuk mengerjakan PRmu?"
"Itukan dulu ma, zaman masih sekolah. Dan tiap kali mama mengajaknya makan dia,___?"
"Sama ajak! Sudah, sekarang kita makan dulu. Habis makan ada yang mau mama sampaikan. Penting!"
Aku langsung menatap mama was-was, takut yang disampaikan mama hal yang tidak- tidak. Aku melirik Taehyung. Sepertinya Taehyung juga merasakan hal yang sama.
"Kenapa?! Kenapa kalian tegang begitu?,___ Tenang! ini bukan tentamg kalian. Tapi ini tentang mama dan ayahmu Sohyun."
Aku bernapas lega! Tapi, tetap saja aku penasaran. Sudahlah! Lebih baik aku makan saja. Pun Taehyung dan mama makan. Selesai makan mama langsung bicara.
"Besok mama aku menyusul ayah ke Cina!"
Aku kaget?! Biasanya mama tidak pernah menyusul ayah. Bukankah ayah akan pulang lusa. Jika mama menyusul itu artinya ayah tidak pulang.
"Kenapa mama menyusul? Bukan...?"
"Perusahaan ayah disana sedikit bermasalah. Jadi, saat ini ayah butuh sosok mama disisinya."
"Lalu, aku di rumah sama siapa?"
"Kan ada bibi Lee, Taehyung dan bibi Kim. Itulah kenapa mama mengundang Taehyung makam malam. Agar Taehyung tau. Dengan begitu, Taehyung bisa menjagamu."
Aku sedikit sedih.
"Apa mama lama disana? Padahal aku sangat merindukan ayah. Ayah sudah ke Cina 1 bulan lamanya."
"Tidak lama. Kalau masalahnya kelar mama dan ayah pasti akan segera kembali." Kata mama sambil menarik tangan ku dan menggenggamnya. Lalu, mama melihat Taehyung.
"Taehyung, mulai besok tante minta tolong sama kamu untuk menjaga Sohyun ya?"
"Baik tante."
**Tbc,___
__ADS_1
Jennie Choi**