My Soulmate

My Soulmate
Bicara Dalam Hati


__ADS_3

Aditya menarik tangan Dara keluar dari bangunan tinggi miliknya itu. Sampai didepan teras bangunan itu sebuah mobil berhenti tepat didepan mereka.


"Masuk–." perintah Adit tegas setelah membukakan pintu untuk Dara. Entah kenapa gadis itu jadi gadis yang penurut dan duduk dengan manis dibangku penumpang disebelah kemudi mobil.


Aditya masuk kedalam mobil, ia melirik sekilas pada Dara lalu menarik nafasnya dengan berat. Dia kembali melirik gadis itu dan gadis itu masih terdiam. Adit mendekatkan tubuhnya ke depan Dara dan wajah mereka sangat dekat. Dara sangat gugup tak mampu menatap mata Adit. Jantungnya berdetak kencang refleks ia memejamkan matanya.


"Mau apa dia? Jangan bilang dia mau menciumku lagi?"


"Aku hanya ingin memakaikan seatbelt untukmu. Dari tadi aku menunggumu untuk memakainya sendiri tapi kamu diam saja." ucap Adit masih menatap wajah gadis itu dari dekat sehingga Dara bisa merasakan nafas Adit yang bau mint itu.


Dara membuka matanya. "Mau apa sih dia? Kenapa belum juga balik ke tempat duduknya."


"Dan Aku tidak tertarik untuk menciummu lagi." ucap Adit dengan seringai liciknya. "Setidaknya sampai aku benar-benar memilikimu."


Deg.


Hati Dara sakit mendengarnya. Matanya mulai berkaca-kaca berusaha menahan airmatanya yang hampir jatuh, sementara Adit masih menatapnya dari dekat dengan posisi yang belum bergeser sedikit pun dari depan wajah Dara.


"Menjauh dariku–!" Dara mendorong Adit hingga pinggangnya terbentur ke dashboard mobil. Adit meringis menahan sakit. Tapi ia berusaha tetap tersenyum didepan gadis itu.


Adit melajukan mobilnya meninggalkan area Perusahaan.


"Ada perlu apa kamu ingin menemui ku?" tanya Adit disela-sela kebisuan mereka.


"Aku–." Dara bingung ingin mengatakan apa. Masih gengsi rasanya untuknya meminta maaf pada pria yang baru saja membuatnya sakit hati. "Kamu mau bawa aku kemana?" Dara merasa bingung karena ia tidak tahu kemana Adit akan membawanya.


"Aku ada meeting dengan klien jam 3 di cafe xx. Cepat katakan kamu ada perlu apa menemuiku? Kalau kamu jauh-jauh datang ke kantorku hanya ingin minta maaf aku sudah memaafkanmu."


"Kenapa sih dia ini menyebalkan sakali?" Dara menundukkan kepalanya.


"Kamu benar, aku datang untuk minta maaf padamu."


"Bukannya kamu udah dengar kalau aku udah memaafkan mu?" Aditya bermonolog dalam hatinya.


"Sebenarnya aku juga ga tahu itu salahku atau bukan."

__ADS_1


"Bukan kamu tapi aku yang salah–."


'Kamu yang menciumku, tapi bukan maksudku untuk menolakmu kemarin."


"Terus apa namanya kalau kamu ga nolak aku Dara?" sahut Adit dalam hati.


"Aku merasa terlalu berlebihan saja bila kamu harus bertanggung jawab dengan menikahiku."


"Emangnya ada yang salah dengan niatku itu?"


"Kita belum lama kenal. Aku ga tahu kamu seperti apa?"


"Makanya buka hatimu untuk lebih mengenalku."


"Pribadimu–."


"Pribadiku menyenangkan."


"Sifatmu–"


"Pekerjaanmu–."


"Aku GM di perusahaan yang tadi baru kamu datangi."


"Keluarga mu–."


"Kalau kamu mau sekarang aku bisa membawamu bertemu dengan Mommy dan Daddyku."


"Bahkan namamu sendiri saja aku tidak tahu."


"Namaku Aditya Darmawan. Apa lagi yang ingin kau tahu tentangku, aku sudah bilang kalau aku mencintaimu. Apa itu tidak cukup?" gumam Adit pelan dan Dara dapat mendengarnya.


"Tentu saja itu tidak cukup?"


Aditya mendadak menginjak Rem mobilnya. Dara sangat terkejut jika dirinya tidak memakai seatbelt mungkin saja ia sudah terlempar jauh keluar dari dalam mobil. Adit meraih kepala Dara dan menatap mata gadis itu dalam-dalam.

__ADS_1


"Apa dia bisa membaca pikiranku? Kenapa dia bisa menjawab pertanyaan ku tadi?" Aditya tidak sadar kalau tadi ia menggumam pelan yang masih dapat didengar oleh Dara.


"Apa kamu bisa menembus pikiran orang lain Dara?" tanya Adit masih memegang kepala Dara.


Dara merasa tidak nyaman ditatap seperti itu langsung memundurkan kepalanya agar terlepas dari tangan Adit.


"Apa maksudmu?" Dara bingung dengan pertanyaan Adit barusan. Sambil merapikan rambutnya yang sebagian menutupi wajahnya.


"Tadi aku bicara dalam hatiku sendiri tapi kenapa kamu bisa menyahutinya?"


Dara mengernyitkan dahinya, semakin bingung saja ia melihat pria itu.


"Menyahuti apa maksudmu?"


"Tadi kamu bilang–, Bahkan namamu sendiri saja aku tidak tahu. Terus aku jawab dalam hati Namaku Aditya Darmawan. Apa lagi yang ingin kau tahu tentangku, aku sudah bilang kalau aku mencintaimu. Apa itu tidak cukup? Terus kamu langsung nyahut Tentu saja itu tidak cukup? Begitu–." jelas Adit.


"Dasar pria aneh. Kamu itu ga bicara dalam hati tapi kamu beneran ngomong dodol." Ingin rasanya Dara menoyor kepala Aditya.


"Masa iya?" Adit memasang muka bingungnya karena dirinya sangat yakin kalau ia bicara dalam hati bukan menggumam.


"Jadi dari tadi, Lo ngata-ngatain gue? Ngutuk gue dalam hati Lo, begitu?" Dara mulai kesal panggilannya untuk dirinya dan pria itu pun berubah dari aku-kamu menjadi Lo-Gue.


"Bu-bukan gitu–." Adit masih bingung dengan situasinya saat ini.


"Udah ahk, males ngomong sama Lo." Dara turun dari mobil Adit.


"Seharusnya kan aku yang marah, tapi kenapa ini jadi dia yang marah sih?"


Karena keceplosannya membuat Aditya kehilangan kesempatan untuk menaklukkan hati wanita itu.


Untuk Part ini segini dulu yach.


T**adi keasyikan nulis novel yang TFYL**


Kalau dipanjangin ntar jadi begadang, sementara besok harus nguli lagi 🤭

__ADS_1


Tetep Like dan Vote yach 🤗 🙏


__ADS_2