My Soulmate

My Soulmate
Panggil aku Sayang


__ADS_3

Hari pernikahan adalah hari yang dinanti oleh semua pasangan, dan mempersiapkan pesta pernikahan adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari perencanaan pernikahan. Semua pasangan pengantin mempersiapkan hari pernikahan agar dapat menjadi hari bersejarah dan moment yang indah dan tak terlupakan. Tapi berbeda dengan yang dialami Kalycha. Pernikahannya adalah pernikahan yang tak pernah diharapkannya. Bukan karena dirinya benci akan pernikahan tapi karena waktunya yang tidak tepat. Disaat seharusnya dirinya masih bersekolah dan menikmati masa-masa mudanya kini harus pupus oleh ikatan sebuah pernikahan.


Haidar dan semua tamu undangan dan juga keluarga tengah menunggu kehadiran sang pengantin wanita yang tak juga turun dari kamarnya.


"Reva dimana Kalycha?" Pram berbisik pada istrinya. Ia mulai cemas karena semua tamu sudah menunggu termasuk Pak penghulu yang akan menikahkan putrinya dengan Haidar.


"Tadi udah beres sih Mas, sebentar aku tanya Dara dulu." Nayla mengambil handphonenya dari handbag miliknya lalu menghubungi Dara. Nayla berjalan menjauh dari tempat duduknya.


"Dek, Icha mana? Kenapa belum turun juga? Ini penghulu sudah nunggu. Cepat bawa Icha turun." Serentetan pertanyaan Nayla membuat Dara yang mendengarnya pusing. Belum lagi dia yang harus membujuk Kalycha karena dia tidak mau turun dan terus saja menangis.


"Teh, Icha nangis terus dan ga mau turun. Aku udah dari tadi ngebujuk dia tapi dia ga mau turun juga. Ini MUAnya juga bingung harus membenarkan make-upnya terus. Sekarang MUAnya udah turun Teh tinggal kami berdua disini Teh. Aku harus gimana Teh?"


"Berikan HPnya sama Icha." Dara pun langsung menyerahkan HPnya pada Kalycha.


"Teteh mau ngomong–." terdengar suara Dara yang menyerahkan HPnya pada Kalycha.


"Bunda, Icha ga bisa Bunda. Icha ga mau nikah Bun–." terdengar isak tangis Kalycha dari kamar hotelnya. Namun sebelum Nayla membujuknya terdengar suara dombrakan keras.


Braakkk...


Nayla terkejut mendengar suara pintu kamar hotel Kalycha dibuka paksa.


"Kenapa kamu belum juga turun?" Nayla terkejut mendengar suara Haidar disana, ia tak melihat kapan Haidar meninggalkan tempat duduknya. "Apa kamu sengaja ingin mempermalukan ku? Apa kamu mau membuat Daddymu juga malu? Kalau kamu ga mau menikah dengan ku, ga apa-apa. Kita batalin sekarang, tapi apa kamu siap menanggung resikonya? Cobalah untuk berpikir lebih dewasa. Jangan jadikan usiamu sebagai alasan kamu belum siap menikah. Karena semua ini adalah karena perbuatan mu. Makanya sebelum bertindak pikirkan dulu konsekuensinya. Bergaullah dengan orang yang benar-benar peduli denganmu bukan dengan orang yang akan merusak masa depanmu." Haidar menarik nafasnya berat sebenarnya ia tidak ingin menyalahkan Kalycha tapi dirinya terpaksa mengucapkan kata kasar pada wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.


"Apa kamu pikir hanya kamu yang dirugikan disini? Kamu ga pikirkan bagaimana perasaan ku yang harus menikahi mu? Kalau kamu tidak ingin menambah rasa malu pada keluargamu sebaiknya kamu turun sekarang. Aku tunggu 10 menit. Jika dalam waktu 10 menit kamu tidak juga turun. Akan ku tinggalkan acara ini sesuai dengan keinginanmu." Nayla tahu ada rasa kecewa di hati Haidar. Terdengar jelas dari nada bicaranya. Nayla sangat tahu kalau Haidar juga terpaksa melakukannya.


Dan tak lama kemudian Nayla tak mendengar lagi suara Haidar, ia hanya mendengar tangis Kalycha yang semakin pecah.


"Bunda, aku harus bagaimana? Kak Haidar marah banget Bun." Kalycha menangis sampai sesenggukan.


"Sayang sebaiknya kamu turun sekarang. Benar kata Haidar sayang, jangan permalukan Daddy lagi ya. Bunda mohon sayang–, Bunda ga mau nanti Daddymu akan semakin kecewa denganmu." Nayla pun ikut menangis karena merasa kasihan pada Kalycha yang harus menikah diusia dini.


"Udah teh, biar Dara bawa Icha turun sekarang." jawab Dara lalu mematikan panggilan teleponnya.


...✨✨✨...


Serangkaian acara pun sudah selesai. Dari mulai acara Ijab qobul sampai dengan acara resepsi pernikahan semua berjalan dengan lancar meskipun awalnya terjadi sedikit drama. Saat ini Haidar berada dikamar hotel suite room yang sudah dipersiapkan Pram untuk pasangan pengantin baru itu. Kalycha masih berat untuk berpisah dengan orangtuanya, bukan karena berat lebih tepatnya ia takut jika hanya berdua dengan Haidar. Kalycha masih berada dikamar Nayla dan Haidar sengaja meninggalkannya disana dan memilih untuk masuk ke kamarnya.


"Bun, Icha tidur disini aja yah Bun." Sudah lebih dari 15 menit Kalycha merengek pada Nayla supaya di ijinkan untuk tidur bersamanya.


"Sayang, sekarang kamu kan sudah menikah jadi sebaiknya kamu tidur bersama suamimu. Tidak baik meninggalkan suami dihari pertama kalian menikah."


"Tapi Bun–." Kalycha menghentikan ucapannya karena langsung dipotong oleh Nayla.


"Sayang Daddy kamu sebentar lagi akan datang, sebaiknya kamu ke kamarmu sekarang. Daddy pasti tidak akan suka bila melihat kamu masih disini. Bukan karena Daddy tak sayang kamu lagi tapi karena sekarang kamu sudah menikah dan memiliki tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang istri." Nayla mengingat kalau suaminya masih bersama dengan keluarganya yang lain ditemani oleh mertuanya Oma Milah.


"Icha takut Bun–."


"Apa yang kamu takutkan sayang? Haidar itu sekarang sudah jadi suami kamu. Sekarang kamu adalah tanggung jawabnya bukan lagi tanggung jawab Daddymu. Kami sebagai Orangtua hanya bisa memantau dan menasehati saja sayang. Kami tidak berhak ijut campur dalam urusan rumah tangga kalian. Sekarang kalianlah yang harus menjalani rumah tangga kalian sendiri. Percayalah Daddy dan Bunda akan selalu ada untukmu. Dan apapun yang akan kamu lakukan, dari mulai sekarang mintalah ijin suamimu lebih dulu."

__ADS_1


"Iya Bun." Kalycha tahu apa hukumnya bila tidak menurut pada suami. Sedikit banyaknya dia sudah dibekali ilmu agama oleh orangtuanya. Selanjutnya tugas suaminya lah yang akan membimbingnya bagaimana menjadi istrinya yang Sholehah.


"Sekarang kembalilah ke kamarmu."


"Baik Bun."


Dengan langkah gontai Kalycha berjalan menuju kamarnya. Ia sudah memegang key card kamarnya.


...🎎 🎎 🎎...


Haidar tampak diam dari awal dia sudah kesal dengan Kalycha. Haidar sengaja membiarkan Kalycha berada di kamar mertuanya itu. Setelah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya dia langsung berbaring ditempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang seharian lelah menyambut tamu-tamu yang mengucapkan selamat kepadanya.


Terdengar suara pintu dibuka, Haidar masih belum tidur dia hanya memejamkan matanya saja. Kalycha masuk perlahan melihat Haidar yang sudah berbaring di tempat tidur dirinya pun tidak ingin mengganggu Haidar.


"Apa Om Hai udah tidur?" Kalycha mengipas-ngipas tangannya didekat wajah Haidar. "Hmmm syukurlah Om Hai udah tidur." Gumamnya pelan tapi Haidar masih bisa mendengarnya dengan jelas. "Tapi gimana caranya aku melepaskan gaun ini? Ga mungkin aku harus balik lagi ke kamar Bunda."


Kalycha mencoba membuka gaun pengantin yang dikenakannya tapi dia kesulitan membukanya karena gaun itu memakai kancing belakang. Haidar melihat Kalycha sedang kesulitan tapi dia kembali memejamkan matanya saat Kalycha berbalik melihat kearahnya.


"Apa aku bangunkan Om Hai aja? Tidak-Tidak aku tidak boleh membangunkannya. Atau aku minta tolong anty Dara saja? Ya sebaiknya aku telpon anty Dara saja. Meminta bantuannya untuk membuka gaun ini." Kalycha bermonolog pada dirinya sendiri. Lalu mencari Handphonenya dan segera mencari nama Dara di kontaknya. Lalu duduk di tepi tempat tidur.


"Mau telpon siapa?" Haidar merebut Handphone Kalycha dari tangannya. Dan sontak membuat Kalycha terkejut.


"Om Hai–, Kok Om bangun? Apa jangan-jangan Om belum tidur ya?" tanya Kalycha kesal karena Handphonenya diambil dari tangannya.


Cup.


Haidar mencium bibir Kalycha.


Cup.


Haidar kembali mencium bibir Kalycha, seperti sengaja menggoda istrinya itu.


"Om Hai–, apa-apaan sih cium-cium Icha terus."


Cup. Cup.


Lagi-lagi Haidar mencium Kalycha.


"Apa-apaan sih Om!"


Cup.


Haidar mencium bibirnya lagi.


"OOOMMM!!!" Kalycha marah tapi sebelum Haidar menciumnya, Ia langsung menutup mulutnya. Tapi bukan Haidar namanya kalau tidak bisa melepaskan tangan Kalycha dari mulutnya. Haidar tidak kehabisan akal dia pun meremas gundukan milik Kalycha itu. Sehingga membuat tangan Kalycha lepas dari mulutnya dan menutup kedua gunung kembarnya itu.


Cup.


Haidar berhasil mencium Kalycha lagi.

__ADS_1


"Selama kamu panggil aku Om selama itu pula aku akan terus menciummu. Dan itu juga bukan ciuman tapi kecupan karena aku tidak merasa kalau aku sedang berciuman denganmu." ucap Haidar dengan seringai senyum liciknya.


Kalycha terdiam dia tidak mau lagi salah menyebut panggilan suaminya itu.


"Terus kamu maunya aku panggil apa?" Kalycha memilih aman saja dengan memanggil Haidar dengan sebutan Kamu.


"Terserah–."


"Kalau terserah, kenapa marah aku panggil Om–" Kalycha langsung menutup mulutnya. "Itu." Lanjutnya langsung mengganti dengan kata itu takut Haidar akan kembali menciumnya. Haidar tersenyum melihat Kalycha yang tampak kesal karena ia selalu menciumnya.


"Apa menurutmu panggilan Om itu pantas untuk memanggil suamimu sendiri?"


"Kalau gitu aku panggil Kakak ajah."


"Kamu bukan adikku. Cukup Helsa yang panggil aku kakak."


"Tadi katanya terserah, tapi protes mulu."


"Kalau panggil Mas?"


"Bunda udah manggil Daddy dengan sebutan itu. Aku ga mau kamu samaan sama Bunda yang manggil suaminya Mas."


"TERUS MAUNYA DIPANGGIL APA?" Kalycha mulai kesal.


"Ter–."


Belum sempat Haidar meneruskan ucapannya Kalycha sudah lebih dulu memotongnya.


"Jangan bilang terserah kalau semua yang ku pilih kamu ga setuju."


"Hahaha." Haidar merasa senang sudah berhasil membuat istri kecilnya itu kesal.


"Panggil Sayang aja." ucap Haidar sambil tersenyum.


"Ga, Icha ga mau–."


"Kalau gitu bersiaplah ku cium terus karena aku maunya kamu panggil aku hanya dengan sebutan itu."


"Itu curang namanya. Tadi bilangnya terserah–, sekarang kamu sendiri yang nentuin, maunya apa sih sebenarnya? Pokoknya aku ga setuju." Kalycha bersih keras menolak sebutan yang diajukan Haidar itu.


"Kamu mau panggil aku sayang atau kamu mau aku minta hak ku sekarang?" Haidar menatap Kalycha dengan senyum licik dibibirnya. Kalycha tampak berpikir keras dan itu membuat Haidar senang karena sudah berhasil mengerjai istrinya itu.


"Sial.... Sial... Siiaaalllll...."


"Iya aku panggil sayang ajah." Kalycha pun menyerah.


Maaf ya baru bisa UP.


Baru ada sinyal 🤔

__ADS_1


Maklum Author tinggalnya di Dunia antah berantah 🤭


Jangan Lupa Likenya ya 😍


__ADS_2