My Soulmate

My Soulmate
Ingus Si Juni


__ADS_3

Hari yang dinantikan pasangan pengantin baru stock lama itupun tiba. Kalycha masih belum tahu kemana tujuan honeymoon mereka karena Haidar masih merahasiakannya. Bahkan semua keluarganya juga tidak ada yang tahu.


"Mas kita mau kemana sih?" wanita itu terus saja bertanya pada suaminya.


"Ga supris dong Yang, kalau aku kasih tahu sekarang." sahut Haidar sambil menggamit hidung Kalycha.


"Ayah sama Ibu cuma bisa mendoakan semoga perjalanan kalian aman dan selamat sampai ditempat tujuan. Dan jangan lupa kabari Ibu kalau kalian sudah sampai." pesan Halimah kepada anak dan menantunya.


"Iya Bu, nanti Icha pasti langsung kabari Ibu." sahut Kalycha lalu memeluk Ibu mertuanya.


"Sischa Malvin ga boleh ikut?" tanya si kurcaci lucu itu.


"Kamu mau ngapain mau ikut Sischa? Sischa kan mau pergi pacaran sama Mas Haidar–." sahut Malven. Kedua saudara kembar itu memiliki sifat yang bertolak belakang kalau Malvin suka bermanja dengan Kalycha sedangkan Malven dia lebih mendukung dan melindungi Kakak tercintanya itu.


"Huusss, kamu itu siapa yang bilang kalau Sischa mau pergi pacaran sama Mas Haidar?" tanya Nayla yang kaget mendengar ucapan Malven putranya.


"Daddy–." jawab kedua putranya itu bersama sambil menunjuk kearah suaminya.


"Mas, kamu itu apa-apaan sih, selalu aja ngajarin anak yang ga bener." gerutu Nayla jiwa ke Ibu-ibuannya akan meronta bila kedua putranya itu mendapat pelajaran yang tidak benar dari suaminya.


"Mereka tanya sama aku, Sischa nya mau pergi kemana Dad? Aku jawab mau pergi bulan madu. Terus mereka tanya lagi bulan madu itu apa Dad? Mas bingung jawab apa, jadi mas bilang aja kalau Sischa nya mau pergi pacaran. Masa iya aku bilang Sischa nya mau kasih ponakan buat mereka?" jawab Pram dengan entengnya dan tanpa berdosa.


"Auuuwww, Sakit Reva!!!" Sebuah capitan mendarat di perut Pram membuatnya meringis kesakitan.


"Makanya kalau ngajarin anak-anak itu yang bener. Mas kan bisa bilang kalau Sischanya mau pergi jalan-jalan." sahut Nayla kesal.


"Aku bukan guru Sayang. Lagi pula kalau aku bilang Icha mau jalan-jalan, terus kalau mereka minta ikut gimana?" Pram masih saja membuat alasan untuk membela dirinya.


"Udah dong Bun, Dad–. Ga malu apa ribut diliatin sama besan sendiri." protes Kalycha.


"Daddy kamu nih kalau ga dikasih tahu suka ga bener Cha." Nayla masih saja kesal dengan suaminya itu.


"Kuliahnya aja sampai tamat S2 tapi ngajarin anak ga pernah bener." begitulah arti tatapan Nayla yang menatap tajam kearah suaminya. Nayla memang sangat hati-hati dalam mendidik putranya itu. Karena kedua putranya itu sangat aktif dan rasa ingin tahunya sangat tinggi makanya kadang dia kewalahan sendiri dalam mengawasi kedua putranya itu. Bukan Malvin yang dia khawatirkan tapi sikap Malven yang terlihat sangat dewasa dalam berpikir sementara usia keduanya baru 5 tahun.


"Pesawat keberangkatan jam berapa Dar?" pertanyaan Abas mengalihkan perdebatan suami istri itu.


"Hmmm satu jam lagi Pa."


"Ya sudah kalian masuk sana check in dulu." ucap Deon juga ikut mengantar mereka ke bandara.


"Udah Yah, aku check in online, jadi nanti tinggal masuk aja kalau udah dipanggil."


"Emang kalian mau honeymoon kemana sih?" Jiwa kepo Deon berontak ingin tahu kemana anak dan menantunya itu akan pergi berbulan madu.


"RAHASIA!!!" bukan Haidar yang menjawab tapi semua yang ikut mengantar mereka termasuk si kembar. Karena jika ditanya Haidar hanya menjawab satu kata itu "Rahasia" sementara Kalycha hanya bisa tersenyum.


...💞 💞 💞 💞...


Di tempat lain di sebuah rumah sakit, seorang dokter cantik itu sedang mendapatkan peringatan dari dokter bedah jantung dan direktur rumah sakit tempatnya bekerja. Pasalnya saat dokter bedah jantung itu sedang melakukan operasi, Helsa malah melamun sehingga tidak menyadari kalau pasien yang sedang dioperasi mengalami penurunan kesadaran.


"Ada ada dengan dokter Helsa sebenarnya? Apa dokter sedang ada masalah?" tanya dokter Bagus direktur rumah sakit tempatnya bekerja.


"Maafkan saya dok–." hanya itu yang bisa keluar dari mulutnya.


"Kalau saja pasien itu sampai meninggal dimeja operasi mau ditaruh dimana muka saya?" dokter Handoko spesialis jantung itu masih saja kesal dan marah pada Helsa. "Lain kali saya tidak mau dia ada di tim operasi saya." tegasnya lagi.


"Dok, jangan seperti itu. Kita ini hanya manusia biasa yang kadang melakukan kesalahan. Selama dokter Helsa bekerja disini belum pernah sekalipun dokter Helsa melakukan kesalahan jadi tolong maafkan dia. Lagi pula dia juga sudah minta maaf, sebagai manusia apa salahnya kita juga memaafkan orang yang sudah minta maaf kepada kita." bela dokter Bagus. Beliau memang orang yang sangat disegani dan dikagumi dirumah sakit itu, selain sikapnya yang mengayomi dia juga sudah seperti bapak bagi semua mereka yang bekerja disana. Sifat yang sangat bertolak belakang dengan dokter Handoko.

__ADS_1


Dokter Handoko adalah dokter yang terkenal dengan tangan ajaibnya. Jarang pasien yang ditanganinya meninggal dunia. Hampir 95 persen pasien yang datang berobat kepadanya akan sembuh. Dan itu membuatnya sedikit sombong dan congkak. Karena dia memang dokter yang cerdas.


"Saya tidak mau tahu dok, kalau dokter masih mau saya melakukan operasi di rumah sakit ini maka keluarkan dia dari tim saya. Saya ingin dokter Helsa digantikan dokter yang lain. Bukan hanya dia saja kan dokter anastesi dirumah sakit ini?" ucapnya tegas pada dokter Bagus. Lalu dokter Handoko berjalan keluar namun sebelumnya ia mendekati Helsa dan berbisik di telingannya. "Kalau kamu mau saya maafkan, temui saya di hotel xxx malam ini."


Mendengar bisikan pria itu Helsa geram dan mengepalkan tangannya dengan kuat.


"DASAR BANDOT SIALAN–." teriaknya dalam hati.


Setelah dokter Handoko keluar, tak lama kemudian Helsa pun permisi keluar dari ruangan direktur itu. Tapi sebelumnya ia juga mengatakan kepada dokter Bagus apa yang menjadi keinginannya.


"Dokter, saya akui saya salah. Dan saya menyanggupi permintaan dokter Handoko untuk dikeluarkan dari tim operasinya."


"Buat apa juga aku harus satu tim dengan dokter bandot sialan itu."


"Baiklah, tapi kalau bisa kamu tetap harus minta maaf kepadanya. Dia salah satu orang kepercayaan pemilik rumah sakit ini. Saya ini hanya menjalankan tugas saya saja. Saya takut karirmu akan dirusaknya nanti." ucap dokter Bagus dengan perasaan khawatir karena dirinya sudah mengenal jelas bagaimana perangai dokter Handoko.


"Saya bisa resign dok kalau itu yang dokter takutkan."


"Bukan itu yang saya maksud Helsa." hati Helsa terasa tercubit ketika dokter Bagus hanya menyebut namanya tanpa memanggilnya dengan gelar depannya itu. Ia merasa kalau dirinya sedang dinasehati oleh Deon Ayahnya. "Dia itu tipe orang yang pendendam saya takut nanti karir kamu akan dirusak olehnya. Sekarang kamu kan sedang membuat penelitian dengan beberapa dokter yang lain dan saya takut itu juga akan berimbas kepada teman-temanmu di tim penelitian."


"Sial, kenapa aku bisa lupa tenteng itu. Masa iya sih aku harus nemuin bandot tua itu dihotel?"


"Akan saya pikirkan dok, kalau begitu saya permisi dulu dok–."


Helsa pun keluar dari ruangan dokter Bagus, ia langsung berjalan keluar dari rumah sakit menuju taman yang ada didekat rumah sakit tempatnya bekerja.


"Aaaaakkkk–" teriak Helsa membuat seseorang yang sedang duduk ditaman itu terkejut melihatnya.


Sebelum teriak Helsa mengira hanya dirinya sendiri yang ada ditaman itu.


"Laki-laki brengsek, sialan, tua bangka, bandot mesum." begitu banyak kata-kata cacian yang keluar dari mulutnya.


"Aaaaa.... aaaa...." gadis itu menangis seperti anak kecil. "Kenapa sih gue sial banget hari ini. Gue harus gimana? Masa iya gue harus penuhi permintaan bandot tua itu? Gue kan masih perawan, masa iya gue harus kasih punya gue yang ori ini ke bandot tua itu. Aaaaa.... aaaaa." Helsa menangis dan tak henti-hentinya mencaci pria yang sudah melecehkannya itu.


"Ibuuuu, Ayaaaah Elsa harus gimana?" Helsa duduk menangis sambil menghentak-hentakkan kakinya ketanah.


"Siapa yang udah melecehkan kamu Sa?" tanya seseorang dari belakangnya dan seketika Helsa terdiam tapi masih sesenggukan.


Dilihatnya pria itu sudah berdiri didepannya. Pria yang sudah membuatnya tidak fokus dalam bekerja. Pria yang sudah dilukai hatinya dan juga melukai hatinya sendiri. Pria yang dirindukannya padahal baru sehari tidak bertemu. Pria yang selalu ada untuknya disaat dia susah. Bahkan disaat seperti ini dia sangat membutuhkan dukungan pria itu.


Helsa berdiri dan langsung dipeluknya pria itu. "Kak Roy–." Helsa kembali menumpahkan airmatanya. Roy yang tidak tahan melihat gadis yang dicintainya itu menangis langsung membalas pelukannya.


"Katakan Sa, siapa yang sudah melecehkan mu?"


Roy mengikuti Helsa saat ia melihat gadis itu berjalan keluar dari rumah sakit.


Awalnya dirinya datang kerumah sakit memang ingin menemui gadis itu. Tapi ketika gadis yang ingin ditemuinya itu berjalan ke taman sambil menangis akhirnya diputuskannya untuk mengikutinya dan duduk dibangku taman yang tak jauh dari tempat Helsa duduk.


Helsa masih diam dan menangis dalam pelukan pria itu. Rasa nyaman dan terlindungi yang dirasakannya dan hampir membuatnya tertidur.


"Sa, Helsa–." Roy melonggarkan pelukannya dan mengajak Helsa untuk duduk. "Sekarang ceritakan siapa yang sudah melecehkan mu?" Roy bertanya dengan emosi yang tertahan. Pasalnya baru kali ini dia melihat gadis itu menangis sehisteris itu. Bahkan sampai mencaci-maki seseorang dengan suara yang keras.


"Helsa, lihat Kakak–." Roy memegang erat bahu Helsa, meminta gadis itu untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. Tapi tiba-tiba saja gadis itu jatuh pingsan dan Roy langsung membawanya pulang ke apartemennya bukan ke rumah sakit yang tentunya lebih dekat dengan posisi mereka saat itu.


Pria itu sepertinya tahu kalau Helsa sedang ada masalah ditempat kerjanya, sehingga dirinya lebih memilih untuk membawa Helsa pulang ke apartemennya.


**🔸

__ADS_1


🔸


🔸


🔸


🔸**


Pasangan pengantin baru itu sudah berada didalam pesawat. Kalycha baru tahu tempat tujuan mereka adalah Nihiwatu Sumba di Nusa Tenggara Timur yang tepatnya terletak di Desa Hobawawi setelah mereka mendapat panggilan untuk masuk kedalam pesawat.


Awalnya dia mengira kalau suaminya itu akan mengajaknya honeymoon keluar negeri tapi ternyata dia salah. Tujuannya adalah Nihiwatu Sumba yang ternyata tempat itu termasuk salah satu destinasi Hotel terbaik di dunia.


Setelah sampai di Bandara Umbu Mehang Kunda, mereka masih harus mengendarai mobil menuju Nihiwatu. Waktu tempuh dari Bandara ke tempat itu lumayan jauh hingga memakan waktu sekitar 3,5 jam. Haidar sudah membooking salah satu villa yang ada di sana.


"Kamu capek Yang?" tanya Haidar ketika mereka sudah berada dalam mobil jemputan dari villa tempat mereka akan menginap selama seminggu.


"Hmmm–." Kalycha hanya berdehem. Haidar menarik tubuhnya kedalam pelukannya, membiarkan istrinya itu tidur dalam pelukannya.


Pasalnya malam sebelum keberangkatan mereka, Haidar tak henti-hentinya mengajak istrinya itu bercinta dengannya. Tubuh Kalycha remuk redam melayani kebutuhan suaminya itu. Dirinya sudah seperti candu bagi Haidar.


"Tidurlah, nanti kalau sudah sampai Mas bangunkan."


Perjalanan yang melelahkan tapi setelah sampai ditempatnya sungguh sangat menakjubkan. Mata Kalycha seperti dimanjakan dengan pemandangan pantai yang sangat indah dan bersih. Villa tempat mereka menginap juga nyaman dan berstandar internasional.


Selain itu tempat itu juga menyediakan fasilitas liburan yaitu trekking ke sejumlah destinasi indah di Sumba, safari, berkuda layaknya prajurit Sumba, memasak makanan lokal, dan berkunjung ke pasar tradisional Waikabubak.


Mendengar penjelasan dari pihak Villa itu membuat Kalycha sudah tidak sabar ingin mengunjungi tempat-tempat yang disebutkannya itu satu persatu.


Mereka juga dapat menikmati olahraga air yakni surfing, jet ski, scuba diving, paddle board atau sekadar jalan santai di Pantai Nihiwatu.


"Mas, Icha laper." ucapnya ketika mereka sudah sampai di salah satu kamar di Villa yang sudah dibooking Haidar.


"Laper apa laper?" goda Haidar dengan senyum genitnya.


"Laper mas–." rengeknya manja.


"Mau makan disini atau di restoran?"


"Disini aja deh mas, aku pengen rebahan bentar. Tapi abis makan kita jalan-jalan ke pantai ya Mas?"


"Iya sayang tapi sebelum itu kenyangin si Juni dulu ya Yang, dia juga udah laper nih." Haidar melirik bagian selangkangannya.


"Dasar mesum."


"Mesum sama bini sendiri itu ga dosa Yang–."


"Tapi aku laper banget mas. Masih capek juga." Kalycha ingin menolak hasrat suaminya itu.


"Entar juga seger sendiri kalau udah dapet ingus si Juni Yang–." ucapnya sambil menjalankan aksinya.


"Ngomong sama kamu aku ga pernah menang Mas kalau soal kemesuman."


Hai Hai Hai....


Sekarang 1 Eps-nya Author buat panjang-panjang Loh.


Jangan Lupa panjangin juga jempol-jompol kalian yach 🤗

__ADS_1


Masa ya favorit ratusan yang Like cuma belasan sih 🙄


(AUTHOR MAKSA) 🤭


__ADS_2