My Soulmate

My Soulmate
Adegan 21 ples-ples


__ADS_3

Roy begitu senang akhirnya bisa bersama lagi dengan wanita yang dicintainya itu. Roy melajukan mobilnya ke sebuah mall besar yang ada dipusat kota. Helsa merasa heran mengapa pria itu membawanya ke mall bukan mengantarnya pulang kerumah.


"Ngapain kita kesini Kak?" tanya Helsa ketika Roy sudah berdiri membukakan pintu untuknya.


"Tadi kan Kakak udah bilang, temani Kakak nonton."


"Tumben-tumbenan ngajakin nonton, biasanya selalu sibuk dan paling males kalau diajakin nonton."


"Tumben?" Helsa seperti mencium ada sesuatu yang mencurigakan pada pria yang kini sedang menggandeng tangannya itu.


"Sebenarnya Tuan Pram ingin mengadakan Familly Gathering di hari valentine nanti. Tapi bingung mau buat konsep yang seperti apa. Jadi Tuan Pram minta Kakak buat cari reverensi, kakak juga bingung mau kasih reverensi yang seperti apa. Jadi kakak minta tolong ke kamu kasih kakak ide yah. Abis kakak pusing banget ga tahu juga mau buat konsepnya yang seperti apa. Makanya kakak ngajakin kamu nonton siapa tahu dari film yang kita tonton kamu bisa dapat inspirasi buat konsepnya seperti apa."


"Tuh kan, tebakan aku benar. Pasti ada maunya nih orang."


"Kok jadi Helsa sih yang cari idenya? Itu kan kerjaan Kakak."


"Kakak kan minta bantuan kamu. Pliss ya, nanti bonusnya Kakak beliin tas branded deh." rayu Roy.


Mendengar di iming-imingi tas branded langsung membuat Helsa semangat.


"Bener loh ya? Awas kalau bohong." Wanita itu langsung semangat dan tersenyum senang, sudah lama ia mendambakan membeli tas baru tapi belum kesampaian. Karena sebenarnya gadis itu sangat irit dan lebih mengutamakan kebutuhan yang lebih penting dibandingkan barang-barang yang hanya akan dijadikan pajangan saja.


"Segitu aja udah buat kamu seneng banget dek." Roy pun menganggukkan kepalanya.


"Oke, nanti Helsa bantuin cari idenya. Tapi ada syaratnya kak?"


"Pake syarat-syarat segala sih? Kan nanti Kakak beliin tas branded?"


"Itu kan bonus kak." ucap Helsa dengan seringai liciknya.


"Emang apa syaratnya? Kamu minta dikawinin? Hayuuk– Siapa takut!" serunya dengan senyum yang menggoda.


"Idih, itu sih maunya Kakak–."


"Emang kamu ga mau?"


"Ga mau kalau ga ada lamaran Romantis." ingin rasanya dirinya mengucapkan kalimat itu tapi bibirnya terasa keluh.


"Enggak–." tapi Roy tahu kalau sebenarnya wanitanya itu juga mengharapkan hal yang sama sepertinya.


"Hati dan ucapan kamu ga sama dek–."


"Iiih, udah kayak mbah Jambrong aja." Helsa menyunggingkan senyumnya.


"Emang kamu kenal siapa mbah Jambrong?"


"Enggaklah–." Helsa mendelik ngeri membuat ia merinding. Membayangkannya saja dia sudah takut apalagi ketemu langsung dengan orangnya pasti ngacir tuh cewek.


"Terus apa syaratnya?"


"Gampang kok, ntar pas acara familly gathering jadi, ajakin Helsa juga ya Kak." pintanya manja sambil menggoyang-goyangkan tangan Roy ke kanan dan ke kiri seperti anak kecil.


"Ga kamu minta kakak juga bakalan ajakin kamu dek–." itu hanya bisa diucapkannya dalam hati. Ga ingin cewek yang disampingnya itu besar kepala.


"Liat entar aja yah. Kakak kan harus ijin dulu sama Tuan Pram."


"Oke deh. Tapi tas brandednya dibeli sekarang kan?" rayunya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin dengan mengedip-ngedipkan kedua matanya.


"Tunggu lulus dulu dong reverensi kamu. Diterima atau tidak nanti sama Tuan Pram. Kalau ga diterima itu sama aja Kakak rugi Bandar."


"Iiish, pelit–!!" serunya lalu melepaskan genggaman tangan Roy.


"Mau kemana?" Roy kembali meraih tangan Helsa.

__ADS_1


"Pulang aja deh."


"Kita udah sampe disini loh, kok pulang sih dek?" Roy melihat gadis itu cemberut. "Iya-iya nanti beli tas nya sehabis nonton."


"Bener ya?" tanyanya memastikan.


"Hmmm–." Roy hanya berdehem. Gadis itu sangat senang tanpa sadar langsung memeluk tubuh pria yang disampingnya itu. Lalu melepaskannya setelah dia sadar dan membuatnya sangat malu.


...💕 💕 💕 💕 💕...


Mereka sudah sampai gedung diarea bioskop.


"Mau nonton film apa?" Roy melihat gadis itu tengah sibuk dengan ponselnya.


"Ntar dulu Kak, nih aku balas pesan Ibu dulu."


"Ibu nanya apa?"


"Ibu bilang ga bisa pulang, karena hari ini saudaranya Ibu mau dioperasi." sahutnya sambil terus menggerakkan jempolnya menari-nari diatas benda pipih itu.


"Kamu sendirian dong dirumah? Apa mau kakak temenin?" goda Roy dengan senyum genitnya.


"Iih enggak ahk." gadis itu menolak, lalu menyimpan ponselnya kedalam tasnya.


"Ya udah, mau nonton film apa?"


"Horor." jawabnya ketus.


"Kok horor sih dek? Kan acaranya temanya Valentine day."


"Udah tahu nanya lagi, ya jelas film romantis lah Kak."


"Hehe–." Roy tertawa sendiri, ia sengaja membuat gadis itu kesal karena menurutnya gadis yang cemberut itu terlihat lebih cantik.


"Udah, beli tiketnya sana."


"Terus tadi kenapa nggak beli online aja?"


"Ga ada planning mau nonton dek. Idenya tadi nongol pas ketemu sama kamu." ucap Roy dengan sejuta alasannya membuat gadis itu terbuai dengan gombalan-gombalan recehnya.


Setelah mendapatkan tiket nonton dan melilih posisi tempat duduk.


Tak sengaja mata mereka beradu pada dua pasang mata yang juga sedang menatap kearah mereka.


"Udah baikan nih ceritanya?" sindir Haidar saat melihat adik dan sahabatnya itu juga menonton film yang sama yang akan mereka tonton.


"Kagak, nih Kak Roy yang minta temenin nonton buat cari llham katanya." sahut Helsa asal. Roy merasa tidak senang dengan jawaban wanitanya itu.


"Ilham kok dicari, si Ilham tuh lagi bobok sama emaknya." balas Haidar dengan tak kalah absurd-nya.


Roy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ke absurbkan adik-kakak itu.


"Kami duduk diatas Dar–." Roy permisi karena bangku mereka dua tingkat diatas bangku Haidar dan Kalycha.


"Awas lo, jangan buat mesum digedung bioskop." Haidar seperti memberi peringatan kepada sahabatnya itu.


"Sialan Lo–, kalau gue mau, ngapain juga gue buat mesum disini? Kalau Hotel banyak diluar sana? Atau jangan-jangan Lo kali, yang suka buat mesum dibioskop?" balas Roy yang kesal pada sahabatnya itu.


Mata Kalycha langsung membulat ketika mendengar ucapan Roy.


"Sama siapa Mas?" Kalycha langsung menodongkan pertanyaan karena yang pasti sindiran itu bukan untuknya.


Haidar langsung menatap tajam pada Roy, seperti mengancam "Awas Lo ya!!!" sementara Roy tidak takut ia malah menjulurkan lidahnya mengejek sahabatnya itu.

__ADS_1


"Mas sama siapa?" tanya Kalycha lagi.


"Ga ada Sayang, itu sih Roy asal aja ngomongnya." bujuk Haidar sambil merangkul pinggang Kalycha, tapi Kalycha langsung melepasnya. Ia tak percaya kalau Roy asal ngomong saja.


"Sayang kok jadi marah gitu? Beneran ga ada Yang–, mas ga pernah buat begituan apalagi disini kan banyak yang nonton." Haidar berusaha menyakinkan istrinya bahwa omongan sahabatnya barusan itu janya candaan saja.


"Nggak mungkin Kak Roy asal ngomong kalau dia ga pernah liat sendiri? Mungkin dulu mas ngelakuinnya sama mantan pacar mas yang namanya Inez itu, Iya kan?" tuduh Kalycha.


Haidar kembali melihat kearah Roy dan adiknya. Roy tersenyum penuh kemenangan sementara Haidar bingung bagaimana caranya membuat istrinya itu percaya padanya.


"Yang, percaya deh aku ga pernah begitu." Haidar berusaha membujuk Kalycha.


"Aku bete, mau pulang aja. Udah ga mood mau nonton." Kalycha berdiri lalu berjalan keluar dari bioskop.


"Yang, Sayang–." Haidar mengejar Kalycha yang merajuk.


Sementara Roy tersenyum senang karena berhasil mengusir pasangan baru itu. Sebenarnya Ia sengaja mengatakan itu supaya Kalycha marah dan mengajaknya untuk pulang. Dan ternyata berhasil. Dirinya tidak ingin kencannya diganggu oleh sahabatnya itu.


"Kok kakak seneng gitu liat Kak Haidar dan Kak Icha pulang?" Helsa melihat curiga pada pria yang duduk disampingnya itu.


"Ga apa-apa, udah jangan berisik ntar yang lain marah lagi."


Lampu bioskop sudah dimatikan suasana yang awalnya terang berubah menjadi remang-remang. Kata orang nonton berdua dengan pasangan itu sangat romantis apalagi yang di tonton juga film romantis. Begitu juga yang dirasakan Helsa, dia begitu senang bisa nonton berdua dengan pria yang dicintainya itu.


Padahal itu bukan pertama kalinya dia menonton berdua dengan pria itu. Tapi suasana saat itu sangat berbeda lebih terasa romantis, mungkin karena saat ini Helsa sudah menyadari betapa ia mencintai pria yang duduk disampingnya itu.


Roy meraih tangannya dan menautkan jari-jari mereka. Dan tiba-tiba fokus mereka terpecah saat mendengar suara-suara aneh dari bangku yang ada tepat didepan mereka. Awalnya mereka fokus dengan film yang mereka tonton tapi kini mereka penasaran dengan Pa yang dilakukan pasangan yang duduk didepan mereka itu.


"Kak, mereka lagi ngapain?" bisik Helsa ditelinga Roy membuat Roy merinding karena sensasional yang dirasakannya karena hembusan nafas wanita itu.


"Kamu beneran ga tahu mereka ngapain?"


Helsa menggelengkan kepalanya.


"Kamu itu dokter bukan sih Sa? Masa kamu ga tahu mereka lagi ngapain?


"Terus kamu mau tahu mereka ngapain?"


Helsa menganggukkan kepalanya. Karena dari tadi dia berusaha mengintip pasangan itu tapi Roy mencegahnya. "Emang mereka ngapain?"


"Mereka lagi buat adengan 21 ples-ples." bisik Haidar.


"21 ples-ples apaan sih Kak?" tanya Helsa semakin bingung dengan istilah yang diucapkan Roy.


"Nih cewek beneran polos atau pura-pura polos sih?"


"Kamu beneran ga tahu apa itu adegan 21 ples-ples?"


Helsa menganggukkan kepalanya lagi.


Roy menarik nafasnya. Ini sama aja seperti ujian juga baginya.


"Aku mau ngintip ya kak, adegan 21 ples-ples itu kayak apa sih aku penasaran?" ucapnya lalu menggeser duduknya agak condong ke depan. Tapi sebelum Helsa berhasil mengintip pasangan itu Roy sudah lebih dulu menarik tangannya lalu mencium bibirnya.


Helsa kaget dan langsung mendorong tubuh Roy menjauh dari tubuhnya.


"Kak Roy jangan cari kesempatan dalam kesempitan gitu dong." Helsa kesal karena merasa seperti dimanfaatkan.


"Dari pada kamu ngintip mereka, lebih baik kita buat adegan 21 ples-ples kita sendiri." ucap Roy dengan senyum yang menggoda.


Wajah Helsa langsung panas dan merona begitu ia tahu apa yang dimaksud dengan adegan 21 ples-ples. Seandainya gedung itu terang mungkin saat ini ia sangat malu menatap pria yang ada disampingnya itu.


Roy tahu kalau wanita itu sekarang sedang malu. Dan itu membuat Roy semakin ingin menggodanya.

__ADS_1


"Mau dilanjutin ga adegan 21 ples-plesnya?" bisik Haidar ditelinga Helsa. "Aauuuwww sakit dek." Roy mendapatkan cubitan dipinggangnya dari gadis itu.


Tinggalkan Jejakmu ya gaes 🤗


__ADS_2