My Soulmate

My Soulmate
Anda Salah Ferguso


__ADS_3

Anita POV


Aku begitu terkejut saat melihat Haidar juga ikut acara Family gathering yang diadakan kantor. Pria yang sudah lama aku sukai. Dulu aku sangat terpukul ketika tahu dia meninggal dunia tapi yang lebih mengejutkanku aku mendengar bahwa dia tidak meninggal dan itu membuatku sangat senang.


Aku pernah bertemu dengannya saat pertemuan kantor dengan PT Prakasa Sains ternyata dia sudah menjadi CEO diperusahaan itu. Aku senang karena dia masih mengingatku, aku juga merasa beruntung karena Roy membawaku ke acara pertemuan itu mendampinginya sebagai perwalian dari perusahaan Liemasta Group. Tapi sialnya sebulan kemudian aku mendengar kabar kalau dia akan menikah dengan Putri dari Tuan Pram yang tak lain pemilik dari perusahaan tempat ku bekerja.


Saat ini aku melihatnya berjalan kearah ku, aku gugup dan aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku berpapasan dengannya, ku pasang senyum terindahku tapi sayang dia tidak melihatku dan itu membuatku sakit hati.


"Apa aku pura-pura tenggelam aja kali ya?" hanya itu yang ada dalam pikiranku saat itu.


Brryyyuuuuurrrr.


Aku menjatuhkan diriku ke kolam renang.


"To-tolong... toloooonggg." Aku sambil melihat kearahnya. Dan aku senang akhirnya dia nyebur ke kolam renang untuk menolongmu.


Brryyyuuuuurrrr


Dia berenang kearahku, aku bahagia saat dia menyentuh tubuhku. Dadaku bersentuhan dengan dadanya dan itu membuat jantungku berdebar dengan kencang.


Aku mengintip orang-orang ramai mengerumuni aku dan Haidar.


"Nita, Nit– Bangun!" Haidar menepuk-nepuk pipiku aku senang kalau dia mengkhawatirkan ku. "Anita, bangun Nit–!" ingin rasanya aku memeluknya.


"Panggilkan dokter–." aku mendengar teriakan Roy, dan itu membuatku kesal. Aku ingin Haidar menggendongku dan membawaku ke kamarku. Aku ga butuh dokter aku butuhnya Haidar saja. Laki-laki yang sudah lama ku rindukan.


"Ngapain jauh-jauh, ada gue!" Entah siapa yang mengatakan itu.


"Minggir Lo kak–." Lagi-lagi dia memerintah, menyuruh Haidar untuk bergeser dari sampingku.


Perempuan itu mendekatkan telinganya kewajahku, Entah apa yang mau didengarnya. Kemudian dia memegang pergelangan tanganku. Apa yang sedang dilakukan wanita ini. Kenapa dia terdiam begitu lama? Buat kesal aja.


"Ada apa? Kenapa kamu diam aja Sa?" Aku dengar Roy bertanya dengan wanita itu.


"Mas Hai kok basah?" Suara wanita yang aku benci akhirnya datang juga.


"Hah, ada yang tenggelam. Kak Helsa udah nolongin dia? Ada yang Icha bisa bantu Kak?" What? Wanita ini namanya Helsa? Jangan bilang kalau dia adik Haidar yang dokter itu. Haduuh bisa gawat nih. Semoga aja dia ga tahu kalau aku cuma pura-pura. Ini lagi istrinya Haidar ngapain juga pake nawarin bantuan segala. Dia itu kan dokter juga. Mati deh aku.


"Ga ada Kak, seperti dia baik-baik saja. Mungkin hanya shock saja jadi dia ga sadar." Aah, untunglah dia ga suruh istri Haidar untuk memeriksaku.


"Tolong ambilkan handuk untuknya." OMG, Haidar masih peduli samaku. Aku kok jadi seneng gini yah.


"Cepatlah nanti dia masuk angin!" Udahlah Roy ngapain cepet-cepet, gue masih pengen deket Haidar tau.


Aku berharap orang yang mengambilkan handuk untukku itu kesandung batu terus jatoh deh.


"Bangunlah, gue tau Lo cuma pura-pura pingsan. Apa perlu gue suruh dokter lain yang meriksa Lo?" Aku terkejut saat mendengar bisikan adik Haidar.


"Sial, kok dia bisa tahu kalau gue cuma pura-pura pingsan?" Aku harus memutar otakku, supaya mereka ga tahu kalau aku cuma pura-pura pingsan. Lagi pula Helsa juga tidak memberitahu kepada semua orang kalau aku ini hanya pura-pura.


Ayo Anita putar otakmu, apa yang sebaiknya kamu lakukan disaat genting seperti ini.


...****...


AUTHOR POV


Seorang pelayan datang dengan sebuah handuk ditangannya, lalu menyerahkan handuk itu pada Helsa.


Helsa menutupi tubuh Anita dengan handuk itu.


"Uhuukk–, Uhuuuukk!!!" Gadis itu terbatuk dan semua orang merasa lega melihat Anita sudah sadarkan diri. Lalu beberapa orang yang berkumpul melihat Anita pun mulai bubar.


"Haidar–." Anita duduk dan langsung memeluk Haidar.


Beberapa pasang mata langsung melotot melihat gadis itu yang langsung memeluk Haidar. Kalycha pun terkejut melihatnya, tapi dia hanya bisa dan melihat saja, dalam pikirannya mungkin gadis itu terlalu shock sehingga dia butuh dukungan dari orang lain.


"Haidar aku takut, tadi kakiku kepleset dan aku jatoh ke kolam renang. Haidar aku takut!" lirih Anita manja. Anita semakin mengeratkan pelukannya pada Haidar.


"Ternyata cowok inceran Lo itu Kak Haidar, kakak gue?" Helsa menyunggingkan senyumnya. "Dasar wanita ular. Awas aja kalau lo macem-macem sama kakak gue dan sampe buat kakak ipar gue nangis. Gue akan buat Lo menyesal seumur hidup lo."


"Anita kamu tenanglah. Kamu sudah tidak apa-apa. Sekarang kembalilah ke kamarmu ganti pakaianmu supaya kamu tidak masuk angin." Haidar menepuk-nepuk punggung Anita pelan.


"Haaa, seneng rasanya bisa meluk Lo kayak gini Dar–. Tenang aja Beib, gue ga akan masuk angin kalau udah dipeluk kayak gini."


Helsa memegang lengan Anita lalu mencengkramnya dengan kuat. "Heh, wanita ular, lepas ga pelukan Lo dari Kakak gue? Atau Lo mau gue ngebongkar sandiwara lo sekarang?" bisik Helsa pada Anita.


"Sial, kalau aja Lo bukan adeknya Haidar udah gue abisin Lo sekarang." Anita pun memundurkan tubuhnya.

__ADS_1


"Bantu dia, bawa dia ke kamarnya." perintah Roy kepada dua wanita yang dari tadi hanya berdiri menonton acting sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Anna dan Dewi.


Anna dan Dewi pun memapah Anita padahal gadis itu bisa berjalan dengan normal tapi dia harus berpura-pura kakinya sakit didepan semua orang.


"Mas ga apa-apa?" Kalycha membantu Haidar berdiri. Bajunya basah kuyup sehingga Kalycha menemani Haidar ke kamar untuk mengganti bajunya.


Sementara Helsa masih penasaran dengan wanita yang berpura-pura tenggelam itu. Ia langsung mencari tahu siapa wanita itu kepada Roy. Mereka memilih duduk dimeja dekat kolam renang itu.


"Kak, cewek yang tenggelam tadi itu siapa sih? Kok kayaknya deket banget sama Kak Haidar?"


"Oh, dia itu Anita mantan sekretaris Haidar dulu waktu masih bekerja diperusahaan ini."


"Ooo." Helsa membuatkan bibirnya.


"Pantesan, kayak ganjen gitu. Ternyata cinta bertepuk sebelah tangan toh?" Helsa tersenyum geli.


"Kenapa emangnya?" Roy penasaran melihat Helsa senyum-senyum sendiri.


"Kak Roy ga suka sama dia?" Helsa sengaja memancing Roy, ingin melihat bagaimana tanggapan Roy mengenai wanita itu.


"Pertanyaan apa lagi sih ini?" Roy menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Kalau kamu belum juga mau Kakak lamar, mungkin Kakak akan melamar dia." ucap Roy bercanda sengaja ingin membuat Helsa kesal.


"Lamar aja Helsa ga takut–. Lagian hubungan kita juga ga jelas." ucap Helsa sambil tersenyum lalu berdiri dari tempat duduknya.


"Mau kemana?" tanya Roy setengah berteriak saat melihat Helsa keluar dari area hotel.


"Cari cowok baru–!!" seru Helsa


Roy pun mengikuti gadis itu dari belakang.


Benar saja ada sekelompok pria dari divisi Humas sedang berjalan-jalan di area hutan Pinus yang berada didekat hotel tempat mereka menginap.


"Hai cantik, sendiri aja–." sapa salah seorang dari mereka.


"Hai juga tampan, iya nih sendiri aja." balas Helsa sengaja membalas pria yang lebih dulu menggodanya itu.


"Mau ditemenin ga?" tanya pria yang menyapanya itu sementara pria lainnya hanya tersenyum melihat keberanian temannya itu. Karena mereka tau gadis itu adalah adik dari Haidar mantan atasan mereka.


"Kenalin aku Edwin." pria itu mengulurkan tangannya ingin berkenalan dengan Helsa.


"Roy, pria milik wanita ini–." Roy menyambut tangan Edwin sambil melirik Helsa.


Ketiga pria yang bersama Edwin pun tertawa terbahak-bahak, seperti mengejeknya "Syukurin Lo–."


"Eh, Pak Roy–!" Edwin tertunduk malu lalu melepaskan tangan Roy.


Sementara Helsa tersenyum senang sudah berhasil membuat Roy mengakui siapa dirinya untuk seorang Helsa.


Roy kembali mengikuti Helsa masuk ke hutan Pinus itu.


"Roy, pria milik wanita ini–." Helsa mengejek Roy dengan menirukan gaya Roy saat menyambut tangan Edwin tadi.


"Apaan sih dek–, kamu seneng banget kayaknya ya, buat Kakak kesel."


"Emang–."


"Kamu tuh ya–." Roy merangkul Helsa lalu mengacak-acak rambutnya.


"Emang iya gitu, Kakak milik aku?"


"Mulai lagi deh, cium nanti baru tahu!"


"Idih maunya–." cibir Helsa. "Awas nanti kalau nyium langsung disuruh nikah loh–!" ejek Helsa, mengingat saat Dara adik Nayla kepergok ciuman dengan Adit pacarnya.


"Kalau itu mah dengan senang hati Abang terima dek–."


"Dih, Abang?" ejek Helsa karena merasa geli saat mendengar Roy menyebut dirinya Abang. "Ntar nangis, terus mewek darah lagi, kalau tiba-tiba aku tolak didepan umum begitu–!" ejek Helsa tak mau kalah.


"Emang bisa kamu tolak Kakak? Nanti kamu yang nangis-nangis, terus minta cepet-cepet dikawinin."


"Mana ada!" elak Helsa.


"Udah balik yuk, jangan kejauhan mainnya ntar ga tahu jalan pulang, bisa bahaya." Roy mengulurkan tangannya dan disambut oleh Helsa.


"Tapi cewek tadi kayaknya suka deh, sama Kak Haidar ya kak."

__ADS_1


"Dari mana kamu tahu."


"Filing aja."


"Sok teu kamu."


"Udah dibilangin filing ish–."


Mereka pun kembali ke hotel untuk persiapan acara pembukaan malam ini.


▪️


▪️


▪️


▪️


▪️


Malam Pembukaan acara Family Gathering yang dinantikan pun tiba. Semua orang berkumpul di taman Hotel tempat mereka menginap. Sebuah taman yang sudah didekorasi dengan sangat indah.


Sebuah panggung yang ditata dengan sedemikian rupa sehingga menambah kemeriahan malam itu.


Seorang MC yang dipercayakan panitia untuk membacakan susunan kegiatan mereka selama 3 hari disana.


"Marilah kita sambut Chief Executive Officer kita Tuan Pramudja Bramasta untuk memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara Family gathering yang diselenggarakan oleh Perusahaan Liemasta Group." Riuh tepuk tangan menyambut Pram naik keatas panggung, seperti biasa ia meminta istrinya untuk mendampinginya.


"Suka deh Mas liat Bunda sama Daddy." ucap Kalycha.


"Kenapa?"


"Mereka itu terlihat serasi Mas–." ucapnya tulus dan jujur.


"Terus kenapa dulu kamu ga suka kalau Daddy nikah sama Bunda?"


"Itu kan dulu Mas– ga usah diungkit-ungkit lagi deh." Kalycha cemberut kesal karena Haidar mengingatkan masa lalunya yang kini setelah dipikir-pikir olehnya terlalu lebay kata anak jaman sekarang.


"Iya Sayang–. Mas bercanda doang." Haidar mencium kening istrinya itu.


"Mas aku ke toilet bentar ya." Haidar pun menganggukkan kepalanya.


Kalycha pun berjalan ke toilet. Saat ia masuk toilet tidak ada siapa-siapa disana namun ketika ia ingin keluar dari toilet tiba-tiba dia mendengar ada orang yang membicarakannya tentang suaminya.


"Eh liat ga tadi Pak Haidar langsung terjun ke kolam pas Anita tenggelam?" tanya Dewi pada Anna.


"Ya liat lah, kan gue juga ada disana." sahut Anna.


"Apa bener ya kalau dulu mereka itu sempat dekat?"


"Kalau dilihat dari gelagat Pak Haidar tadi, sepertinya begitu. Mana mungkin Pak Haidar langsung mau nyebur kalau yang tenggelam tadi itu kita."


"Haha." Kalycga geram karena mereka menertawakan suaminya.


"Lagi pula Pak Haidar mau aja dikibulin si Anita, udah jelas-jelas Anita itu pinter berenang ga mungkinlah dia tenggelam di kolam renang yang dalemnya cuma 1,5 meter itu. Secara kalau berdiri saja dia tidak tenggelam." lanjut Anna lagi.


"Salut gue sama actingnya Anita." Sambung Dewi.


Kalycha merem*s handle pintu kamar mandi dengan kuat.


"Dasar perempuan licik, awas aja. Tunggu pembalasanku." Kalycha keluar dari dalam toilet setelah memastikan Anna dan Dewi sudah keluar dari sana.


Ia pun segera mencari sosok yang bernama Anita itu, wanita yang berani menggoda suaminya dengan pura-pura pingsan.


Dan semakin panas saja ia saat melihat wanita itu kini duduk di tempat duduknya tepat disamping suaminya.


Kalycha berjalan mendekati suaminya dan dengan sengaja ia menumpahkan gelas minuman yang ada dimeja itu mengenai bagian dadanya sehingga gaunnya basah.


"Ups, sorry." ucapnya pada Anita. "Kaki aku kepeleset Ay– sakit." ucap Kalycha manja sambil duduk dipangkuan Haidar.


Gadis itu menatap tak suka pada Kalycha lalu pergi begitu saja meninggalkan Kalycha.


"Awas ya Lo, tunggu pembalasan dari gue." begitulah arti tatapan Anita pada Kalycha.


"Lo pikir gue istri yang teraniaya sepeti sinetron di TV ikan terbang itu? Anda salah Ferguso–!"


Udah tau–lah yach Author butuh apa 🤗 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2