
Alvin membalikkan badannya melihat kearah pandangan Kalycha. Alvin melihat Jenny datang ke restoran bersama dengan Pria yang dia tahu sebagai sepupu Kalycha.
Dan disaat yang bersamaan Haidar juga melihat Kalycha yang berdiri bersama seorang pria sedang menatap kearahnya.
"Icha–, ngapain dia disini? Sebenarnya ada hubungan apa Icha dengan pria itu." Batin Haidar dirinya tak menyangka kalau akan bertemu dengan Kalycha di restoran itu. Haidar tidak menyadari betapa panasnya hati Kalycha saat melihat Jenny yang terus memeluk lengan suaminya itu.
Haidar memilih duduk bersama Jenny di meja yang berbeda. Jenny menatap sinis pada Kalycha yang sedang memandang kearahnya.
"Cha, bukannya dia itu sepupu kamu?" Pertanyaan Alvin menyadarkan Kalycha yang masih terus memandang kearah Haidar dan Jenny.
"Dia suamiku Vin bukan sepupuku." sahut Kalycha dengan pandangan yang masih menatap kearah suaminya itu tanpa melihat kepada Alvin yang bertanya kepadanya.
Deg.
Alvin terperangah saat mendengar ucapan Kalycha.
"Ma-maksud kamu apa Cha?"
Kalycha menarik nafasnya dalam-dalam, lalu menatap Alvin yang masih terkejut. "Maafkan aku Vin, aku ga bisa menerima perasaan kamu, Aku tahu selama ini kamu berharap aku bisa menerima perasaan mu. Tapi maaf Vin, aku ga bisa–, karena aku sudah punya suami. Dan pria itu adalah suamiku." lirih Kalycha sambil melirik kearah Haidar.
"Tapi dia kan tunangannya Jenny Cha–, kamu jangan bohongi aku Cha. Kalau kamu memang ga suka samaku, kamu ga perlu buat cerita konyol seperti ini." Tanpa sadar Alvin berdiri sambil menghentakkan meja.
Kalycha terkejut dan ketakutan, beberapa pengunjung yang sedang berada direroran itu melihat kearah mereka. Kalycha tak menyangka kalau Alvin bisa semarah itu padanya.
"Hei, ada apa ini?" Haidar datang menghampiri Kalycha dan Alvin, lalu memeluknya. "Kamu ga apa-apa sayang?"
Jedeeeerrrr.
Kali ini bukan hanya Alvin yang terkejut tapi juga Jenny. Dia begitu kesal saat melihat Haidar tiba-tiba berdiri dan menghampiri Kalycha dan langsung memeluknya.
"Apa? Sayang? Mas–." Jenny menarik tangan Haidar dan secara otomatis pelukan Haidar terlepas dari Kalycha. "Kamu panggil apa sama perempuan ini?" bentak Jenny sambil menunjuk Kalycha dengan jari telunjuknya.
"Iya seperti yang kamu dengar!" seru Haidar
"Maksud kamu apa mas?" Jenny kembali membentak Haidar tak peduli lagi dengan sekitarnya yang memandang heran kearah mereka.
"Ada apa sih? Kok teriak-teriak begitu."
"Sepertinya cerita pelakor."
__ADS_1
"*Ga malu apa yah, berantem didepan umum. Kayak ga ada tempat lain ajah."
"Itu pelakor ngakunya istrinya*."
Begitulah bisikan-bisikan orang yang menonton pertengkaran mereka.
"Aku permisi, selesaikan masalah kalian." Kalycha yang merasa malu berdiri dari tempat duduknya dan meraih tasnya. Saat ingin melangkahkan kakinya, Haidar berhasil menahan Kalycha dan menggenggam tangannya.
"Sayang, kamu jangan pergi dulu. Kita selesaikan dulu kesalah pahaman mereka." Kalycha pun mau tidak mau mengikuti keinginan suaminya itu.
"Kalian ingin tahu hubungan kami yang sebenarnya kan?" tanya Haidar pada Jenny dan Alvin. "Silahkan duduk, kita bicarakan dan selesaikan ini baik-baik."
Alvin dan Jenny pun mengikuti perintah Haidar. Sebenarnya rasa kesal dan dongkol masih menyelimuti hati Jenny, tapi dia juga tak bisa memaksakan kehendaknya sendiri.
"Jen, aku mengajakmu kesini itu bukan untuk kencan tapi aku ingin mengatakan kalau aku ini bukan Haikal, aku Haidar dan ini istriku Kalycha teman sekolah kalian dulu." Haidar melihat Jenny dan Alvin bergantian. Jenny terperangah mendengar penuturan Haidar.
"Kamu ngacok mas? Kapan mas nikah dengan perempuan ini?" Jenny kembali menunjuk-nunjuk wajah Kalycha dengan perasaan tidak senang.
"Ceritanya panjang dan tak mungkin ku jelaskan pada Kalian. Intinya sebelumnya kami sudah menikah dan karena aku kecelakaan dan aku hilang ingatan membuat kami terpisah dan ingatanku kembali setelah aku bertemu dengannya direstoran kamu waktu itu Jen. Karena kami terpisah sudah 5 tahun lamanya jadi kami akan menikah kembali bulan depan. Aku harap kalian berdua bisa datang dihari pernikahan kami." terang Haidar.
"Apa? Kalian sudah pernah menikah? Kapan?" tanya Alvin emosi. "Kapan Cha? Setahu aku kamu baru balik dari Singapura Cha? Cerita apa lagi yang kalian karang ini? Hei Bung–, kalau mau jadi sutradara film kamu salah tempat!" seru Alvin.
"Mas Hai? Itu kan–." Batin Avin
"Aku yakin kamu tahu kalau aku pernah depresi." Kalycha menatap Alvin dengan tatapan tajam.
Deg.
Setelah mengetahui Kalycha pindah ke Singapura, Alvin meminta Kakaknya untuk mencari tahu keberadaan Kalycha dan apa alasan Kalycha untuk pindah ke Singapura.
Alvin tak percaya saat Kakaknya mengatakan kalau Kalycha depresi dan sedang dirawat disalah satu rumah sakit disingapura. Dan saat itu juga Alvin langsung menjenguk Kalycha di rumah sakit ditempat ia dirawat. Roy yang melihat Alvin datang dan menceritakan kepada Kalycha setelah dia sadar dari depresinya.
"Karena aku tahu saat itu kamu pernah menjengukku kesana. Tapi kamu hanya melihatku dari jauh tanpa berani bertemu denganku. Asal kamu tahu, aku depresi saat itu karena aku terpisah dengan mas Hai."
"Kamu tahu kenapa aku ga bisa menerima perasaanmu? Karena aku waktu itu sudah menikah Vin."
Alvin dan Jenny menatapnya tajam, seolah bertanya apa dia menikah diusianya yang masih sekolah?
"Ya, kalian benar mungkin kalian bertanya apa aku menikah ketika masih SMA? Iya aku menikah dengan Mas Hai saat kita masih kelas 11. Dan alasan kenapa aku menjauhi kalian waktu itu karena aku stres saat tahu Daddyku akan menikah lagi. Kalian tahu apa tentang ku? Aku hampir mati di Jerman kalian juga ga tahu? Kalian hanya marah padaku karena aku nggak menyambut kedatangan kalian kerumahku kan? Asal kalian tahu saat itu, aku belum bisa menerima Bunda Nayla jadi Ibu sambungku."
__ADS_1
Ada perasaan bersalah dihati Jenny, selama ini dirinya membenci Kalycha tanpa memberi kesempatan pada Kalycha untuk menjelaskan kenapa dia bersikap kasar pada mereka waktu itu.
"Kalian sahabatku tapi tahu apa kalian tentangku? Aku yang bahkan dijahati orang, dicekokin orang dengan miras dan obat per*ngsang yang hampir membunuhku aja kalian ga tahu. Dan itu memang bukan kesalahan kalian itu kesalahanku karena aku bergaul dengan orang yang salah. Seandainya saat itu kalian masih menjadi sahabatku mungkin aku ga akan salah bergaul dan salah pilih teman."
"Udah sayang, kenapa kamu harus ingat-ingat kejadian yang sudah berlalu?" Haidar memeluk bahu Kalycha dan mengusapnya dengan lembut.
"Tapi kamu ga pernah cerita Cha?" ucap Jenny
"Apa kamu pernah kasih aku kesempatan untuk menjelaskan semuanya? Asal kalian tahu, Mas Haidar yang selalu ada disaat aku membutuhkan teman. Saat di Jerman kalau ga ada Mas Hai, mungkin aku udah mati. Begitu juga saat orang lain mencekokin aku dengan miras dan obat per*ngsang yang ada disamping ku juga Mas Hai. Jadi aku minta maaf Vin, kalau aku ga bisa menerima perasaan kamu. Masih banyak wanita lain yang lebih pantas dan lebih baik sati aku yang pastinya bisa menerima perasaan kamu Vin."
"Kamu juga Jen, aku tahu Mas Hai bukan tunanganmu. Buat apa kamu berjuang untuk mendapatkan hati mas Hai sementara hatinya udah terisi dengan wanita lain. Bukannya dulu kamu itu gadis yang keren? Dulu kamu suka sama Alvin, tapi karena begitu tahu kalau Alvin suka samaku, kamu langsung berpaling ke Frans kenapa sekarang kamu ga bisa seperti dulu?"
"Itu–." Jenny tak dapat meneruskan ucapannya. Semua yang Kalycha katakan itu benar adanya.
"Apa aku cuma terobsesi saja dengan Mas Haikal?" Batin Jenny, karena sebenarnya Mamanyalah yang meminta pada Jenny untuk mendekati Haidar.
"Kami rasa kalian udah cukup mengerti dengan penjelasan dari kami. Sebaiknya kami permisi dulu ya." Haidar berdiri lalu menarik tangan Kalycha dan pergi meninggalkan Alvin dan Jenny yang masih bergulat dengan pikiran mereka masing-masing.
Sementara sesampainya diparkiran Kalycha langsung menghempaskan tangannya dari genggaman Haidar dan sontak membuat Haidar terkejut.
"Kamu kenapa sayang?"
"Sayang. Sayang–, mas ngapain tadi peluk-peluk Jenny?"
"Aku ga ada peluk Jenny, dia yang selendotan terus ditangan aku."
"Tapi mas suka kan? Tangan mas kena-kena dadanya?" cibir Kalycha.
"Apaan sih sayang, enakan juga dada kamu, halal–, kalau dia mah haram."
"Halal-haram, Halal-haram. Aku juga masih Haram." bentak Kalycha lalu pergi meninggalkan Haidar.
"Sayang mau kemana?" teriak Haidar saat melihat punggung Kalycha menjauh dari pandangannya.
"Pulang–!" serunya.
"Ikuuuuttttt–." Haidar berlari mengejar Kalycha ke tempat mobilnya terparkir.
Next besok again yach 🤗
__ADS_1
Jangan lupa Jempolnya 🙏🙏🙏