
Ditengah keharuan dan rasa bahagia yang tengah dirasakan keluarga Yudistira ketika melihat putra kesayangannya hidup kembali tiba-tiba saja menjadi kisruh dengan kedatangan beberapa pria yang mengenakan seragam serba hitam itu.
"BAWA DIA!!!" perintah seorang wanita itu kepada para bodyguard yang datang bersamanya untuk membawa Haikal pergi dari rumah kediaman keluarga Yudistira. Para bodyguard itupun langsung membopong Haikal keluar dari rumah itu.
"Maaf Nyonya anda siapa?" tanya Deon saat melihat wanita paruh baya itu membawa paksa pulang pria yang mirip dengan putranya.
"Saya Yetti Kusuma, Mama dari Pria yang telah anda bawa diam-diam seperti penculik." ucap wanita itu ketus yang tak lain adalah Ibu dari Haikal.
"Jaga bicara anda Nyonya. Bukan Ayah saya yang membawa anak anda kesini tapi saya–." jawab Kalycha tidak kalah ketusnya. Ia tidak terima kalau Ayah mertuanya itu dituduh menculik anaknya. "Lagi pula tadi anak anda yang membawa saya pergi keluar, tapi tiba-tiba saja dia pingsan dan saya tidak tahu dimana alamat rumahnya. Dan saya juga tidak punya tempat tujuan lain selain membawanya ke rumah ini." lanjut Kalycha memberi alasan.
"Itu sama saja kamu telah menculiknya."
"Bukannya kebalik?" Kalycha menatap wanita itu dengan seringai liciknya.
"Apa maksud kamu?" teriak Yetti yang geram melihat Kalycha seperti tidak ada sopan-sopannya kepadanya.
"Kenapa anda harus membawanya buru-buru Nyonya? Anda bisa saja membawanya baik-baik, menunggu sampai dia sadar dulu. Atau jangan-jangan ada yang anda sembunyikan darinya dan dari kami?" Kalycha berjalan memutari wanita itu.
"Ja-jaga bicaramu." Yetti tampak kaget dan gugup saat melihat Kalycha yang terus saja memojokkannya.
"Kenapa anda gugup Nyonya? Apa ucapan saya benar Nyonya?" Kalycha terus saja menyudutkan wanita paruh baya itu.
"Cha–, sabar nak." suara Halimah membuat Kalycha sadar telah terbawa emosi dengan wanita yang berdiri didepannya itu. Halimah mendekati Kalycha dan merangkul bahu Kalycha.
"Maafkan putri saya ya Nyonya. Dia tidak bermaksud kurang ajar pada Nyonya. Kami hanya penasaran dengan pria yang Nyonya bawa tadi karena wajahnya sangat mirip dengan putra saya."
Yetti memang sudah mencari asal usul dari Haidar dan betapa terkejutnya ia saat tau putranya itu dibawa pulang kerumah keluarganya sendiri.
Flashback On
Beberapa jam lalu, Yetti yang baru saja turun dari pesawat dengan senyum bahagia dirinya ingin membuat kejutan kepada putranya itu. Tapi ketika sampai di Apartemen putranya Yetti tidak menemui kebaradaan putranya. Yetti pun menghubungi Dimas mengira kalau putranya pasti bersama Dimas dikantornya. Tapi jawaban Dimas juga nihil. Dia berkata kalau Haidar sedang keluar kantor tapi Dimas tidak menyebutkan kalau Haidar pergi bersama Kalycha.
Yetti langsung menghubungi seorang mata-mata yang dipercayakannya untuk mengawasi Haidar kemanapun putranya itu pergi dan apa saja yang dilakukan putranya itu dia pasti mendapatkan laporan dari mata-mata itu.
"Nyonya saat ini Tuan Haikal sedang bersama wanita masa lalunya Nyonya dan Tuan Haikal sedang pingsan Nyonya. Wanita itu sedang membawanya bersamanya Nyonya." lapor pria yang menjadi spyman nya itu.
"Ikuti terus kemana pun dia pergi dan segera kabari saya dan kirim alamatnya setelah kamu tahu kemana wanita itu membawa putra saya." perintahnya pada sang spyman itu. Yetti sangat geram mendengar Haikal pergi dengan wanita yang dulu adalah istrinya itu.
"Baik Nyonya."
Sudah lama Yetti tahu siapa keluarga putranya itu sebenarnya. Karena takut kehilangan putranya yang kedua kali. Yetti pun meminta dokter untuk merubah resep obat untuk Haikal. Selama di Palembang Haikal atau Haidar selalu minum vitamin biasa saja, sehingga ingatannya tentang masa lalunya semakin terkubur dan membuatnya lupa akan masa lalunya.
Kekhawatiran Yetti akan kehilangan Haikal muncul setelah 2 tahun yang lalu Suaminya menugaskan Haikal untuk mengurus anak perusahaannya yang ada di Jakarta. Dan sejak saat itu tanpa sepengetahuan suami dan juga Haikal Yetti menyewa spyman untuk melacak kegiatan Haidar sehari-hari.
Flashback off
"Dia putra saya Haikal Halim Prakasa. Dan tolong jangan usik kehidupan kami lagi. Dia bukan putra kalian, wajahnya bisa saja mirip tapi dia itu putra saya. Permisi." Yetti tak ingin berlama-lama berada dirumah keluarga Yudistira itupun pamit untuk pulang. Tapi langkahnya terhenti saat mendengar ucapan dari Helsa.
"Kalau benar dia putra anda, boleh kita uji tes DNA-nya Nyonya?"
Wanita itu membalikkan badannya menatap tajam pada netra Helsa. Helsa tidak merasa takut ia pun membalas tatapan tajam Yetti padanya.
__ADS_1
"Silahkan, tapi bila terbukti dia bukan anak dari keluarga ini, maka bersiap-siaplah saya akan tuntut kalian." ucapnya ketus lalu pergi begitu saja.
...* * *...
Satu hari yang menggemparkan keluarga Yudistira dengan kedatangan pria yang sangat mirip dengan putranya.
Halimah sangat yakin kalau pria itu adalah Haidar putranya. Nalurinya mengatakan kalau pria itu adalah putranya. Halimah harus menahan rasa rindu dan rasa penasarannya, tapi tidak dengan Helsa, ingin sekali Helsa langsung mengajukan tes DNA pada pria itu.
"Ga semudah itu Kak, untik melakukan tes DNA kita harus tetap meminta persetujuan dari pria itu juga." Kalycha mengingatkan Helsa agar tidak terburu-buru. Karena bisa saja wanita paruh baya yang mengaku sebagai mamanya Haikal itu bisa saja melaporkannya kepada polisi atas tindakan ketidak nyamanan atau teror.
"Aku akan menyelidikkinya." Roy yang sedari tadi hanya menjadi penonton akhirnya ikut bicara.
"Kak Roy, sebaiknya Kakak harus mendekatinya pelan-pelan. Jangan terlalu memaksa Kak. Icha curiga kalau pria itu benar-benar Mas Hai, dan besar kemungkinan dia hilang ingatan akibat kecelakaan kalian dulu Kak." ucap Kalycha.
"Apa sebaiknya kita kasih tahu Tuan Pram juga Cha, mungkin Tuan Pram bisa membantu kita Cha." sahut Roy
"Nanti biar aku yang bicara sama Daddy Kak."
"Baiklah."
"Bu, Yah, Kak Helsa– Icha pamit pulang dulu ya. Maaf kalau hari ini Icha udah buat seisi rumah ini terkejut dengan kedatangan pria yang mirip mas Hai. Tadinya Icha berharap kalau mas Hai akan sadar begitu sampai disini tapi ternyata Icha salah. Icha juga ga nyangka akan menimbulkan kegaduhan dirumah ini."
"Kamu ga salah sayang. Justru Ibu berterimakasih sama Icha. Apapun nanti hasilnya Ibu akan terima sayang. Meskipun nantinya dia terbukti bukan anak Ibu, tapi Ibu sudah senang bisa melihat Haidar lagi." Halimah menahan airmatanya, ia tidak mau menangis didepan Kalycha yang pernah menjadi menantunya itu.
Sudah lama Halimah merindukan putranya itu. Kerinduannya tersampaikan saat melihat Haikal tadi. Karena penyesalan terbesarnya adalah tidak bisa melihat wajah putranya untuk yang terakhir kali. Karena saat itu wajah jenazah putranya itu sudah membusuk sehingga mereka tidak bisa mengenalinya.
...🌀🌀🌀...
Ku putuskan untuk pulang kerumah peninggalan Mas Hai suamiku setelah menggemparkan seisi rumah mertuaku. Pria yang sangat ku yakini suamiku tidak bangun bahkan saat dibawa pergi secara paksa oleh wanita tua itu.
Selama lima tahun aku merindukannya, Aku selalu berdoa berharap apa yang terjadi padaku itu semua hanya mimpi. Kadang aku tak tahu apakah aku sudah ikhlas dengan kepergiannya ataukah aku masih mengharapkannya datang kembali padaku.
Bertemu dengan pria yang berwajah mirip dengan mas Hai itu adalah sebuah keajaiban untukku. Tapi lama-kelamaan aku curiga padanya. Semua yang dilakukannya padaku sama persis dengan apa yang pernah mas Hai lakukan padaku. Selera makannya bahkan hutan itu? Bagaimana mungkin dia tahu tentang hutan itu jika dia bukan mas Hai.
Malam itu aku kesulitan tidur, ku putuskan untuk mengambil ponselku dan memposting jeritan hatiku saat ini.
Andai dirimu hadir di sini
Rumah ini tak kan terasa sepi
Mengapa Tuhan memberiku cobaan yang seberat ini?
Suara nyanyianmu masih jelas ku dengar dari kamar tidur kita
Andai kau ada di sini
Aku takkan kesepian
Aku merawat luka ku yang tak ku tahu kapan akan sembuh
Kau usik hatiku dengan kelembutan dan perhatianmu
__ADS_1
Lalu kau buat aku jatuh cinta padamu
Tapi kau tak lagi di sini bersamaku
Saat hasrat cinta kian menggelora
Saat rindu kian membara
Saat jiwa terendus luka
Sang waktu telah memanggilmu
Sementara Aku masih sendiri disini
Walau perih tapi tetap ku coba bertahan
"Apa kau juga merindukanku disana?"
"Mengapa hanya seminggu?"
Author POV
Setelah Kalycha memposting yang mewakili perasaannya malam itu tanpa menunggu lama sudah banyak like dan Coment di akun media sosialnya itu.
"Semangat ya Cha–."
"dokter Cantik kenapa bersedih?"
"dokter Icha sarange–."
"Fiting dokter–."
"Lo kenapa Cha?"
"Mau curhat, bilang bos, ntar gue dengerin."
Itulah selintingan komentar dari beberapa orang yang mengenalnya.
"Jika dia tak lagi bersamamu, masih ada aku yang setia menunggumu." Komentar Alvin.
Dan semua komentar yang ada dipostingan Kalycha itu siapapun dapat membacanya dengan jelas.
"Siapa yang sudah melukaimu sedalam ini Kaly?" pria itu sangat geram membaca postingan Kalycha itu hingga tak sadar meremukkan gelas yang ada ditangannya.
Kalau Haidar Amnesia Author Imsomnia 😔
Up juga meskipun mata udah mulai narik ulur😍
Kutunggu Like dan juga Comentnya ya 🤗
Selamat menyatap Sahur 😉 My Receh 😘
__ADS_1