
Β
πππ
Β
Β
Β
πSelamat Membacaπ\
Β
Β
ππππππ
πππππ
ππππ
πππ
ππ
π
Seperti biasa!
Taehyung dan Sohyun saat ini sedang memasuki area kampus Hanyang dengan motor sekuter buntutnya. Beberapa mahasiswa pun sudah mulai tampak berlalu lalang dengan gaya mereka masing-masing.
Tak berselang lama!
Terdengar suara motor ninja berwarna merah metalik memasuki area kampus Hanyang. Semua mata langsung tertuju pada motor ninja itu dan penasaran siapa orang yang mengendalikan itu motor besar.
Secara! Ini kali pertamanya ada orang membawa motor besar ke Hanyang. Dan yang membuat mereka penasaran terutama para gadis yang pastinya bertanya-tanya siapa sosok laki-laki di balik helm hitam itu. Sosok laki-laki itu seketika di kagumi dan diidolakan oleh para gadis Hanyang. Pun mereka mulai menebak siapa sosok itu. Apakah mahasiswa baru atau dosen baru? Jika mahasiswa baru bagaimana nasib Jungkook nanti ya?
Begitu akan mendekati area parkir! Motor ninja itu langsung menyalip motor Taehyung dengan brutal. Sohyun dan Taehyung hampir jatuh saking kecangnya laju motor ninja itu. Untungnya Taehyung sudah ahli! Sehingga ia mampu menjaga keseimbangannya. Kalau tidak?! Lencet sudah beberapa bagian tubuh Sohyun mau pun Taehyung. Sohyun geram! Pada siapa sosok orang yang mengendalikan itu motor.
Bagaimana tidak geram! Sudah tahu, itu di area kampus, belum lagi tempat parkir tinggal 50 meter lagi malah ngebut-ngebutan tidak jelas. Apa dia pikir itu jalan milik bapaknya. Selain itu, apa itu orang itu tidak takut kena omelan oleh staf kedisiplian Unversitas Hanyang misalnya?
Sampai parkir!
Sohyun langsung turun sambil melepas helm dan meletakannya buru-buru. Tak terduga Sohyun langsung berjalan dengan wajah murka menuju tempat parkir motor ninja itu. Disaat Laki-laki itu akan melepas helmnya terdengar suara nyaring di belakangnya.
"Hey!!! Kamu pengendara motor songong!!!"
Teriak Sohyun sambil berjalan ke arah laki-laki itu. Pun laki-laki itu mengurungkan niatnya untuk melepas helmnya dan malah berbalik menghadap Sohyun. Kini yang tampak hanya sorot mata laki-laki itu. Sohyun tidak mengenali siapa orang di balik helm itu.
Sedangkan Taehyung yang mendengar teriakan Sohyun langsung berbalik. Taehyung kaget! Sohyun benar-benar melabrak siapa pengemudi itu. Mengingat ini di area kampus buru-buru Taehyung menaruh helmnya di atas motor dan mendekat ke sisi Sohyun dengan sedikit berlari. Kalau tidak bisa berabe urusannya nanti.
Taehyung yang sudah kenal betul bagaimana reaksi Sohyun kalau sudah marah! Apalagi kalau menurutnya orang itu salah dan merugikannya. Tidak peduli orang itu laki-laki, gadis dan tua, Sohyun akan terus mengomel sampai orang itu mengakui kesalahannya dan minta maaf padanya.
Tapi, kalau Sohyun marah sama orang terdekatnya beda lagi ceritanya. Sohyun akan memilih untuk mendiami dan mengabaikannya. Seperti apa yang sudah di lakukannya pada Taehyung. Inilah salah satu sisi buruk dari seorang Kim Sohyun. Kelihatanya saja di depan Jungkook anggun dan menawan, di belakang itu Sohyun berbeda, dan baik buruknya Sohyun hanya Taehyung yang tahu.
"Apa kamu pikir itu jalan dan kampus ini milik bapakmu eoh?!"
"Kim Sohyun, Sudah. Jangan terlalu di permasalahkan. Lebih baik kita ke kelas sekarang." Bujuk Taehyung begitu sampai di sisi Sohyun.
"Tidak! Aku tidak akan pergi sebelum lelaki songong ini meminta maaf pada kita!"
"Tidak ada yang perlu minta maaf dan di maafkan! Lagian itu masih wajar dan tidak disengaja. Kita juga tidak kenapa-kenapa." Imbuh Taehyung lalu mendekatkan bibirnya di telinga Sohyun. Membuat laki-laki yang ada di balik helm itu bertanya-tanya apa yang mereka bicarakan.
"Lihat! Kita dijadikan bahan tontonan gratis oleh orang-orang kampus."
Lanjut Taehyung dengan bisikan di telinga Sohyun. Sohyun langsung melihat sekeliling! di ikuti laki-laki berhelm itu.
Betul! Semua mahasiswa berkumpul di sana untuk menonton mereka. Sohyun membuang napas berat sambil memejamkan mata karena malu. Begitu membuka mata dan tatapannya kembali pada sosok pengemudi motor ninja yang tengah melepas helmnya.
Sohyun Syok bukan main! Saking syoknya, kedua tangannya terakat ke atas menutup mulutnya. Jantungnya?! Jangan ditanyakan bagaimana reaksinya. Pun Juga Taehyung, sama terkejutnya.
Tidak hanya itu, para gadis langsung teriak histeris ketika menangkap siapa sosok pengendali motor itu.
"Jungkook sunbae."
__ADS_1
Lirih Sohyun. Sementara para gadis Hanyang dan laki-laki yang berada di sekitar tempat itu langsung mendekat mengelilingi mereka. Jennie, Rose dan Jisoo yang melihat keramaian di tempat parkir itu jadi penasaran. Pun mereka mulai mendekat.
"Iya. Ini aku. Jeon Jungkook!"
Sohyun langsung lari tulang langgang menerobos keramaian yang menyisakan Taehyung disana. Sohyun benar-benar malu! Hancur sudah imetz Sohyun di mata Jungkook. Pun Sohyun berpapasan dengan Jennie dan kawan-kawan.
"Bukankah dia cewek yang selalu bersama dengan idola miskinmu itu ya Rose?" Tanya Jisoo. Rose diam! Engan menjawab pertanyaan Jisoo.
"Sudah-ah! Lebih baik kita melanjutkan langkah kita." Imbuh Jennie mengingatkan pada tujuan utama mereka.
Sedangkan Taehyung, yang tahu bagaimana perasaan Sohyun saat ini tidak bisa berucap apa pun. Taehyung memilih memutar badan untuk menyusul Sohyun.
"Tunggu!"
Intrupsi Jungkook pada Taehyung. Taehyung bingung dan terpaksa kakinya terhenti lalu berbalik menghadap Jungkook.
"Cewek tadi pacarmu ya?!"
Taehyung diam! Entah kenapa Taehyung tiba-tiba bingung untuk sekedar menjawab pertanyaan Jungkook.
"Kalau kamu diam, aku anggap kamu bukanlah pacarnya. Melainkan sahabatnya. Iya kan?"
"Iya. Aku sahabat Sohyun!"
"Kalau begitu boleh aku tahu namamu?" Tanya Jungkook sambil mengulurkan tangannya. Taehyung menatap wajah Jungkook lalu beralih pada Tangan Jungkook. Taehyung ragu untuk sekedar menyambut tangan Jungkook. Cukup lama berpikir akhirnya Taehyung menyambut uluran tangan Jungkook.
"Kim Taehyung, bisa dipanggil Taehyung."
Jungkook tersenyum. Dibalik senyum Jungkook ada arti tersembunyi yang Taehyung tidak tahu. Apa ya?
"Tanpa aku memberi tau siapa nama ku, kamu pasti sudah tau siapa aku kan?" Kata Jungkook sambil menarik tangannya kembali.
"Aaa! Karena sebentar lagi aku ada kelas. Jadi, kita tidak bisa ngobrol lebih lama lagi. Sampai ketemu di lain waktu."
Lanjut Jungkook lalu pergi meninggalkan Taehyung. Jungkook pergi, orang-orang yang berkerumunan tadi pun ikut bubar. Jennie, Rose dan Jisoo yang hampir sampai jadi bingung.
"Kok malah bubar, Apa yang,___?"
"Jungkook-ah!"
Sedangkan Taehyung! Selepas kepergian Jungkook, Taehyung malah bingung sendiri. Kenapa sikap Jungkook tiba-tiba ramah padanya? Biasanya juga kalau sedang berpapasan, Jungkook selalu mengabaikannya.
Tidak mau ambil pusing! Taehyung memilih melanjutkan langkah lebarnya menyusul Sohyun. Namun?
"Kim Taehyung!"
Panggil Rose begitu menyadari ada Taehyung juga disana. Pun Taehyung atensinya mengarah pada Rose yang sedang berjalan mendekat ke sisinya.
Begitu sampai di sisi Taehyung! Rose langsung membuka tas miliknya. Rose malah mengeluarkan buku.
"Ini buku yang kamu cari kemaren. Waktu dimana kamu tiba-tiba keluar dan tidak jadi mencarinya. Karena buku ini penting bagi mu makanya aku meminjamkannya untukmu."
Kata Rose sambil menyodorkan buku itu. Pun Taehyung mengambilnya dan melihat sampul dan isinya. Benar! buku ini memang buku yang ia cari.
"Tapi kok buku ini sepertinya baru. Tidak ada kode perpusnya juga. Apa kamu membelinya?"
"Ti... tidak! Aku mendapatkannya dari rak buku ayahku."
"Benarkah? Apa ayahmu seorang ilmuan atau tenaga pendidik?"
"Aaa, Tidak. Dan iya, Ayah ku seorang pendidik atau seorang profesor manager bisnis di Universitas Seoul. Buku itu, kamu boleh mengambilnya. Kebetulan ayahku punya 2 di rumah, dan ayah ku mau berbagi bukunya denganmu."
"Aku?!" Bingung Taehyung sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Bagaimana bisa ayahmu memberikannya padaku? Sementara aku dan ayahmu tidak saling kenal, kita juga baru bertemu kemaren.?!"
"Soal itu, aku sudah menceritakan tentangmu pada ayahku. Dan, ayah senang dengan orang cerdas seperti kamu."
Taehyung tambah bingung di buatnya!
"Tapi, aku tidak bisa menerima pem,__?"
"Terima dan jangan sampai dikembalikan. Kalau kamu menolak, itu artinya kamu tidak mengharagai usaha ku untuk mendapatkan itu buku."
"Ok, Terima kasih. Tapi, lain kali jangan seperti ini lagi. Kalau kamu melakukannya tanpa seizin ku maka aku tidak akan bisa menerimanya. Untuk itu sampaikan Terima kasih ku pada ayah mu juga."
__ADS_1
Rose mengangguk malu. Sedangkan Jisoo yang melihat itu hanya bisa tersenyum hambar. Ia hanya sendiri! Para sahabatnya lebih memilih berjalan dengan laki-laki yang mereka sukai. Pun mereka langsung pergi tanpa sepatah kata pada Jisoo.
π«
π«
π«
π«
Di dalam kelas Jungkook!
Profesor tengah menjelaskan materi perkuliahan. Fokus perhatian mahasiswa di kelas itu tertuju pada profesor tersebut. Sesekali tawa pecah di kelas itu ketika ada hal lucu yang di katakan oleh sang profesor. Lain dengan para mahasiswa, Jungkook terlihat melamun seperti memikiran sesuatu yang menganjal pikirnya sejak semalam. Apakah itu?
Semalam!
Jeon He Bin, ibu kandung Jeon Jungkook!
Memperlihatkan sebuah foto pada Jungkook. Menurut ibunya, orang yang ada di foto itu harus di jauhi, orang itu adalah orang jahat. Sewaktu-waktu akan menyerang Jungkook, kapan pun Jungkook lengah.
Bertepatan di saat itulah!
Pulpen langsung meluncur di depan wajah tampan Jungkook. Hampir saja mengenai wajah tampannya kalau Jungkook tidak gesit menghindar. Pun kelas kembali riuh.
"Apa yang kamu pikirkan tuan muda Jeon?" Sindir halus profesor itu.
π«
π«
π«
π«
Sesi mata kuliah pertama usai sudah! Para mahasiswa di kelas Taehyung dan Sohyun pun keluar untuk merenggakan otot-otot mereka. Sohyun yang masih malu dengan kejadian tadi memilih tiduran di kursinya.
"Kamu tidak keluar?" Tanya Taehyung sambil duduk di samping Sohyun.
"Taehyung-ah! Kenapa setiap aku bertemu Jungkook aku selalu saja membuat masalah. Seharusnya tadi aku mendengarkanmu saja." Saut Sohyun lemes bukannya menjawab pertanyaan Taehyung.
"Nasi sudah menjadi bubur! Tidak usah disesali. Semakin kita menyesalinya rasa sakit dalam batin kita akan semakin nampak. Toh apa yang sudah terjadi tidak bisa di ulang kembali kan?."
"Ngomong sih gampang. Tapi prakteknya susah.__Dan menurutmu, setelah kejadian tadi pagi akankah Jungkook mau bertemu dan berpapasan dengan ku?."
Taehyung diam! Ia bingung akan pertanyaan Sohyun. Meski otaknya cerdas ia tidak bisa memberikan jawaban yang asal. Sebab ini sudah mencangkup hati. Dan__ yang tau jawaban atas pertanyaan Sohyun adalah Tuhan, Jungkook dan garisan takdirnya kalau Jungkook adalah jodoh Kim Sohyun.
Merasa tidak mendapat respon! Sohyun langsung?
"Ya! Kim Taehyung?! Kenapa kamu tidak menjawabku eoh?!" Teriak Sohyun sambil menegakan tubuhnya.
"Kalau soal itu hanya Tuhan yang tau jawabannya. Jadi, kamu bertanya pada Tuhan bukan aku. Karena aku bukan peramal yang bisa membaca pikiran seseorang, garis tangan, perjodohan atau takdir seseorang."
"Iiiii! Biasa ajak kali. Ngak usah ngegas gitu.___?
Menurutmu?! Haruskah aku minta maaf ngak pada Jungkook?"
"Tidak usah!"
"Iya... terus gimana dong?!"
"Jauhi Jungkook untuk sementara waktu. Jika kamu menjauh aku yakin dia yang mendekat sisimu."
Tbc,__
Cast lainnya ya teman-teman ku:
Rose
Jisoo
__ADS_1