My Soulmate

My Soulmate
Persiapan Pernikahan


__ADS_3

Hari Kalycha dipingit


Setelah memilih cincin pernikahan mereka Haidar langsung mengantar Kalycha pulang kerumahnya. Karena sesuai perjanjiannya Kalycha akan di pingit sehari sebelum hari pernikahannya.


Seharusnya Haidar tidak lagi boleh untuk menemuinya tapi berhubung cincin kawin mereka belum ada akhirnya Haidar memutuskan untuk membelinya bersama. Sesampainya dirumah Kalycha, Haidar memilih untuk langsung pulang kerumahnya.


Semua keluarga sudah berkumpul di rumah kediaman keluarga Bramasta maupun di rumah keluarga Yudistira, ada juga sebagian yang memilih untuk tinggal di hotel dimana acara pernikahan akan berlangsung.


"Bun, Icha belum siap Bun. Icha takut." Malam itu Nayla ditahan Kalycha untuk menemaninya di kamarnya.


"Kamu tenang saja sayang, biarkan semua mengalir seperti apa adanya. Yang penting sekarang kamu istirahat, persiapkan diri untuk acara pernikahanmu besok." Nayla mengusap lembut rambut Kalycha.


"Tapi Icha takut Bun, Icha belum siap menikah Bun." Nayla memeluk putrinya itu. "Bagaimana nanti kalau Icha hamil Bun? Icha belum siap jadi orangtua Bun. Icha belum pantas Bun." Airmatanya pun kembali menetes.


"Kalau masalah itu, kamu bisa bicarakan sama suami kamu nanti sayang. Kalian kan bisa menunda untuk mempunyai momongan." Nayla masih berusaha menenangkan putrinya.


"Apa Kak Haidar mau Bun?"


"Kamu harus bicarakan baik-baik dengannya. Itu harus kesepakatan kalian bersama sayang, Bunda dan Daddy tidak mungkin mencampuri urusan rumah tangga kalian nanti. Tapi Bunda yakin Haidar akan mengerti posisi kamu sekarang. Apalagi dia tahu kamu masih sekolah."


🎊


🎊


🎊


🎊


🎊


Pernikahan Haidar dan Kalycha sudah di depan mata? Perasaan cemas dan panik pastinya campur aduk di hati para calon pengantin itu menjelang hari pernikahan. Hingga tidak dipungkiri stress melanda pikiran Kalycha.


Sesuai kesepakatan keluarga setelah acara lamaran selesai. Kedua belah pihak sepakat akan melangsungkan pernikahan anak-anak mereka di hari Sabtu saat weekend sehingga tidak menggangu pekerjaan Pram dan juga keluarga-keluarga terdekat mereka yang mayoritas adalah seorang pengusaha begitu pula dari pihak keluarga Haidar.


Meskipun hanya dihadiri oleh keluarga terdekat dan tamu undangan yang sangat terbatas. Pernikahan mereka tergolong mewah karena mereka akan melangsungkan pernikahannya di salah satu ballroom hotel mewah di Jakarta. Tidak ada rekan bisnis ataupun teman-teman Kalycha yang tahu, karena pernikahan ini sengaja dilaksanakan secara tertutup. Begitu juga teman-teman Haidar hanya beberapa saja yang di undang. Semua tamu undangan hanyalah keluarga terdekat dari kedua belah pihak.


The Wedding HaiKa (Haidar dan Kalycha)


"Apa kamu sudah siap nak?" Halimah masuk ke kamar Haidar yang sedang dirias oleh seorang MUA dan asistennya.


"Sudah Bu."


"Kak gimana keponakan Kakak? Apa udah ga salah paham lagi sama hubungan kita?" tanya Helsa yang nyelonong masuk ke kamar hotelnya sambil menahan tawanya mengingat Kalycha yang sempat salah paham dengan hubungan mereka.


"Keponakan? Siapa?" tanya Halimah melihat kedua anaknya bergantian.

__ADS_1


"KEPO!!!" jawab keduanya bersamaan. Lalu mereka tertawa sedangkan Halimah berhasil kesal dibuat kedua anak duralexnya itu.


"Ibu tuh selalu aja mau tahu urusan anak muda." Helsa memeluk Ibunya yang cemberut itu.


"Apa Ibu ga boleh tahu urusan anak-anak Ibu?" Halimah masih kesal. "Lagian emangnya Haidar udah punya keponakan? Dari mana? Siapa?" Halimah masih saja kepo.


"Hahaha–." kali ini Helsa tertawa terbahak bahak tak lagi menjaga imagenya yang seorang calon dokter.


"Dek, kalau ketawa itu jangan sampe dihabisin. Sisain buat besok. Ntar abis ketawa nangis lagi, terus lupa untuk ketawa karena udah kehabisan stok." Sindir Haidar.


"Kalian itu kenapa sih?" Halimah semakin penasaran kepada kedua anaknya itu.


"Itu Bu, kemarin ada calon dokter yang termewek-mewek nelpon sama Haidar karena mergokin pacarnya selingkuh." Haidar menyindir Helsa lagi. Dirinya teringat saat Helsa memintanya untuk datang ke kampusnya sambil menangis ditelpon. Saat itu Haidar begitu khawatir pada adik satu-satunya itu, sehingga dirinya sempat cuek pada Kalycha.


Awalnya Helsa ingin meminta bantuan Kakaknya Haidar untuk menghajar mantan pacarnya itu tapi belum sempat Haidar menemui pacarnya, Kalycha sudah lebih dulu salah paham dengan hubungan mereka akhirnya Haidar memilih untuk menenangkan Kalycha calon istrinya.


"Apa? Putra selingkuh dek?" Halimah melepaskan pelukan putrinya itu lalu melihat kepada Helsa menatap netranya dengan tajam.


Helsa yang ditatap seperti itu oleh ibunya sendiri membuatnya kembali teringat dengan penghianatan kekasihnya itu dan membuatnya kembali bersedih. Matanya kembali berkaca-kaca. Helsa hanya dapat menjawab pertanyaan Ibunya itu dengan menganggukkan kepalanya.


"Sudah jangan menangis." Halimah kembali memeluk Helsa menguatkan putri kesayangannya itu. "Laki-laki seperti itu tidak perlu kamu tangisi, sayang airmatamu terbuang sia-sia. Itu berarti Tuhan baik sama kamu sayang. Tuhan tunjukkan sifat buruknya Putra ke kamu nak. Kamu harusnya bersyukur karena belum jadi istrinya. Masih banyak laki-laki lain yang lebih baik dari Putra. Kalau kamu mau nanti Ibu kenalin sama anak-anak teman arisan Ibu. Kamu tinggal pilih deh yang mana yang kamu suka." Halimah menenangkan hati putrinya itu.


"Emang barang dipilih-pilih?" Helsa menghapus airmatanya. Ia merasa geli mendengar Ibunya menyuruhnya memilih salah satu anak teman arisannya. Halimah hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Siapa lagi? Calon istrinyalah–." Haidar membulatkan matanya menatap kearah adiknya itu sementara Helsa menjulurkan lidahnya mengejek kakaknya.


"Dia masih manggil kamu Om, nak?"


"Hanya saat dia kesal sama Haidar aja Bu–." Haidar terpaksa berbohong tidak ingin Ibunya kecewa dengan calon menantunya itu.


"Emangnya dia kesal kenapa sama kamu?"


"Dia–."


"Dia kira kami pacaran Bu–." Helsa menjawab lebih dulu dari Haidar. "Dia ga tahu kalau aku ini adalah adik iparnya."


"Kamu itu bilang Dia-dia, emangnya kamu ga bisa panggil dia Kakak, bagaimana pun juga dia itu adalah kakak Iparmu meskipun usianya lebih muda darimu."


"Jauh loh Bu–." Helsa membantah tapi Halimah langsung melotot pada putrinya itu. "Iya-iya nanti Elsa panggil Kakak ipar." takut Ibunya itu akan ceramah berkepanjangan akhirnya Helsa lebih memilih untuk mengalah.


"Kalian ngapain masih disini? Semua tamu udah nunggu dibawah." suara Deon menyadarkan Halimah dan Helsa kalau saat itu mereka akan merayakan hari pernikahan Haidar.


"Iya yah, ini juga udah mau turun." Halimah menghampiri suaminya dan menggandeng Helsa untuk ikut keluar dari kamar Haidar. "Kalau udah selesai kamu langsung turun ya nak." ucap Halimah dan dibalas anggukan oleh Haidar.


🍥

__ADS_1


🍥


🍥


🍥


🍥


Dikamar Kalycha sedang di make-up oleh seorang MUA.


"Nona, udah dong jangan nangis terus ini susah loh makeup nya. Nanti Tuan Pram akan marah dan ga bayar kami kalau hasil makeup nya jelek." bujuk asisten MUA yang membantu Kalycha makeup. Tapi Kalycha tidak juga berhenti menangis.


Nayla yang mendengar cerita dari adiknya Dara langsung pergi ke kamar Kalycha. Saat itu Nayla memang meminta adiknya Dara untuk menemani Kalycha di kamarnya untuk di makeup, karena Nayla juga harus mempersiapkan dirinya dan suaminya.


"Sayang kamu kenapa?"


"Bunda–." Kalycha berdiri dari duduknya langsung memeluk Nayla. "Icha ga mau nikah Bun–."


"Sssssuuutttttt. Kamu ga boleh ngomong gitu sayang, nanti kalau ada yang dengar bahaya loh. Bisa-bisa mereka salah mengartikan ucapan kamu barusan." Nayla melihat seorang MUA itu menatap mereka dengan wajah bingung. "Tolong jaga kehormatan Daddy kamu sayang." bisik Nayla.


"Apa ini pernikahan terpaksa? Aahk sudahlah Bukan urusanku juga. Yang penting bayarannya harus sesuai dengan perjanjian."


"Sekarang duduk ya, kamu jangan menangis lagi nanti hasil makeup nya jelek loh." Kalycha pun menganggukkan kepalanya.


"Loh kenapa kamu masih menangis sayang?" tanya Nayla lagi saat melihat Kalycha kembali menangis.


"Ga tau Bun, airmatanya keluar sendiri padahal aku ga ijinin loh Bun–." Nayla dan semua yang ada di kamar Kalycha itu pun menahan tawanya mendengar jawaban polos dari Kalycha.


"Ya sudah, sekarang kamu tarik nafas terus keluarkan perlahan supaya kamu rileks dan ga stress sayang." Kalycha menuruti seperti yang dikatakan Nayla. "Ya sudah Bunda tinggal dulu ya sayang." Setelah merasa tenang Nayla ingin kembali ke kamarnya membantu persiapan suaminya.


"Tapi Bunda, Icha pengen di temenin Bunda." pinta Kalycha.


"Kan ada anty Dara sayang. Bunda mau nemenin Daddy kamu dulu sayang. Tamu udah pada datang. Kamu sama anty Dara ya sayang." Nayla membujuk Kalycha yang masih terlihat sedih dengan pernikahannya itu.


"Udah Teteh sana sama Mas Pram aja. Nanti mas Pram kecarian loh." ucap Dara.


"Iya dek, Teteh titip Icha ya."


"Emang Icha barang pake acara dititipin segala." Nayla tersenyum melihat adik dan putrinya itu yang terlihat manis seperti saudara kandung.


"Teteeeehhh hati-hati jalannya ingat lagi hamil loh." teriak Dara saat melihat Nayla berjalan buru-buru.


"Kamu beruntung Cha bisa menikah dengan pria baik dan ganteng seperti Haidar." Batin Dara.


Jangan Lupa Like ya gaes 😍

__ADS_1


__ADS_2