My Soulmate

My Soulmate
Part 8


__ADS_3


πŸ“–Selamat MembacaπŸ“–


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—


πŸ’—


Setelah mengumpulkan tugas dan mengembalikan beberapa buku ke perpustakaan, Taehyung langsung berjalan ke unit kesehatan untuk melihat bagaimana keadaan Sohyun sekarang. Disamping itu, Taehyung sudah tidak ada jam kuliah lagi. Itu artinya selain melihat keadaan Sohyun, Taehyung akan mengajak Sohyun pulang, dengan begitu Sohyun bisa istirahat di rumah dengan leluasa.


Klik!


Pertanda pintu unit kesehatan di buka oleh Taehyung!


Di dalam ruanga hanya ada penjaga atau petugas kesehatan Lee Ji Eun atau sebagian mahasiswa memanggilnya IU.


"Ohh, Taehyung!" Sapa Lee Ji Eun ramah.


"Siang noona!"


Balas Taehyung dengan senyum sambil sedikit menunduk. Setelah itu, Taehyung mengarahkan atensinya ke beberapa ranjang pasien yang ada di sudut ruangan. Tirainya sudah kebuka semua. Pertanda tidak ada orang satu pun yang terbaring di sana.


"Kamu mencari siapa? Sohyun?" Tanya Lee Ji Eun.


"Iya. Aku mau menjemputnya untuk pulang. Tapi kok dia sudah tidak ada ya?"


"Sohyun tidak memberitahumu ya, Kalau dia sudah pulang?"


"Pulang?! Ngak mungkin, dia tidak akan bisa pulang tanpa aku."


"Benaran. Sohyun tadi sudah pulang bersama Jungkook."


"Jungkook?! Sohyun pulang bersama Jungkook?!" Kaget Taehyung.


"Kok kamu malah kaget gitu?! Apa... kamu ada hubungan dengan Sohyun eoh?!"


"Tidak. Sohyun hanya teman baik ku. Itu saja, tidak lebih."


"Lalu, kalau hanya teman, kenapa kamu bisa sekaget itu setelah tahu Sohyun pulang bersama cowok lain?"


"Aaa, Soal itu... Begini noona. Sebenarnya, Ibu Sohyun meminta aku untuk menjaga Sohyun selama ibu Sohyun berada di Cina. Kalau dia pulang tanpa mengabari ku, kan aku sendiri yang repot dan kena masalah noona. Bagaimana jika nanti ibu Sohyun telpon terus menanyakan anaknya pada ku? Belum lagi kondisi Sohyun yang saat ini kurang sehat."


"Iya juga ya."


"Terus bagaimana bisa Jungkook tahu kalau Sohyun ada di sini?"


"Jungkook tadi tiba-tiba kesini, katanya sih dia pusing. Jadi, aku menyuruh dia istirahat di ranjang sebelah Sobyun. Karena hanya itu ranjang yang kosong.__


Karena Sohyun terlihat sangat pucet, akhirnya Jungkook meminta izin untuk membawa Sohyun pulang. Biar dia bisa istirahat dengan nyaman di rumah."


"Kalau begitu saya permisi. Terima kasih infonya noona."


Pamit Taehyung lalu melenggang pergi dengan muka panik dan cemas. Bagaimana pun Taehyung sangat mencemaskan Sohyun sekarang. Apalagi tadi, Lee Ji Eun mengatakan Sohyun sangat pucat.


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


Taehyung sudah berada di tempat parkir! Pun Taehyung sudah siap memutar balik motornya!


"Sohyun mana?" Tanya Rose yang tiba-tiba sudah berada di tempat parkir sambil berjalan ke sisi Taehyung berada.


"Dia sudah pulang?"


"Tumben. Dengan siapa? Kok dia ngak nunggu kamu dulu?"


"Dia pulang bersama Jungkook sunbae?"


"Jungkook? Kok bisa? Apa sakitnya semakin parah ya?"


"Kurang tahu. Aku pulang duluan ya."


"Eohh, Taehyung? Tunggu!"


Taehyung bingung, kenapa Rose malah menghentikannya?


"Mumpung Sohyun sudah pulang bersama Jungkook,,, boleh tidak aku numpang pulang bersamamu? Maaf, soalnya sopir yang biasa menjemput ku sedang sakit. Sementara aku belum pernah naik kendaraan umum."


Taehyung tampak berpikir! Menolak tidak enak. Bilang iya, Taehyung masih memikirkan keadaan Sohyun sekarang. Apakah dia baik-baik saja atau tidak? Sementara kata Lee Ji Eun yang mengatakan Sohyun pucat terus diingatnya.

__ADS_1


"Taehyung." Tidak ada respon dari Taehyung, dia masih melamun.


"Ya! Kim Taehyung, gimana? Mau ngak?"


"Baiklah. Aku akan mengantarmu."


Taehyung akhirnya memutuskan mengantar Rose setelah berhasil melawan gejolak di hatinya. Pikirnya, mungkin ini kesempatan Sohyun untuk lebih dekat dengan Jungkook. Taehyung yakin, Sohyun pasti sangat bahagia sampai mengabarinya pun tidak sempat, walau hanya meninggalkan cecarik memo pun Sohyun tidak sempat melakukannya.


"Tapi,___?" Lanjut Taehyung membuat Rose bingung.


"Apa kamu tidak masalah pulang bareng aku dengan naik sekuter buntut ku ini? Bagaimana jika teman-teman mu melihat kita. Terus mengejek mu? Kalau aku sih tidak masalah, karena aku sudah biasa di bully."


"Soal itu tidak penting. Aku bisa mengatasinya dengan cara ku sendiri kok. Jadi, jangan mencemaskan itu Taehyung-ssi"


"Baiklah kalau tidak ada masalah. Ini kamu pakai helmnya Sohyun!"


"Terima kasih." Imbuh Rose sambil mengambil helm dari tangan Taehyung.


Begitu keluar dari gerbang, Rose melihat mobil jemputannya datang. Melihat itu, Rose kemudian mengambil ponsel di saku mantelnya. Tanpa Taehyung tahu, di belakangnya, Rose sedang memainkan ponselnya untuk mengirimi sopir pribadinya pesan supaya sopirnya itu pulang. Itu artinya Rose berbohong tentang sopirnya yang sakit.


Sebenarnya, ini memang sudah direncanakan oleh Rose. Karena ia melihat Taehyung tidak bersama Sohyun akhirnya Rose mengambil kesempatan ini untuk bisa berduaan di atas motor bersama Taehyung. Wah Rose menang banyak ya? Tidak tanggung-tanggung ia berbohong tentang sopirnya. Hanya untuk bisa berduaan dengan Taehyung.


Selama di perjalanan! Rose ingin sekali memeluk pinggang Taehyung erat-erat dari belakang!


"Pelan-pelan Rose! Suatu hari nanti, kamu pasti akan mengeratkan tanganmu di pinggangnya, tidak hanya itu. Kamu pasti akan dapat bersandar di pundaknya juga." Batin Rose.


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


Mobil Jungkook sudah memasuki gang rumah Sohyun. Jungkook sedikit heran. Bagaimana tidak?! Komplek rumah Sohyun rata-rata rumahnya besar-besar semua. Padahal setahu Jungkook di kampus, Sohyun di cap cewek miskin. Mengingat penampilan Sohyun yang terlihat sederhana dan selalu ke kampus dengan motor buntut Taehyung. Apa mungkin rumahnya masih berada di ujung gang? Pikir Jungkook.


"Di depan sana belok kiri. Rumah ku yang pintu gerbangnya berwarna coklat dengan nomor rumah 345." Kata Sohyun memberi petunjuk pada Jungkook. Jungkook semakin bingung. Gerbang berwarna coklat?! Rumah yang di maksud Sohyun paling besar dari semua rumah yang sudah mereka lewati.


"Rumah besar itu rumahmu? Apa kamu yakin. Kamu tidak salah menunjuk rumah kan?!" Ragu Jungkook membuat Sohyun sedikit tersinggung. Namun sedetik kemudian Sohyun mengerti kenapa Jungkook ragu kalau rumah itu adalah rumahnya.


"Iya kenapa? Itu memang rumahku. Rumah kedua orang tuaku"


"Maaf. Aku tidak bermaksud meragukanmu kalau itu rumahmu?"


"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Sebab, tidak hanya Sunbae yang ragu kalau itu rumahku. Dulu, masih banyak temanku yang sama ragunya seperti sunbae kalau sudah berkunjung ke rumah. Secara, penampilan ku yang biasa biasa saja, dan kendaraan ku dari zaman aku sekolah kelas 2 SHS dan ke kampus pun hanya numpang terus bersama Taehyung dengan montor buntutnya."


Mendengar itu, Jungkook jadi terharu dan kagum dengan Sohyun. Sohyun aslinya berasal dari keluarga kaya dan orang-orang kampus tidak tahu hal itu. Mereka hanya menilai Sohyun dari penampilan luarnya saja. Namun, ada yang sedikit mengganjal di hati Jungkook. Tentang Taehyung yang menjadi teman pulang pergi Sohyun sekolah sampai Sohyun kuliah.


"Kamu hebat! Walau orang-orang kampus menilaimu miskin kamu tidak pernah menanggapi mereka. Tapi, kenapa disaat aku hampir menyerepetmu kamu sangat murka?"


Tanya Jungkook begitu memasuki halaman rumah Sohyun yang lumayan luas. Di perkirakan halaman rumah Sohyun hampir menyamai halaman rumah Jungkook.


"Kalau itu beda. Karena itu sudah berkaitan dengan nyawa aku dan juga nyawa Taehyung. Tapi, jika aku tahu itu sunbae aku tidak akan bertindak sejauh itu."


"Benarkah? Why?"


Sohyun tampak malu mengatakannya. Melihat tingkah Sohyun seperti itu membuatnya tersenyum tampa alasan. Pun mereka sudah sampai di depan rumah Sohyun.


"Terima kasih sudah mengantarku sunbae." Kata Sohyun sambil melepas seat belt nya.


"Sama-sama. Oh iya... Apa kamu tidak mengajak ku mampir." Canda Jungkook. Sohyun menunduk. Ingin saja ia mengajak Jungkook masuk, tapi orang tuanya tidak ada di rumah.


"Maaf sunbae. Bukannya aku tidak ingin mengajak sunbae masuk. Tapi, orang tuaku sedang tidak ada di rumah. Lain kali, aku pastikan akan mengajak sunbae masuk."


Jungkook tersenyum lebar mendengar tanggapan Sohyun yang menurutnya lucu, apalagi wajah Sohyun yang terlihat sangat polos ketika mengatakannya.


"Ya! Aku hanya bercanda. Ok, lain kali jika kamu menawarkan aku masuk, aku pastikan akan masuk menggeledah isi rumahmu."


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


Taehyung dan Rose sudah sampai di depan rumah Rose. Jujur, Taeyung sedikit terpana dengan rumah Rose yang begitu mewah dan elegan menurutnya.


"Rumahmu besar dan mewah juga ya?" Kata Taehyung sambil mematikan motornya.


"Aaa, kamu bisa saja." Kata Rose sambil turun lalu melepas helmnya.


"Terima kasih ya sudah mengantarku." Lanjut Rose sambil menyerahkan helm Sohyun pada Taehyung.


"Sama-sama." Jawab Taehyung dengan senyum kotaknya. Kembali hati Rose dibuat ambyar oleh Taehyung. Sedetik kemudian ia sadar dan,,,?


"Ayo mampir. Siapa tau orang tuaku ada di rumah. Biar aku bisa mengenalkanmu."


"Tidak usah, lain kali saja.___


Selain baik, aku tidak nyangka kalau kamu cewek yang ramah juga ya. Beda dengan cewek-cewek lain yang aku kenal. Terima kasih sudah mau berteman dengan ku dan tidak risih berada di dekat ku Rose-ssi. Kamu orang kedua setelah Sohyun yang mau berteman denganku walau kamu sudah tau latar belakangku seperti apa."


Setelah itu, Taehyung menghidupkan motornya dan tancap untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Sedangkan Rose sangat terharu mendengar pujian Taehyung. Namun, Rose tidak terima jika ia masih di nomor dua kan dengan Sohyun.


🌻


🌻


🌻


🌻


🌻


Taehyung sudah memasuki komplek rumah Sohyun. Begitu sampai di depan rumah Sohyun, entah kenapa ia langsung melewati rumah Sohyun begitu saja. Apa mungkin Taehyung marah ya.


Sedangkan Sohyun di rumahnya! Lebih tepatnya, Sohyun terlihat sedang menutup kamar mandi di kamarnya. Itu artinya Sohyun baru selesai mandi dan ia pun masih mengenakan jubah mandinya. Hal biasa yang dilakukan setiap gadis jika tamu bulannya sudah datang. Tidak peduli itu siang atau pun larut malam sekalian.


Setelah mengganti baju, Sohyun rebahan di kasur empuknya. Sohyun kemudian mulai memejamkan mata untuk istirahat. Sedetik kemudian ia langsung membuka mata setelah mengingat sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Kim Taehyung?! Astaga, aku lupa mengabarinya kalau aku sudah pulang. Bagaimana bisa aku melupakannya. Apa dia sudah pulang ya?"


Kata Sohyun sambil bangkit dari tidurnya. Setelah itu, Sohyun melirik ponselnya di atas nakas! Pun ia langsung mengambil ponselnya itu untuk menghubungi Taehyung. Tidak aktif?! Nomor Taehyung tidak aktif.


"Nomornya masih tidak aktif. Jangan-jangan dia masih di kampus? Masak iya sih? Apa eonni UI tidak memberitahunya kalau aku sudah pulang? Wah bisa jadi ini! Kalau begitu aku harus menghubungi bibi Kim, untuk memastikan apakah Taehyung sudah pulang apa belum."


_


Di kediaman Taehyung!


"Taehyung-ah! Jaga butik dulu ya. Ibu akan memasakan makanan untukmu." Kata Kim Chae Won ibu Taehyung dari depan pintu kamar putra semata wayangnya.


"Iya buk. Selesai ganti baju aku ke depan."


Selesai ganti baju, Taehyung langsung keluar menuju butik kecil ibunya. Disaat ia melihat beberapa pakaian yang di jual ibunya di butik, ponsel Chae Won berbunyi yang di letakan di atas meja kasir. Taehyung mendekat untuk memastikan siapa yang menelpon. Di layar persegi panjang itu tertera nama Sohyun. Mengetahui itu Sohyun, Taehyung memilih mengabaikannya.


_


Disisi Sohyun!


Sohyun bingung?! Kenapa bibi Kim tidak mengangkat ponselnya? Sudah berapa kali ia menelpon, namun ia tidak mendapatkan jawaban. Merasa ada yang mengusik hatinya, Sohyun memutuskan untuk pergi ke rumah Taehyung saja lagian sakit di perutnya pun seketika hilang.


Kebetulan sekali pak Han baru pulang! Pun Sohyun langsung meminta pak Han mengantarnya ke rumah Taehyung. Tidak sampai 10 menit Sohyun sudah sampai di rumah Taehyung.


Rumah Taehyung sangat sederhana dengan butik kecil yang menyatu dengan rumah bagian depan, dan rumah itu berada paling sudut komplek rumah Sohyun. Rumah yang berada di sudut komplek rumah Sohyun rata-rata kecil dan sederhana.


Sohyun menyuruh pak Han pulang!


Sohyun berjalan ke arah butik untuk melihat keberadaan bibi Kim. Tidak ada. Chae Won tidak ada disana.


"Kemana bibi Kim?"


Lirih Sohyun. Kemudian ia berjalan ke pintu gerbang kecil samping butik . Pintu gerbang tidak di kunci, membuat Sohyun lebih leluasa untuk masuk.


"Bibi! Bibik Kim, kau dimana?"


"Bukankah itu suara Sohyun?" Tanya Chae Won pada putranya. Taehyung malah diam sambil menyantap makanannya. Chae Won menelisik wajah putranya untuk mencari tahu apa yang terjadi antara Taehyung dan Sohyun.


"Apa kalian berantam?!"


"Tidak, aku,__?"


"Bibik! Apa bibik ada di,___?" Teriakan Sohyun dari luar membuat Taehyung menghentikan ucapannya. Pun Chae Won langsung beranjak dari duduknya untuk membukakan Sohyun pintu.


"Sohyun-ah. Ayo masuk!"


"Taehyung sudah pulang bik?"


"Lho, kalian tidak pulang bareng ya?"


"Iya. Aku pulang duluan tanpa memberi tahunya."


Chae Won mengerti kenapa putranya tidak antusias menyambut kedatangan Sohyun. Rupanya Taehyung sedang marah. Sedetik kemudian Chae Won tersenyum


"Pantes mukanya dari tadi kusut seperti itu."


"Jadi, Taehyung sudah pulang bik?"


Chae Won mengangguk. Pun Sohyun langsung menerobos masuk tampa permisi. Kebiasaan, mentang-mentang dekat.


"Taehyung-ah! Kamu marah ya?"


"Menurutmu?!"


"Maafkan aku eoh."


"Hyun-ah, makan bersama Taehyung ya. Bibik mau ke depan. Sepertinya ada yang belanja"


Chae Won yang merasa tidak pantes di sana memilih untuk ke butik saja. Bagaimana pun Taehyung dan Sohyun harus menyelesaikan kesalah pahaman di antara mereka.


Sepuluh menit kemudian!


Chae Won kembali ke dalam. Pun ia melihat Taehyung dan Sohyun terlihat sedang bersenda gurau bersama. Chae Won yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Tadi berantam sekarang sudah baikkan. Mungkin itu yang ada di benak Chae Won.


Tbc,___



Moon Chae Won/Kim Chae Won Ibu Kim Taehyung

__ADS_1


__ADS_2