My Soulmate

My Soulmate
Permintaan Yang Aneh


__ADS_3

Malam puncak acara Family gathering akan dilaksanakan sebentar lagi. Semua sudah berkumpul untuk merayakan acara penutupan Family Gathering yang diadakan Perusahaan Liemasta Group. Para karyawan begitu senang karena bisa mengikuti acara itu sampai selesai. Banyak Hadiah yang mereka persiapkan mulai dari games pencarian harta Karun di taman labirin, sampai acara game-game kecil seperti permainan lomba makan kerupuk, joget balon, mengisi air dalam botol bersama tim dan masih banyak lagi perlombaan-perlombaan yang dipertandingkan untuk anak maupun orang dewasa.


Acara tersebut tak luput dari drama-drama pasangan baru stock lama itu. Siapa lagi? Tentu saja Kalycha dan Haidar.


Usaha Anita untuk mendekati Haidar pun selalu gagal, kalau bukan Kalycha yang menggagalkannya pasti Helsa, dan mereka berdua tidak tahu kalau mereka punya musuh yang sama.


"Liat deh Mas, Kak Helsa sama Kak Roy lengket terus kayak prangko." Kalycha menunjuk arah Roy yang sedang duduk bersama Helsa.


"Biarkanlah, mereka udah dewasa tinggal tunggu waktu kapan mereka akan menghalalkannya saja."


"Aku tuh suka bangat sama cara Kak Roy natap Kak Helsa, apalagi kalau ingat acara kemarin Uuuhhh, romantis banget." ucap Kalycha sambil menangkup kedua pipinya dengan tersenyum menatap penuh cinta pada pasangan itu.


Kalycha tak sadar kalau secara tak langsung dia sudah memuji pria lain didepan suaminya sendiri. Raut wajah tak suka dari Haidar langsung tampak diwajahnya.


"Suami didepan mata ga dipuji, malah muji orang lain." sahut Haidar ketus. Kalycha sadar dan langsung menoleh kepada suaminya itu.


"Uluu uluu... Suamiku cemburu yah." Kalycha mencubit pipi Haidar pelan.


"Siapa bilang mas cemburu? Mas itu cuma ga mau aja kalau istri mas tuh berdosa karena udah muji pria lain selain suaminya. Karena dosa seorang istri itu ditanggung oleh suaminya. Nah, kalau kamu kebanyakan dosa emang kamu mau liat mas masuk neraka nanti?" Haidar sengaja memberi kuliah malam untuk Kalycha, padahal tujuannya benar seperti yang Kalycha katakan kalau dirinya itu sedang cemburu.


"Iiih, pemikiran mas itu kejauhan. Icha cuma bilang Kak Roy itu Romantis ga kayak Mas–." lagi-lagi Kalycha tak sadar sudah membandingkan suaminya dengan pria lain.


"Tuh kan baru aja dibilangin udah diulangi lagi."


"Iya deh maaf." ucapnya tapi dengan wajah yang cemberut.


"Minta maafnya ga ikhlas."


"Hhuuuufft, Salah lagi." Haidar melirik Kalycha yang kesal karenanya. Tanpa dilihat Kalycha Ia pun tersenyum. "Icha minta maaf ya Mas–." ucap Kalycha lembut sambil memeluk lengan Haidar.


"Gara-gara Lo nih Roy, gue jadi berantem sama bini gue." Haidar teringat hal romantis yang dilakukan Roy hingga membuat istrinya itu terus memujinya.


Flashback On


Sudah sebulan lebih Roy merencanakan hal ini. Dirinya sengaja meminta bantuan Helsa untuk membuat reverensi acara Family Gathering yang akan diadakan Perusahaan itu. Bukan karena Roy tak mampu untuk mengerjakannya tapi karena Roy mempunyai tujuan tersendiri untuk Helsa. Tentu saja setelah mendapat ijin dari Pramudja atasannya.


Jika ia mengajak Helsa langsung ke acara itu, pastilah Helsa akan menolak dengan berbagai macam alasan. Tapi karena ini pihak perusahaan langsung yang mengundangnya makanya dia bersedia untuk ikut diacara itu.


Karena mereka gagal menyelesaikan misi pencarian harta karun, akhirnya Roy mengajak Helsa untuk mencari tempat wisata lain yang dekat dengan hotel tempat mereka menginap.


Roy sudah menyiapkan tempat itu untuk mereka berdua dan tentu saja dengan bantuan Haidar sahabatnya dan juga Kalycha.


Roy berencana akan melamar gadisnya itu ditempat yang telah disiapkannya. Roy membawa Helsa ke Little Venice Kota Bunga yang terletak tidak jauh dari tempat mereka menginap.


Little Venice bisa dikatakan tempat wisata yang meniru gaya kota Venezia di Italia atau dapat dikatakan Venezia-nya Indonesia. Kota ini terkenal sebagai salah satu destinasi liburan impian karena keindahannya dan juga keunikannya, karena sebagian kota seperti dibangun di atas laut sehingga menghasilkan banyak kanal-kanal air yang bisa ditelusuri dengan perahu kecil bernama gondola.


Roy mengajak Helsa menaiki sebuah gondola untuk menyusuri kanal-kanal kecil yang diapit gedung-gedung yang didesain seperti bangunan-bangunan di Venezia. Helsa sangat senang karena ia merasa seperti berada di Venezia.


"Kak Roy tahu dari mana ada tempat seperti ini disini? Apa kak Roy udah pernah datang kesini?" tanya Helsa penasaran sambil melihat Roy yang terus berusaha mendayung gondola tersebut.

__ADS_1


"Kakak tahu dari teman, ini kan tempat wisatanya masih tergolong baru dek." sahut Tommy sambil terus mendayung gondola.


Roy mendayung hingga ketengah perairan replika Venezia itu. Disana Haidar, Kalycha dan beberapa rekan kerja Roy sudah menunggu kedatangan mereka. Roy sudah menghias salah satu gondola dengan bunga-bunga yang indah dan poster besar foto Helsa dan juga poster yang bertuliskan Will You Marry Me?


Mulut Helsa menganga dan ditutup dengan kedua telapak tangannya. Ia tidak menyangka kalau Roy akan melamarnya di tempat seromantis itu.


Roy meraih tangan gadis itu.


"Helsa, aku sadar kalau aku bukan pria Romantis–, Sebelum aku bertemu denganmu, aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya tersenyum tanpa alasan. Sekarang kamu ada di sini, aku pikir seluruh hidupku akan jatuh kepada tempatnya." Mata Helsa mulai berkaca-kaca, jantungnya berdebar kencang dan bibirnya bergetar setiap mendengar kata yang terucap dari bibir pria itu.


"Helsa–, ada banyak cara untuk bahagia dalam hidup ini, tapi yang benar-benar kubutuhkan hanyalah dirimu. Dan aku akan berusaha untuk membuatmu terus bahagia."


"Aku bukanlah pria yang bergelimang harta tapi satu-satunya hal yang bisa kujanjikan padamu saat ini adalah hatiku yang tulus. Akan kulakukan yang terbaik untuk mencintaimu dengan cara yang sama seperti hari ini dan sampai seumur hidupku."


"Aku tidak bisa membayangkan menjadi tua dengan orang lain, dan aku juga tidak mau itu. Helsa Isaura Yudistira, maukah kau menikah denganku dan menjadikanku pria yang sangat beruntung di dunia ini?"


Helsa tertunduk malu, airmatanya sudah mulai jatuh. Ia sangat terharu karena pria yang duduk didepannya itu benar-benar menepati janjinya, melamarnya ditempat yang sangat romantis.


"Saa–." panggil Roy lembut.


"Heemm–." Helsa hanya berdehem belum siap untuk menatap Roy langsung.


"Gimana?"


"Apanya?" Roy tersentak kaget mendengar pertanyaan Helsa. Apa gadis itu kurang mengerti maksudnya yang melamar dirinya.


"Jawaban kamu Sa–." Roy menunggu dengan perasaan yang berdebar-debar, apalagi ketika mendengar Helsa bertanya 'Apanya?' spicles membuatnya bingung.


Roy, tersenyum bahagia ingin sekali dirinya berdiri dan lompat-lompat kegirangan tapi itu tidak ia lakukan, ia ingin kembali mengoda wanita itu.


"Apa Sa? Kamu bilang apa? Kakak ga dengar Sa–." ucap Roy sambil mengulum senyum dibibirnya.


Helsa mengangkat kepalanya dan menatap nanar Roy dengan lembut.


"Iya Kak, Helsa mau menikah dengan Kakak." Helsa kembali menundukkan kepalanya.


Suara terompet dan letusan kertas-kertas kecil warna-warni yang berkilauan menghiasi keindahan langit sore itu.


Roy beranjak dari tempat duduknya, lalu memeluk Helsa. "Makasih ya Sa–."


"Cut...Cut...Cut...!!!" teriakan Haidar menyadarkan kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu. Haidar tidak terima jika Roy langsung mencium adiknya.


"Kak Haidar–." Helsa melihat Kakaknya itu melambai-lambaikan tangannya dari gondola yang ada diseberang mereka. "Kok bisa ada Kak Haidar sih disini Kak?" tanya Helsa heran.


"Iya, karena dia yang udah bantuin aku nyiapin ini semua. Kalau kakak sendiri ya ga sempat dong Sa–."


Lamaran Romantis yang di impikannya pun seakan sirna karena gangguan dari Kakaknya itu. Bukan karena merasa terganggu tapi Helsa merasa malu karena Lamaran Romantisnya disaksikan oleh Kakak dan Kakak iparnya.


Flashback Off

__ADS_1


"Nempel terooosss–." Haidar berjalan mendekati pasangan yang akan menuju halal itu.


"Apaan sih Kak–." Helsa menatap malu pada Haidar dan Kalycha.


"Selamat ya Kak Helsa, Kak Roy–, semoga nanti lancar sampai ke pelaminan ya." Doa tulus Kalycha.


"Amin–." sahut Roy.


Acara penutupan Family Gathering Perusahaan Liemasta Group pun berjalan dengan lancar dan seperti yang mereka harapkan pemenangnya bukanlah dari kalangan keluarga Bramasta sendiri seperti yang ditakutkan sebagian karyawan.


Kalycha merasa sangat lelah dan mengantuk. Ingin rasanya ia segera berbaring dikamar hotel itu untuk malam terakhir sebelum mereka kembali ke Jakarta.


"Mas sini cepetan–." panggil Kalycha manja ketika melihat Haidar baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sebentar Yang–." Haidar merapikan beberapa barang mereka supaya besok tidak terlalu banyak yang harus dibereskan sebelum mereka pulang.


"Maaaass–." Rengeknya lagi.


"Bentar Yang–, nanggung nih!!"


"Masss!!!"


"Kenapa sih Sayang? Mau lagi?" Haidar pun berjalan mendekati Kalycha yang sudah lebih dulu berbaring ditempat tidur. Haidar melihat Kalycha menggelengkan kepalanya.


"Terus kenapa merengek begitu?"


"Mau peluk–." Haidar begitu gemas melihat sikap manja istrinya itu. Haidar pun berbaring disampingnya dan memeluk Kalycha.


"Mau ketek juga mas?"


Haidar mengernyitkan dahinya takut ia salah dengar dengan permintaan istrinya itu.


"Mau apa yang?"


"Mau nyium keteknya Ayang–." rengeknya manja.


"Apaan sih Yang? Mintanya kok ketek sih?" Haidar menolak permintaan Kalycha karena ia merasa enggan membiarkan Kalycha mencium ketiaknya. Bukan karena ketiaknya bau tapi ga etis aja rasanya. Tapi karena penolakannya, akhirnya membuat Kalycha menangis.


"Kok kamu malah nangis sih Sayang?"


"Ayang jahat, masa Icha mau ngetek aja ga boleh–." Kalycha membelakangi Haidar, ia kesal karena suaminya itu tidak memenuhi keinginannya.


Haidar pun berusaha terus membujuknya. Tapi bukannya berhenti menangis Kalycha malah nangis tambah kencang bahkan sampai sesenggukan karena Haidar tidak juga memberikan apa yang menjadi keinginannya.


"Sayang, bukannya mas ga mau tapi masa Ngetek sih Yang–, mesra-mesraan bareng si Juni aja yuk–!" ajak Haidar.


"Ga mau Maass–, Icha maunya ngetek."


Haidar tak habis pikir semakin dibujuk Kalycha semakin menangis, dan akhirnya ia pun membiarkan Kalycha berbaring dilengannya sambil mengcium-cium ketiaknya.

__ADS_1


Geli tapi mau bagaimana lagi, dari pada istrinya itu merengek sepanjang malam itu akan membuatnya pusing dan tidak bisa tidur.


"Permintaan yang aneh." Batin Haidar.


__ADS_2