My Soulmate

My Soulmate
Pilihan yang Bagus


__ADS_3

H-1


Akan selalu ada salah paham dalam sebuah hubungan, itu adalah hal yang wajar.


Terkadang saat kita ingin memperbaiki salah paham itu kita malah tak sengaja memperburuknya.


Seperti Kalycha saat ini, dirinya merasa sangat malu, karena ia sudah salah paham akan hubungan Haidar dengan Helsa. Kalycha sempat mengira kalau Haidar tengah berselingkuh darinya.


Selama dalam perjalanan Kalycha hanya diam. Ia tidak berniat lagi untuk mengeluarkan suaranya. Haidar juga tak habis pikir, apa yang membuat Kalycha berpikir kalau dirinya sedang selingkuh.


"Kamu udah makan?" Haidar memecahkan kebisuan diantara mereka.


"Udah."


"Dimana?"


"Kantin sekolah."


Haidar pun kembali terdiam. Bingung mau ngobrol apa. Karena setiap ditanya Kalycha hanya menjawab singkat.


"Kita mau kemana Om?"


"Hmmm– masih juga manggil Om."


"Temani aku makan ya Tante–." Haidar kesal karena Kalycha selalu saja memanggilnya Om.


"Kok Tante sih Om?" Kalycha manyun mengerucutkan bibirnya, kesal pada Haidar yang memanggilnya Tante.


"Pasangan Om kan Tante." jawab Haidar seenaknya tanpa melihat wajah Kalycha yang cemberut.


"Iya tapi Icha kan masih muda, masa dipanggil Tante."


"Gimana rasanya? Kesel kan? Makanya jangan panggil aku Om–!" Ingin sekali Haidar mengatakan itu tapi takut perdebatan mereka semakin panjang.


"Kan boleh belajar dari sekarang dipanggil Tante, bentar lagi kan kamu emang jadi Tante-tante." Haidar kembali menggoda calon istrinya itu.


"Tante-tante dari Hongkong?" Ketusnya.


"Bukan dari Hongkong tapi dari Jakarta." Haidar tersenyum senang melihat Kalycha yang kesal.


"Iiih apaan sih Om. Icha ga suka ya Om panggil Tante ke Icha."


"Berhenti manggil aku Om, kalau kamu ga mau dipanggil Tante."


"Lah, kalau Om kan emang udah cocok jadi Om-om. Kalau Icha ga cocok jadi Tante-tante, Om–, Icha aja masih sekolah."

__ADS_1


"Tapi kan bener bentar lagi kamu jadi Tante-tante. Kan Bunda lagi hamil sekarang."


Kalycha mengernyitkan dahinya. "Nih si Om otaknya nyambung apa enggak sih? Salah minum obat apa ya?"


"Tapi aku bukan dipanggil Tante Om, baby twins akan manggil aku Kakak bukan Tante." ucapnya setengah berteriak. "Masih muda udah pikun." gumam Kalycha tapi masih bisa didengar Haidar.


"Hahaha–." Haidar menertawakan kebodohannya, ia lupa kalau anak yang dikandung Nayla itu adalah adik-adik Kalycha bukan keponakannya.


"Om, aku ga mau ke Restoran Padang." ucap Kalycha ketus saat melihat Haidar menyalakan lampu sein mobilnya yang akan memasuki Restoran Padang favoritnya itu.


"Kenapa pula protes yang mau makan kan aku?"


"Icha juga laper, pengen makan di restoran western aja."


"Aku ga suka makanan western."


"Aku juga ga suka makanan berlemak. Aku pengen makan pasta marinara Om Hai." ucapnya sengaja menekan kata jenis makanan favoritnya itu.


Begitulah mereka kalau sudah berdebat soal makanan. Tentu saja Haidar akan mengalah pada calon istrinya itu. Haidar pun mencari Restoran yang menyediakan makanan western.


Pasta marinara adalah makanan yang kaya akan rasa gurih dan segar khas seafood yang bisa menetralkan rasa enek dari makanan bersantan. Kunci kelezatan pasta ini ada di aneka jenis seafood yang digunakan.


Kalycha memang tidak terlalu menyukai makanan berlemak apalagi dulu Mommynya sering menyediakan makanan western dirumah. Sehingga saat mencicipi makanan nusantara masih terbilang sulit diterima oleh lidahnya Kalycha.


Yang nyambung dilidahnya hanyalah makanan sederhana seperti bakso, mie ayam, Ayam penyet, pecel lele dan masih banyak lagi tapi tidak dengan masakan khas Padang yang terkenal itu.


Setelah selesai makan Haidar membawa Kalycha salah satu mall terbesar di Jakarta. Kalycha bingung kenapa Haidar membawanya ke Mall. Karena rasa penasarannya yang terlalu tinggi akhirnya Kalycha memutuskan untuk bertanya aoda Haidar.


"Om, ngapain sih kita ke Mall?" tanya Kalycha tapi Haidar diam saja.


Haidar membawa Kalycha ke toko baju. "Pilihlah yang kamu suka."


"Widih, si Om mau traktir Icha Shoping ya Om? Yakin isi dompetnya cukup?" ucap Kalycha lalu mengedipkan sebelah matanya sengaja menggoda Haidar.


"Ga usah kecentilan, pilih cepat atau kamu mau kita pergi beli cincin kawin dengan seragam lengkap begitu?" Haidar tidak ingin kejadian seperti dibutik kemarin terulang kembali.


Kalycha melihat dirinya sendiri dicermin yang ada ditoko itu. "Ya ampun aku masih pake seragam rupanya." Dan Kakycha baru menyadari maksud Haidar yang memintanya untuk memilih baju.


Kalycha sudah mendapatkan baju pilihannya dan segera mengganti pakaiannya diruang ganti. Kalycha milih sebuah dress simpel berwarna grey dengan aksen pita di pinggangnya.


Haidar kembali terpesona saat melihat Kalycha yang baru keluar dari ruang ganti. Tidak terlihat lagi Kalycha si gadis SMA, sekarang dirinya terlihat lebih dewasa dengan balutan dress cantik ditubuhnya. Kalycha sudah begitu pantas untuk berjalan berdampingan dengan Haidar. Sebelumnya dirinya merasa seperti jalan sama Om-om kalau dia menggunakan seragam sekolahnya seperti itu.


Haidar menggandeng tangan Kalycha menuju Toko perhiasan setelah sebelumnya telah membayar dress yang dikenakan Kalycha.


"Sekarang pilihlah cincin yang kamu suka." Haidar meminta Kalycha untuk memilih cincin kawin mereka.

__ADS_1


"Mau cari cincin apa Tuan?" tanya seorang penjaga toko perhiasan itu.


Kalycha menarik tangan Haidar sedikit menjauh dari penjaga toko itu lalu berkata pada Haidar setengah berbisik. "Om, buat apa beli cincin lagi? Om kan udah kasih ini untuk Icha." Kalycha menunjuk cincin yang melingkar dijari manisnya.


"Ternyata dia terus memakai cincin itu."


"Itu kan cincin tunangan untuk mu. Kalau cincin kawin itu ga boleh satu cincin dengan cincin tunangan. Apa kamu ga mau kita memakai cincin kawin couple?" Haidar menjawabnya dengan setengah berbisik juga.


"Bu-Bukan gitu maksud Icha Om."


"Ya udah pilih saja mana yang kamu suka. Terus kenapa cincinnya dipakai terus apa ga takut dimarahi guru?" tanya Haidar heran.


"Sejauh ini belum ditegur tuh Om. Mungkin guru Icha ga nyadar kalau Icha pake cincin tunangan, dikirain cincin imitasi kali Om."


"Sembarangan bilang cincin imitasi. Berlian asli tuh–. Kalau dijual bisa beli satu motor matic." Ingin rasanya membantah ucapan tunangannya itu. Tapi pastinya semakin panjang saja debat diantara mereka. Bisa-bisa mengalahkan lamanya debat pilpres.


"Udah cepat pilih yang kamu suka."


"Iya Om."


Haidar mendekat kepada penjaga Toko itu. "Tolong tunjukkan sepasang cincin kawin."


"Mau berlian atau titanium Tuan?" tanya penjaga Toko itu.


"Ber–."


"Berlian. Yang simpel saja." Kalycha langsung menjawab sebelum Haidar menjawab pertanyaan penjaga toko itu yang terlihat genit pada Haidar.


"Baiklah Nona." ucap penjaga toko itu pun segera mengambil beberapa cincin pasangan setelah mendapat tatapan tajam dari Kalycha.


Tak berapa lama kemudian penjaga toko itu sudah kembali dengan membawa beberapa pasang cincin berlian yang cantik dan simpel.


Kalycha akhirnya menjatuhkan pilihannya pada satu cincin yang sangat dia sukai Cincin berlian dengan satu permata besar dan disamping kanan kirinya setengah melingkar berlian-berlian kecil yang menambah keindahan cincin itu dengan cincin pasangannya dengan 1 mata berlian tidak terlalu besar dengan permata berlian yang di tanam.


"Aku pilih yang ini saja." Kalycha menunjukkannya pada Haidar. "Apa Om suka?" Haidar hanya menganggukkan kepalanya.


"Pilihan yang bagus."


Sekian dulu ya 🤗


Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 😊


Semoga puasanya besok lancar ya 😊


Amiiinnnn.

__ADS_1


Kalau masih sempat Vote silahkan Vote ya 😍


Plis... Plisss... Plliiissss 😄


__ADS_2