My Soulmate

My Soulmate
Terimakasih Buat Hadiahnya


__ADS_3

Tiga hari berlalu dari jadwal yang ditentukan, seperti perkataan Haidar sebelumnya bahwa ia akan pulang dihari selasa sore tapi sampai hari ini sudah hari rabu Haidar belum juga pulang.


Kalycha duduk dibangku taman sambil memainkan ponselnya. Menunggu panggilan telepon dari suaminya karena sudah seharian dari kemarin ponsel suaminya itu tidak dapat dihubungi itu membuatnya sangat khawatir dan pikiran-pikiran negatif pun mulai merajai hati dan pikirannya.


"Cha–." suara Dara membuyarkan lamunannya dari pikiran-pikiran jelek tentang suaminya itu.


"Semoga Mas Hai baik-baik saja."


Dara duduk disampingnya dengan wajah yang cemberut. Wajah yang tak biasa dilihatnya dari seorang Dara. Biasanya gadis itu selalu ceria bila datang kerumah Bundanya.


"Anty kenapa kok mukanya ditekuk begitu?" Kalycha bertanya setelah melihat Dara berhenti mengunyah cemilan yang ada diatas meja lalu tanpa permisi menyerobot meneguk orenge jus miliknya.


"Seberapa kenal Lo sama Adit?" bukan menjawab pertanyaan Kalycha Dara malah bertanya dengan makanan yang masih penuh dimulutnya.


"Setahu Gue Adit itu pria yang baik dan menyenangkan tapi orangnya sangat cuek dengan lingkungan, Gue kenal dia hanya sebentar saat sekelas dengannya dulu Anty, hanya sebulanan lah, karena aku langsung di pindahin ke Singapura sama Oma. Tapi setelah pulang dari Singapura gue denger dia kulaih di Amerika dan baru pulang beberapa bulan lalu. Emangnya kenapa Anty?" tanya Kalycha penasaran kenapa Dara tiba-tiba bertanya tentang sahabatnya itu.


Dara berhenti menguyah makanannya padahal isi mulutnya masih penuh dengan makanan, Dara bengong dan entah apa yang ada dalam pikirannya. Ia teringat kejadian yang baru saja dialaminya beberapa waktu lalu.


Flashback ON


Dara tidak menyadari kalau tindakannya yang mencium Adit duluan itu bisa membuat mereka celaka, kalau Adit tidak langsung menginjak Rem mobilnya.


Adit menatap wanita yang menurutnya sangat berani itu. Entah kenapa sejak kejadian ditaman tadi wanita itu sudah berhasil menarik perhatian seorang Aditya.


"Manis apanya? Ga berasa sih iya." ucapnya polos masih dengan ekspresi datar dan tanpa merasa bersalah.


"Nih cewek ga peka apa kalau dia udah berhasil ngegodain gue?"


"Ga berasa lah kalau sebentar."


Adit menaruh tangannya dibelakang tengkuk Dara lalu mencium gadis itu lembut. Adara tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan. Dengan refleks Adara menampar wajah Adit.


"Plaaaakkkk" sebuah tamparan berhasil mendarat dipipi Adit membuat pria itu tercengang. Kenapa tidak? Pasalnya wanita itu dengan mudahnya mengecup bibirnya terus kenapa saat ia membalas menciumnya gadis itu malam marah dan menamparnya? Itulah yang ada dalam pikiran Adit.


Adit tersadar dari pikiran-pikiran yang mengganggunya ketika melihat Dara sudah berhasil keluar dari mobilnya. Adit membuka seatbelt-nya lalu mengejar Dara, meluruskan kesalahpahaman yang dilakukannya.


"Dara, Dara maafkan aku." Adit berhasil meraih tangan Dara saat melihat wanita itu sedang berusaha mencari tumpangan. Tapi di daerah itu memang susah untuk mencari taksi. Tapi apa yang Adit dapatkan ketika berhasil mencegah wanita itu pergi, tangan Adit malah dipelintir Dara kebelakang membuat Adit meringis kesakitan.


"Dara, aduh Dar ampun–."


"Berani-beraninya Lo nyium gue? Lo tau ga itu ciuman pertama gue?" teriak Dara lalu melepaskan tangan Adit.


"Lo itu cewek aneh ya. Yang nyium gue duluan itu kan Lo? Kenapa malah Lo nyalahin gue?" Suara Adit tak kalah tingginya dengan Dara. Ia tahu kalau dirinya salah tapi tidak sepenuhnya kalau tindakan yang dilakukannya itu kesalahannya.


Dara kembali mengingat apa yang baru saja dilakukannya. "Benar kata Adit, yang mulai semuanya Aku, tapi kok aku begok sih bisa terpancing sama omongannya? Ngapain juga aku pake cium bibirnya segala? Dasar bodoh. bodoh. bodoh–." Dara merutuki dirinya sendiri atas tindakannya itu dan tentu saja Adit tak dapat mendengarnya karena dia berbicara pada hatinya sendiri.


"Itu bukan ciuman?" Sergah Dara tak mau kalah dan disalahkan. " Tadi gue cuma kecup bibirmu doang dan itu bukan ciuman. Tapi yang Lo lakuin itu ciuman dan Lo udah nyuri ciuman pertama gue!" serunya dengan nada yang masih tinggi. "Padahal gue udah lama jagainnya buat pacar gue." lirihnya lalu Dara jongkok menangis menyembunyikan wajahnya di lututnya.

__ADS_1


Adit benar-benar bingung menghadapi gadis yang didepannya itu. Baru kali ini dirinya bertemu dengan gadis polos tapi bar bar. Dan entah kenapa gadis itu berhasil menggugah hatinya, yang sebelumnya hatinya selalu merasa sakit bila mengingat penolakan Kalycha gadis yang sudah lama dia taksir itu bahkan sebelum Kalycha duduk dikelas yang sama dengannya. Tapi perasaan itu seperti sirna seketika ketika bertemu dengan gadis yang sebelumnya dilihat biasa saja.


Adit memegang bahu Dara membantunya berdiri, lalu dipeluknya gadis itu. Tidak ada penolakan saat Adit memeluk gadis itu.


"Ya udah kalau Lo berasa rugi kalau ciuman pertama Lo udah gue curi, kalau gitu kita pacaran ajah jadi ciuman pertama lo tetep udah lo kasih sama pacar Lo."


"Tapi gue ga suka cowok berondong." lirihnya masih bersembunyi dalam pelukan Adit.


Mendengar ucapan polosnya Adit tersenyum menahan tawanya yang hampir pecah.


"Terus lo maunya apa? gue balikin lagi ciuman pertama lo?" Dara mengangkat wajahnya dan menatap mata Adit.


"Emang bisa?"


"Ya bisa lah–." Lagi-lagi Adit sulit untuk menahan tawanya. Sungguh gadis ini sangat polos. Itu yang ada dalam pikirannya.


"Caranya?" Dara masih saja tidak sadar kalau dirinya itu sedang dipermainkan Adit.


"Ya gue tinggal cium lo lagi–." Lama gadis itu berpikir lalu tiba-tiba. "Sialan Lo!!!" teriaknya sambil memukul bahu Adit dan langsung membuat Adit tertawa terbahak-bahak.


"Jadi gimana? Mau nih gue balikin ciumannya?" Adit semakin menggoda Dara.


"Ya udah kita PACARAN!!!" akhirnya gadis itu mengalah dan ucapannya penuh dengan tekanan. Adit merasa menang banyak dari tindakan yang tak sengaja dibuat gadis itu.


Adit menarik kembali tubuh Adara kedalam pelukannya lalu mencium bibir Dara dengan lembut. Ciumannya kali ini lebih lama dan lebih hot dari sebelumnya. Membuat keduanya hampir kehabisan nafas kalau Adit tidak segera melepaskannya.


"Bernafas Lo jangan bengong gitu. Itu adalah hadiah dari gue karena kita udah resmi pacaran sekarang."


"Itu sih bukan hadiah, tapi itu emang maunya Lo–."


Tangan Dara ditarik Adit masuk kedalam mobilnya. Lalu mengantarkan Dara pulang kerumah manta gurunya.


Flashback Off


"Hahaha, jadi Anty udah jadian sama Adit?" suara tawa Kalycha membuyarkan lamunannya.


Tanpa sadar sambil terus mengunyah makanannya dia menceritakan semuanya kepada keponakannya itu.


"Sssttttt–!!" Dara meletakan jarinya dibibir Kalycha. "Pelanin suara lo. Gimana nanti kalau Teteh bisa denger?" Kalycha bingung dengan Antynya itu, sebentar manggil Kakak sebentar lagi manggil Teteh. Sak karepmu lah Tan. Pikir Dara.


"Teteh udah dengar semuanya."


Deg.


Nayla tiba-tiba datang dengan membawa sepiring goreng pisang dan segelas orange jus mengganti milik Kalycha yang sudah ludes diminum adiknya itu.


"Hah, Kak Nay dengar? Apa yang udah Kak Nay dengar? Aku ngomong apa sih dari tadi sama Icha?"

__ADS_1


"Pacaran itu jangan lama-lama kalau bisa disegerakan saja. Takut nanti kalian bablas. Pacaran anak jaman sekarang itu beda sama orang-orang jaman dulu. Anak-anak jaman sekarang sudah lebih bebas. Dan Teteh nggak mau kalau kamu sampai mempermalukan keluarga kita. Apalagi dikeluarga kita cuma kamu yang belum menikah."


Ternyata Nayla hanya mendengar saat dirinya mengatakan kalau dia sudah pacaran dengan Adit, tak tahu kenapa dan apa alasannya dia bisa pacaran dengan pria itu. Terdengar dari cara bicaranya yang tidak ada menyebutkan atau marah karena ia sudah ciuman dengan pria itu. Dan dapat dipastikan jika Nayla sampai mendengar alasannya tadi pastilah Nayla sudah mengeluarkan ayat-ayat ceramahnya.


Saat itu Nayla melihat Dara datang dan langsung ke taman belakang menemui Kalycha. Nayla melihat Dara menghabiskan makanan dan minuman yang dibuatnya untuk putrinya itu. Lalu mengambilkan dan membuatkan yang baru lagi untuk Kalycha.


"Denger tuh Anty–." ucap Kalycha yang dia tahu keponakannya itu pasti sedang mengejeknya.


"Apaan sih Teh, kita itu baru jadian masa langsung disuruh nikah, kenal juga baru kemaren." sahut Dara.


"Awas ya Lo Cha– Kalau sampai ember sama Teteh, gue jadiin udang rebus lo." tatapan mata Dara yang seperti mengancam Kalycha. Tapi dokter muda itu tidak merasa takut saat ditatap tajam oleh Dara, dia malah menjulurkan lidahnya mengejek Dara.


"Semoga saja Adit benar-benar menyukaimu Anty." Doa Kalycha dalam hati. Kalycha takut kalau Adit hanya mempermainkan Dara untuk membalas dendam karena ia tidak bisa membalas perasaannya itu.


"Oh ya Sayang, Haidar sudah pulang tadi langsung ke kamar kamu, mungkin dikirainnya kamu dikamar."


"Apa Bun? Mas Hai udah pulang? Kok Bunda ga bilang dari tadi sih–." Kalycha langsung berdiri dan melangkahkan kakinya ingin menemui pria yang sangat dirindukannya.


"Ini baru juga mau bilang–." ucap Nayla pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat senyum bahagia dari putrinya itu.


"Cup." sebuah kecupan mendarat dipipinya. "Makasih ya Bun–." Nayla tersenyum, ternyata Kalycha berlari kembali padanya sebelum ia menaiki tangga menuju kamarnya.


Dengan perasaan yang sangat bahagia Kalycha langsung berlari dan masuk ke kamarnya.


"Aaahhkkk–." Kalycha menjerit saat melihat Haidar hanya memakai celana boxer saja.


"Sssssuuutttttt, kamu itu kenapa sih Sayang teriak-teriak begitu? Malu kan kalau Bunda dengar. Lagian mas ga telanjang juga."


"Maaf mas, Icha cuma kaget aja." lirihnya pelan sambil menundukkan kepalanya karena malu.


"Sini, mas kangen–." Haidar memeluk Kalycha setelah selesai memakai celananya.


"Icha juga kangen mas Hai." Kalycha membalas pelukan suaminya itu. Lalu menikmati ciuman hot dari suaminya. Rasa rindu yang ditahannya selama hampir 4 hari tidak bertemu dengan orang yang dicintainya.


"Sini Icha mau hukum mas Hai–." Kalycha melepaskan pelukannya lalu mengajak Haidar duduk ditepi tempat tidurnya.


"Kok dihukum sih Sayang?" Haidar hanya mengikuti Kalycha duduk ditepi tempat tidur.


"Cup–, ini buat mas hai yang udah melanggar janji karena ga ngubungin aku setiap 10 menit sekali." Kalycha mengecup bibir Haidar. Suaminya itu hanya tersenyum melihat tingkah lucunya.


"Cup–, Ini buat mas hai yang udah buat aku khawatir karena dari kemarin ga bisa ditelponin." Kalycha kembali mengecup bibir Haidar, tapi saat Haidar ingin menjawabnya dengan cepat Kalycha meletakkan jari telunjuknya dibibirnya. "Sssuuttt!!!!"


"Cup–, ini buat mas Hai karena udah pulang dengan selamat." Kalycha kembali mencium Haidar dan saat ingin melepaskan ciumannya Haidar menahan tengkuk kepalanya dan ******* bibir Kalycha.


"Maaf ya Sayang kalau mas udah buat kamu khawatir. Terimakasih buat hadiahnya. Tapi boleh ga mas minta lebih? Si Juni udah bangun sayang–."


"ENGGAK–." Kalycha mencubit kedua pipi suaminya itu. "Tunggu sampai para saksi bilang SAH."

__ADS_1


Pemirsa Reading : "Kok Lama sih Thor Haidar Puasa Enak-enaknya???"


Author Kece : "Sabar yach, Like yang banyak dulu, tunggu UP selanjutnya 😍


__ADS_2