My Soulmate

My Soulmate
Part 7


__ADS_3

Β 


πŸ“–**Selamat Membaca**πŸ“–


Β 



πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—πŸ’—


πŸ’—πŸ’—


πŸ’—


Sebulan semenjak kejadian itu!


Sohyun benar-benar menuruti apa yang Taehyung usulkan terakhir kali. Walau rasa rindu ingin bertemu Jungkook sudah begitu berat Sohyun rasa. Pun Jungkook mulai binggung. Kenapa Sohyun malah menghindar tiap kali bertemu atau berpapasan dengannya di koridur kampus. Apa kejadian sebulan lalu membuatnya begitu malu?! Pikir Jungkook.


Sedangkan Taehyung tanpa sepengetahuan Sohyun mulai dekat dengan Rose. Bagaimana tidak?! Rose selalu berhasil mencuri waktu untuk lebih dekat dengan Taehyung di kampus. Kesempatan itu Rose lakukan disaat-saat Sohyun tidak bersama Taehyung. Contohnya saat ini!


Dimana Taehyung dan Rose terlihat sedang duduk berduaan di taman Universitas Hanyang. Taehyung yang sibuk dengan laptopnya. Sedangkan Rose yang sibuk dengan buku bacaannya. Taman itu memang dikhususkan untuk belajar, membaca buku dan kegiatan lainnya. Seperti kencan misalnya.


Sohyun?


Aaa! Saat ini Sohyun sedang berada di ruang kesehatan! Katanya perutnya lagi sakit. Biasa, tamu bulanan. Pun sebelumnya, Taehyung yang sudah mengantarkannya kesana.


Namun, mengingat ada tugas yang harus di selesaikan dan harus dikumpulakan hari itu juga! Jadinya, Taehyung memilih meninggalkan Sohyun disana demi mengerjakan tugasnya. Bagaimana pun Sohyun juga butuh istirahat.


Sedangkan Rose?


Ketika Rose berjalan dengan Jennie dan Jisoo di sekitar taman. Secara tidak disengaja Rose melihat Taehyung duduk seorang diri di taman. Taehyung terlihat sangat sibuk dengan laptop dan beberapa buku yang ia jadikan sebagai bahan refrensinya. Merasa itu kesempatam baik Rose memilih untuk menemani Taehyung.


Alhasil! Agar ia bisa kesana tanpa sepengatahun Jennie dan Jisoo. Rose beralibi kalau ia akan balik ke kelas untuk mengambil sesuatu. Pun ia menyuruh mereka pergi duluan.


Rose ke kelas untuk mengambil buku. Entah buku apa itu? Jika dilihat dari bentuknya seperti buku bacaan. Rose kemudian berjalan ke tempat Taehyung berada. Sampai di sana ia meminta bergabung bersama Taehyung. Taehyung iya iya saja selama Rose tidak mengganggu aktivitasnya. Menolak tidak enak. Mengingat beberapa hari ini Rose begitu baik padanya dan dia adalah orang pertama yang mau berteman dengannya, walau Rose tahu siapa dirinya.


Alih-alih belajar bareng, Rose malah asik memandang wajah tampan Taehyung yang sedang serius dengan laptop dan beberapa bukunya.


"Kenapa dia begitu tampan? Mengetik saja Taehyung masih terlihat sangat tampan. Tidak! Taehyung malah sangat-sangat tampan aku lihat. Bahkan ketamapanannya 3000 kali lipat dari sebelumnya" Batin Rose sambil terkekeh kecil dalam hati!


"Kamu sedang memandang apa?"


Tanya Taehyung dengan mata masih fokus pada layar laptop. Sedangkan jari jemarinya masih sibuk berkuat dengan keyboard laptopnya. Rose gelagapan! Reflek ia fokus pada buku bacaan yang ia pegang.


"Aku....aku sedari tadi sedang membaca kok."


Jawab Rose gugup. Tiba-tiba Taehyung tersenyum, sebab ia tahu Rose sedang berbohong. Taehyung sedari tadi sudah tahu kalau Rose tidak fokus pada buku bacaan melainkan dirinya. Rose melihat senyum Taehyung. Seketika jantungnya berdetak semakin kencang tak menentu.


"Astaga! Senyumnya semakin membuat ku tergila-gila padanya." Lirih Rose pelan.


"Senyum?! Senyum siapa yang membuatmu tergila-gila?" Tanya Taehyung yang mendengar suara lirihan Rose.


"Ini... Sen... Senyum V tokoh utama pada komik yang aku baca. Iya senyum V" Bohong Rose.


"Eohh! Kamu suka baca komik ya?" Tanya Taehyung sambil sesaat mengarahkan atensinya pada buku yang Rose baca, lalu kembali pada laptopnya lagi.


"Iya, aku... aku suka membaca komik apalagi yang berbau romantis."


Hening! Taehyung tidak menanggapi. Sebab ia mencari buku lain yang tertumpuk di antara beberapa buku yang Taehyung bawa di sampingnya. Rose melihat ke layar laptop Taehyung. Rose tiba-tiba menaikan alisannya bingung.


"Tulisanmu yang tadi mana?!" Tanya Rose bingung melihat word baru yang Taehyung tampilkan.


"Tugas yang tadi sudah selesai."


"Terus yang ini?!"


"Ini aku mau membuat tugas baru lagi. Tapi, dengan mata kuliah yang sama"


"Tugas? dengan mata kuliah yang sama? Lalu yang tadi,__?"


"Aaa, tadi itu bukan tugasku. Tapi, tugasnya Sohyun"


"Kamu mengerjakan tugas Kim Sohyun juga? Dan... kamu mengerjakannya lebih dulu dari pada kamu mengerjakan tugasmu sendiri. Beruntung sekali dia."


Taehyung hanya menanggapi Rose dengan senyum mematikannya membuat Rose semakin terpana dan jatuh cinta saja. Astaga Taehyung! Berhenti membuat Rose baper dengan senyum kotakmu itu.


"Memang dia kemana? Kok dia tidak mengerjakan tugasnya. Malah menyuruh kamu?"


"Sohyun ada di ruang kesehatan. Dia sedang sakit. Kalau dia tidak sakit, dia pasti sudah duduk di samping ku sedari tadi menemani ku di sini, dan Tugas ini harus kami kumpulkan sekarang."


"Ohh gitu? Maaf. Aku pikir dia tidak sakit?.___


"Kamu sahabat yang baik ya. Kagum aku."

__ADS_1


"Tidak juga. Kami sering berantam kok. Hanya saja dengan kami sering berantam kami malah semakin dekat dan tidak ingin menyakiti satu sama lain." Jawab Taehyung sambil mengingat moment-moment indah bersama Sohyun. Rose menyadari sesuatu! Sesuatu yang membuat hatinya tercubit setelah mendengar pernyataan Taehyung akan persahabatannya dengan Sohyun.


Semenit kemudian Rose sadar akan sesuatu. Reflek ia bangkit dari duduknya.


"Mau kemana?!" Tanya Taehyung.


"Aku akan pergi membelikanmu minuman."


"Tidak usah! Di dalam tas ku sudah ada minuman kok. Kalau kamu mau minum, minum saja."


Rose sedikit membung nafas berat! Niat hati baiknya di tolak oleh Taehyung. Taehyung malah balik menawarkan kebaikannya. Rose kemudian, pura-pura fokus pada buku bacaannya.


Tidak jauh dari tempat mereka berada Jisoo terlihat sedang memperhatikan Taehyung dan Rose dengan tatapan tidak terbaca. Merasa itu membosankan Jisoo pergi dari tempat itu.


🍁


🍁


🍁


🍁


🍁


Di ruang kesehatan!


Sohyun terlihat sedang tertidur. Tiba-tiba! Pintu terbuka. Nampaklah Jungkook dari balik pintu.


"Jungkook."


Kaget pengurus kesehatan berjenis kelamin perempuan. Bagaimana tidak?! Selama menjaga Unit Kesehatan Kampus (UKK), penjaga cantik itu tidak pernah melihat Jungkook masuk kesana.


Mendengar nama itu, Sohyun membuka mata untuk memastikan apakah itu benar-benar Jungkook apa bukan. Ternyata benar, itu memang Jungkook.


"Bagaimana ini?!"


Batin Sohyun gugup dan panik. Takut ketahuan kalau dia ada disana, Sohyun memilih untuk memejamkan mata lagi. Ia pura-pura tidur kembali.


"Kamu sakit?" Tanya petugas cantik itu.


"Tidak! Aku hanya sedikit pusing."


"Kok bisa?! Kalau begitu, istirahatlah! Disana masih ada satu ranjang yang kosong."


Parah! Kebetulan ranjang itu ada di sisi Sohyun. Sohyun kembali membuka mata untuk melihat ranjang di sebelahnya. Seketika Sohyun panik, ia semakin panik kala melihat tirai pembatas di sampingnya tidak di tarik untuk menyekat ranjangnya dengan ranjang kosong di sebelahnya. Ingin menarik?! Tidak mungkin! Yang ada Jungkook dan penjaga akan tahu kalau dia sudah bangun.


"Mati aku!"


Jungkook sampai di ranjang sebelah Sohyun. Pun ia langsung terbaring terlentag menghadap langit atap sambil menarik selimut sebatas dada. Jungkook melirik ke samping tempat Sohyun tidur. Sesaat kemudian Jungkook tersenyum. Entah apa arti senyumnya itu. Habis itu, Jungkook mengambil posisi yang sama persis dengan Sohyun.


Jungkook kembali tersenyum sambil melihat punggung Sohyun. Sedangkan Sohyun! Kembali membuka mata dengam wajah was-was. Pun selimutnya ia remes kuat-kuat saking gugubnya. Sebab jarakanya dengan Jungkook hanya 1 meter dari posisi ia tidur. Belum lagi mereka berbaring di ruangan yang sama walau dengan ranjang yang berbeda.


"Hay."


Sapa Jungkook! Sohyun semakin gugup dibuatnya. Namun ia berpikir kalau Jungkook sedang menyapa orang di sebelahnya.


"Hay kamu, yang tidur di sebelahku dan yang membelakangiku."


"Apa yang di maksud Jungkook aku? Benarkah dia menyampaku? Tidak mungkin!" Batin Sohyun ragu.


"Aku tau kamu tidak tidur. Aku sudah melihatnya dari awal aku masuk. Jadi,___?"


Sohyun semakin tercengang di buatnya. Pun kepanikannya semakin menjadi jadi dengan detak jantung yang semakin kecang tak menentu.


"Kim Sohyun.__?"


"Jadi?!. Jungkook sedari tadi memanggilku dan dia sudah tau namaku? Kapan? dan dari siapa?" Batin Sohyun.


"Berbaliklah. Tidak usah membelakangiku begitu"


"Nyatakah ini?! atau hanya hayalan ku saja." Lanjut Sohyun dalam batinya, mengingat dirinya suka berhayal jika itu berkaitan dengan Jungkook. Tidak mungkin! Tepis Sohyun.


"Maaf."


mendengar kata maaf dari mulut Jungkook Sohyun langsung berbalik!


"Maaf untuk apa?" Bingung Sohyun. Jungkook lalu bangkit dan duduk menghadap Sohyun. Pun Sohyun jadi ikut bangun. Jadinya, mereka duduk berhadapan.


"Semuanya. Sejak pertemuan pertama kita.___


Aku berkata kasar padamu diawal masuk perkuliahan, waktu di perpus dan terakhir aku hampir membuatmu dan Taehyung terluka."


Sohyun sedikit kecewa! Hanya itu yang Jungkook ingat. Jungkook tidak ingat pertemuan pertama mereka 3 tahun lalu. Padahal itu yang paling berkesan menurut Sohyun. Namun, hal itu Sohyun tepis. Setidaknya sekarang, Jungkook sudah mengajaknya bicara saja sudah membuat Sohyun senang setenagah mati.


"Kim Sohyun, mulai detik ini. Ayo kita berteman."


Lanjut Jungkook sambil mengulurkan tangannya. Teman? Itu sudah mampu membuat Sohyun senang. Pun ia menerima uluran tangan Jungkook. Tangan yang selalu ingin Sohyun sentuh selama hampir tiga tahun ini.


"Kim Taehyung! Kau benar! Aku menjauh, dia mendekat dengan sendirinya." Batin Sohyun menjerit kegirangan. Tangan mereka masih berjabat satu sama lain sambil melempar senyum malu-malu manja terutama Kim Sohyun.


Setelah ini akankah menjadi awal yang membahagiakan untuk mereka? Akankah ini menjadi awal pertanda kalau Jungkook adalah jodoh Sohyun? Kita lihat saja nanti. Perjalan kisah mereka masih panjang. Untuk sampai ke tahap itu butuh proses yang cukup panjang juga bukan.

__ADS_1


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


Cina!


Di salah satu kawasan apartemen elit yang terletak di Kota Beijing, Cina.


Saat ini, di ruang makan yang bersebelahan dengan dapur. Terlihat se-pasang suami istri (Pasutri) tengah menyantap makan malam mereka dengan cukup nikmat. Pasutri itu adalah Kim Bum dan istri tercinta Kim So Eun. Aaaa! itu artinya mereka adalah orang tua Kim Sohyun.


Selesai makan, sang istri memulai pembicaraan lebih dulu.


"Bagaimana dengan perkembangan perusahaan sejauh ini pi? Apa papi sudah menemukan orang yang mau berinvestasi di perusahaan kita."


"Be... belum."


Jawaban Kim Bum gugup. Namun, sepertinya ia menyembunyikan sesuatu. Ingin saja ia memberitahu sang istri apa itu. Tapi, ia ragu untuk memberitahu sang istri.


"Belum? Tapi, mami perhatikan papi menyembunyikam sesuatu dari ku. Apa itu?!"


"Mami sungguh ingin tau apa itu?!"


Kim So Eun mengangguk mantap.


"Hmmm! Cepat katakan!"


"Sebenarnya, sudah ada yang menawarkan diri untuk berinvestasi di perusahaan kita. Bahkan pimpinannya sendiri yang langsung datang menemui papi ke kantor, dan orang itu pengusahan terkaya di Korea Seletan?"


Kim So Eun menaikkan kedua alisnya. Siapa maksud sang suami.


"Siapa pi?"


"Kingdom Group!"


"Kingdom Group? Perusahan yang memiliki saham tertinggi di Korea Selatan itu? Apa aku tidak salah dengar? Bukahkah perusahaannya mengembangkan pembangunan hotel berbintang dan pusat perbelanjaan di penjuru dunia? Sedangkan perusahan kita hanya mencangkup properti kecil-kecilan dan cabangnya hanya di beberapa negara saja."


"Ada alasan tersendiri kenapa pimpinan Kingdom Group mau berinvetasi di perusahan kita"


"Apa alasanya?"


"Sohyun-lah alasannya!"


"Sohyun?! Kok bisa?!"


"Iya. Pimpinan Kingdom Group tertarik pada anak kita,___?"


"Tunggu?! Apa maksud papi?! Dia tertarik pada anak kita?! Wah tidak bisa dibiarkan ini! Tolak,__!"


"Mami, kebiasaan deh main potong kalau papi ngomong. Jadi, pimpinan Kingdom Group tertarik pada anak kita itu untuk anaknya. Mereka ingin Sohyun jadi menantu untuk anak tunggal mereka."


"Anaknya?! Menantu?!"


"Iya. Bukankah seluruh dunia sudah tahu kalau anaknya itu sangat tampan?"


"Tampan? Tapi kita tidak tahu bagaimana karakternya papi. Dan.... Aku juga tidak terlalu suka dengan ibunya."


"Jadi, mami tidak setuju?! Dan mami tidak ingin besanan dengan orang terkaya di Korea Seleatan?!"


"Iya. Walau mereka kaya aku tidak setuju. Bagaimana pun kebahagiaan putri ku yang utama. Aku hanya ingin Sohyun yang menentukan pilihannya di masa depan. Bukan karena perjodohan, apa lagi perjodohan ini terjadi hanya karena masalah saham."


Kimbum langsung memasang muka murung. Mengingat keputusan apa yang sudah di ambilnya. So Eun menelisik wajah sang suami dengan seksama.


"Lalu, apa keputusan yang sudah papi ambil?"


Kimbum tampak ragu untuk menjawab sang istri. Ada ketakutan pada sorot matanya, atas keputusan yang sudah diambilnya.


"Jangan bilang papi sudah setuju dan sudah tanda tangan kontrak dengan Kingdom Group?!!"


"Maafkan papi."


So Eun shyok, dan tidak bisa berkata apa-apa lagi! Sohyun akan di jodohkan dengan orang kaya asing dan kesehariannya pun Sohyun tidak tahu sama sekali. Walau dia kaya, itu belum tentu menjamin kebahagiaan sang putri. Sementara So Eun sudah menemukan sosok laki-laki yang pantes bersanding dengan Sohyun di masa depan. Siapa?


Tbc,__



Kim So Eun/ Ibu dari Kim Sohyun.



Kim Sang Bum (Kim Bum)/ Ayah dari Kim Sohyun.



Lee Ji Eun (IU)/ Petugas Ukk

__ADS_1


__ADS_2