My Soulmate

My Soulmate
Gagal Liburan


__ADS_3

Meskipun Haidar dan Roy sama-sama sudah mempunyai pasangan baru dan merasa bahagia saat bersamanya. Bukan berarti mereka tidak akan pernah teringat masa-masa indah dengan mantan kekasihnya dulu. Selalu ada saja momen atau hal yang membuat mereka tiba-tiba menjadi teringat kepada mantan.


Seperti saat ini, ketidaksengajaan mereka yang menyebut nama mantan dan teringat pada masa-masa liburan bersama mantan, yang akhirnya membuat pasangan mereka kesal dan marah.


"Aaah, mulut Lo sih Dar, ember." Roy kesal pada Haidar, kalau saja Haidar tidak menyebut nama mantan mereka pastinya kedua gadis itu tidak akan merajuk seperti sekarang ini.


"Aissh, kenapa sih aku bisa keceplosan gini? Awas aja Lo Dar, kalau nanti gue sampe gagal dapet ciuman dari Helsa." Batin Roy.


"Sialan Lo, kan Lo juga nyebutin nama Sarah tadi–." Haidar tidak mau kalau hanya dirinya yang disalahkan. "Udah buruan yuk, keburu mereka balik ke hotel." ajak Haidar yang melihat istri dan adiknya berjalan ke arah hotel.


Haidar dan Roy pun mengejar Kalycha dan Helsa.


"Sayang–!" Haidar berhasil meraih tangan Kalycha.


Begitu juga dengan Roy "Sa, tunggu dulu–."


"Lepasin!!!" seru kedua wanita itu bersamaan.


Roy mengangkat kedua bahunya seraya bertanya pada sahabatnya tanpa mengeluarkan suaranya "Jadi gimana ini?" Tapi bukannya mendapatkan solusi, Haidar malah melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan yaitu mengangkat kedua bahunya.


"Sayang, maaf aku ga sengaja. Ini tuh gara-gara si Roy udah ngalahin kita. Dia udah curang sayang–." Haidar berusaha membela dirinya. "Pantesan aja dia minta taruhannya mobil Lamborghini, ternyata dia udah nemu jalan baru." Haidar menatap tajam pada Roy sahabatnya itu. Ia merasa Roy sudah berbuat curang padanya sementara Roy hanya diam saja mendengar dirinya dijadikan kambing hitam untuk membujuk istri sahabatnya itu. Tak masalah baginya yang penting mobil Lamborghini yang terbaru sudah ditangan.


"Siapa juga yang nyuruh Mas setuju sama taruhannya. Kayak udah kebanyakan duit aja–."


"Kalau cuma satu Lamborghini aja ga masalah Sayang–, tabungan Mas masih cukup untuk beli 10 lagi." ingin rasanya Haidar menyombongkan dirinya tapi tidak ia lakukan karena takut istrinya itu tambah marah.


"Ya kan Mas ga tahu kalau ada jalan keluar yang baru sayang. Roy udah nipu mas–." bujuk Haidar, lalu memeluk istrinya itu. "Maafin aku yah–."


"Lagi-lagi gue jadi kambing hitamnya." batin Roy. Ingin berontak tapi apa daya ia juga masih harus membujuk pacarnya.


"Enggak–!!" seru Kalycha.


"Yaaa, kok enggak sih Yang–!"


Haidar merasa frustasi karena mendapatkan penolakan langsung dari Kalycha sementara Roy masih berjuang untuk mendapatkan maaf dari kekasihnya.


"Sa, aku juga minta maaf yah, ga ada maksud buat kamu marah. Itu semua udah menjadi masa lalu Sa–" bujuk Roy.


"Mesti gitu nyebut-nyebut nama mantan. Iya memang sih, itu udah menjadi masa lalu Kakak, tapi tadi tuh Kakak terlihat bahagia banget nyebutin nama mantan Kakak itu. Apalagi kakak begitu bahagia karena ternyata yang nemukan jalan tadi itu Kakak sama mantan Kakak." sahut Helsa ketus.


"Yaa, salah lagi deh gue–! Apa yang harus gue lakuin biar dia ga marah ya?"

__ADS_1


"Iya, Kakak akui memang dulu yang nemuin jalan itu Kakak dan teman kakak" Lebih aman nyebut teman dari pada nyebut mantan atau namanya. Pikir Roy. "Tapi semuanya itu kan untuk kemenangan kita juga Sa–. Kamu juga ga mau kan kalau tadi Kakak kalah dari Haidar?"


"Memang sih, aku mau Kakak menang tapi kenapa harus nyebut-nyebut nama mantan segala. Aku tuh ga suka, tau ga?" Helsa masih belum terima meskipun ia senang Roy berhasil mengalahkan Kakaknya.


Roy merasa ada kesempatan untuk mendapatkan maaf dari kekasihnya itu.


"Harus bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan maaf darinya." Batin Roy.


"Atau jangan-jangan kamu sengaja pura-pura marah biar kakak ga nagih yang tadi ya?" tanya Roy dengan seringai liciknya.


"Nagih? Nagih apaan?" Helsa lupa kalau ia sudah berjanji akan mencium Roy kalau Roy berhasil menang dari Haidar.


"Ga usah pura-pura deh. Tadi kamu kan janji mau cium kakak kalau kakak menang?"


Blusshh.


"Mati aku, kenapa aku bisa lupa ya." Wajah Helsa merona seketika.


"Mana janjinya?" Roy terus menangih.


"Kita impas aja deh, karena tadi kakak udah nyebutin nama mantan kakak dengan sangat bahagia maka dengan bahagia juga aku ucapkan perjanjian ciumannya BATAL." Helsa tak mungkin mengiyakan permintaan kekasihnya itu, apalagi disaat dia masih marah begini.


"Gimana nih, mau lanjut apa enggak?" teriak Roy pada Haidar yang masih berusaha membujuk istrinya itu.


Helsa dan Roy pun mendekati Haidar.


"Udah dong sayang marahnya. Mas kan udah minta maaf, gimana caranya biar kamu maafin mas?" Haidar masih membujuk Kalycha.


"Push-up 100 kali."


"Apa Yang–?" Haidar terkejut mendengar permintaan istrinya itu.


Roy dan Helsa tertawa mendengar hukuman yang diberikan Kalycha untuk suaminya itu.


""Push-up 100 kali." Kalycha mengulangi ucapannya.


"Oke, tapi nanti aja yah diranjang bareng kamu Yang–. Kamu dibawahnya mas, biar mas semangat push-upnya." bujuk Haidar lagi.


"Itu sama aja–, enak di mas, ga enak di aku."


"Yaa dienak-enakin aja Yang–, nanti mas bikin kamu ngerasain yang enak-enak deh."

__ADS_1


Buuughhh.


Sebuah sepatu berhasil mendarat di punggung Haidar.


"Apaan sih? Kenapa Lo nimpuk gue?" teriak Haidar pada Roy. Ia mengira kalau Roy yang sudah melemparnya dengan sepatu.


"Bukan gue bangsatt–, nih adek Lo yang lempar." Roy tidak terima atas tuduhan sahabatnya itu.


"Adek kurang ajar Lo ya Sa–." gerutu Haidar.


"Lo tuh Kakak kurang ajar, ga tahu apa disini ada adeknya, pake acara ngomongin masalah ranjang Lo didepan gue. Gatel nih kuping gue." Yang dimarahin malah cengengesan saja. Sementara Kalycha sudah sangat malu didepan adik iparnya itu apalagi ada Roy juga disana.


"Kesinihin ga sepatu gue?" Helsa meminta sepatunya pada Haidar, saat ini ia berdiri dengan memegang lengan Roy sebagai penopang tubuhnya.


Haidar pun melemparkan sepatu Helsa kepadanya.


"Udah, mau diterusin apa enggak nih permainannya?" tanya Roy lagi.


"Ogah, Icha udah ga mood." sahut Kalycha cepat.


"Sayang dong kak, kita udah dapet nih petunjuknya. Yang lain juga belum ada yang sampe ke pintu keluar." Helsa merasa tak rela kalau reward jalan-jalan ke Bali diraih orang lain.


"Kak Helsa kalau mau liburan ke Bali minta aja tuh sama Mas Haidar–, taruhan Lamborghini aja dia sanggup apalagi kalau cuma sekedar ngongkosin ke Bali. Sanggup banget dia mah–." Kalycha sengaja menyindir suaminya itu.


"Maaf ya kak, Icha duluan balik ke hotel. Kalau Kak Helsa masih mau lanjut, ajakin aja mereka berdua." ucap Kalycha lalu berjalan meninggalkan mereka bertiga.


"Makanya lain kali kalau mau bernostalgia sama Mantan jangan didepan Kak Icha–, Kak Haidar tanggung jawab loh ya, bayarin aku liburan ke Bali." Helsa pun meninggalkan Haidar dan juga Roy.


"Kenapa jadi aku yang harus membayar liburan dia ke Bali?" Haidar menatap punggung Helsa yang semakin menjauh dari mereka.


"Karena Lo udah gagalin kesempatannya untuk menang–." Roy pun pergi mengikuti Helsa kembali ke hotel.


"Kunyuk–, ngapain Lo ikut-ikutan ngambek kayak mereka?" Haidar berhasil mengunci kepala Roy dengan tangannya.


"Karena Lo udah buat gue gagal dapetin ciuman dari adek Lo–!!" Ingin sekali Roy menjawab pertanyaan sahabatnya itu tapi diurungkannya.


Maaf yah Readers, baru bisa UP, berhubung malam minggu kemarin si Kecil demam.


Jadi kagak bisa nulis. Ini juga pendek. Biar ngobatin kangen kalian sama Mas Hai dan Icha doang.


Jangan Lupa tetap Vote yah 🙏

__ADS_1


__ADS_2