My Soulmate

My Soulmate
Dinner Dadakan


__ADS_3

Rumah Sakit Internasional


Keesokan harinya di Rumah Sakit tempatnya bekerja, Kalycha mendapat teguran dari direktur rumah sakit itu, karena tidak seperti biasanya Kalycha tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Hari ini dia harus bekerja dua shif dari pagi hingga shif sore mengganti jadwal dokter yang menggantikannya kemarin.


"Dokter Heru, terimakasih ya sudah bersedia gantikan saya kemarin." Kalycha mendatangi dokter Heru di ruangannya.


"Its Okey, No Problem." jawabnya santai.


"Kalau begitu saya permisi dulu dok." Kalycha ingin melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu tapi langkahnya terhenti saat mendengar Heru memanggilnya.


"Tunggu dulu dokter Icha." Heru berdiri dan mendekati Kalycha. "Kenapa harus buru-buru." Heru menahan Kalycha sambil memegang tangannya.


"Maaf dok, ingin kembali bekerja." tegasnya.


"Kenapa sih lo formal banget Cha–, santai aja. Kita ini manusia Cha bukan robot, ada kalanya kita melakukan kesalahan dan ada kalanya pula kita memerlukan bantuan orang lain." Heru tersenyum menatap Kalycha dengan seringai liciknya.


"Langsung ke intinya saja dok–." Kalycha sudah tahu akan kemana arah pembicaraan mereka sehingga meminta dokter Heru langsung bicara to the poin saja.


"Hidup ini jangan terlalu dibawa serius." Lalu Heru duduk disofa yang ada di ruangannya.


"Aku tahu apa yang dokter inginkan dariku." sahut Kalycha masih berdiri ditempatnya. "Oke baiklah, suruh dia kembali bekerja di UGD lagi. Tapi jika sekali lagi dia melakukan kesalahan saat bekerja satu shif denganku, jangan harap aku akan memaafkannya." tegas Kalycha lagi.


Kalycha tahu kalau dokter Heru sengaja mau menggantikan jadwalnya kemarin hanya dengan satu tujuan yaitu membuat tunangannya Tiara untuk kembali menjadi perawat Emergency.


"Oke, Thanks dokter Icha yang cantik–." sahut Heru sambil membuat simbol OK dengan jarinya. Lalu Kalycha pergi meninggalkan ruangan dokter Heru dengan perasaannya yang kesal. "Nepotisme banget." pikirnya.


Kalycha kembali bekerja dengan serius tapi disela-sela pekerjaannya disaat tidak ada pasien dia lebih banyak melamun. Teringat kembali saat Yetti membawa paksa Haikal keluar dari rumah mertuanya itu.


Biasanya bila saat senggang Kalycha memilih untuk istirahat diruangan khusus dokter tapi saat itu Kalycha hanya duduk termenung dimeja kerjanya hingga jam tugasnya selesai.


Kalycha melirik jam tangannya. "Sudah waktunya pulang." Dia bergegas membereskan pekerjaannya.


"Sudah pulang kerja Kaly?" mendengar seseorang memanggilya saat ia berjalan di koridor rumah sakit menuju tempat mobilnya terparkir. Kalycha tersenyum saat tahu orang yang memanggilnya itu adalah teman SMA-nya dulu, siapa lagi kalau bukan Aditya sahabatnya sekaligus teman sebangkunya.


"Adit–, Kapan lo balik dari Amrik?"


"Kemarin." jawab Adit singkat. "Gue kangen lo Kaly–." Karena senangnya bisa bertemu dengan Kalycha tanpa sadar Aditya langsung memeluknya.


"Hei, apaan sih lo Dit, langsung main peluk-peluk gitu." Kalycha menepuk bahu Aditya. "Inget, ini Indonesia bukan Amerika yang bebas peluk cium orang ditempat umum." gerutu Kalycha yang merasa risih karena Adit langsung memeluknya. Lalu Adit melepas pelukannya.


"Kalau gitu kita ke hotel gimana?" tanya Adit sambil memainkan kedua alisnya. Dia sengaja ingin menggoda Kalycha.


"Hotel kepala lo."


"Hahaha– ternyata lo ga berubah ya Ly, lama di Singapure ternyata ga merubah kebiasaan lo."


"Lo ngapain kesini?" tanya Kalycha sambil menyandarkan tubuhnya dimobil.

__ADS_1


"Mo ngajakin lo dinner."


"Dinner apa jam segini?" Kalycha menunjukkan tam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 21.15 wib.


"Ga masalah kalau lo mau. Anggap aja ini dinner dadakan yang penting temanya kan masih malam."


"Gue capek pengen langsung balik." Kalycha benar-benar lelah karena hari itu harus bekerja dari pagi sampai malam.


"Lo ga ngehargai banget Ly, gue udah bela-belain dateng jemput lo, malah lo tolak."


"Gue ga minta dijemput sama lo."


"Tapi gue kangen sama lo Kaly–." Adit mencubit kedua pipi Kalycha pelan.


"Adit, sakit–." Aditya pun melepaskan cubitannya dari pipi Kalycha.


"Ngomong sama nih anak pasti ga ada menang-menangnya. Percuma aja gue nolak, pasti dia akan ngotot dan ga bolehin gue pulang."


"Ya udah, tapi gue bawa mobil sendiri ya."


"Ga asyik dong, gue kan pengen ngobrol-ngobrol sama lo."


"Kasihan banget nih mobil gue dari kemarin bobo di RS mulu."


"Ya udah ayo–." Kalycha mengalah dan mengikuti Adit masuk ke mobilnya.


Alvin sangat geram melihat Adit yang sudah lebih dulu datang menjemput Kalycha sementara Haidar ingin sekali menghajar pria yang sudah berani memeluk dan mencubit pipi istrinya itu.


Ingatan Haidar sudah pulih sepenuhnya tapi ia masih harus merahasiakannya dari Yetti dan juga semua orang. Itu semua dia lakukan untuk kebaikan semuanya. Sebelum dirinya meminta pada Abas untuk melepaskannya dan membebaskannya dari perjanjian yang dulu pernah mereka lakukan. Abas berjanji akan membatalkan perjanjian mereka bila ingatan Haidar sudah pulih sepenuhnya.


Kedua pria itu pun hanya bisa melihat kepergian Kalycha bersama Adit.


Alvin memilih memutar balik mobilnya lalu pulang kerumahnya sementara Haidar terus mengikuti kemana mereka pergi.


"Kaly, gimana ceritanya lo bisa jadi dokter, kita kan jurusan IPS?" Sebenarnya bukan itu yang ingin Adit ketahui dari Kalycha tapi untuk membuka pembicaraan mereka Adit harus memulainya dengan pertanyaan yang membuat Kalycha senang menjawabnya dan tidak merasa terpojokkan.


"Disana itu pendidikan ga jauh beda dengan kita disini Dit–." Kalycha menarik nafasnya lalu mulai bercerita tentang pengalamannya selama sekolah di Singapura.


"Asal lo tahu, Kurikulum pendidikan Singapura ternyata ga beda-beda banget dari kurikulum pendidikan di Indonesia. Mereka juga punya ujian nasional alias UN, bagi semua siswa setiap akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Tapi bedanya, jenjang pendidikan di Singapura itu agak belibet dikit."


"Anak-anak di Singapura masuk ke dunia pendidikan formal mulai dari tingkat TK lanjut ke SD disana disebut primary school. Itu selama 6 tahun. Setelah itu mereka masuk SMP-SMA namanya secondary school selama 5 tahun itu ga di bedain kayak kita disini, makanya mereka bisa lebih cepat lulusnya. Ga kayak kita disini 3 tahun SMP, SMA juga 3 tahun. Terus lanjut ke tingkat persiapan menuju kuliah yang disebut centralised institute atau junior colleges itu 3 tahun lamanya, baru masuk universitas. Kalau harus mengikuti persiapan kuliah agak lama memang, dan syukurnya aku ga perlu mengikuti itu."


"Akan tetapi, lamanya seseorang menyelesaikan pendidikan di setiap jenjang setelah SD itu berbeda- beda. Karena setiap anak dimasukkan ke kelas sesuai dengan kemampuan masing-masing, ada 3 kelas di jenjang secondary school, antara lain Express, Normal Academic dan Normal Technical."


"Express merupakan tempat buat siswa pinter. Nah, bagi anak-anak kelas Express, mereka bisa menyelesaikan secondary school selama 4 tahun. Ini juga kalo mereka lulus ”O” Level Test Singapura dan aku lulus ini, jadi disingapura aku sekolah setara SMA nya cuma setahun dan langsung kuliah. Lo tahu sendirilah IQ otak gue kayak apa kan?" ucapnya menyombongkan dirinya sendiri membuat Aditya hanya tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.


"Lo memang yang terbaik Kaly."


"Terimakasih–." sahut Kalycha manja.

__ADS_1


Tanpa terasa mereka sudah memasuki area restoran Italia. Kalycha turun dari mobil setelah Adit membukakan pintu untuknya begitu juga saat mereka memasuki restoran itu lagi-lagi Adit memperlakukan Kalycha layaknya seorang kekasih. Haidar menyaksikan itu semua, hatinya sakit namun ia tak dapat berbuat apapun.


Kalycha yang baru pertama kali datang ke restoran itu merasa takjub dengan desain restoran itu. Tempatnya yang cukup luas dengan dekorasi yang didominasi warna merah membuatnya memiliki kesan hangat dan elegan. Acara makan malam mereka pun akan makin berkesan dengan view lampu-lampu dari gedung-gedung tinggi sambil ditemani alunan musik Italia.


Kalycha memilih menu makanannya Fettucine al Granchio yang mengombinasikan fettucine dengan creamy pink sauce yang terbuat dari daging kepiting dan kombinasi herbs dan spices. Dan tak lupa juga ia memesan Tiramisu super enak untuk dessert-nya.


Sementara Aditya memilih menu Tricolore Pasta. Yang dalam satu piringnya sudah lengkap dengan Pesto, Carbonara, dan Podomoro. Dan untuk dessert-nya dia memilih yang sama dengan Kalycha.


"Kaly, boleh gue tanya sesuatu sama lo?" tanya Adit disela-sela makan malam mereka.


"Apaan?" tanya Kalycha sambil menikmati makanannya tanpa melihat kearah Adit yang bertanya padanya.


"Boleh gue tahu siapa cowok yang udah ngecewain Lo?"


"Uhuukk... Uhuukk...." Kalycha tersedak saat mendengar pertanyaan Aditya. Kalycha mengambil gelas yang berisi air putih yang ada disebelah kanannya lalu meminumnya.


"Kenapa Adit bertanya seperti itu? Apa dia tahu tentang masa laluku? Aahk sepertinya ga mungkin dia tahu. Karena ga ada yang tahu tentang kisah hidupku kecuali keluarga ku."


"Emang siapa cowk yang ngecewain gue?"


"Lah, kan lo yang buat status ini." Aditya menunjukkan postingan Kalycha malam itu. "Masa sih lo nanya gue?"


"Ya ampun, kenapa aku lupa dengan status itu? Pantesan aja dia nanyanya aneh."


"Hahaha–, ketipu lo. Itu status sengaja gue buat untuk iseng-iseng doang. Biar heboh aja Istana dumay gue." jawab Kalycha terpaksa berbohong. Dirinya tidak mau Adit masuk keranah pribadinya. "Gue masih ANTI PACARAN" Kalycha sengaja menekan slogannya lagi untuk menyakinkan Aditya.


"Gue kirain lo serius." Adit pun bernafas lega setelah mendengar jawaban Kalycha. "Tapi masa lo masih anti pacaran Ly? Kapan gue bisa masuk kalau lo anti pacaran terus?"


"Masuk aja noh keselokan. Hahaha–." Kalycha tertawa melihat muka Adit yang kesal mendengar jawabannya.


"Gue serius Kaly–."


"Gue juga serius kampret–."


"Lo dokter tapi ngomongnya kok ga sopan gitu sih?"


"Emang gue ngomong sama siapa? Ngapain gue ngomong sopan sama lo? Lo mau gue jadiin orang yang gue segani dan hormati?" Kalycha menjeda ucapannya. "Oke, baiklah." Kalycha berdiri dari tempat duduknya dan membungkukkan kepalanya. "Terimakasih atas makan malamnya Tuan Aditya."


"Apaan sih Lo Ly? Gelay gue liatnya."


"Tuh kan lo aja gelay apa lagi gue?"


Keduanya pun tertawa dengan tingkah absurb yang Kalycha buat.


Sementara Haidar dapat melihat dengan jelas semua tingkah mereka dari balik kaca transparan restoran itu.


"Ada hubungan apa kamu dengannya Cha? Sebahagia itukah kamu saat bersamanya?" Hati Haidar sakit ketika melihat Kalycha selalu tersenyum pada pria lain selain dirinya yang saat ini duduk dihadapannya.


Jangan Lupa tinggalkan Jejakmu ya Sai 😍

__ADS_1


__ADS_2