My Soulmate

My Soulmate
Part 9


__ADS_3


πŸ“–Selamat MembacaπŸ“–


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁🍁


🍁🍁🍁


🍁🍁


🍁


Seperti biasa!


Kini, Taehyung sudah berada di halaman rumah Sohyun untuk menjemput gadis itu. Pun Taehyung sudah melepas helmnya dan meletakkan helm itu di atas motor.


15 menit berlalu!


Sohyun belum ada tanda-tanda keluar dari rumah. Taehyung mulai jenuh menunggu di atas motor, pun ia bangkit. Bukannya masuk ke dalam rumah Sohyun seperti biasanya, Taehyung memilih duduk di teras rumah Sohyun. Tumben? Ada apa dengannya.


Ada alasan kenapa Taehyung seperti itu. Penasaran apa alasannya?


Taehyung masih mengingat saat-saat Jungkook mengantar Sohyun pulang kemaren. Pun Taehyung mulai membayangkan kalau Sohyun mengajak Jungkook masuk ke dalam sementara tuan Kim dan istrinya tidak ada di rumah.


Membayangkan Tuan kim dan istrinya mengetahui hal itu bagaimana dengan nasibnya nanti? Akankah dia dimarahi habis-habisan dan lain sebagainya? Kenapa ia yang di percaya ibu Sohyun untuk menjaga putrinya malah membiarkan laki-laki asing masuk ke dalam rumah?


Benarkah hanya alasan itu? Sepertinya tidak! Ada alasan lain dibalik itu semua. Tapi, apa ya?


Tidak lama setelah itu, Sohyun keluar dengan tas kuliahnya.


"Kamu sudah lama menungguku? Tumben tidak masuk? Biasanya kamu akan nyelonong masuk untuk menunggu ku di dalam."


"Tidak. Aku baru saja sampai. Jadi, kamu tenang saja dan aku sedang males masuk ke dalam rumahmu."


Jawab Taehyung sambil bangkit dari duduknya dan berjalan ke tempat motornya berada. Mendengar jawaban Taehyung seperti itu membuat Sohyun mengekspresikan wajahnya sebal dan mengejek. Untungnya Taehyung tidak melihat karena ia sedang mengambil helmnya.


"Oh iya Taehyung-ah, minggu depan papa dan mama ku pulang. Aku jadi tidak sabar ingin bertemu mereka terutama papa ku yang sudah hampir 3 bulan ini aku tidak melihatnya, dan yang membuat ku lebih tidak sabar lagi papa bilang akan ada kejutan untukku. Kira-kira apa ya kejutan dari papa ku untuk ku."


"Sudah ceritanya?! Sekarang ayo kita berangkat dan ini helmmu."


Jawab Taehyung sambil menyerahkan helm itu pada Sohyun. Pun suka tidak suka Sohyun mengambil helm dari tangan Taehyung dengan muka cemberut. Bagaimana tidak! Taehyung tidak menanggapi ceritanya sama sekali. Menyebalkan bukan?!


"Aku sudah antusias cerita kamu malah tidak menanggapi cerita ku sama sekali. Dasar!"


"Buat apa aku menanggapinya kalau apa yang kamu ceritakan itu sudah aku tahu. Semalam tante menelpon ku. Tapi aku tidak tahu kalau akan ada kejutan untukmu."


"Mama menelponmu?! Aisssh, benar-benar. Aku jadi bingung anak mama ku sebenarnya siapa sih? Aku atau kamu? Sudah hampir seminggu ini mama tidak mau bicara pada ku, tiap aku ingin bicara katanya sibuk ini itulah. Pun yang menelpon selalu papa. Dari pada mama menghubungi anaknya sendiri, mama ku malah menghubungimu."


Taehyung jadi bingung dan sedikit merasa bersalah. Ia tidak tahu kalau bibik So Eun tidak menelpon Sohyun selama hampir seminggu ini. Kalau kayak gini Sohyun bisa salah paham tidak ya?


Tidak akan. Kata-katanya saja memang seperti itu, tapi dari hatinya yang paling dalam Sohyun sangat senang ibunya menyayangi Taehyung seperti dirinya, dan ada alasan tersendiri kenapa ibu Sohyun begitu peduli dan menyayangi Taehyung hampir sama seperti ia peduli dan menyayangi Sohyun anaknya. Walau begitu, Kim So Eun lebih peduli dan sayang pada anaknya lah, Taehyung mungkin mendapat urutan ketiga di hati So Eun setelah Sohyun dan Kim Bum suaminya.


"Bibik kenapa ya? Kok bisa begitu? Apa ada masalah? Yang ada Sohyun akan membenci ku. Bagaimana ini?"


Batin Taehyung takut-takut Sohyun akan benar-benar kecewa dan benci padanya. Bagaimana pun, ini menurutnya sedikit berlebihan tanpa Sohyun tahu kesalahannya apa, bibik Kim tiba-tiba tidak mau bicara padanya.

__ADS_1


"Apa mungkin ini ada kaitannya dengan kejutan yang paman bilang untuk Sohyun? Aaa, bisa jadi." Lanjut Taehyung dalam batin.


Dengan muka ditekuk Sohyun mulai memakai helmnya. Namun, entah kenapa bukannya langsung memasang itu helm di kepalanya, Sohyun malah menghendus-hendus bau helm itu.


"Taehyung-ah! Kok bau helmku tidak seperti bau rambutku?!"


"Aaaa itu, aku lupa memberitahumu kalau kemaren aku mengantar Rose pulang dan dia memakai helmmu."


"Rose? Siapa? kok aku baru tahu nama itu? Dan.... kamu mengantarnya pulang?"


"Dia sunbae kita, baru semester dua jurusan ekonomi."


Mendengar itu, entah kenapa tiba-tiba ada yang mengganjal di hati Sohyun. Kenapa Taehyung begitu detail menceritakan tentang gadis bernama Rose itu, menurutnya.


"Sunbae? Jika dia sunbae kita kenapa kamu menyembutkan namanya tanpa ada embel-embel sunbae? Dan sejak kapan kamu mengenalnya? Kok aku baru tahu?"


"Dia yang memintaku untuk memanggilnya seperti itu. Kamu bertanya kapan aku mulai mengenalnya?"


Sohyun mengangguk dengan wajah datarnya. Pun hati Taehyung sedikit lega, Sohyun tidak jadi marah padanya perkara ibu Sohyun.


"Aku mengenalnya hampir 2 bulan ini kalau tidak salah, dan aku mulai dekat denganya sudah hamir sebulan ini."


"Sudah hampir 2 bulan dan kamu sudah mulai dekat denganya? Sementara aku baru tahu sekarang, parah ya kamu?! Lebih parahnya lagi, aku tahu-tahunya kamu sudah berteman dengannya tanpa kamu mengenalkannya pada ku lebih dulu dan dia teman cewekmu selain aku lho?!"


"Kenapa aku harus mengenalkannya padamu dulu?" Tanya Taehyung polos yang menurutnya respon Sohyun sangatlah berlebihan.


"Tidak... tidak ada alasan apa-apa sih?! Sudah ah, tidak usah bahas itu lagi. Ayo kita berangkat."


Jawab Sohyun gugup dengan wajah datarnya setelah menyadari tingkahnya yang sedikit berlebihan menurutnya. Dalam hati Sohyun mengerutui dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia tidak terima kalau Taehyung punya teman perempuan selain dirinya? Bukankah itu bagus? Kalau pun mereka dekat dan jadian itu sah-sah saja. Apalagi selama ini Taehyung tidak pernah menceritakan siapa gadis yang ia sukai. Jika Taehyung jatuh hati pada gadis itu, itu artinya Taehyung sahabatnya masih normal, pikir ulang Sohyun.


Walaupun begitu, dari lubuk hatinya yang terdalam. Sohyun tetap tidak terima. Ia mulai takut keberadaannya akan di nomor duakan oleh gadis itu.


Mungkin karena itu pula, sepanjang perjalanan menuju kampus pun jadi hening. Sohyun yang biasanya nyerocos seperti burung bio malah diam tanpa kata. Taehyung mencoba mengawali pembicaraan. Namun, tidak ditanggapi oleh Sohyun. Taehyung jadi bingung. Apa Sohyun masih marah perihal mamanya? Pikirnya.


*


*


*


Aduh! Taehyung,,, dirimu cerdas tapi tidak peka sama sekali sih?!


Sohyun tidak marah?! Melainkan malu pada Taehyung perihal ucapannya dan dia marah pada dirinya sendiri, kenapa ia harus ikut capur dengan siapa Taehyung akan berteman, selain itu juga hatinya belum bisa menerima kehadiran Rose dalam persahabatan mereka.


"Ya! Kim Sohyun!" Teriak Taehyung setelah menaruh helmnya di atas motor.


"Tunggu aku!"


Lanjutnya sambil mengejar Sohyun untuk mensejajarkan langkah mereka. Setelah berhasil menyamakan langkahnya dengan Sohyun, Taehyung menggoda Sohyun dengan banyak cara. Hanya dengan begitu Sohyun akan melupakan kemarahannya dan suasana berdiaman yang terjadi diantara mereka akan kembali ramai oleh omongan Sohyun yang tidak jelas.


Alhasil godaan Taehyung pun berjalan sesuai ingin Taehyung. Kini Sohyun sudah tidak marah dan malu lagi. Sohyun pun mulai membalas candaan Taehyung, senyum cantik pun terlihat pada paras cantiknya dan kelegaan pun tercipta dalam hati Taehyung.


Sedangkan di sisi berbeda, Jennie, Rose dan Jisoo melihat aksi canda mereka. Jennie dan Jisoo tersenyum mengejek, sedangkan Rose dengan wajah datarnya melihat aksi mereka, hatinya sedikit terbakar jika boleh jujur. Namun, itu harus ia sembunyikan selama di depan Jennie dan Jisso.


"Rose, Bukankah itu pangeran miskinmu?" Kata Jisoo mengejek.


"Apa kamu yakin kalau mereka hanya berteman?!" Sambung Jennie mengopor-ngopori. Sebelum menanggapi Jennie dan Jisoo, Rose ikut tersenyum mengejek.


"Ohh iya Jenn, aku lupa memberitahumu. Kalau kemaren cewek itu pulang di antar Jungkook lho. Aku jadi bingung, kamu yang di kenal oleh orang-orang kampus sebagai kekasih seorang Jeon Jungkook, kok belum pernah pulang bareng sama Jungkook ya?, Oh iya satu... aku lupa. Waktu di perpus beberapa minggu lalu sebenarnya aku melihat Jungkook bersama......???"


"Apa maksudmu eoh?!" Jennie mulai tersulut emosi.


"Makanya jangan suka mengompori kalau tidak ingin dikompori balik. Sekarang, kamu sendirikan yang malah tersulat emosi." Kata Rose lalu berjalan meninggalkan Jennie dan Jisoo.


"Iiii! Kok Rose semakin menjebalkan sih? Lama-lama aku akan membuangmu dari pertemanan kita."

__ADS_1


"Kamu gimana sih?! Sumber masalahnya itu si duo miskin itu." Sambung Jisoo tidak terima jika Rose yang jadi korban pertemanan mereka nanti.


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


πŸ’«


Dosen yang memegang mata kuliah Pubic Relation akhirnya keluar juga. Pun Taehyung mulai merenggakan otot-ototnya setelah 2 jam full stay belajar di kelas. Bagaimana pun ototnya perlu di renggakan termasuk otaknya.


Sohyun yang merasa perutnya sudah kosong langsung mengajak Taehyung ke kantin. Pun mereka langsung bergegas menuju kantin.


Setelah mengambil makanan yang mereka pesan, Taehyung dan Sohyun lalu mencari tempat duduk yang paling pojok dan sepi.


Tak lama setelah itu Rombongan Jennie, Rose dan Jisoo datang.


"Aissshhh! Dari sekian banyak tempat di Hanyang, kenapa kami harus bertemu dengan dua orang itu sih?" Batin Jisoo begitu melihat Taehyung dan Sohyun.


"Jennie-ah, Rose-ah! Apa sebaiknya kita ke Kantin sebelah aja?" Tawar Jisoo sebelum Jennie dan Rose melihat Taehyung dan Sohyun disana.


"Why?! Ini kantin paporit Jungkook. Aku tidak akan,__? Bukankah itu Cowok idaman mu ya Rose? Lihat, dia tidak mau lepas dari cewek itu. Kemana mana selalu saja bareng.__


Aaaa, Rose! Kami mau bukti kalau cowok idamanmu itu hanya berteman dengan cewek itu. Untuk itu, makanlah bersama mereka."


"Apa aku harus membuk,__?" Kata Rose terpotong begitu melihat Jungkook dengan Jimin temannya yang sedang berjalan ke arah kantin


"Baik. Aku akan membuktikannya kalau mereka hanya berteman, dan... kita buktikan siapa cowok yang disukai cewek itu sebenarnya." Lanjut Rose tidak ragu untuk membuktikannya pada Jennie kalau Taehyung dan Sohyun hanya berteman. Rose kemudian langsung memesan makanan, setelah mengambil makanan yang ia pesan, Rose lalu berjalan ke tempat Taehyung dan Sohyun duduk.


"Ada Jungkook!" Tunjuk Jisoo saat mereka memesan makanan.


Tak lama setelah itu, riuh para gadis yang memuja dan mengagumi Jungkook bergema di kantin. Pun Jennie langsung mendekat agresif. Sohyun yang memang sedari tadi menyadari kehadiran Jungkook hanya bisa melihat kedekatan gadis tidak dikenalnya itu dengan tatapan tidak terbaca. Pun Taehyung seperti merasakan apa yang Sohyun rasakan.


"Kim Taehyung!" Sapa Rose yang baru sampai di tempat duduk Taehyung dan Sohyun.


"Eoh Rose, kamu." Balas Taehyung tersadar akan kehadiran Rose. Pun Sohyun jadi ikut mengarahkan atensinya pada Rose.


"Boleh aku gabung?"


"Boleh. Silahkan duduk! Oh iya... Kim Sohyun ini Rose yang aku ceritakan tadi pagi. Rose ini Kim Sohyun sahabatku yang sering aku ceritakan ke kamu."


Rose langsung mengulurkan tangan dengan senyum ramahnya. Sohyun menatap tangan Rose. Entah kenapa hatinya seakan berat untuk sekedar menerima uluran tangan Rose.


"Ya! Kim Sohyun." Teriak Taehyung, Sohyun sadar dari lamunannya dan menyambut uluran tangan Rose dengan senyum dipaksakan lalu mempersilahkan Rose duduk disampingnya. Namun, Rose malah duduk di samping Taehyung. Suasana hati Sohyun semakin tidak menentu di buatnya.


kembali ke sisi Jungkook berada!


"Jungkook-ah, kamu mau makan apa? Aku akan memesankannya untukmu." Tawar Jennie sambil merangkul lengan Jungkook tanpa permisi.


"Tidak usah! Aku bisa sendiri." Jawab Jungkook sambil melepas rangkulan Jennie. Jungkook Lalu memesan makanan. Jennie geram tak menentu. Sedangkan Rose tersenyum mengejek dari tempat duduknya.


Setelah makanannya diambil. Pun Jungkook langsung mencari tempat duduk. Tidak sengaja, atensinya pun langsung tertuju pada Sohyun, Taehyung dan Rose. Ia kemudian melangkahkan kaki lebarnya kesana diikuti Jimin.


"Permisi, boleh aku gabung disini?" Tanya Jungkook. Pun Sohyun langsung mempersilahkan Jungkook duduk dan Jungkook duduk disamping Sohyun.


Rose kembali tersenyum penuh kemenangan pada Jennie. Pun Jennie geram dibuatnya. Bahkan tangannya terkepal di bawah sana.


Tidak ingin membuat ribut disana, Jennie memilih pergi diikuti Jisoo.


Sedangkan Taehyung, Sohyun dan lainnya mulai berbagi cerita. Entah cerita apa yang mereka ceritakan. Yang pasti, tanpa mereka sadari kini obrolan mereka mampu menciptakan suasana keakraban dan persahabatan diantara mereka. Namun, benarkah keakraban yang mereka bangun mampu mempersatukan mereka? Entahlah!


**Tbc,_

__ADS_1


Jimin**



__ADS_2