
Disebuah taman kota, seorang pria duduk dengan santai sambil mengisap rokok miliknya. Menikmati setiap tarikan isapan benda yang tak ada bagus-bagusnya untuk kesehatan itu. Pas sedang asyik-asyiknya mengisap rokok sambil berkhayal tiba-tiba datang tiga orang pria yang mengusiknya.
"Hei Bung–!" sapa gangster yang pernah mengganggu Kalycha saat battle dance dengan Dara 3 hari yang lalu.
Pria yang sedang duduk ditaman itu adalah Aditya. Sudah lama dia tidak pernah merokok lagi tapi sejak ia mengalami patah hati akhirnya ia menyentuh benda itu lagi.
"Ngapain kalian disini? Mau main keroyokan? Ga gentle banget sih–." sahut Adit santai kepada 3 orang pria yang kini berdiri didepannya.
"Ga usah banyak bacot lo–." pria yang bertato mawar dilengannya itu langsung melayangkan tinjunya pada Adit tapi Adit dapat menghindar dan terjadilah perkelahian yang tak sebanding antara 1 orang melawan 3 orang.
Adit dapat menangkal beberapa pukulan dari mereka dan membalas pukulannya kepada pria yang menghajarnya tapi ia kewalahan karena melawan 3 orang sekaligus. Satu orang pria memegang tangannya kebelakang dan dua orang lainnya menghajarnya bergantian.
"Woi... beraninya main keroyokan. Sini lo lawan gue kalau berani!!!" seru seseorang dari belakang mereka.
"Dara? Ngapain sih dia disini? Buat repot ajah–. Pake acara nantangin lagi, gimana kalau nanti dia benar-benar dihajar sama gangster ini?" Adit menghapus darah yang keluar dari bibirnya, ketika perhatian para gangster itu tertuju pada Dara.
Dua dari ketiga pria itu pun mendekati Dara.
"Wow... wow... tunggu dulu–, beneran kalian mau ngehajar cewek?" tanya Dara memasang wajah yang ketakutan saat melihat dua pria itu semakin berjalan mendekat kearahnya.
"Lo cewek galak yang kemarin kan? Kok jadi takut begini? Gue tuh suka sama cewek galak kayak lo, jadi greget gimanaaa gitu." ucap Pria yang bertato mawar dilengannya. Sementara pria yang berciri khas selalu memakai topi itu sedang menghadang Adit untuk mendekati Dara.
"Jangan macam-macam kalian, masa beraninya sama cewek?" teriak Adit, meskipun ia masih merasa kesakitan tapi dirinya juga tak ingin kalau pria-pria itu mengganggu apalagi beneran menghajar Dara.
"Lo tenang aja Dit, kemaren lo udah nolongin kita sekarang biar gue yang gantian bantu nolongin lo–!" seru Dara dengan penuh keyakinan.
"Nolongin gimana yang ada nanti gue yang pusing gimana caranya bawa lo kabur dari para gangster ini." Batin Adit.
"Jangan jadi sok pahlawan deh adek manis–." Pria bertato itu menjulurkan tangannya ingin menyentuh pipi Dara tapi dengan cepat Dara menangkap tangan pria itu lalu memelintirnya kebelakang kemudian ditendangnya pria itu hingga tersungkur jatuh ke tanah.
"Cewek brengsek!!!" teriak pria itu.
"Uuppsss Sorryyyy!!!" ejek Dara.
Aditya tak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Dirinya tak menyangka kalau Dara akan menghajar pria itu dengan mudah. Kemudian Adit tidak tinggal diam, dirinya pun menghajar pria bertopi yang didepannya.
Pria bertindik yang berdiri dengan pria yang bertato itu pun merasa tak terima kalau temannya dihajar oleh Dara. Dia melayangkan tinjunya pada Dara tapi dengan sigap Dara menangkisnya lalu meninju bagian perut pria itu.
Terjadilah perkelahian antara 2 melawan 3 orang. Ketiga pria itu pun keok seketika tak berkutik dihajar Dara.
Adara Fredelia Handoyo wanita itu memang tampak gemulai dan feminim tapi jangan salah, Adara adalah salah satu atlet yang pernah menjuarai Olimpiade Taekwondo tingkat Asia jenis olah raga bela diri yang berasal dari korea sudah digeluti Dara saat ia masih berusia 5 Tahun.
Wanita yang tahap kemampuannya sudah meraih sabuk hitam itu tampak dengan santai saat melumpuhkan ketiga pria itu.
Sabuk hitam yang diraihnya melambangkan akhir, kedalaman, kematangan dalam berlatih dan penguasaan diri yang takut dari kegelapan. Hitam memiliki tahapan dari Dan 1 hingga Dan 9 yang juga melambangkan alam semesta.
Dari kecil Adara yang terkenal dengan wanita tomboi, dirinya menjadi feminim karena tuntutan profesinya yang bekerja disebuah Bank.
"Suuiiiwwiiiittt."
Pria bertato mawar itu bersuit memanggil gangster yang lain dan tak lama beberapa pria berbadan tinggi tegap sudah berdiri mengelilingi mereka.
"Lo punya jurus andalan apa kalau udah begini?" bisik Adit ditelinga Dara.
"Aahhh ini mah gampang. Cetek buat gue." ucap Dara dengan angkuhnya. Sambil menjentikkan jari kelingkingnya.
"Apa? Mereka banyak, kita ga mungkin ngelawan mereka semua. Gue udah capek banget, badan gue juga udah sakit semua." Adit masih berbisik ditelinga Dara.
__ADS_1
"Mobil lo parkir dimana?" bisik Dara pelan.
"Hah? Apa?" tanya Adit tak mendengar dengan jelas apa yang diucapkan Adara. Sementara sekumpulan gangster itu sudah semakin memojokkan mereka yang terus melangkah mundur.
"Mobil lo parkir dimana?" tanya Dara pelan sambil merapatkan giginya. Tapi Adit masih bingung dengan apa yang ditanya Adara. "Aahhkk Lama–." Dara menendang botol minuman kosong yang ada didepannya kearah para gangster itu lalu meraih dan menggenggam tangan Adit dan berlari sekencang-kencangnya.
Para gangster itu pun mengejar Dara dan Adit. Sebelumnya Adit sempat kaget ketika Dara tiba-tiba menggenggam tangannya dan mengajaknya berlari namun karena tahu maksudnya ia pun membalikkan tangannya dan menggenggam tangan Dara lalu mengajaknya berlari kearah mobilnya dan masuk ke mobilnya.
Dara langsung masuk ke dalam mobil begitu pun Adit, tanpa memasang sabuk pengamannya lagi Adit langsung menancap gas laju mobilnya.
Setelah merasa aman dari kejaran para gangster yang mengejar mereka itu barulah Adit menurunkan kecepatan mobilnya lalu memasang seatbelt-nya.
Mereka berdua tertawa lega karena sudah berhasil menghindar dari para gangster itu.
"Nih cewek ternyata imut juga kalau tertawa. Ternyata dibalik sikapnya feminim ada sisi yang unik yang tersembunyi darinya." Adit menatap kagum pada wanita yang kini duduk dibangku penumpang disebelahnya.
"Gue kirain tadi lo punya jurus lain buat K.O-in mereka." ucap Adit memecahkan keheningan diantara mereka setelah mereka berhenti tertawa.
"Tuh tadi udah gue keluarin jurus andelan gue. Emang lo ga liat?"
"Apaan? Yang mana?" tanya Adit penasaran.
"Kabur, itu jurusan andelan gue. Haha–." Dara tertawa lepas saat melihat ekspresi muka Adit yang bengong saat Dara mengatakan jurus andalannya itu.
"Sialan lo, gue kirain apaan. Tapi kenapa lo berani nantangin mereka? Emang lo belajar ilmu bela diri dimana?" tanya Adit penasaran sambil sesekali melirik kearah Dara.
"Heelllloooo–, Lo kemana aja selama ini? Emang lo ga pernah nonton TV? Apa Lo nggak tahu kalau Adara Fredelia Handoyo Putri Cantik mewangi sekar sari menawan hati para lelaki ini ahli Taekwondo." ucap Dara dengan bangganya sementara Adit pusing mendengar nama Dara yang sengaja dipanjang-panjangin itu.
"ENGGAK." sahut Adit yang jengah mendengar celotehan Dara
"Iiih ngga gaul amat sih Lo, apa jangan-jangan tontonan Lo sinetron yang sountracknya lagu Rossa itu yach?" Ejek Dara karena kesal Adit yang tidak mengenali siapa dirinya.
"Terus lo ngapain tadi ditaman?" Adit males mendengar Adara yang selalu membanggakan dirinya karena dia merasa malu ternyata wanita yang disampingnya itu pemegang sabuk hitam yang disebut dengan Kuroobi atau DAN.
Dulu Adit juga pernah mengikuti olahraga bela diri itu tapi hanya sampai sebatas sabuk coklat atau disebut Chaobi, dirinya malas untuk melanjut ke tingkatan selanjutnya karena jadwal sekolah yang padat. Lagi pula memang bawaannya sudah malas dan obat malas itu belum ada diproduksi di negara manapun.
"Tadi itu gue pengen nyegerin otak gue tapi gue liat ada kucing dikeroyok anjing jadi rasa perikemanusiaan gue itu muncul tiba-tiba dan nolongin tuh kucing." Dara masih saja mengejek pria yang tiga hari lalu berhasil mengusik hatinya tapi sekarang hatinya malah mental menghilang entah kemana.
"Sialan lo, enak aja ngatain gue kucing. Gue pacarin baru tau rasa lo." ancam Adit tapi malah dibalas senyuman kecut dari Dara.
"Males banget pacaran sama brondong." gumam Dara pelan tapi Adit masih bisa mendengarnya.
Flashback On
Setelah pulang dari Mall sepanjang perjalanan Dara sibuk mengorek tentang data pribadi Aditya.
"Cha siapa sih cowok tadi Cha?"
"Siapa? Adit?" Dara pun menganggukkan kepalanya. Sedangkan kedua adiknya sudah tertidur anteng dipangkuan Kalycha dan Dara.
"Temen sebangku aku waktu SMA dulu, emang kenapa Anty?"
"Yaa, kirain kakak kuliah atau kakak kelas kamu." sahut Adara lemah.
"Emang kenapa Anty? Anty suka sama Adit? Ntar Icha comblangin deh kalau Anty suka."
"Jujur pas liat dia tadi gue seneng banget Cha, berasa ada pangeran yang datang nolongin kita. Tapi–." Dara menjeda ucapannya.
__ADS_1
"Tapi kenapa Anty?" Kalycha melihat Dara penasaran.
"Berondong Cha–, gue ga suka cowok berondong mau seganteng dan semapan apapun dia tetep gue ga suka. Ga tahu kenapa hati gue langsung mental."
"Dia memang sekelas Icha Anty, tapi kan cuma beda setahun ga apalah, dia itu baik loh–. Kalau Icha belum nikah sama Mas Hai, Icha mau jadi pacarnya." ceplos Kalycha tanpa berdosa telah menduakan suaminya dengan ucapannya.
Dara yang dulu pernah kagum dengan Haidar pun merasa terpancing untuk menggoda Kalycha.
"Ya udah tukeran yuk–, kamu sama Adit biar gue sama Mas Haidar." Dara memainkan kedua alisnya menggoda keponakannya itu.
"Idiiihhh, enak ajah. Mas Hai mah ga ada duanya Anty." ucap Kalycha bangga dan tak ingin berbagi mas Hai nya dengan yang lain.
Flashback Off
"Apa Lo bilang? Berondong? Emang Lo kelahiran tahun berapa sih?" tanya Adit yang tak terima dikatain berondong dengan Dara.
"Tahun xx." sahut Dara cepat dengan pandangan lurus kedepan tanpa melihat kearah Adit yang sesekali melirik kepadanya.
"Bulan?" tanya Adit Lagi.
"November."
"Masih seumuran aja belagu ngatain gue berondong. Kita tuh seumuran gue juga lahir ditahun yang sama sama lo." cibir Adit.
"Hah? Seumuran? Masa?" senyum Dara kembali mengembang. Jantungnya kembali bergetar saat mendengar ucapan pria yang beberapa hari lalu berhasil menarik perhatian dan mengusik hatinya itu. "Emang kamu lahir bulan berapa?" tanyanya seperti mendapatkan angin segar untuk merajut hubungan dengan pria itu.
"Desember."
"Yaaah– sama aja berondong." gumam Kalycha pelan dan Adit kembali dapat mendengarnya.
"Beda sebulan doang masa dikatain berondong sih?" gerutu Adit mulai kesal sambil melihat kearah Dara.
"Beda sehari juga gue katain berondong kalau yang brojol duluan gue." sahut Dara. Hatinya yang sempat berdebar tiba-tiba kembali berdetak normal. Berbeda terbalik dengan Adit yang mulai tertarik dan penasaran dengan gadis yang disampingnya itu.
"Berondong tapi Manis kan?" Goda Adit.
"Hah? Manis dari mana?" Dara mengoleskan jari telunjuknya pada pipi Adit lalu pura-pura menjilat jarinya yang tadi dioles pada pipi Adit. "Asin sih Iya–." sahutnya datar.
"Haha–." Adit tertawa lepas saat melihat tingkah absurd Dara, dirinya begitu senang karena sudah lama ia tidak pernah tertawa lepas seperti sekarang ini saat bersama Dara.
"Makanya rasain yang ini dong, biar terasa manisnya." Goda Adit sambil menunjuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
"Cup." Dara tiba-tiba mengecup bibir Adit. Lalu Adit spontan menginjak Rem mobilnya karena terkejut. Jantungnya berdetak dengan kencang melihat keberanian gadis yang duduk disampingnya itu.
"Manis apanya? Ga berasa sih iya." ucapnya masih dengan ekspresi datar dan tanpa merasa bersalah.
"Nih cewek ga peka apa kalau dia udah berhasil ngegodain gue?"
"Ga berasa lah kalau sebentar."
Adit menaruh tangannya dibelakang tengkuk Dara lalu mencium gadis itu lembut. Adara tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan. Dengan refleks Adara menampar wajah Adit.
"Plaaakk–."
Abis ngerasain yang Manis-manis, Adit harus ngerasain yang Pedes-pedes juga 😂😂😂
Like Coment N Vote yach 😍
__ADS_1
Part-nya Panjang Loh bagi Author hadiah yach 🤗