
Pirikan Kalycha mulai terganggu dengan memori-memori saat penculikannya dulu. Entah mengapa rasa trauma itu selalu muncul bila dirinya merasa ketakutan dan tak tenang seperti itu. Ponsel Kalycha terus berdering, sebelumnya Haidar sudah dua kali menelponnya untuk memenuhi janjinya akan menghubungi Kalycha setiap sepuluh menit sekali.
"Ini tangan udah di sekolahin ga Bung–?" Suara yang begitu Kalycha kenal berada didekatnya. Pria gangster itu menatap tajam pada pria yang menahan tangannya.
"Kamu ga apa-apa Kaly?" tanya pria yang berhasil menghempaskan tangan pria yang ingin menyentuh wanita pujaannya itu.
Saat itu bukan hanya Kalycha yang menatapnya tapi juga Dara, jantungnya berdetak kencang seperti melihat sosok pangeran berkuda putih datang menghampirinya untuk menyelamatkan mereka.
"Adit–." Ya pria yang menahan tangan gangster yang ingin menyentuh Kalycha itu adalah Adit. Karena hanya Adit yang memanggilnya seperti itu.
"Lo kenal dia Cha?" tanya Dara setengah berbisik tapi Adit masih bisa mendengarnya. Dara sangat penasaran dengan Aditya yang bak pahlawan datang menolong mereka.
"Hmm–." Kalycha hanya berdehem. Tubuhnya sudah tidak bergetar lagi. Dirinya sudah merasa aman karena ada seseorang yang dikenalnya.
"Hei, siapa lo berani-beraninya ganggu kesenangan kita?" bentak pria yang berambut pirang yang memakai tindik ditelinganya.
"Sebaiknya kalian jangan buat keributan disini. Apa kalian ga malu sok anggar jago didepan anak-anak? Disini tempat arena bermain untuk anak-anak, bukan arena tinju." ucap Adit tegas.
Ketiga pria itu pun akhirnya memilih untuk mundur lalu meninggalkan tempat itu. Karena sorot mata pengunjung yang menatap tajam kepada mereka.
"Sischa, Sischa ga apa-apa?" Malvin dan Malven yang dari tadi ditahan Pak Anto untuk mendekati Kakak dan Tantenya itu pun langsung berlari menghampiri Kalycha begitu tahu ketiga pria itu sudah pergi. Kalycha berjongkok dan memeluk kedua adik kembarnya.
"Sischa ga apa-apa sayang. Kalian juga baik-baik aja kan? Kalian udah mainnya?"
"Belum Sischa tapi Malvin takut kalau olang jahat itu balik lagi." Ternyata adiknya melihat saat Kalycha dan Dara diganggu oleh ketiga pria tadi.
"Kalian ga usah takut, ada Anty, Sischa dan Pak Anto yang akan jagain kalian."
"Sischa? Panggilan unik lainnya Kaly? Sepertinya kamu memang wanita unik." Kalycha hampir lupa kalau Adit masih ada disana bersama mereka.
"Oh ya, kenalin ini adik-adik ku, anak Bunda Nayla. Mereka memanggilku seperti itu, singkatannya Sister Icha" Kalycha memperkenalkan kedua adik kembarnya pada Aditya. Aditya pun mengangguk-anggukkan kepalanya ketika mendengar penjelasan Kalycha.
"Malvin–."
"Malven–."
Kedua anak lucu itupun memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya menyebut nama mereka masing-masing.
"Wah lucu-lucu ya, ganteng-ganteng pula. Saya Aditya teman Sischa kalian."
__ADS_1
"Aku ga dikenalin Cha–." protes Dara yang merasa sudah seperti obat nyamuk saja dibuat keponakannya itu.
"Eh iya lupa. Maaf anty." ucap Kalycha. "Dit kenalin ini–." belum sempat Kalycha mengenalkannya, Dara sudah lebih dulu menyerobot tangan Aditya lalu menggenggamnya.
"Saya Adara Fredelia Handoyo, adiknya mantan guru kamu Nayla Oreva Handoyo. Panggil saja Dara."
"Aditya–." Aditya sedikit kekok dengan sikap gadis yang mengaku sebagai adik mantan guru SMAnya.
"Kok adiknya Bu Nay beda banget ya sama Bu Nay. Ini mah kecentilan banget, jauh banget bertolak belakang 180 derajat dari Bu Nay."
"Adit–, Terimakasih yah kalau ga ada kamu ga tahu deh apa jadinya kita." ucap Dara yang masih berusaha menahan genggaman tangan Adit.
"Eh, iya sama-sama." Adit melepas paksa tangannya.
"Kok Icha ga pernah cerita sih kalau punya temen secakep ini? Ini mah mirip banget sama cowok korea favorit gue. Kang Mas Lee Min Ho."
"Kamu ngapain disini Dit?" Kalycha memecahkan kecanggungan antara Aditya dan Dara, Kalycha tahu kalau Adit merasa tak nyaman dengan sikap Dara.
"Hmmm, rencananya mau cari sepatu tapi tadi ga sengaja liat ada cewek cantik lagi ngedance terus buat penasaran. Eeh, ga tahunya malah mengundang penjahat berbuat jahat." sindir Adit.
Dara senyum-senyum sendiri saat mendengar Adit mengatakan cewek cantik. Ia seperti melayang di udara karena dalam pikirannya ucapan Adit itu tertuju padanya.
"Hmm, mana aku tahu, tadi kan ke ganggu sama si kunyuk-kunyuk itu." sahut Dara kesal karena Kalycha merusak hanyalannya bersama Aditya.
"Ya udah biar aku yang traktir. Kalian mau makan apa?" tanya Adit. Belum sempat Kalycha menolak Dara sudah lebih dulu menjawabnya.
"Mau...mau...mau..." tak ada lagi rasa malu Dara didepan pria yang telah mencuri perhatiannya itu. Bukannya jaga image biar Adit tertarik padanya ini malah bertingkah seperti anak kecil.
"Anty apaan sih, malu lah–, udah ditolongin malah Adit pula yang traktir. Seharusnya Anty dong yang traktir." Kalycha merasa tak enak pada sahabatnya itu, bila dia harus menerima tawaran Adit untuk mentraktir mereka.
"Ga apa Kaly–, kebetulan aku baru dapet bonus dari atasan aku." sahut Aditya pamer.
"Tuh Adit aja bilang ga apa-apa." sahut Dara.
Kalycha sangat malu melihat tingkah laku adik Bundanya itu. Memang sangat bertolak belakang dengan sikap Bundanya yang anggun dan elegan.
Kalycha pun mengalah dan mengikuti keinginan Aditya yang ingin mentraktir mereka. Kalycha mengajak kedua adiknya dan juga Pak Anto untuk makan malam bersama.
Adit memilih tempat duduk yang disudut restoran itu supaya tidak terganggu dengan orang yang berlalu-lalang. Pak Anto memilih duduk dimeja tersendiri tapi Kalycha melarangnya dan akhirnya ikut bergabung dengan mereka. Sementara Dara langsung memilih duduk disamping Aditya saat Aditya menarik kursi untuk Kalycha, Dara langsung duduk menyerobotnya. Kalycha menarik kursinya memilih duduk diantara Pak Anto dan kedua adiknya.
__ADS_1
Sambil menunggu pesanan makanan mereka datang, tiba-tiba Kalycha merasakan ada getaran dari dalam tasnya. Dilihatnya sudah lebih dari 10 panggilan dari Haidar.
"Sayang kenapa baru diangkat? Dari tadi kemana aja?" suara Haidar dapat didengar Aditya dengan jelas saat Kalycha menggeser tombol berlogo kamera itu. Raut wajahnya yang penuh dengan senyuman tiba-tiba menjadi muram saat melihat gadis pujaan hatinya ternyata sudah dimiliki oleh pria lain.
"Itu calon suami Icha–." bisik Dara sengaja mematahkan hati pria yang duduk disampingnya itu.
"Maaf ya Mas, tadi nemenin si kembar main timezone jadi ga dengar kalau mas nelpon." sahut Kalycha manja. Ia lupa pada Adit yang selalu mencuri pandang kearahnya.
"Mas Hai, Mas Hai–." kedua kurcaci itu sibuk menarik-narik tangan Kalycha dan merebut ponsel Kalycha dari tangannya karena ingin mengobrol dengan Haidar.
"Iya ada apa? Kalian udah puas mainnya? Jangan buat Sischa kalian capek yah–." pesan Haidar kepada adik iparnya.
"Iya enggak kok, Sischa nggak capek. Mas Hai tahu ga tadi Sischa digodain cowok blengsek loh." Si pelat Malvin mulai membuat laporannya.
"Apa? Bener Yang–?" tanya Haidar pada Kalycha.
Sedangkan Kalycha yang ditanya langsung menyumpal mulut Malvin. Tapi ponselnya sudah berpindah ke tangan Malven.
"Iya Mas Hai, tapi untungnya ada Om ini." Malven mengganti posisi camera depan menjadi camera belakang dan menunjukkan wajah Aditya.
Aditya hanya tersenyum kearah camera ponsel Kalycha.
"Mati aku, mas Hai kan paling ga suka kalau aku dekat-dekat sama cowok lain selain dia." Batin Kalycha. Wajahnya berubah menjadi pucat pasih saat melihat kedua adiknya itu membuat laporan kepada suaminya.
"Yang–." suara Haidar memanggilnya. Kalycha merebut ponselnya dari tangan Malven.
"Iya Mas." Kalycha kembali mengubah mode cameranya.
"Kamu ga apa-apa?" Haidar sangat khawatir setelah mendengar laporan dari kedua adik iparnya itu. Terlihat wajahnya yang cemas dan tatapannya yang tajam melihat Kalycha dari kamera ponselnya.
"Icha ga apa-apa Mas, nanti Icha telpon lagi ya Mas, ini pesenan makanannya udah datang. Mas jangan lupa makan yah." Kalycha merasa tak enak dengan Aditya dan juga was-was dengan suaminya takut Haidar akan berpikir yang macam-macam dengannya.
"Ya udah selesai makan langsung pulang ya, nanti mas telpon lagi." Haidar memutuskan panggilan teleponnya.
"Kapan Kaly? Sejak kapan kamu buka hatimu untuk orang itu? Apa kamu ga pernah memandang ketulusan hatiku yang tulus mencintaimu?" Batin Adit. Rasa kecewa yang dirasakannya setelah lama menunggu wanita yang pernah menjadi teman sebangkunya itu membuka hati untuknya tapi ternyata setelah ia membuka hatinya tapi hatinya tidak untuknya.
"Maaf Dit–, aku ga bermaksud untuk menyakiti perasaan mu tapi hatiku sudah lama terkunci dan hanya Mas Hai pemilik kuncinya." Kalycha dapat melihat kekecewaan dimata sahabatnya itu.
Like, Coment dan Vote yach!!!
__ADS_1
Kalau berbaik hati boleh kasih kembang dan Coffee 😍