My Soulmate

My Soulmate
Jadi Yuk–


__ADS_3

"Gagal maning. Gagal maning."


Gerutu Haidar dalam hati, ia mengusap kasar wajahnya. Tanpa menyadari ada yang merasa bingung dengan sikapnya.


Kalycha melihat wajah kusut Haidar selepas menutup panggilan telepon dari Ibu mertuanya itu.


"Ada apa Mas?" Dengan rasa penasaran Kalycha bertanya pada suaminya. Haidar tersadar kalau mereka masih berada didalam mobil diparkiran hotel.


"Hmmm– ga ada apa-apa sayang. Kita pulang kerumah Ibu dulu yah." ajak Haidar, tapi Kalycha bingung kenapa tiba-tiba suaminya itu mengajaknya untuk pulang. Bukannya tadi suaminya sangat bersemangat untuk menghabiskan malam berduaan saja.


"Ibu kenapa Mas?" Kalycha khawatir ada apa-apa dengan Ibu mertuanya.


"Ga apa-apa. Kita pulang dulu ya." Haidar tidak ingin mengecewakan Ibunya. Ia juga sadar kalau statusnya dimata hukum dan juga masyarakat yang pernah mengenalnya dia itu sudah meninggal dunia. Dan sebagian orang juga tahu kalau saat ini istrinya itu berstatus janda.


Kalycha semakin merasa bingung dengan perubahan sikap Haidar yang tiba-tiba ingin pulang tapi ia tetap bahagia bisa bersama dengan orang yang sudah berhasil mengisi hatinya itu.


Ternyata sesampainya dirumah ia melihat mobil Mama dan Papanya masih berada disana begitu juga dengan mobil mertuanya.


"Loh, Daddy dan juga Bunda ada dirumah Ibu Mas?" Kalycha bertanya-tanya dalam hatinya ada apa ini sebenarnya?


"Iya sayang, mungkin Ibu yang undang." jawab Haidar asal karena dirinya pasti sudah tahu apa maksud ibunya mengumpulkan semua keluarganya.


Mereka pun masuk kedalam rumah setelah mengucapkan salam dan ternyata benar semua orang sudah berkumpul disana.


"Sayang sini–." Halimah meminta Kalycha untuk duduk disampingnya.


"Udah sempet belum sayang-sayangan sama Mas Hai-nya?" tanya Halimah yang membuat wajah Kalycha langsung merah merona dan pertanyaan dari mertuanya itu juga berhasil membuatnya jadi salah tingkah. Kalycha pun tertunduk malu.


"Yang buat gagal itu Ibu. Malah pura-pura ga tahu lagi." sahut Haidar lalu duduk disamping Kalycha bersama dengan Ibunya. Semua yang mendengar jawaban Haidar langsung tertawa.


"Oh ya sayang, ini Pak Abas dan Ibu Yetti kamu udah pernah ketemu kan dengan Ibu Yetti. Mereka lah yang menjaga dan merawat Haidar selama Haidar sakit dan hilang ingatan. Sekarang mereka ini juga mertua kamu sayang, karena Pak Abas dan Ibu Yetti sekarang masih tetap akan menjadi orangtua Haidar suami kamu." tutur Halimah yang mengenalkan Yetti dan Abas kepada Kalycha.


"Sayang, maafkan Mama ya kalau waktu itu Mama sudah bersikap kasar sama kamu." Halimah berpindah duduk kesamping Haidar saat Yetti mendekati Kalycha dan duduk disampingnya. Yetti menggenggam tangan Kalycha sementara tangan Haidar tidak pernah lepas merangkul bahunya.


"Dia wanita yang sudah menolongku." Haidar menganggukkan kepalanya seolah menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak Kalycha saat Kalycha menatap netranya seakan meminta jawaban darinya.


Sebelum kedatangan Haidar dan Kalycha, Yetti dan Abas sudah menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Pram dan Nayla. Bagaimana mereka bisa bertemu dengan Haidar bahkan sampai merawat Haidar yang hilang ingatan. Mereka juga minta maaf karena keegoisan mereka yang tidak mencari tahu identitas Haidar sebenarnya.


"Karena kita semua sudah berkumpul disini sebaiknya kita bahas bagaimana hubungan mereka selanjutnya." Deon mengawali pembicaraan, yakni untuk membahas tujuan mereka semua berkumpul.


"Maksudnya apa mas?" bisik Kalycha pada suaminya yang belum paham dengan situasi saat itu.


"Kita belum boleh enak-enak sebelum nikah." Haidar juga berbisik menjawab pertanyaan istrinya itu seraya menggodanya.

__ADS_1


"Apaan sih Mas, Icha serius nih? Kita kan udah nikah mas–."


"Jadi kamu mau enak-enaknya sekarang?" Haidar kembali menggodanya.


"Haidar jangan godain istri kamu terus." Halimah yang duduk disebelah anaknya itu bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan meskipun mereka sedang berbisik-bisik. Haidar hanya bisa tertawa mendengar ucapan Ibunya itu.


"Sepertinya mereka tidak perlu menikah ulang lagi Pak. Kita jelaskan saja kepada pihak kepolisian bahwa Haidar masih hidup dan pihak kepolisian juga bisa mengusut jenazah siapa yang kita kebumikan dulu." tutur Pram.


"Tapi bagaimana status Kalycha dicatatan sipil Pak?" tanya Deon.


"Setelah pernikahan mereka Haidar belum sempat mengurus Kartu Keluarga mereka, Jadi Icha statusnya dimata hukum masih belum menikah. Lagi pula pernikahan mereka dulu kan hanya dihadiri keluarga saja tidak banyak masyarakat umum yang tahu status mereka sebenarnya." jelas Pram.


"Kalau saya boleh usul, saya setuju dengan Pak Pram, mereka ini masih berstatus suami istri dimata agama sedangkan dimata hukum karena pernikahan mereka belum terdaftar maka bisa diurus sekarang setelah melaporkan kepihak yang berwajib. Dan karena dulu saat mereka menikah hanya diketahui pihak keluarga saja sebaiknya sekarang kita adakan resepsi saja supaya semua orang tahu kalau mereka ini adalah pasangan suami istri." Abas turut menimpali pembicaraan mereka.


"Saya setuju dengan Pak Abas." ucap Pram dan ditanggapi anggukan kepala dari yang lainnya.


"Kalau kesepakatannya seperti itu kami ikut saja Pak–." ucap Deon.


"Kalau begitu ga salah dong yah kita bobok bareng malam ini?" si otak mesum Haidar kembali menyuarakan suaranya.


"Huuu, Kakak tuh ga ada malu-malunya ya sekarang?" Helsa yang dari tadi bermain dibelakang dengan sikembar ikut mengejek kakaknya itu.


"Kangen tahu dek–, 5 tahun loh kakak puasa, kamu bisa bayangin nggak?" ucapan Haidar membuat seisi rumah itu tertawa beda dengan Kalycha yang terus saja tertunduk malu.


"Jadi beneran dulu lo udah cetak gol Dar?" pertanyaan yang aneh didengar para orangtua itu datang dari sahabat Haidar yang sejaligus mantan asistennya Roy.


"Wah parah loh merawani anak SMA." celetuk Roy yang ga bisa memfilter ucapannya didepan para sesepuh.


"Dia bini gue Ogeb, ngapa lo buka aib gue disini?" Haidar berkata sambil merapatkan giginya.


Lagi-lagi rumah kediaman Yudistira itu terdengar ramai gelak tawa dari semua yang berkumpul saat itu.


"Awas lo, ga gue restuin lo jadi adek ipar gue." Haidar sudah tahu kalau Roy dulu pacaran diam-diam dengan adiknya Helsa setelah Helsa putus dengan pacarnya.


Mendengar ucapan Haidar keduanya pun terkejut. Ucapan Haidar itu sudah seperti ultimatum baginya.


"Ape? Lo kira gue ga tahu kalau kalian backstreet dibelakang gue." cibir Haidar saat melihat adiknya dan sahabatnya itu saling berpandangan.


"Lo lupa ingatan aja gih Kak–." giliran Helsa yang malu merasa terciduk oleh Kakaknya sendiri. Sementara Halimah dan Deon yang sudah merestui hubungan mereka hanya bisa tersenyum.


Setelah mendapatkan kesempatan akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan tentang kematian Haidar kepada pihak yang berwajib. Dan akan membongkar makam yang selama ini diyakini mereka sebagai makan Haidar dan meminta tim forensik untuk mencari tahu identitas jenazah tersebut. Karena mungkin saja keluarga dari Jenazah itu sedang mencarinya.


*

__ADS_1


*


*


*


*


*


Kedua pasutri yang baru dipertemukan itu akhirnya menikmati malam pertama mereka setelah 5 tahun terpisah. Keduanya merasa lelah dan butuh istirahat setelah proses panjang pertemuan mereka.


"Mas–." Panggil Kalycha pada suaminya yang sedang memeluknya erat sambil berbaring ditempat tidurnya.


"Hmm–." Haidar hanya berdehem tanpa membuka matanya yang sudah terasa ngantuk.


"Kenapa saat mas hilang ingatan nama mas, Haikal?" Kalycha sudah penasaran karena menurut penjelasan yang didengarnya nama almarhum anak Mama Yetti itu adalah Halim bukan Haikal.


Haidar membuka matanya lalu mengeluarkan kalung yang dipakainya, dan memperlihatkan cincin pernikahan mereka.


"Ini kan–."


"Iya, ini cincin nikah kita, Mas pakai nama Haikal karena mas baca ada inisial Haikal didalam sini, dan mas nggak mau memakai nama almarhum apalagi sampai ada yang memanggil mas dengan nama almarhum. Seperti ada beban yang sangat berat untuk mas. Dan Haikal itu singkatan nama kita Haidar dan Kalycha." jelasnya.


"Kok di cincin aku ga ada Inisialnya?" tanya Kalycha lirih.


"Yang punya kamu juga ada. Atau jangan-jangan kamu ga tahu dan ga pernah perhatiin?"


"Masa sih mas ada?" Kalycha langsung mengambil tas tenteng nya dan mencari cincin nikahnya itu yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi.


"Eh iya ada. Maaf mas, Icha ga tahu. Tapi kok ini Haika mas bukan Haikal?"


"Itu sama saja sayang, Mas sengaja buat inisial nama versi cowok dan cewek. Haikal itu untuk laki-laki sedangkan Haika itu untuk perempuan. Intinya itu tetap gabungan dari nama kita. Dan sekiranya nanti kita punya anak mas mau pakai nama itu. Haikal untuk anak laki-laki kita dan Haika untuk anak perempuan kita."


"Bagus juga mas–." Kalycha tersenyum senang mendengar penjelasan dari suaminya itu.


"Jadi yuk–."


"Ayuk apanya?" Kalycha tampak bingung dengan ajakan suaminya.


"Ayuk kita cetak si dedeknya–."


"Kentang Thor–." Celetuk para pemirsah

__ADS_1


"Maaf Author juga mau masak ketupat buat besok!."


"Jangan lupa aja tinggalin jejakmu ya say 🤗"


__ADS_2