My Soulmate

My Soulmate
Anunya Kamu


__ADS_3

Pergantian berjaga antara matahari dan bulan, setelah seharian matahari bertugas menyinari bumi kini giliran bulan yang bersinar menerangi keindahan malam itu. Kalycha duduk di balkon kamarnya menunggu panggilan telepon dari suaminya itu. Tapi Haidar tak juga menelponya begitu juga saat Kalycha menelpon Haidar, pria itu juga tak mengangkat telepon darinya.


"Mas Hai kemana sih? Apa dia marah ya samaku ya? Tadi kurcaci-kurcaci itu kenapa juga pake laporan ke mas Hai segala, gini kan jadinya mas Hai marah–!" Kalycha bermonolog pada dirinya sendiri. Panggilan terakhir telponnya saat mereka VC direstoran tadi.


Kalycha menarik nafasnya dengan berat. Angin malam berhembus menembus ke kulit arinya membuat bulu-bulu halus dilengan dan kakinya berdiri. Semakin malam udara malam itu semakin dingin. Lalu Kalycha memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya.


Ia berbaring bertelungkup diatas tempat tidurnya itu. Masih tetap setia menunggu telpon dari suaminya. Sebentar ia berguling ke kanan lalu sebentar lagi berguling ke kiri berulang-ulang tapi yang ditunggu-tunggu tak juga menghubungi dirinya.


Kalycha lelah akhirnya ia tertidur, dan entah berapa lama ia tertidur tiba-tiba ponselnya berdering. Tanpa melihat lagi kelayar HPnya siapa yang meneleponnya ia langsung mengangkat.


"Hallo mas–, kok lama amat sih nelponnya?" sapanya dengan suara serak ciri khas bangun tidur.


"Dokter Icha ini Tiara. Maaf kalau Tia mengganggu istirahat dokter." sahut Tiara dari seberang telponnya.


"Eh, Lo rupanya Tia. Gue kirain tadi siapa. Ada apa Tiara?" Nyawa Kalycha mulai terkumpul lalu duduk bersandar ditempat tidurnya.


"Cuma mau kasih tahu dok, kalau besok dokter shif pagi. Tadi dokter Gede minta tolong tukeran shif sama dokter." jelas Tiara.


"Kenapa kamu yang telpon? Emang dokter Gede kemana?" tanya Kalycha


"Tadi dokter Gede minta tolong Tia untuk nelponin dokter Icha. Dokter Gede ada urusan katanya besok pagi, jadi dia ga bisa jaga shif pagi dok–."


Karena malas berdebat dengan perawat yang pernah membuatnya jengkel itu. Akhirnya Kalycha menyetujui permintaan dokter Gede. Karena saat acara pernikahannya nanti dokter Gede lah yang akan banyak menggantikan shif jaganya di Rumah Sakit.


Kalycha berjalan ke kamar mandi karena dirinya merasa sesak ingin buang air. Dan disaat yang bersamaan ponselnya kembali berdering.


Entah sudah panggilan keberapa kalinya barulah Kalycha mendengar kalau ponselnya itu berdering begitu ia keluar dari kamar mandi. Dengan langkah setengah berlari ia meraih ponselnya dan tanpa sengaja jempol kakinya tersandung dengan nakas yang dekat tempat tidurnya itu.


"Aduh–." bukannya menyapa seseorang yang dari tadi telponnya ia tunggu-tunggu, ini malah mengaduh kesakitan saat ia menggeser tombol panggilan video.


"Kamu kenapa Yang?" tanya Haidar yang melihat Kalycha kesakitan dari camera ponselnya.


"Kesandung nakas mas? Jempol aku sakit banget." Kalycha mengusap-usap jempol kakinya yang sakit.


"Emang kamu dari mana, kok bisa sampai kesandung kakinya?" Haidar selalu saja khawatir dibuat calon istrinya itu.


"Tadi dari kamar mandi, takut mas Hai kelamaan nunggunya jadi buru-buru aku angkat."


"Kamu hati-hati dong Yang–."


"Iya mas." sahutnya pelan. "Mas dari mana aja? Kok baru telpon Icha sekarang?"

__ADS_1


"Maaf sayang, tadi mas ketiduran. Capek banget soalnya dijalan. Tadi sempet kena macet juga." Haidar kelihatan segar seperti baru selesai mandi.


"Mas udah makan?"


"Belum, tapi udah kenyang tadi makan hati liatin Sayang makan bareng sama cowok lain." sindir Haidar, wajahnya sengaja dibuat manyun.


"Tadi itu aku ga sengaja ketemu Adit mas–, mungkin kalau ga ada Adit ga tahu deh apa jadinya." Kalycha pun menjelaskan kepada Haidar bagaimana mereka bisa bertemu dengan Aditya lalu saat Adit menolong mereka.


"Ya udah, yang penting kamu harus ingat kalau kamu itu cuma milik aku." Tegas Haidar mengklaim kepemilikannya.


"Enggak aahk, tadi waktu Icha bilang itu mas ga bales." Kalycha malu-malu teringat saat ia mengatakan cinta pada suaminya itu tapi hanya dibalas senyuman oleh Haidar tanpa membalas ungkapan hatinya.


"Bilang apa? Yang mana?" Haidar sengaja menggoda Kalycha pura-pura tidak tahu apa yang dimaksud oleh wanitanya itu.


"Tuh kan, mas ga inget–, udah ahk, Icha males ngomong sama mas Hai."


Kalycha merajuk ingin mengakhiri panggilan Videonya. Tapi tak ia lakukan saat mendengar Haidar mengatakan. "I Love You to Darling, Sarange–!!!" seru Haidar sambil menunjukkan finger heart pada Kalycha dengan kedua tangannya.


Wajah Kalycha bersemu, dirinya tak menyangka kalau suaminya akan menjawab ungkapan hatinya itu.


“Walaupun malam ini kamu tak bersamaku, tapi hatiku selalu dekat denganmu. Dulu kamu telah membuatku jatuh cinta. Namun saat ini kusadari, aku jatuh cinta padamu setiap saat, tak ada yang bisa menggantikan posisi kamu dihatiku."


"Ketika aku mengatakan aku mencintaimu, aku tidak mengatakannya dengan santai. Aku mengatakannya untuk mengingatkanmu bahwa kamu adalah segalanya bagiku, dan hal terbaik yang pernah terjadi padaku dalam hidup."


Wajah Kalycha semakin bersemu saja saat mendengarkan ungkapan cinta dari suaminya itu. Ia tak menyangka kalau suaminya itu adalah pria romantis yang dirinya tahu selama ini Haidar adalah si manusia batu yang tak berperasaan.


"Kamu tahu Yang–, kenapa dulu aku setuju menikah denganmu?"


"Kenapa?" ini adalah hal yang membuat Kalycha penasaran dari dulu, tapi senyumnya itu tak pernah hilang dari wajahnya.


"Karena kamu adalah jawaban dari sholat istikharah ku."


Deg.


Hati dan tubuh Kalycha bergetar saat mendengar ucapan suaminya itu. Airmatanya menetes hatinya begitu senang tapi juga sakit karena mengingat perlakuannya dulu yang selalu tak baik padanya. Sikap jutek dan angkuh yang membuatnya meremehkan pria yang pernah menjadi suaminya itu. Karena dulu Kalycha berpikir kalau Haidar bersedia menikahinya karena terpaksa dan atas suruhan orangtuanya, terutama paksaan dari Oma-nya. Ternyata dia salah setelah mendengar langsung alasan kenapa dulu Haidar mau menikah dengannya.


"Sayang kenapa kamu menangis? Jangan nangis dong Sayang. Nanti mas ga bisa tidur kepikiran kamu terus. Jadi pengen peluk sayang. Pengen langsung pulang–!" Haidar paling tidak bisa melihat aitmata Kalycha. Dengan cepat Kalycha menghapus airmatanya.


"Maafin Icha ya Mas–, Icha ga tahu kalau mas udah cinta sama Icha dari dulu."


"Siapa bilang?" Haidar kembali menggoda istrinya.

__ADS_1


"Tadi mas kan barusan bilang kalau aku jawaban dari sholat istikharah-nya Mas–, mas ini pikun atau gimana sih?." gerutu Kalycha sambil menghapus airmatanya yang masih menetes.


"Iya, tapi waktu itu mas belum cinta sama kamu. Mas cintanya setelah mas merasakan itu." Lagi-lagi Haidar sengaja menggoda Kalycha.


"Itu apa?" Kalycha bingung tidak mengerti dengan apa yang dimaksud suaminya.


"Anunya kamu Yang–, Mas jadi pengen nih. Intip dikit dong Yang!!" Tak ada habisnya Haidar menggoda Kalycha seakan itu sudah menjadi kebiasaan barunya.


"Iiih dasar si Mupeng mesum. Icha kirain apaan." Kalycha sambil menyilangkan tangannya didadanya seolah ingin menyembunyikannya dari pria yang berada jauh darinya itu.


"Hahaha, kamu lucu deh Yang, ngapain juga ditutupin. Aku kan emang ga bisa liat. Kecuali kalau kamu pake pakean sexy Yang. Pake dong Yang, lingerie kamu Yang, mas pengen liat nih."


"Mas–, kok jadi mesum gini sih? Udah ahk Icha ngantuk mau tidur." Kalycha membuat alasan untuk mengakhiri panggilan Videonya.


Entah sejak kapan otak suaminya itu berubah menjadi pria mesum. Mungkin sejak kepalanya ke bentur saat kecelakaannya dulu. Pikir Kalycha.


Haidar hanya tertawa melihat kepolosan istrinya itu. Sudah menjadi dokter tapi masih saja merasa malu bila bicara soal sex. Padahal yang ia tahu bicara soal sex tidak tabu lagi bila bicara dengan orang yang begelut dibidang kesehatan.


"Mas jadi beneran pengen tahu Yang–, si Juni udah pengen masuk sarangnya Yang–!!!" Tidak hanya sekedar ucapannya saja. Saat itu Haidar memang benar-benar terpancing oleh omongannya sendiri membuat sang juniornya berdiri sempurna dan berontak ingin dikeluarkan dari celana boxer yang dipakainya.


"Ya udah tarkul sana–!!" seru Kalycha. Haidar menautkan kedua alisnya, bahasa Kalycha terdengar aneh ditelinganya.


"Tarkul apaan sih Yang? Itu bahasa Jerman ya Yang? Artinya apa?"


"Tarkul itu bukan bahasa Jerman. Dicari sampe lebaran kodok juga ga ada bahasa Tarkul di kamus bahasa Jerman." ucap Kalycha sambil menahan tawanya. Tarkul itu artinya TARIK KULIT!!! Haha–."


Kalycha tertawa kencang tak ada lagi rasa malu pada suaminya. Dirinya pun tak tabu lagi bicara hal mesum dengan suaminya itu. Dirinya yang tadinya sangat menjaga imagenya didepan pria yang seminggu lagi akan kembali menjadi suaminya tiba-tiba berubah seperti menunjukkan sifat aslinya.


Haidar tidak tahu kalau dirinyalah yang selalu memancing istrinya itu untuk berbicara mesum.


"Belajar dari mana kamu Yang, bahasa begituan?" terlisik Haidar.


"Dari temen-temen perawat yang udah emak-emak. Hahaha." Kalycha kembali tertawa tanpa melihat ekspresi wajah Haidar yang berubah menjadi muram.


"Udah Yang, ga usah lagi belajar dari emak-emak temen kamu. Nanti belajarnya dari aku ajah. Mas geli denger kamu ngomong begitu."


"Makanya ga usah pancing-pancing Icha ngomong mesum. Weekkk" ejek Kalycha sambil menjulurkan lidahnya.


"Si Juni jadi nyusut denger kamu ngomong gitu Yang–." gumam Haidar pelan tapi masih dapat didengar Kalycha dengan jelas.


Like dan Like dan Like again yach!!!!

__ADS_1


Berbagi Bungan dan Coffee-nya juga matur nuwun 🙏 😍😊


__ADS_2