
"Daichi..., aku sudah siap", ucap sakura yang keluar dari kamar.
"Baiklah..., ayok kita berangkat sekarang", ucap daichi.
Dia berjalan menghampiri sakura, dia terus memperhatikan sakura tanpa hentinya hingga membuat sakura merasa malu saat mata daichi terus menatapnya.
"Ada apa? Apa ada yang salah dengan diriku?" tanya sakura yang memperhatikan dirinya.
"Tidak", jawab daichi yang masih memandangi sakura.
"Lalu kenapa kamu melihatku seperti itu?" tanya sakura.
"Karena kamu sangat cantik ", ucap daichi.
Sontak saja sakura tertawa mendengarnya.
"Hentikan itu, ayok kita pergi sekarang", ucap sakura.
"Tunggu dulu", ucap daichi.
"Hmmm..., ucap sakura.
Daichi meraih tangan kanan sakura, menyatukan jemari - jemari tangan keduanya.
"Sempurna..., ayok", ucap daichi yang menarik sakura untuk berjalan
"Dasar...," ucap sakura yang tertawa melihat kelakuan daichi.
Mereka memulai perjalanan mereka, menelusuri keindahan kota itu di siang hari. Suasana keramaian sudah terlihat di sepanjang jalan, sakura terus menatap keluar jendela selama diperjalanan. Daichi yang sedang mengemudi sesekali mengarahkan pandanganya kepada sakura, dia meremas tangan sakura.
"Aku mencintaimu", katanya.
"Aku juga mencintaimu daichi", jawab sakura.
Dia menyandarkan kepalanya di lengan daichi yang begitu kekar sambil menikmati perjalan mereka disiang hari ini. Mobil itu terus melaju melewati jalan raya yang cukup ramai, banyak orang - orang yang berjalan kaki dan sepertinya mereka adalah wisatawan yang sama seperti daichi dan sakura.
"Kamu mau makan apa?" tanya daichi yang melambatkan laju mobilnya.
"Entahlah..., tapi sepertinya aku ingin makan makanan yang khas di kota ini", ucap sakura.
"Baiklah nyonya tama , kamu akan medapatkan keinginan mu", jawab daichi.
Dia memberhentikan mobilnya di pinggir jalan raya, kemudian dia membuka sabuk pengamannya, sakura yang melihatnya langsung melepaskan sabuk pengamannya.
"Apa kita sudah sampai?" tanya sakura
"Hmmm...., Ayok kita turun", ucap daichi.
"Baiklah.., ucap sakura.
Daichi menuntun sakura berjalan di belakangnya, namun tiba - tiba saja langkah kaki daichi berhenti dan membalikan badannya kearah sakura tentu saja membuat sakura yang berada di belakang daichi terkejut.
"A-da A-pa?" tanya sakura.
Dia mengabaikan pertanyannya sakura, dia meraih tangan sakura dan memegangnya.
"Ayokkk, kita akan mejeberang jalan", ucap nya
"Hmmmm..., jawab sakura yang mengikuti langkah kaki daichi.
Sakura begitu penasaran, kemana sebenarnya daichi akan membawanya dan akhirnya rasa penasarannya terjawab saat mereka berhenti di sebuah restoran kecil yang berada di gang sempit di kota itu bahkan menurut sakura tidak akan ada orang yang tau bahwa disana ada sebuah restoran.
"Ayok kita masuk", ucap daichi sambil menarik tangan sakura.
Ketika pintu itu di tarik terdengar bunyi lonceng yang menyambut kedatangan mereka, sakura terlihat kaget saat tiba di dalam begitu banyak pengunjung dari restoran itu. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa banyak orang yang berada di dalam restoran itu.
Seorang pelayan pria menghampiri keduanya yang masih berdiri.
__ADS_1
"Apa anda berdua sudah reservasi tempat?" tanyanya.
"Hmmm.., atas nama Daichi Tama", jawab daichi
"Silakan tuan, kemari", ucap pelayan itu yang menuntun merekake sebuah meja yang berada di sudut kanan dari restoran itu.
Hanya terdapat dua kursi dan sepertinya meja itu hanya di peruntukan untuk dua orang tamu, daichi menarik kursi itu untuk sakura dan mempersilakannya untuk duduk.
"Kami akan segera menyajikan makanannya tuan", ucap pelayan itu lalu pergi meninggalkan keduanya.
"Mereka tidak memberikan kita daftar menu makanannya?" tanya sakura.
"Tidak.., aku sudah meminta mereka untuk menghidangkan semua makanan yang paling terkenal di restoran ini", ucap daichi.
Mata sakura berputar memperhatikan sekelilingnya, restoran yang terlihat kecil dan dia memperkirakannya hanya cukup sekitar sepuluh orang yang bisa masuk kedalam restoran itu dikarenakan meja yang terdapat di sana begitu sedikit, tetapi meskipun restoran itu kecil, namun dia merasa begitu nyaman dengan suasana yang ada di dalamnya.
"Sakura..., Apa kamu menyukai tempatnya?" tanya daichi.
"Hmmm, tempatnya begitu nyama, tetapi bagaimana kamu bisa tau ada restoran di tempat ini daichi?" tanya sakura.
"Aku mencari taunya dan ini adalah salah satu restoran yang cukup terkenal di kota ini ", ucap daichi.
"Benarkah??" tanya sakura yang tampak tak percaya.
"Apa kamu tau, aku sangat susah untuk mendapatkan tempat disini karena mereka membatasi pengunjung di restoran ini dan hanya orang - orang yang tertentu saja yang bisa berada di sini", ucap daichi.
"Ahh..., pantas saja mereka hanya memiliki sedikit meja", ucap sakura.
"Benar...", jawab daichi.
Disela - sela pembicaraan mereka, dua orang pelayan berjalan menujuh kearah meja mereka sambil membawa makanan dan menyajikannya untuk mereka.
"Ini adalah makan favorit di tempat ini, selamat menikmati", ucap pelayan itu dan pergi.
"Sepertinya ini sangat lezat", ucap sakura.
"Selamat makan...", ucap sakura.
Ditengah menikmati hidangan makan siang mereka, keduanya saling mengobrol satu sama lain dan kali ini daichi yang memulai membuka obrolan dengan sakura.
" Apa kamu tau aku sangat senang karena ini untuk pertama kalinya kita makan siang bersama di luar", ucap daichi.
"Tidak daichi..., kamu salah. Ini kedua kalinya kita makan siang bersama dan yang pertama saat kita tidak sengaja bertemu di mall dan kak Yuka mengajak makan siang bersama", ucap sakura.
"Ahh..., iya kamu benar. Kita pernah makan siang bersama dengan kak Yuka, tetapi baru ini pertama kalinya kita makan berdua", ucap daichi.
"Iya..., baru ini", jawab sakura yang tersenyum sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Apa kamu tau pertemuan kita dulu bukanlah sebuah kebetulan", ucap daichi
"Aku tidak mengerti", gumam sakura yang terlihat bingung.
"Aku dulu menyuruh sekertaris Yun untuk mencari tau dimana keberadaan kamu saat itu dan saat aku tau kamu ada di mall, aku langsung menyusul mu kesana dengan sekertaris Yun", jelas daichi.
Keheningan terjadi beberapa detik dan kemudian mata sakura kembali fokus menatap daichi yang ada di depannya.
"Kenapa?tanya sakura.
Suaranya terdengar begitu rendah dan pelan, namun dia percaya bahwa daichi dapat mendengar pertanyaan yang di lontarkannya.
"Karena aku ingin dekat denganmu", jawab daichi
"Uhukk.....uhuk.....Uhuk.....
"Apa kamu baik - baik saja sakura?" tanya daichi
"Iya..., aku baik - baik saja", jawab sakura.
__ADS_1
"Minumlah dulu", ucap daichi sambil memberikan segelas air putih kepada sakura.
"Terima kasih daichi", ucapnya sambil meneguk air yang diberikan daichi.
"Apa sudah baikan?" tanya daichi.
"Hmmm..., sudah", jawab sakura.
"Apa kamu terkejut saat mendengar perkataan ku?" tanya daichi.
Sakura hanya menganggukkan kepalanya dengan bibirnya yang tertutup begitu rapat.
"Saat aku tau, kakek akan menjodohkan ku, aku begitu marah dan menentangnya. Aku menganggap perjodohan itu sangat konyol dan aku juga yakin bahwa kamu juga melakukan hal yang sama sakura ", ucap daichi.
Deg....
Perkataan daichi seperti menusuk jantung sakura,jantunganya berdegup kencang seakan sedang berpacu dengan waktu. Dia merasakan bahwa daichi sedang menatapnya dan menunggu jawaban dari pertanyaannya, tetapi sakura tidak memiliki keberanian untuk menatap mata daichi, dia hanya menundukkan kepalanya.
"Diam mu adalah jawaban untuk ku sakura", ucap daichi yang tersenyum.
"Daichi..., a-ku...", ucap sakura.
"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun kepadaku, aku sama sekali tidak marah saat mengetahui kamu menolak untuk dijodokkan dengan ku, kamu tidak perlu merasa tidak enak karena sekarang kita hanya sedang mengobrol santai mengingat saat - saat yang pernah kita lalui", ucap daichi.
Senyum yang indah kembali terlukis di wajah sakura, perasaanya yang awalnya tegang kini kembali santai saat berbicara dengan daichi.
"Lalu kenapa kamu ingin dekat denganku daichi, sedangkan waktu itu kamu menentang perjodohan kita?" tanya sakura.
"Aku sempat penasaran dengan mu waktu itu sakura, nama mu begitu asing di telinga ku sedangkan hampir semua anak - anak dikalangan kita aku mengenalnya atau pernah mendengar nama mereka, tetapi kamu", ucap daichi yang menggantungkan perkataannya.
"Kenapa denganku?" tanya sakura.
"Kamu membuatku frustasi sakura Agata", ucap daichi sambil menarik napasnya.
"Bahkan sekertaris Yun tidak dapat menemukan informasi tentang dirimu dan itu membuatku semakin penasaran. Apa kamu ingat pertemuan keluarga kita di hotel untuk membahas pertunangan kita?" tanya sakura.
"Iya..., aku ingat", jawab sakura sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku sengaja datang menghadirinya hanya untuk dapat bertemu dengan mu, tetapi saat itu kamu tidak datang hingga membuatku sangat kesal dan semakin penasaran dengan mu", ucap daichi.
"Maafkan aku daichi, aku sama sekali tidak tau tentang itu semua", ucap sakura.
"Hei...,", daichi memegang tangan sakura yang berada di atas meja.
"Kamu tidak perlu minta maaf sakura dan kamu sama sekali tidak salah", ucap daichi.
Meskipun daichi mencoba meyakinkan sakura, namun perasaan bersalah tetap dirasakannya. Disaat dia hanya memikirkan perasaanya yang terluka akibat perjodohan, tetapi ada perasaan pria yang sedang dipermainkan oleh dirinya tanpa dia sengaja saat itu.
"Saat itu aku memang sengaja tidak ingin ikut karena hati ku masih menentangnya, aku belum siap untuk bertemu denganmu daichi. Perjodohan yang dilakukan kedua keluarga kita membuat ku sangat gila memikirkannya", ucap sakura.
"Aku pun merasakan hal yang sama sakura, tetapi saat aku melihat dirimu untuk pertama kalinya pada saat konferensi pers. Apa yang aku pikirkan semuanya berubah mengenai keluarga ku dan perjodohan yang dilakukan untuk ku", ucap daichi.
"Benarkah? tanya sakura yang meletakan pisau dan garpu yang dipegangnya.
"Hmm..., semuanya berubah", ucap daichi yang mengangkat kedua alisnya sambil menatap sakura .
"Lalu apa yang kamu pikirkan saat itu?" tanya sakura yang meletakan pipinya di telapak tangannya dengan siku yang menopangnya.
"Aku merasa keluarga ku begitu menyayangiku", ucap daichi.
"Kenapa?" tanya sakura.
"Karena mereka menjodohkan ku dengan seorang wanita yang sempurna untuk ku. Sejak pertama kali aku melihatmu pada saat kita Konferensi pers, aku sudah jatuh cinta denganmu sakura dan sejak saat ini aku berusaha menjadi sosok calon suami yang pantas untuk mu", ucap daichi.
"Daichi....", ucap sakura.
Dia sama sekali tidak menyangka dengan pengakuan yang di ungkapkan daichi. Sekian lama menyimpannya akhirnya daichi sanggup mengutarakan apa yang selama ini dirasakannya saat itu dan saat dia menceritakan perasaannya yang dulu terpendam terhadap sakura, kini dia merasa lega di dalam hatinya.
__ADS_1
Bersambung.....