Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 33 Melupakan


__ADS_3

°°Kediaman Daichi 🏡


Tok...Tok...Tok...


"Tuan daichi,saatnya makan malam", ucap kepala pelayan tersebut dari depan pintu kamar daichi.


Sejak pulang, daichi hanya mengunci dirinya dikamar dan belum ada keluar dari kamarnya. Tentu saja membuat semua orang yang berada dirumah mengkhawatirkan tuan mereka. Belum ada sahutan dari dalam kamar tersebut dan membuat kepala pelayan itu mencoba mengetuk sekali lagi pintu kamar tersebut.


Tok...Tok....Tok..


"Tuan daichi...


"Tuan daich....


Kepala pelayan itu terus memanggil nama daichi sambil terus mengetuk pintu kamarnya.


"Ada apa?"Terdengar suara jawaban dari dalam kamar dan bunyi suara kunci pintu yang dibuka.


"Tuan daichi, ucap kepala pelayan tersebut saat daichi berdiri di depannya, dia merasa begitu lega sekarang.


"Ada apa?" tanya daichi untuk kedua kalinya.


"Makan malam sudah siap tuan. Apa anda ingin saya membawa makan malam anda ke kamar?"tanya kepala pelayan tersebut.


"Tidak usah, aku akan makan di bawah", ucap daichi.


"Baiklah kalau begitu tuan daichi, saya permisi", ucap kepala pelayan itu sambil meninggalkan daichi.


Daichi kembali masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan turun kebawah untuk menikmati makan malamnya.


Semua makanan telah dihidangkan di hadapan daichi, meja makan yang tampak besar tersebut tampak kosong dan hanya ada daichi yang menempati satu bangku di meja makan tersebut.


Setiap hari daichi hanya menikmati sarapan dan makan malamnya hanya seorang diri, tetapi dia sudah terbiasa dengan kesunyian yang dijalaninya setiap hari.


Ketika dia sedang menikmati makan malamnya, ponsel yang berada disamping kanannya terus berdering dan membuatnya memberhentikan dirinya yang sedang menikmati makanannya. Dia meraih ponselnya dan melihat siapa yang menelponnya malam-malam begini.


"IBU"


"Ada apa ibu menelpon malam- malam ", batin daichi dan mengangkat telepon tersebut.


••••


"Hallo,"ucap daichi.


"Hallo Daichi, Apa kamu sudah dirumah?"Tanya ibunya


"Hmmm", jawab daichi.


"Apa kamu sudah makan malam sayang?"tanyanya


"Saat ibu meneleponku, aku sedang menikmati makananku", ucap daichi dengan begitu dingin.


Dia tidak terlalu dekat dengan kedua orang tuanya meskipun dia anak tunggal,sifatnya tetap saja dingin kepada ibu ataupun ayahnya. Bukan karena dia tidak menyayangi kedua orang tuanya hanya saja dia bukanlah orang yang dapat menunjukan rasa sayangnya kepada seseorang.


"Ahh, maafkan ibu telah menggangu makan malam mu daichi",ucap ibunya dari sambungan telepon


"Ada apa ibu malam-malam begini menelepon ku?"tanya daichi.


"Daichi ibu hanya ingin menyampaikan pesan ayahmu,bahwa besok kita akan mengadakan pertemuan keluarga di hotel namyong jam 12 siang sekalian makan siang bersama dengan keluarga yang lainnya",ucap ibunya.


"Apakah ada acara?" tanya daichi


"Tidak sayang, kita hanya ingin membahas pernikahanmu yang sebentar lagi dengan sakura",ucap ibunya.


"Aku sangat sibuk besok, sepertinya aku tidak bisa menghadiri pertemuan tersebut", ucap daichi


"Usahakanlah, kami akan menunggu kehadiranmu disana besok", ucap ibunya.

__ADS_1


Panggilan telepon itu pun terputus, mendadak daichi menjadi tidak selera makan selepas menerima panggilan telepon ibunya. Dia melemparkan sendok dan garpu yang ada ditangannya, wajahnya tampak begitu kesal.


"Sampai kapan aku harus hidup seperti ini", ucap daichi dengan wajahnya yang tampak kesal.


Dia meraih segelas air yang ada diatas meja dan meneguk air putih tersebut seperti seseorang yang sangat kehausan dan meletakan gelas tersebut dengan sebuah amarah. Dia bangkit dari bangkunya dan beranjak pergi menujuh ruang kerjanya.


Semua pelayan yang ada di ruang makan tersebut hanya menundukkan wajah mereka saat daichi lewat, mereka tidak berani menatap daichi saat suasana hati daichi tidak baik dan memilih menghindar dari masalah.


••••


Kediaman Agata🏡


Selepas menikmati makan malam bersama keluarganya, sakura kembali ke kamarnya untuk beristrahat. Rasanya hari ini dia begitu sangat lelah, saat melihat kasur membuatnya ingin merebahkan badannya dan tidur. Dia berjalan kearah kasurnya dan membaringkan badannya di tempat tidur, perasaanya begitu sangat nyaman sambil menatap kelangit-langit.


Malam ini dia ingin menghapus semua ingatan yang terjadi sepanjang hari ini, dia tidak ingin mengingat hal-hal yang membawa aurah negatif pada dirinya.


"Aku akan melupakan semuanya, besok pagi aku akan bangun dengan ingatan yang baru ", ucap sakura sambil terus menatap ke atas langit-langit.


*Tring*


Bunyi sebuah pesan masuk di ponsel sakura,


"Selamat malam nona sakura, Saya ingin bertanya jam berapa pertemuan besok? "


Sakura yang membaca pesan tersebut masih bingung dengan maksud pesan tersebut dan dia tidak mengenal no yang mengirimnya pesan. Sakura pun membalas pesan tersebut.


"Ini siapa?" tanya sakura.


Baru saja sakura mengirimkan balasan pesan tersebut, balasan pesan masuk pun diterima sakura.


"REI"


Kedua mata sakura tercengang saat membaca pesan tersebut, dia terus menatap layar ponselnya.


"Dari mana dia mendapatkan no ku?" batin sakura.


"Besok jam 12 siang di hotel namyong.


Setelah selesai membalas pesan tersebut sakura menonaktifkan ponselnya karena dia ingin beristrahat dan tidak ingin mendapat gangguan sama sekali. Dia pun mulai memejamkan kedua matanya untuk tidur.


°


°


°


Cahaya matahari yang terik membangunkan sakura dari tidurnya karena semalam dia begitu lelah sehingga membuatnya tidak ingat pukul berapa semalam dia tertidur. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan kearah jendela kamarnya untuk membuka jendela tersebut.


Dia berjalan ke balkon kamarnya untuk menikmati matahari pagi yang begitu cerah, rasanya sudah lama sekali dia tidak memiliki waktu untuk berjemur seperti ini di pagi hari.


Setelah beberapa menit dirasanya cukup untuk berjemur, dia pun kembali masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap berangkat ke kantornya. Hari ini dia akan ada pertemuan dengan donatur yang akan memberikan sumbang untuk rumah sakit wongdo,jadi dia harus bergegas tiba dikantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Ibu, aku berangkat", ucap sakura sambil turun dari tangga.


Saru yang sedang menata bunga-bunga di atas meja, menoleh kearah putrinya yang sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.


"Kamu sudah mau berangkat sayang?" tanya saru


"Ia ibu,"ucap sakura yang berjalan menghampiri ibunya.


"Sarapan lah duluh sebelum pergi,"ucap saru kepada putrinya.


"Aku akan sarapan dikantor Bu, baiklah aku harus berangkat sekarang", ucap sakura sambil mencium pipi ibunya.


"Baiklah sayang, hati-hati dan jaga kesehatanmu. Ingat sebentar lagi pernikahanmu", ucap saru sambil memegang pipi sakura.


Sakura hanya mengagukan kepalanya sambil tersenyum kepada ibu nya yang setiap saat selalu mengingatkan pernikahannya yang sebentar lagi.

__ADS_1


Saat di keluar, mobilnya telah terparkir depan, dia masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan kediaman Agata menujuh kekantor ya.


••••


Sakura pun tiba dikantornya, dia berjalan menujuh ruangannya. Sesampai diruangnya di langsung menghubungi sekretarisnya kimi untuk memberitahukan jadwal pekerjaannya hari ini.


"Kimi, keruangan sekarang", panggilnya melalui sambunga telepon .


"Baik nona sakura", jawab kimi.


Tidak lama kemudian Kimi pun datang dan seperti biasa membawakan sakura secangkir teh hangat.


"Selamat pagi nona sakura," sapa Kimi dengan wajah cerianya sambil meletakan secangkir teh hangat diatas meja sakura.


"Selamat pagi Kimi, Terima kasih ",ucap sakura sambil tersenyum kepada Kimi


"Sama-sama Nona sakura", balas Kimi.


"Baiklah Kimi, bacakan jadwal hari ini", ucapsakura sambil menatap kimi.


Kimi langsung melihat sebuah buku yang telah dibawanya, dibuku itu dia selalu mencatat jadwal kegiatan sakura.


"Hari ini ada tidak memiliki jadwal keluar kantor nona, untuk pertemuan anda hari ini dengan perusaahan Yerix akan diundur besok Karen mendadak atasan mereka ada urusan keluarga," ucap Kimi


"Benarkah, baguslah kalau begitu", ucap sakura.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama nanti nona", ucap Kimi


"Akhh, maaf Kimi hari ini aku tidak bisa", ucap sakura dengan raut wajah menyesal.


"Apa anda mencoba menghindar dari saya nona?" tanya Kimi dengan sorot matanya yang menatap sakura dengan tajam.


"Ke-napa kamu melihatku begitu?"tanya sakura yang tampak kebingungan.


"Apa anda lupa, bahwa anda memiliki utang penjelasan kepada saya", ucap Kimi


"Aku tidak akan melupakan itu Kimi. Tenang saja aku pasti akan menceritakan kepadamu apa yang telah terjadi, tetapi tidak untuk hari ini", jawab sakura.


"Sebenarnya anda mau kemana nanti?" Kimi mulai penasaran


"Aku akan bertemu dengan sebuah perusahaan yang akan menjadi donatur dalam kegiatan amal rumah sakit wongdo", ucap sakura.


"Baiklah nona, saya bisa menemani anda untuk pergi kesana", ucap Kimi.


"Tidak perlu Kimi karena sudah ada yang menemaniku", ucap sakura.


"Siapa nona?"ucap Kimi dengan kedua matanya yang melihat kearah sakura dengan curiga.


"Ayolah, jangan memikirkan yang aneh-aneh. Dia adalah ketua panitia dalam kegiatan amal tersebut .


"Oooooo", jawab kimi.


Kimi tidak mengetahui bagaimana sosok orang yang akan menemani sakura nanti, jika dia mengetahuinya tentu saja akan membuat dirinya semakin banyak pertanyaan kepada sakura. Sakura sudah mengetuai bagaimana karakter Kimi karena itu dia tidak ingin menjelaskan begitu detail mengenai Rei kepadanya.


"Yasudah lanjutkan lah pekerjaan mu"ucap sakura.


"Baiklah nona sakura", ucap Kimi sambil berjalan meninggalkan ruangan sakura.


"Aku selalu berusaha tersenyum untuk orang-orang disekitar ku,tanpa mereka tau arti sebuah senyum yang tergambar di wajahku.


Dengan senyuman, aku bisa menyembunyikan kesedihan yang ada di hatiku dan berpura-pura seakan semuanya baik-baik saja.


Sakura Agata


Seperti biasa, jangan lupa like, coment dan vote buat aku yaaa. Aku akan berusaha untuk update novelku lebih cepat.Terima kasih


Bersambung ....

__ADS_1


__ADS_2