Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 45 Pernikahan


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang telah lama ditunggu-tunggu oleh dua keluarga besar Agata dan Tama. Pernikahan yang telah dinantikan akhirnya hari ini akan berlangsung.


Perjodohan yang awalnya ditentang oleh keduanya,tak di sangka akhirnya pernikahan terjadi tepat hari ini. Tentu saja membuat dua keluarga besar itu sangat bahagia menyambut pesta pernikahan yang diselenggarakan sangat meriah dan mewah di salah satu Hotel mewah di kota itu, mengingat keduanya berasal dari keluarga yang terpandang di kota itu.


"Aku akan melihat di dalam, apa semua telah di tatah mereka dengan baik", ucap sena.


"Baiklah kak, aku akan melihat sakura di ruangannya", ucap Yuka.


Sena begitu sangat takjub melihat hasil dekorasi ruangan itu yang kelihatan begitu indah. Terdapat banyak bunga-bunga warnah warni yang menghiasi ruangan itu



"Sakura pasti akan menyukai dekorasi ini",ucap Sena.


Dia mengecek semua persiapan yang ada di dalam, dari segi tatanan dekorasi, perlengkapan bahkan hidangan yang di sediakan untuk menjamu para undangan. Sena tidak ingin ada yang kurang dalam acara resepsi pernikahan sakura karena banyak tamu yang berasal dari kalangan penting yang menghadiri acara tersebut.


Selepas dia merasa semua sudah berjalan seperti yang diinginkannya, dia meninggalkan tempat itu untuk melihat persiapan sakura sudah sejauh mana.


Ruangan Sakura


"Kak Sena, lihat sakura begitu cantik,bukan?" ucap Yuka yang berdiri di samping sakura.


"Adik ku kamu sangat cantik mengenakan gaun pernikahan tersebut", ucap Sena.


"Tentu saja kak, warnah putih sangat cocok di kulit sakura ", ucap Yuka.


Tiba-tiba saja, Sena menetaskan air matanya saat menggenggam tangan adik iparnya itu.


"Kakak, kenapa kakak menagis?"ucap sakura.


"Ia kak Sena, kenapa kakak menagis?"ucap yuka


"Aku hanya terharu dan masih tidak menyangka bahwa hari ini sakura akan menikah",ucap sena


"Kakak, jangan menangis lagi", ucap sakura sambil menghapus air mata Sena yang terus membasahi pipinya.


Sena memeluk adiknya itu dan diikuti oleh Yuka yang memeluk dari belakang, situasi yang terjadi diruangan itu menjadi begitu haru.


°°°°


Ditempat yang lain daichi sedang menyambut para undangan yang hadir, dia begitu ramah menyapa para tamu undangan.


Acara pernikahan akan segera di mulia, para undangan satu persatu memasuki ruangan. Setiap tamu undangan yang hadir telah di tentukan di mana meja mereka, setiap meja telah ada nama setiap tamu undangan yang diletakan diatas meja mereka masing-masing.


"Diharapkan untuk seluruh tamu undangan untuk duduk di tempat yang telah disiapkan karena acara pernikahan akan segera berlangsung",ucap MC tersebut.


Semua orang yang tadinya berdiri atau berada di meja lain untuk bertegur sapa dengan sesama rekan bisnis , langsung kembali ke bangku mereka saat MC memberikan peringatan bahwa acara akan segera di mulai.


"Baiklah, Mempelai pria dipersilahkan memasuki ruangan", ucap MC tersebut.


Akhirnya acara pun berlangsung, pintu itu terbuka . Daichi dengan begitu gagah berjalan memasuki ruangan tersebut, semua orang khususnya para wanita terpesona melihat daichi yang begitu gagah berjalan dengan dengan sorot matanya yang begitu tajam menatap para tamu undangan.


"Pria yang sempurna", ucap seorang wanita yang berbisik kepada temannya.


"Hei, hentikan dia sudah milik orang lain", ucap temannya.


"Aku hanya mengaguminya saja",ucap wanita itu.


Dia berdiri begitu tegap untuk menunggu kehadiran Sakura Agata, dia merasa tidak sabar untuk melihat calon penggantinya.

__ADS_1


"Mempelai wanita di persilakan masuk",ucap MC itu.


Semua orang mengarahkan pandangannya kearah pintu yang masih tertutup.Dibalik pintu itu sakura sudah berdiri dan bersiap memasuki ruangan, perasaannya begitu tak karuan saat menunggu sendirian. Dia dapat merasakan suara jantungnya yang berdetak begitu sangat cepat, telapak tangannya terus basah mengeluarkan keringat yang dingin. Tangannya bergetar saat memegang sebuket bunga di tangannya.


Pintu itu terbuka.


Sakura dengan perlahan berjalan memasuki ruangan itu, dia begitu sangat anggun mengenakan gaun pernikahan berwarnah putih. Semua orang begitu sangat terpesona melihat kecantikan yang dimiliki sakura dengan gaun pernikahannya yang sangat indah dan mewah sebuah hasil rancangan dari seorang desainer yang sangat terkenal.


Dia berjalan dan menatap kedepan, disana dia sudah melihat seorang pria yang begitu gagah dan tampan dengan mengenakan jas berwarnah hitam telah berdiri menunggunya dan terus menatap kearahnya sambil melemparkan senyum yang begitu indah.


"Kaki ini terus melangkah ke arah dia pria yang sedang menungguku, sosok pria yang tak pernah sama sekali terpikirkan di dalam hidup ku dan kini dia akan menjadi teman hidupku. Dia akan menemaniku dalam menjalani setiap proses perubahan di dalam hidupku.


Sebuah proses perjalanan yang begitu panjang telah ku lalui, hati yang selalu menolak, kesedihan yang terus ku rasakan, takdir hidup yang terasa begitu tak adil yang selalu muncul dipikiran ku, semuanya telah ku lalui sampai aku kini berada di tahap sekarang.


Mulai sekarang aku akan melangkah dan berjalan bersama pria yang ada di hadapanku dan menjalani takdir hidupku dengan penuh keikhlasan."


Sakura Agata..


Daichi yang melihat sakura semakin dekat kepadanya berjalan menghampirinya, dia begitu takjub melihat wajah sakura yang begitu cantik berdiri di hadapannya. Dia mengulurkan tangannya kepada sakura, melihat hal itu dengan perlahan sakura memberikan tangannya kepada daichi Tama. Mereka saling memandang wajah satu sama lain sambil melemparkan senyuman seakan masih tidak menyangka dengan apa yang mereka alami saat ini.


Perlahan mereka berjalan bersama-sama menujuh altar pernikahan, daichi begitu erat menggandeng tangan calon istrinya yang tinggal hitungan menit akan menjadi istri sahnya.



Semua tamu undangan bertepuk tangan melihat mereka berjalan menujuh altar pernikahan, mereka terlihat pasangan yang sangat serasi satu sama lain dengan daichi yang begitu tampan dan sakura yang begitu cantik.


Mereka saling mengucapkan janji pernikahan, sebuah janji yang tak hanya berjanji terhadap pasangan melainkan janji di hadapan TUHAN dan tak akan ada yang dapat memisahkan mereka selain maut. Selepas mengucapkan janji pernikahan, daichi memasangkan cinci pernikahan di jari manis sakura agata, begitu pula sakura dia memasangkan cincin di jari daichi.


Kebahagian begitu jelas terpancar di anatara mereka berdua dan membuat tamu undangan yang menyaksikannya ikut larut di dalam kebahagian.


Saru Agata yang menyaksikan pernikahan putrinya berjalan begitu lancar terus meneteskan air matanya, dia seakan masih tidak percaya bahwa gadis kecilnya sudah menjadi seorang istri.


"ibu, jangan menangis", ucap Sena yang mencoba menenangkan ibu mertuanya meskipun hatinya juga merasa sedih.


"Ia ibu, aku pun masih mengira ini adalah sebuah mimpi,tetapi pada akhirnya aku tersadar bahwa ini adalah kenyataan. Gadis manja kita telah resmi menjadi Ny.Tama", ucap Sena yang terus memandangi kedua mempelai.


"Cium....cium....cium....


"Ayok cium daichi.....


"Cium mempelai wanitanya....


Itulah suara yang terus terdengar dari para tamu undangan,membuat daichi dan sakura seketika merasa malu.


"Ayo daichi ciummm"


Perlahan daichi berjalan mendekat kearah sakura, tentu saja membuat sakura begitu gugup karena dia tau apa yang ingin di lakukan daichi kepadanya. Dia terus menatap kearah daichi yang berjalan menghampirinya, semakin dekat daichi semakin deg-degan perasaan yang dirasakan sakura.


Dia memegang kedua pipi sakura dengan begitu ragu-ragu, perlahan dia mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sakura, saat melihat wajah daichi yang semakin dekat dengannya dengan reflek sakura menutup kedua matanya dan terasa sesuatu menempel tepat dibibrnya. Daichi mencium bibir sakura begitu sangat lembut dan perlahan.


Sontak saja seluruh tamu undangan yang menyaksikannya bertepuk tangan dan terus menyoraki mereka.


Bagi sakura itu adalah ciuman pertamanya, jantungnya terus berdetak semakin kencang saat bibirnya saling beraduh dengan bibir daichi. Dia begitu sangat lembut dan berhati-hati saat mencium sakura.


Perasaan sakura terasa begitu canggung, membuatnya menjadi salah tingkah dan pikirannya menjadi blank selepas berciuman dengan daichi.


Melihat sakura yang menjadi salah tingkah terhadapnya membuat daichi tertawa dan mencoba menenangkan kembali pikiran sakura.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya daichi.

__ADS_1


"I-ya, aku baik-baik saja", jawab sakura yang masih belum sadar sepenuhnya.


Daichi kembali menggenggam tangan sakura dan menarik sakura berjalan menghampiri para tamu undangan yang ingin menyalami mereka.


"Selamat Daichi, sakura", ucap para tamu undangan itu.


"Terima kasih", ucap kedua pengantin yang terus melemparkan senyuman kepada para tamu undangan.


"Selamat buat kalian berdua", ucap yuka dan Sena.


"Kakak, terima kasih", ucap sakura.


"Baiklah, kalian harus mengambil Poto pernikahan kalian", ucap Yuka.


Seorang Photographer profesional datang untuk mengambil Poto mereka,


"Baiklah tolong lihat kesini, bagus..bagus", ucapnya.


"Sekarang, bisakah anda menggandeng mempelai wanitanya dan saling bertatapan",perintah Photographer itu.


Daichi langsung menggandeng sakura dan mengarahkan pandangannya kepada sakura begitu pun sakura, dia menatap wajah daichi yang begitu tampan sambil tersenyum kearahnya.


"Iya...iya , bagus...bagus....,Tahan...Tahan",ucap photographer itu.



"Sempurnah", ucap pria tersebut.


Pesta pernikahan itu berjalan begitu lancar, kedua keluarga besar begitu bahagia hanya ada tawa yang terpancar pada setiap orang yang menghadiri acara pernikahan mereka berdua.


"Sekertaris Yun", teriak Kimi.


"Nona Kimi", ucap sekertaris Yun .


"Apa kabar tuan Yun?" sapa Kimi.


"Saya sangat baik nona Kimi, bagaimana dengan anda?"Tanya sekertaris Yun.


"Saya juga baik tuan Yun ", ucap Kimi.


Mereka berdua terus menatap kearah daichi dan sakura yang sedang menyala para tamu undangan.


"Akhirnya mereka menikah juga", ucap sekertaris Yun yang terus mengarahkan pandangannya kepada Tuannya.


"Benar tuan Yun, akhirnya mereka menikah. Saya sangat lega sekarang", ucap Kimi.


Sekertaris Yun yang mendengarkan ucapan Kimi, langsung mengarahkan pandangannya kepada Kimi yang sedang berdiri di sampingnya.


"Lega?"Maksudnya?"tanya sekertaris Yun yang masih bingung.


"Ia tuan Yun dengan mereka menikah setidaknya tidak akan ada lagi perkelahian diantara mereka", ucap Kimi yang tertawa kepada sekertaris Yun.


Sekertaris Yun pun ikut tertawa mendengar perkataan kimi,


"Kamu benar nona Kimi", ucap sekretaris Yun.


"Ta-pi, saya hanya berharap bahwa tuan daichi akan membahagiakan nona sakura", ucap Kimi.


"Jangan khawatir nona Kimi, tuan daichi pasti akan menjaga dan membahagiakan nona sakura", ucapnya yang tersenyum kepada Kimi..

__ADS_1


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸


Bersambung..


__ADS_2