Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 42 Makan


__ADS_3

Mereka menghabiskan waktu mereka dengan mengobrol satu sama lain, dengan mengobrol membuat mereka lebih mengenal dan mengetahui hal-hal yang mungkin selama ini mereka tidak tau.


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya daichi.


"Entahlah, aku juga bingung", ucap sakura.


"Apa yang biasanya kamu lakukan saat berkencan?" tanya daichi.


Sejujurnya selama ini dia begitu penasaran mengenai kisah asmarah sakura. Dia ingin tau seperti apa pria-pria yang pernah berkencan dengannya.


"Aku tidak pernah berkencan", jawab sakura.


"A-pa?"Kamu tidak pernah berkencan?"Daichi tampak tak percaya dengan jawaban sakura.


"Hmmm, aku tidak pernah berkencan sebelumnya", ucap sakura.


"Hahahah, aku sama sekali tidak percaya", ucap daichi yang masih tertawa.


"Apa yang membuatmu tidak percaya?"sakura memandang daichi untuk mendapatkan jawaban dari pertanyaannya.


"Gadis secantik dirimu, bagaimana mungkin tidak ada satu orang pria pun yang mengajak mu berkencan", ucap daichi.


Sakura yang mendengar ucapan daichi mengenai dirinya hanya tersenyum.


"Banyak pria yang mendekati ku dan mengajak ku berkencan, tetapi aku sama sekali tidak berminat dengan hal-hal seperti itu",ucap sakura.


"Apakah ada alasan di balik itu semua?" tanya daichi


"Aku hanya ingin fokus belajar dan bekerja, aku Ingin menjadi seorang wanita yang sukses di bidang ku sendiri tanpa bantuan keluarga ku", ucap sakura.


"Kita memiliki pemikiran yang sama", ucap daichi yang tersenyum kepada sakura.


Kebahagian tampak jelas di wajahnya daichi, dia sama sekali tidak dapat menyembunyikan perasaannya yang sangat bahagia saat ini. Mengetahui bahwa sakura sama sekali tidak pernah berkencan membuatnya sangat bahagia setidaknya dia adalah pria satu-satunya yang berhasil masuk kedalam hati sakura meskipun melalui perjodohan.


"Baiklah,bagaimana kalau kita berjalan-jalan lagi", ucap daichi.


"Hmmm, ayok", ucap sakura yang bangkit dari bangkunya.


Mereka kembali berjalan-jalan menikmati udara di sore hari, sepanjang jalan tidak ada orang yang memperhatikan mereka atau pun mengambil gambar mereka.Tak ada satu orang pun yang mengenali mereka berdua, tentu saja itu membuat sakura begitu nyaman.


Sejak berita pertunangannya di umumkan, hidup sakura begitu berubah. Kemana pun dia pergi, gerak-geriknya selalu diawasi oleh para pemburu berita. Dia yang selama ini jarang terekspos, kini namanya sering muncul di berita-berita online. Berbanding terbalik dengan sakura yang tidak terbiasa untuk diliput, daichi Tama mengaggap itu adalah makanannya sehari-sehari untuk nya.


Hampir setiap hari berita mengenai dirinya muncul di media online, apa lagi sifatnya yang suka mengencani banyak wanita dari kalangan entertainment adalah bahan yang sangat sering di munculkan di dalam berita.


"Hari sebentar lagi akan gelap", ucap daichi sambil menatap langit.


Sakura ikut mengarahkan pandangannya ke atas saat mendengar perkataan daichi.


"Apa kamu lapar?"tanya sakura.


"Lumayan", jawab daichi


"Bagaimana kalau kita makan malam bersama", ucap sakura.


"Makam malam bersama?"tanya daichi.


"hmmm", ucap sakura sambil mengangguk-anggukan kepalanya.


"Baiklah, kamu ingin makan di restoran apa?"tanya daichi.


"Hmm, Tidak-tidak."Aku tidak ingin makan di restoran",ucap sakura.


"Lalu kamu ingin makan dimana?"daichi tampak kebingungan.

__ADS_1


"Aku ingin makan disana", ucap sakura sambil menunjuk kearah sebuah tempat makan yang tepat berada di pinggir jalan.


Daichi mengarahkan pandangannya ketempat yang ditunjuk sakura. Begitu kagetnya dia saat tau tempat makan pilihan sakura.


"Kesitu?"Apa kamu yakin?"Tanya daichi


"Ia aku yakin, aku ingin makan disana", ucap sakura yang tersenyum kepada daichi.


Untuk sesaat daichi hanya terdiam sambil terus memandang warung makan di pinggir jalan itu. Dia seumur hidupnya tidak pernah makan atau pun menginjakan kakinya di tempat seperti itu. Namun, demi sakura Agata apa pun akan dilakukannya, meski dia tidak menyukainya.


"Baiklah kalau kamu ingin makan disana", ucap daichi.


Mereka pun berjalan menujuh tempat makan yang tepat berada di pinggir jalan itu. Ketika mereka tiba di tempat itu, daichi tampak kebingungan tempat makan itu hanya berdiri di sebuah tenda dan begitu sangat terbuka.


"Ada apa?" tanya sakura yang dari tadi melihat daichi.


"Dimana kita akan makan?" daichi tampak begitu bingung melihat suasana tempat itu.


Sakura yang mendengar pertanyaan daichi hanya tertawa.


"Kenapa kamu tertawa?" tanya daichi yang menatap nya dengan sorot matanya yang tajam.


"Tidak, kita akan duduk disini", ucap sakura sambil menarik tangan daichi dan mengarahkannya.


"Disini?" tanya daichi.


"Hmmm, disini", jawab sakura begitu santai.


"Bagaimana mungkin kita bisa makan seperti ini", ucap daichi


"Lihatlah di sekeliling mu, mereka bisa makan dan menikmati hidangan mereka. Lalu kenapa kita tidak bisa", ucap sakura.


Daichi hanya diam saat mendengarkan sakura mengatakan hal itu, dia hanya belum terbiasa dengan situasi yang sedang dihadapinya saat ini.


Daichi tampak kaget ketika mendengar sakura berteriak saat memesan makanan untuk mereka.


"Apa kamu sering ketempat seperti ini?" Tanya daichi.


"Tentu saja, saat aku kuliah diluar negeri aku sering makan makanan yang dijual dipinggir jalan", ucap sakura.


"Bukankah itu tidak higenis?"tanya daichi.


"Tidak semua makanan yang dijual di pinggir jalan itu tidak higenis, bahkan terkadang makan yang dijual dipinggir jalan lebih enak dari pada yang dijual di restoran- restoran mewah. Meraka hanya belum memiliki model untuk menyewa tempat di sebuah mall atau tempat yang lebih bagus ", ucap sakura.


"Kamu sangat berbeda sakura dari wanita - wanita yang ku kenal. Banyak wanita yang berasal dari kalangan menengah tidak akan sudih menginjakan kakinya ketempat seperti ini meraka akan beranggapan bahwa tempat ini sangat kotor, tetapi kamu sangat berbeda saat kamu memiliki segalanya kamu memilih untuk hidup sederhana", ucap daichi.


"Aku hanya ingin merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang yang kurang beruntung. Ketika aku bertemu dengan orang- orang yang kurang beruntung saat aku berkata aku mengerti apa yang mereka rasakan, aku hanya membohongi mereka karena aku sama sekali tidak pernah merasakan kesusahan mereka",ucap sakura.


"Apa karena itu kamu begitu aktif dalam kegiatan amal?" tanya daichi.


"Hmmm, setidaknya aku ingin melakukan sesuatu untuk mereka,meski itu tentu saja belum cukup", ucap sakura.


Semakin mengenal sakura, daichi semakin kagum dengan sifat yang dimilikinya. Dia selalu mendengar bahwa sakura Agata adalah wanita yang sederhana, baik dan tidak pernah membeda-bedakan seseorang. Kini saat bersama sakura dia melihat semua sifat itu dan itu bukanlah sebuah rumor semata mengenai sosok sakura Agata selama ini.


"Ini pesanannya", ucap penjualan wanita itu.


"Terima Kasih bibi", ucap sakura.


Mereka mulai menikmati ramen pesanan mereka,saat daichi memakan ramen tersebut ekspresinya tampak terkejut.


"Astaga", ucap daichi.


"Ada apa?", tanya sakura yang tampak panik

__ADS_1


"Ini sangat enak", jawab daichi.


"Benarkah?"Apa kamu sangat menyukainya?" tanya sakura yang memandangi daichi yang sedang makan.


"Hmmm", ucap daichi yang di mulutnya begitu penuh dengan mie.


Sakura hanya tertawa melihat daichi sambil menikmati ramennya.


••••


Setelah selesai makan, mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah gelap. Mereka berjalan menujuh tempat dimana mobil mereka di parkiran dan pergi meninggalkan tempat itu.


Ketika lampu merah, daichi mengelurkan ponsel yang ada di sakunya untuk menghubungi sekertaris yun.


"Hallo sekertaris Yun , jemput aku di kediaman Agata sekarang", ucapnya


"Baik tuan daichi, saya akan menjemput anda sekarang", ucap sekertaris Yun melalu sambungan telepon.


Selama di perjalanan mereka berdua kembali dalam keheningan, sepanjang jalan sakura hanya menatap keluar jendela.


"Sakura", ucap daichi yang mencoba memulai pembicaraan.


Sakura langsung mengarahkan pandanganya kepada daichi yang sedang menyetir.


"Terima kasih untuk hari ini", ucap daichi sambil melihat kearah sakura dan tersenyum kepadanya.


Sakura hanya membalas ucapan tersebut dengan sebuah senyuman dan tatapan yang membuat daichi tidak ingin begitu cepat berpisah dengan sakura. Itu adalah senyuman dan tatapan yang selalu terbayang dipikiran daichi saat merindukan sakura.


°


°


Setelah melewati kemacetan yang panjang, akhirnya mereka tiba di kediaman Agata dan disana sekertaris Yun sudah tiba.


"Sekertaris Yun sudah sampai", ucap sakura yang melihat dari kaca.


"Kenapa dia begitu cepat sampai", batin daichi.


Melihat mobil meraka telah tiba,sekertaris Yun langsung keluar dari dalam mobil dan mengahampiri mereka.


"Selamat malam nona sakura", sapa sekertaris Yun.


"Selamat malam sekertaris Yun, apakah anda menunggu lama?" tanya sakura.


"Tidak nona, saya baru saja tiba beberapa menit", ucap sekertaris Yun.


"Ehm,Baiklah kalau begitu aku pulang duluh", ucap daichi yang berdiri di samping sakura.


"Hmmm, Hati-hati", ucap sakura sambil tersenyum kepada daichi


Sekertaris Yun yang berada diantara meraka, merasakan sesuatu yang aneh saat melihat sakura tersenyum kepada daichi.


"Apakah mereka sudah berdamai?", batin sekertaris Yun yang sangat penasaran.


"Ayok sekertaris Yun! ucap daichi yang berjalan kearah mobil.


"Ia tuan daichi, selamat malam nona sakura", ucap sekertaris Yun yang mengejar daichi.


"Selamat malam sekertaris Yun.


Sakura hanya berdiri sambil menunggu mobil itu pergi meninggalkan kediaman Agata. Mobil itu melaju dan perlahan hilang dari pandangan sakura. Dia langsung masuk kedalam rumah karena dia tau bahwa semua orang pasti telah menunggunya di dalam.


Pembaca setia ku, terima kasih atas masukan yang kalian berikan kepada saya. Semua masukan yang kalian berikan akan menjadi motivasi buat saya dalam menulis novel saya. Jangan lupa untuk selalu like,coment apa saja yang ingin kalian tulis dan yang paling penting vote untuk saya.🥰🌸

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2