Pernikahan Yang Dijodohkan

Pernikahan Yang Dijodohkan
Episode 96 Malam indah


__ADS_3

Author ingin berterima kasih buat kalian yang sudah mendukung saya selama ini, terutama untuk kalian yang terus vote novel yang saya tulis.


Disini saya juga ingin meminta maaf, jika mungkin ada penulisan yang sering salah saya lakukan dan kedepannya saya akan lebih teliti lagi


Jika di episode awal ada banyak kesalahan dalam penulisan, saya akan berusaha untuk memperbaikinya saat saya memiliki waktu yang kosong karena jika saya fokus memperbaiki tulisan saya kemungkinan akan memakan waktu buat saya melanjutkan episode sebelumnya.


Saya berterima kasih buat kritik yang kalian berikan untuk saya dan akan menjadikannya masukan kedepannya.


Terima kasih


..


Aku sayang kalian ❤️🌺


°°°°°°°°°°°°°°


"Tidak..., Aku tidak boleh seperti ini", ucap sakura sambil mencoba berdiri.


"Ayolah sakura..., Kenapa kamu masih merasa malu dengan suami mu sendiri bahkan ini bukanlah yang pertama.


Dia terus berbicara sendiri dengan dirinya sambil melangkah berjalan menujuh kedalam kamar.


"Astaga.., kenapa aku merasa bingung dengan apa yang ingin aku lakukan", ucap nya sambil memukul dengan pelan kepalanya untuk menyadarkan dirinya.


"Ahh.., aku baru ingat. Aku harus membersihkan makeup ku. Baiklah dimana aku meletakan tas makeup ku", ucapnya yang terlihat kebingungan.


Dia berjalan menujuh kearah tempat dimana semua koper di letakan, dia mulai membuka satu dari 3 koper yang mereka bawah untuk mengambil tas makeup miliknya yang tersimpan didalam.


"Ini dia", ucap nya sambil berjalan menujuh ke meja rias yang berada tak jauh dari ranjang tidur.


Dia mulai membuka tas makeupnya untuk mengambil kapas dan toner pembersih wajahnya. Dengan perlahan dia membersihkan wajahnya menggunakan kapas yang telah dibasahi nya , wajah yang tadinya dipenuhi dengan makeup kini berubah menjadi wajah yang terlihat sangat polos.


"Apa aku perlu mandi? Ah..., tidak..., itu sangat konyol", ucap nya.


"Atau apa aku perlu mengganti pakaianku? ucapnya sambil melihat pantulan dirinya di sebuah cermin.


"Ah...., bagaimana ini aku sangat bingung", ucap sakura sambil menundukkan kepalanya di atas meja riasnya.


Dia bertingkah begitu konyol dengan segala pemikirannya yang membuatnya menjadi terlihat begitu aneh.


Dreg....Dreg...Dreg...


Satu pesan masuk ke ponsel sakura, dia pun mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang mengiriminya pesan malam - malam begini.


"Daichi...", ucapnya sambil membuka pesan yang dikirimkan kepadanya.


"Nyonya Tama.., Apa kamu masih lama? Aku menunggu mu, cepatlah.


"Bagaimana ini????


Dia larut dalam pikirannya yang bingung sambil berjalan mondar mandir di dalam kamar. Perasaanya semakin tidak menentu saat membaca pesan dari daichi yang terlihat begitu tidak sabaran.


"Cukup sakura..., jangan bertingkah memalukan seperti ini", ucapnya pada dirinya sendiri.


"Kenapa aku harus sepanik ini, kami sudah melakukannya beberapa kali ", ucap nya yang mencoba menenangkan dirinya sendiri.


Beberapa menit meyakinkan dirinya , dia pun pergi meninggalkan apartemennya dan berjalan menujuh tempat pemandian air panas dimana daichi sudah menunggunya. Tempat itu benar - benar private hanya ada apartemen mereka dilantai itu dan diujung dari lantai itu ada fasilitas pemandian yang bisa dibilang hanya khusus untuk orang yang menyewa tempat di laintai itu saja yang menggunakannya.


Tempat itu begitu dekat, namun langkah kakinya yang kecil membuat sedikit lebih lama tiba dan napasnya kembali tidak beraturan dengan tangannya yang gemetaran saat langkahnya berhenti tepat di depan pintu.


"Sakura kamu bisa..," ucap dirinya.

__ADS_1


Dia menutup kedua matanya untuk sesaat dan menarik napas dengan panjang dan membuka pintu itu, hembusan udara yang panas langsung terasa saat pintu itu terbuka. Dengan penuh rasa percaya diri dia melangkahkan kakinya masuk kedalam, tempat pemandian itu cukup besar dan luas meski itu diperuntukan untuk dua orang.


Matanya langsung tertujuh kepada seorang pria yang sedang berendam dengan kedua mata yang tertutup dan sepertinya daichi sama sekali belum menyadari kehadiran sakura. Kedua mata sakura berputar melihat sekelilingnya dan pandangannya terkunci di sebuah ruang kecil, dia pun berjalan kearah ruang itu untuk melepas semua pakaiannya dan tepat sekali di dalam ruangan itu dia menemukan pakaian daichi yang bergantung.


Satu persatu dia melepas pakaiannya dan saat tidak ada sehelai benang pun yang membalut tubuhnya ada perasaan yang malu yang dirasakannya, dia keluar dan kembali berjalan menghampiri daichi yang begitu menikmati dirinya berendam.


"Da-ichi", ucap sakura yang merasa begitu malu dengan dirinya saat ini.


Kedua mata itu terbuka saat dia mendengar suara yang tidak asing memanggilnya, bibirnya tertarik kesetiap sudut ujung dari bibirnya dengan pandangan matanya yang naik turun melihat sosok wanita yang sedang berdiri dihadapannya, wanita yang begitu polos dengan kedua tangannya yang terlipat menggantung menutupi dadanya.


Dia pun bangkit berdiri, pemandangan yang ada dihadapannya saat ini membuat sakura tak kuasa melihat daichi. Rambutnya yang basah, kulit putihnya yang begitu sempurna, dadanya yang begitu kekar dengan percikan air yang menempel di badannya , dia memiliki bentuk tubuh yang sempurna untuk seorang laki - laki dan membuat sakura tak mampu mengalihkan pandangannya saat melihat daichi saat ini tanpa mengenakan pakaian.


"Kemarilah", ucapnya sambil mengulurkan tangannya kepada sakura.


Tanpa berpikir panjang, sakura langsung menggapai tangan daichi dan berjalan masuk kedalam sebuah bak besar.


"Kenapa lama sekali?" tanya daichi yang mengelus lengan sakura.


"Aku membutuhkan waktu", ucap sakura.


"Lihatlah pemandangannya ", ucap daichi.


Sakura pun langsung mengarahkan pandangannya keluar jendela sambil merendam badannya. Dari sana dia dapat melihat pemandangan malam yang begitu indah di kota itu dengan gerlipan lampu yang menghiasinya, saat matanya begitu fokus menikmati pemandangan, dia merasakan ada sesuatu yang menempel di punggungnya dan itu membuat seluruh badannya menggelitik hingga membuat tubuhnya merasa merinding ketika dengan bibirnya, daichi terus mencium tubuh sakura dengan begitu lembut. Bibirnya berpindah dari tempat satu ke tempat lain, sakura hanya terdiam menikmati sentuhan bibir daichi di tubuhnya.


"Tubuhmu sangat indah sakura", bisiknya begitu tenang di telinga sakura dengan hembusan napasnya yang terasa hangat.


"Ini adalah milikmu", ucap sakura dengan suaranya yang begitu lembut.


Daichi hanya tersenyum saat mendengarnya, perlahan sakura yang dari tadi membelakangi daichi membalikan badannya dan menatap kedua mata indah yang ada dihadapannya.


"Aku mencintaimu sakura", ucap daichi sambil tersenyum begitu lebar hingga gigi putihnya terlihat.


"Aku juga mencintaimu suamiku", jawab sakura yang membalas senyum daichi.


"Aku akan menyantapmu", ucap daichi.


Sakura hanya mengagukan kepalanya saat dia merasakan sesuatu melingkar di pinggangnya dan menarik tubuhnya dalam dekapan daichi semakin dekat kepadanya.Mereka begitu menikmati malam panjang yang mereka alami saat ini, malam yang begitu sempurna dan sama sekali tidak ada perasaan ragu yang keduanya rasakan karena cinta yang semakin besar tumbuh.


••••••••••


Badan sakura tersentak dan membangunkannya, seluruh badannya terasa begitu pegal. Dia merasa begitu kelelahan, hingga membuatnya kesiangan bangun.


"Jam berapa sekarang?


Dia mengambil ponselnya yang terletak di atas meja.


"Aku kesiangan sudah jam 5:35 pagi", ucapnya sambil mengangkat badannya untuk bangkit.


Tubuh yang terbungkus selimut putih tebal itu di lepaskan ya, dia terlihat kaget saat melihat tak ada sehelai benang pun yang membungkus tubuhnya. Matanya langsung berpaling kepada pria yang masih tertidur lelap dengan dadanya yang telanjang dan hanya tertutup oleh selimut sama seperti sakura. Sekilas terlintas di ingatan sakura tentang apa yang telah terjadi semalam hingga kondisinya seperti saat sekarang dan membuatnya hanya tersenyum saat mengingat itu.


Dengan pelan dia turun dari tempat tidur, menujuh kekamar mandi untuk membersihkan dirinya dan saat di keluar dari kamar mandi pandangan matanya tertujuh kepada daichi yang terlihat begitu tampan saat sedang tertidur, dengan begitu manis dia mendaratkan sebuah kecupan di pipi daichi dan menyelimutinya sebelum dia meninggalkannya keluar.


"Baiklah.., aku harus memasak sarapan untuk daichi", ucap sakura.


Dia mulai menyiapkan bahan dan peralatan yang akan digunakannya.


"Dimana berasnya?


Dia memeriksa setiap lemari yang ada di dapur itu, setiap sudut isi lemari itu di periksa dan sama sekali tidak menemukan beras untuk dimasaknya.


"Sama sekali tidak ada. Bagaimana ini?

__ADS_1


Sakura mulai terlihat bingung, namun pandangannya tertujuh kepada sebungkus roti gandum yang ada di atas meja makan.


"Ah..., tidak ada beras, tetapi roti juga bisa", ucap sakura.


Di dalam kulkas dia menemukan bahan - bahan yang dapat dimasak sesuai dengan apa yang ada dipikirannya.


"Aku akan memasak cream sup dan akan lebih lezat saat dimakan dengan roti yang akan aku olesi butter", ucap nya.


Dia mulai menyiapkan bahan - bahan , mengupasi bawang dan segala bumbu yang akan digunakannya.


"Aku butuh susu", ucapnya yang berjalan kembali ke arah kulkas.


Memasak sarapan untuk daichi sudah sering dilakukannya bahkan setiap pagi dia hampir melakukannya, namun kali ini sedikit berbeda karena tidak ada para pelayan yang membantunya dan hanya dilakukannya sendiri hingga membuat sedikit kewalahan.


°°°°°°°°


Ditempat lain di dalam kamar , daichi mulai tersadar saat mendengar suara yang bising yang membuatnya terbangun, saat kedua matanya terbuka dia langsung mencari sosok sakura yang sudah tidak ada lagi tidur disampingnya.


"Sakura..., Dimana dia?"batin daichi.


Terdengar suara dari luar kamar, dia pun bangkit dari kasur sambil mencari pakaian untuk dikenakannya.Dia pun melangkah keluar dan melihat cahaya terang yang berasal dari dapur.


"Sakura...", ucap daichi.


"Daichi..", ucap sakura yang tampak kaget melihat.


"Apa yang sedang kamu lakukan sepagi ini sakura?" tanya daichi yang terlihat masih mengantuk dan sesekali menguap.


"Kenapa kamu bangun, tidurlah lagi. Aku sedang memasak sarapan untuk mu", ucap sakura.


"Kamu tidak perlu melakukannya sakura", ucap daichi.


Sakura berjalan menghampiri daichi yang terlihat begitu berantakan dengan rambutnya yang acak - acakan dan kedua mata yang begitu terlihat jelas masih mengantuk.


"Sudahlah, lebih baik kamu kembali kekamar dan tidur. Aku akan membangunkan mu nanti untuk mandi", ucap sakura yang memegang lengan daichi dan menariknya kekamar.


"Aku akan menemanimu sakura", ucap daichi.


"Sudahlah..., kamu tidak perlu menemaniku. Tidurlah lagi daichi, aku tau kamu masih mengantuk ", ucap sakura.


"Tidak aku sudah tidak mengantuk", ucapnya namun dia menguap sangat lebar.


"Dasar..., sudah tidurlah", ucap sakura.


"Baiklah...," jawab daichi yang naik keatas ranjang dan berbaring di tempat tidur.


"Tidurlah suamiku", ucap sakura sambil menyelimuti kembali daichi.


"Hmmm....", ucap daichi.


"Aku lanjut dulu", ucap sakura.


Dia melangkah berjalan keluar dan baru beberapa langkah dia berjalan, daichi memanggil namanya hingga dengan refleks sakura memberhentikan langkah kakinya.


"Sakura...",. panggil daichi.


"Ia.., ada apa daichi?" tanya sakura.


"Aku mencintaimu", ucap daichi.


"Aku juga mencintaimu, tidurlah", ucap sakura yang tersenyum kepada daichi dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2